cover
Contact Name
Vincentius Widya Iswara
Contact Email
vincentius@ukwms.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.ners.lentera@gmail.com
Editorial Address
Jalan Dinoyo 42-44
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ners Lentera
ISSN : 2338624X     EISSN : 26144352     DOI : https://doi.org/10.33508/ners
Core Subject : Health,
JURNAL NERS LENTERA dengan e-ISSN: 2614-4352 dan p-ISSN: 2338-624X merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Keperawatan Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya. Jurnal ini merupakan sarana publikasi bagi para peneliti, dosen dan praktisi keperawatan. Artikel yang diterbitkan merupakan hasil penelitian, studi kasus, hasil studi literatur, konsep keilmuan, pengetahuan dan teknologi yang inovatif dalam lingkup keperawatan medikal-bedah, keperawatan anak, keperawatan maternitas, keperawatan kritis, keperawatan gawat darurat, keperawatan jiwa, keperawatan komunitas, keperawatan gerontik, keperawatan keluarga, dan manajemen keperawatan. JURNAL NERS LENTERA terbit 2 kali dalam setahun yaitu bulan Maret dan September. Artikel yang terbit telah melalui proses telaah sejawat yang memiliki keahlian yang relevan.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol. 8 No. 1 (2020)" : 9 Documents clear
Pengaruh Rehabilitasi Jantung Fase I Terhadap Kualitas Hidup Pasien Penyakit Jantung Koroner Iswahyudi, Ronny .
JURNAL NERS LENTERA Vol. 8 No. 1 (2020)
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/ners.v8i1.2305

Abstract

Latar Belakang: Penyakit jantung koroner berdampak terhadap kualitas hidup pasien. Rehabilitasi jantung sebagai program pencegahan sekunder yang berintegrasi dengan asuhan komprehensif telah terbukti bermanfaat dan efektif pada penderita PJK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rehabilitasi jantung fase I terhadap kualitas hidup pasien PJK. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif inferensial dengan metode Quasi Eksperiment, jenis intact group comparison dan dilaksanakan pada bulan desember 2018, di RSU Malang. Dengan jumlah responden 61 pasien yang terbagi menjadi 31 responden mendapatkan rehabilitasi jantung fase I dan 30 responden tidak. Hasil dan Analisa: Hasil penelitian untuk kualitas hidup (fungsi fisik, peranan fisik, rasa nyeri, kesehatan umum, vitalitas, fungsi sosial, dan kesehatan mental) pada responden yang tidak dilakukan rehabilitasi jantung fase I adalah rendah (< 50%) kecuali pada peranan emosi 59,93%. Sedangkan kualitas hidup pada responden yang dilakukan rehabilitasi jantung fase I adalah tinggi (> 50%). Analisa dengan uji statistik mann whitney didapatkan bahwa nilai P value < 0,05. Kesimpulannya adalah ada pengaruh rehabilitasi jantung fase I terhadap kualitas hidup pasien PJK. Diskusi: Rekomendasi hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar kebijakan Rumah Sakit dalam menerapkan program rehabilitasi jantung fase I kepada semua pasien PJK untuk meningkatkan kualitas hidup pasien PJK. Kata kunci: Rehabilitasi Jantung Fase I, Kualitas Hidup, Dan Penyakit Jantung Koroner
Hubungan Katarak Dengan Tingkat Kemandirian Lansia Di Balai Pelayanan Dan Penyantunan Lanjut Usia (BPPLU) Provinsi Bengkulu Rahmawati, Ida
JURNAL NERS LENTERA Vol. 8 No. 1 (2020)
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/ners.v8i1.2314

