Interelasi Humaniora
Cakupan dan ruang lingkup Jurnal INTERELASI terdiri dari: Ilmu Bahasa : Ilmu Linguistik, Ilmu Susastra Umum, Kearsipan, dan Ilmu Perpustakaan. Ilmu Ekonomi : Ekonomi Pembangunan, Akuntansi, Ekonomi Syariah, Perbankan, Perpajakan, dan Asuransi Niaga. Ilmu Manajemen : Manajemen, Manajemen Syariah, Ilmu Administrasi Keuangan, Pemasaran, Manajemen Transportasi, Manajemen Industri, Manajemen Informatika, dan Kesekretariatan. Ilmu Sosial : Ilmu Komunikasi, Jurnalistik, Hubungan Masyarakat, Periklanan, Televisi & Film, Manajemen Komunikasi & Media, Komunikasi Penyiaran Islam, Ilmu Kesejahteraan Sosial, Sosiologi, Antropologi, dan Kependudukan. Ilmu Politik : Ilmu Politik, Hubungan Internasional, Ilmu Administrasi (Niaga, Negara, Pembangunan), Ilmu Pemerintahan, Ilmu Sosial Politik, dan Kebijakan Publik. Humaniora : Humaniora, Ilmu Sejarah, Ilmu Hukum, Notariat, Kriminologi, Ilmu Kepolisian, Ketahanan Nasional, Studi Pembangunan, Kajian Wilayah, Kajian Budaya dan Arkeologi.
Articles
5 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 1 No. 2 (2024): INTERELASI - Desember"
:
5 Documents
clear
PROSES PENGEMBANGAN DAN IMPLEMENTASI INOVASI DAERAH
Setiawan, Arif;
Muhammad Rendy;
Andika Dwi Nurliansyah;
Zidni Muhammad Ardiansyah;
Putra Janaz Alfinalis;
Adi Purnomo
Interelasi Humaniora Vol. 1 No. 2 (2024): INTERELASI - Desember
Publisher : BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24716/ktfmfk85
Regional innovation plays an important role in improving the quality of public services, considering the challenges and needs of an increasingly dynamic society. This article discusses the process of developing and implementing regional innovation with the aim of increasing the effectiveness and efficiency of public services. The main stages in developing this innovation include identifying community needs and problems, research and solution development, strategic planning, implementation, as well as evaluation and continuous improvement. Each challenges related to technology infrastructure that is evenly distributed throughout the region and the level of digital literacy of the community that needs to be improved. Overall, the implementation of E-Government in stage requires active involvement from various stakeholders, such as society, academics, government and the private sector, to create relevant and sustainable solutions (Zunaidi, 2024). The results of the discussion show that the success of regional innovation depends on careful planning, policy support, human resource competence, and community involvement in the process (Ramadhani et al., 2024). By following a systematic development process, regional innovation can have a significant impact on improving the quality and accessibility of public services, as well as increasing community satisfaction..
INOVASI E-GOVERNMENT DALAM MENINGKATKAN KUALITAS ADMINISTRASI PELAYANAN PUBLIK: STUDI KASUS INOVASI PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN JEMBER
Ramadhani, Rizka;
Abdillah, Muhammad;
Santoso , Iwan;
Destrio, Yosvico;
Hadi, Danu;
Maulana, Akbar
Interelasi Humaniora Vol. 1 No. 2 (2024): INTERELASI - Desember
Publisher : BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24716/281ave34
Latar Belakang: Inovasi teknologi informasi, khususnya dalam bentuk e-government, telah menjadi kunci utama dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di berbagai daerah di Indonesia. Kabupaten Jember, sebagai salah satu daerah yang aktif menerapkan e-government, telah meluncurkan berbagai sistem digital untuk memudahkan akses layanan bagi masyarakat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan inovasi e-government di Kabupaten Jember dan bagaimana dampaknya terhadap kualitas pelayanan publik. Metode Penelitian: Studi ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, yang melibatkan analisis terhadap beberapa program e-government yang diterapkan oleh Pemerintah Kabupaten Jember, seperti Sistem Informasi Pengaduan Masyarakat (SIPOL), pelayanan administrasi berbasis online, dan aplikasi pelayanan kesehatan digital. Hasil Penelitian: Inovasi e-government Kabupaten Jember telah berhasil meningkatkan efisiensi administrasi, transparansi, dan akuntabilitas pelayanan publik. Selain itu, penggunaan teknologi juga mempercepat proses birokrasi, mempermudah masyarakat dalam mengakses layanan, serta memberikan ruang bagi partisipasi publik dalam mengawasi kinerja pemerintah. Meskipun demikian, masih terdapat tantangan terkait infrastruktur teknologi yang merata di seluruh wilayah dan tingkat literasi digital masyarakat yang perlu ditingkatkan. Sebab, angka Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) 2023 di Kabupaten Jember yang memiliki puluhan perguruan tinggi, menempati posisi kedua terbawah dari 38 kota/kabupaten di Jawa Timur dengan angka 37,67 poin. Solusi yang perlu diperhatikan meliputi peningkatan infrastruktur internet di daerah terpencil, pelatihan literasi digital bagi masyarakat, penguatan kolaborasi antar instansi, peningkatan keterlibatan masyarakat, dan evaluasi pemeliharaan sistem secara berkala. Secara keseluruhan, meskipun tantangan tersebut masih ada, penerapan e-government di Kabupaten Jember telah memberikan kontribusi siginifikan terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik yang lebih responsif dan transparan.