Abstract

Katarak senilis pada lansia beresiko menyebabkan gangguan penglihatan. Penurunan penglihatan akan berdampak pada kemandirian yang dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan katarak dengan tingkat kemandirian lansia di Balai Pelayanan dan Penyantunan Lanjut Usia (BPPLU) Provinsi Bengkulu. Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua lansia yang mengalami katarak tinggal sebanyak 36 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan Total Sampling. Besar sampel dalam penelitian ini sebanyak 36 responden. Hasil penelitian didapatkan: (1) dari 36 responden terdapat 15 orang lansia (41,7%) yang mengalami katarak matur dan 21 orang lansia (58,3%) yang mengalami katarak immature. (2) Dari 36 responden terdapat 20 orang lansia (55,6%) yang mengalami ketergantungan dan 16 orang lansia (44,4%) yang mandiri. (3) Ada hubungan katarak dengan tingkat kemandirian lansia di Balai Pelayanan dan Penyantunan Lanjut Usia Provinsi Bengkulu,dengan kategori hubungan erat. Disarankan agar penderita katarak lebih memahami pentingnya menjaga kesehatan mata agar dapat mengurangi dampak ketergantungan dalam melakukan kegiatan sehari-hari (ADL).
Hubungan Status Perkawinan Dengan Depresi pada Wanita Bekerja di Wilayah Kerja Puskesmas Betungan Kota Bengkulu Giena, Vike Pebri
JURNAL NERS LENTERA Vol. 8 No. 1 (2020)
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/ners.v8i1.2376

Abstract

Pendahuluan: Menurut data Badan Pusat Statistik peningkatan jumlah angkatan kerja di dominasi oleh kaum perempuan sebesar 155,4 ribu. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari hubungan status perkawinan dengan depresi di wilayah kerja Puskesmas Betungan Kota Bengkulu Tahun 2017. Penelitian dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Betungan Kota Bengkulu. Metode: Desain penelitian ini adalah cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah wanita bekerja di wilayah kerja Puskesmas Betungan Kota Bengkulu. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian terdapat 6 orang wanita bekerja belum kawin mengalami depresi ringan, 12 orang wanita bekerja sudah kawin mengalami depresi ringan, 11 orang wanita bekerja janda mengalami depresi ringan. Pembahasan: Hasil penelitian menunjukkan cukup banyak wanita bekerja yang mengalami depresi, namun masih dalam kategori depresi ringan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah wanita bekerja yang berstatus janda paling sedikit dibandingkan dengan wanita bekerja yang belum kawin dan sudah kawin. Namun persentase wanita bekerja yang berstatus janda yang mengalami depresi paling tinggi diantara wanita bekerja yang belum kawin dan kawin. Kesimpulan: Ada pengaruh hubungan yang signifikan antara status perkawinan dengan depresi pada wanita bekerja di wilayah kerja puskesmas Betungan Kota Bengkulu Tahun 2018 dengan kategori hubungan sedang.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Seksual Pranikah Pada Remaja SMKN 3 Kabupaten Lebong Sari, Ruri Maiseptya
JURNAL NERS LENTERA Vol. 8 No. 1 (2020)
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/ners.v8i1.2377

Abstract

Latar Belakang: Perilaku seksual remaja yang tidak disertai dengan pengetahuan yang cukup dan tingkat emosi yang masih mudah terpengaruh faktor dari luar yang dapat mengakibatkan dampak yang sangat fatal baik bagi kesehatan reproduksi maupun bagi masa depan remaja. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku seksual pranikah pada Remaja SMKN 3 Kabupaten Lebong. Metode:Penelitian ini menggunakan survey analitik dengan pendekatan rancangan studi Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh remaja kelas XI SMKN 3 Kabupaten Lebong yang berjumlah 174 orang. Sampel diambil secara proportional random sampling sebanyak 64 remaja. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Data dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square (χ2) dan Contingency Coefficient (C). Hasil:Hasil penelitian didapatkan dari 64 remaja terdapat 35 (54,7%) perilaku seksual pranikah beresiko ringan, 39 (60,9%) memiliki pengetahuan kurang, 38 (59,4%) pengaruh teman sebaya positif, 50 (78,1%) terpapar media informasi, ada hubungan antara pengetahuan dengan perilaku seksual pranikah pada remaja dengan kategori hubungan lemah, ada hubungan pengaruh teman sebaya dengan perilaku seksual pranikah pada remaja dengan kategori hubungan sedang, ada hubungan paparan media informasi dengan perilaku seksual pranikah pada remaja dengan kategori hubungan sedang. Saran: Diharapkan kepada pihak Sekolah dapat melakukan kerjasama dengan pihak Puskesmas untuk meningkatkan pengetahuan tentang dampak perilaku seks melalui penyuluhan kesehatan secara rutin agar remaja terhindari dari perilaku seks yang negatif.
Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Sikap Ibu Primipara terhadap Perawatan Puting Susu Lecet Astari, Amalia Disva
JURNAL NERS LENTERA Vol. 8 No. 1 (2020)
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/ners.v8i1.2405

Abstract

Puting susu lecet adalah puting susu yang mengalami cedera karena lecet, akibatnya kulit puting susu terkelupas dan berdarah sehingga menyebabkan ASI menjadi bewarna merah muda. Puting susu lecet akan membuat ibu tidak mau menyusui bayi karena rasa nyeri dan perih, sehingga membuat bayi akan jarang untuk disusui. Puting susu lecet dapat dicegah dengan melakukan perawatan puting susu lecet, dalam melakukan perawatan puting susu yang lecet ibu harus memiliki pengetahuan dan sikap yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap ibu primipara terhadap perawatan puting susu lecet di Puskesmas Sidomulyo Rawat Jalan Kecamatan Tampan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif korelasi yang menggunakan pendekatan Cross Sectional. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner yang diberikan kepada 132 ibu yang diambil dengan teknik Cluster Sampling. Uji statistik yang digunakan adalah uji Chi square, berdasarkan hasil uji statistik dengan menggunakan Chi square didapatkan untuk pengetahuan P value 0,002 yaitu ada hubungan pengetahuan terhadap perawatan puting susu lecet dan untuk sikap didapatkan P value 0,004 yaitu ada hubungan sikap terhadap perawatan puting susu lecet. Penelitian ini menyarankan agar ibu primipara mencari lebih banyak lagi informasi tentang puting susu lecet dari tenaga kesehatan atau referensi terpercaya seperti leaflet dan poster untuk dapat mengurangi terjadinya puting susu lecet pada ibu yang menyusui.
Hubungan Pola Makan Dengan Kejadian Konstipasi Pada Remaja Di MTs Al-Hidayah Desa Wajak Kecamatan Wajak Kabupaten Malang Ula, Vika Zahrotul
JURNAL NERS LENTERA Vol. 8 No. 1 (2020)
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/ners.v8i1.2413

Abstract

Pendahuluan: Konstipasi merupakan masalah kesehatan berupa gangguan pengeluaran feses yang keras dan kering dengan frekuensi kurang dari tiga kali dalam seminggu. Setiap individu memiliki pola defekasi berbeda yang dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya yaitu pola makan yang kurang tepat sehingga dapat menimbulkan gangguan pada saluran pencernaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Pola Makan dengan Kejadian Konstipasi pada Remaja di MTs Al-Hidayah Desa Wajak Kecamatan Wajak Kabupaten Malang. Metode: Penelitian ini berupa Correlational analitic dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel diambil sejumlah 67 remaja dengan menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian yaitu berupa kuisioner Pola Makan dan Kebiasaan BAB. Data dianalisis menggunakan Spearman Rank. Hasil: Hasil penelitian didapatkan sebagian besar remaja yakni 76.1% memiliki pola makan yang cukup dan 61.2% remaja tidak mengalami konstipasi. Hasil uji statistik didapatkan p < 0.05, yang berarti ada hubungan antara pola makan dengan kejadian konstipasi pada Remaja di MTs Al-Hidayah Wajak Kecamatan Wajak Kabupaten Malang. Diskusi: Adanya hasil penelitian ini, maka dianjurkan pada remaja agar dapat menerapkan pola makan yang baik untuk mencegah terjadinya konstipasi.
Hubungan Kemampuan Pengaturan Diet Rendah Purin Dengan Kadar Asam Urat Pada Lansia Di Desa Banjarsari Kecamatan Ngajum Kabupaten Malang Yanti, Tria Febri
JURNAL NERS LENTERA Vol. 8 No. 1 (2020)
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/ners.v8i1.2458