PERAN PENDUKUNG KEBIJAKAN ATAU REGULASI INOVASI DAERAH DI KABUPATEN JEMBER
Yelli Wulandari;
Friscillia Vita Anggraeni;
Rika Asti Aulina;
Firra Septianti Ananditya;
Sisilya Febbyanti
Interelasi Humaniora Vol. 1 No. 2 (2024): INTERELASI - Desember
Publisher : BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24716/rnvxmf91
Kebijakan dan regulasi yang tepat diperlukan untuk mendukung inovasi daerah, yang merupakan komponen penting dari pembangunan berkelanjutan. Inovasi yang fleksibel dan sesuai dengan kebutuhan lokal dapat dicapai melalui pengaruh kebijakan di Kabupaten Jember. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana kebijakan daerah membantu dan mendorong inovasi di Kabupaten Jember, dengan penekanan khusus pada kebijakan yang mendukung pertumbuhan ekonomi, sosial, dan teknologi. Seperti contoh yaitu penerapan kebijakan berbasis tekhnologi yaitu smart city yang efektif untuk meningkatkan pelayanan publik di berbagai daerah khususnya di Kabupaten Jember. Metode tinjauan kepustakaan digunakan dalam penelitian ini. Studi ini mencakup literatur dan kebijakan terkait inovasi daerah, serta studi kasus tentang implementasi kebijakan di Jember. Studi menunjukkan bahwa kebijakan yang diterapkan di Jember sangat memengaruhi keberhasilan inisiatif kreatif, terutama dalam hal meningkatkan kapasitas lokal dan menciptakan peluang ekonomi yang didasarkan pada kearifan lokal. Rekomendasi strategis untuk meningkatkan peran kebijakan termasuk koordinasi antar-institusi dan peningkatan keterlibatan masyarakat. Hasilnya, penelitian ini diharapkan dapat mengajarkan pembuat kebijakan di Kabupaten Jember tentang pentingnya peran kebijakan yang proaktif dan adaptif dalam mendorong inovasi lokal. Hasilnya juga diharapkan dapat mendorong pembentukan lingkungan yang mendukung inovasi berkelanjutan.
Pengukuran Dan Evaluasi Kinerja Inovasi
Puspa Adellia;
Pratiwi, Eka Septia;
Agustini, Amalia;
Putri, Nadiya Amalia;
Hidayat, Fahurizal
Interelasi Humaniora Vol. 1 No. 2 (2024): INTERELASI - Desember
Publisher : BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24716/1rc3y931
Inovasi merupakan proses pentingĀ dalam meningkatkan efisiensi dan daya saing dalam organisasi. Penelitian iniĀ menggunakan pendekatan kapabilitas dinamis dan model keberlanjutan untuk menyelidiki pengukuran dan evaluasi kinerja inovasi. Dengan metode studi literatur, penelitian ini menemukan bahwa penggunaan indikator yang relevan, seperti kecepatan adopsi teknologi dan efisiensi operasional, dapat meningkatkan efektivitas inovasi. Menilai kinerja inovasi secara tepat memerlukan pendekatan adaptif yang mendukung keberlanjutan organisasi.
Mewujudkan Smart City : Teknologi Sebagai Katalisator Inovasi Di Jember
Saputri, Maharani Dwi;
Mh Rafly Oktavianto;
Akmal Thoriqi Triarto;
Mutiara Novelina;
Atika Tri Utami
Interelasi Humaniora Vol. 1 No. 2 (2024): INTERELASI - Desember
Publisher : BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24716/vmhnrs81
Artikel ini menguraikan inisiatif Pemerintah Daerah Jember dalam memanfaatkan teknologi sebagai katalis inovasi dalamrangka penerapan konsep smart city. Smart governance, smart branding, smart economics, smart living, smart society, dan smart environment merupakan enam pilar inovasi yang telahditetapkan. Penelitian ini menggunakan analisis SWOT dan Weight Means Score untuk menilai kesiapan Kabupaten Jember dalam merealisasikan gagasan tersebut. Analisis SWOT mencakup: Strengths (dukungan teknologi dan kebijakanpemerintah), Weaknesses (infrastruktur yang belum memadai), Opportunities (potensi pengembangan teknologi dan partisipasimasyarakat), dan Threats (persaingan dengan daerah lain). Weight Means Score menunjukkan hasil spesifik: Smart Governance (85%), Smart Economy (78%), Smart Living (92%), Smart Society (80%), dan Smart Environment (70%).Temuan menunjukkan bahwa meskipun kehidupan cerdas sudahsangat siap untuk diterapkan, variabel tata kelola cerdas dan ekonomi cerdas berada dalam kelompok siap. Artikel inimenguraikan inisiatif Pemerintah Daerah Jember dalammemanfaatkan teknologi sebagai katalis inovasi dalam rangkapenerapan konsep smart city. Tata kelola yang cerdas, branding yang cerdas, ekonomi yang cerdas, gaya hidup yang cerdas, dan teknologi yang cerdas merupakan enam pilar inovasi yang telahdiidentifikasi. masyarakat dan lingkungan yang cerdas. Penelitian ini menggunakan analisis SWOT dan Weight Means Score untuk menilai kesiapan Kabupaten Jember dalammerealisasikan gagasan tersebut. Temuan menunjukkan bahwameskipun kehidupan cerdas sudah sangat siap untuk diterapkan, variabel tata kelola cerdas dan ekonomi cerdas berada dalamkelompok siap.