Abstract

Pendahuluan: Asam urat merupakan penyakit yang disebabkan peningkatan kadar asam urat dalam sistem metabolisme, prevelensi angka kejadian asam urat pada usia lanjut usia meningkat disebabkan proses degenerative akan mempengaruhi metabolism asam urat. Penderita asam urat harus membatasi makanan tinggi purin berlebih. Faktor – faktor yang di duga mempengaruhi penyakit ini adalah diet, berat badan dan gaya hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Kemampuan pengaturan diet rendah purin dengan kadar asam urat pada lansia di Desa Banjarsari Kecamatan Ngajum. Metode: Penelitian ini Non-Eksperimen dengan pendekatan cross sectional sampel diambil sejumlah 48 responden dengan menggunakan tehnik purposive sampling. Instrument penelitian yaitu Sperman Rank. Hasil: Hasil penelitian didapatkan sebagian besar memiliki diet rendah purin buruk 89.6% memiliki diet rendah purin baik 10.4%. Hasil uji statistik didapatkan (p) < 0.019 = (p) < 0.05, yang berarti ada Hubungan kemampuan pengatuan diet rendah purin dengan kadar asam urat pada lansia di posyandu lansia studi di desa Banjarsari Ngajum. Diskusi: Adanya hasil penelitian ini, maka dianjurkan pada lansia agar dapat menerapkan diet purin yang baik untuk mencegah terjadinya kadar asam urat
Efektifitas Terapi Nonfarmakologi Terhadap Nyeri Pada Klien dengan Rheumatoid Arthritis Aryanti, Putu Indraswari
JURNAL NERS LENTERA Vol. 8 No. 1 (2020)
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/ners.v8i1.2464

Abstract

Latar belakang : Klien RA memiliki keluhan utama yang paling sering dikeluhkan yaitu nyeri. Penggunaan analgesik dan NSAID seringkali digunakan pada klien RA untuk menurunkan respons nyeri. Dewasa ini penggunaan NSAID dan analgesik mulai memberikan dampak/ efek samping pada klien sehingga klien dengan RA mulai memilih pengobatan alternatif non farmakologi untuk membantu mengurangi respons nyeri. Tujuan : Tujuan dari penulisan literatur review ini adalah untuk mendeskripsikan efek terapi nonfarmakologis komplementer pada klien dengan nyeri rheumatoid arthritis. Metode : Jurnal-jurnal yang telah dipublikasikan secara elektronik yang dipublikasikan 10 tahun terakhir (2006-2016). Database yang digunakan adalah Ebsco, PubMed, Science Direct, Scopus, dan Proquest. Hasil : 15 studi telah dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil literatur review mengindikasikan bahwa terapi nonfarmakologis komplementer memberikan hasil positif pada penurunan nyeri pada klien RA. Pada aspek psikologis yakni ansietas dan fatigue yang dialami pada klien RA dilaporkan menurun signifikan. Kesimpulan : Berdasarkan pada hasil literatur review, dapat disimpulkan bahwa terapi nonfarmakologi komplementer adalah suatu metode pengobatan komplementer yang efektif bagi klien dengan penyakit RA terutama untuk menurunkan nyeri, fatigue dan ansietas. Keteraturan klien dalam mengaplikasikan terapi akan menjaga efek terapi. Kata kunci : rheumatoid arthritis; pereda nyeri; terapi komplementer; nyeri; nonfarmakologi
Literasi Kesehatan Penyakit Tidak Menular: Literature Review Prasetiani, Abigael Grace
JURNAL NERS LENTERA Vol. 8 No. 1 (2020)
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/ners.v8i1.2465

Abstract

Pendahuluan: Literasi kesehatan menjadi salah satu faktor penting dalam upaya pencegahan terjadinya penyakit tidak menular (PTM), dimana angka kejadian PTM ini semakin lama dapat terjadi peningkatan. Dampak PTM ini dapat memperberat penyakit pada pasien dan dampak ekonomi, sehingga diperlukan pembahasan tentang literasi kesehatan dari bermacam artikel ilmiah. Metode: Metode yang digunakan adalah literature review. Pencarian artikel melalui Google Scholar, ScienceDirect, dan Proquest dengan kata kunci health literacy dan noncommunicable diseases. Kriteria inklusi yang dipakai adalah full text, open access, bahasa Inggris, dan terbitan tahun 2018-2020, dengan metode review milik Cronin, Ryan, and Couglan. Hasil: Hasil dari penelusuran ada 10 artikel yang dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu literasi kesehatan memberikan dampak yang baik bagi pasien PTM, literasi kesehatan merupakan salah satu program yang efektif dan rendah biaya bagi pasien dengan PTM, dan literasi kesehatan menjadi strategi pendekatan pencegahan PTM pada semua lapisan umur. Pembahasan: Literasi kesehatan bagi pasien PTM harus ditingkatkan hingga adanya perubahan perilaku yang memberikan dampak baik bagi kesehatan. Kesimpulan: Literasi kesehatan sangat efektif, rendah biaya, memberikan dampak baik sehingga pasien dapat mencapai kualitas hidup yang baik.

Page 1 of 1 | Total Record : 9