cover
Contact Name
Saskiyanto Manggabarani
Contact Email
lppm@stikes-pertamedika.ac.id
Phone
+6285298638639
Journal Mail Official
jnhs@stikes-pertamedika.ac.id
Editorial Address
Jl. Bintaro Raya No.10, Kelurahan Kebayoran Lama Utara, Kecamatan Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12240
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Journal of Nursing and Health Science
ISSN : -     EISSN : 28082370     DOI : https://doi.org/10.58730/jnhs
Core Subject : Health, Science,
Journal of Nursing and Health Science is a national peer reviewed journal dedicated to the exchange of high quality research results in all aspects of nursing and health science. JNHS follows an open access policy which allows published articles to be available for free online without the need for a subscription JNHS published by Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Pertamedika Published three times in one year in Oktober, February and Juny.
Articles 2 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 2 (2024): Edisi Februari" : 2 Documents clear
Meningkatkan Kepatuhan terhadap Protokol Keselamatan Radiasi: Dampak Pelatihan dan Teknologi Canggih Mahmudah, Dian; Sokhibi, Ahmad Hariri; Hafifudin, Reza
Journal of Nursing and Health Science Vol. 3 No. 2 (2024): Edisi Februari
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Pertamedika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Paparan radiasi ionisasi dalam prosedur radiologi penting untuk diagnosis dan pengobatan, namun disertai risiko kerusakan jaringan dan kanker. Penerapan prinsip "As Low As Reasonably Achievable" (ALARA) telah diakui secara global untuk meminimalkan dosis radiasi tanpa mengurangi kualitas diagnostik. Meskipun teknologi modern dan pelatihan keselamatan telah menunjukkan efektivitasnya, kesenjangan dalam implementasi tetap menjadi tantangan, terutama di negara berkembang. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi tantangan dalam pengelolaan dosis radiasi, mengevaluasi efektivitas teknologi modern dan pelatihan berkelanjutan, serta memberikan rekomendasi untuk meningkatkan kebijakan dan praktik keselamatan radiasi di lingkungan klinis. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif naratif, dengan wawancara mendalam terhadap tenaga radiologi di rumah sakit tersier. Teknik purposive sampling digunakan untuk memilih partisipan dengan pengalaman relevan. Data dianalisis menggunakan pendekatan naratif untuk mengidentifikasi tema utama, seperti tantangan, strategi perlindungan, dan efektivitas pelatihan. Hasil: Penerapan prinsip ALARA dan pengaturan parameter fluoroskopi terbukti menurunkan paparan radiasi hingga 95% tanpa mengurangi kualitas diagnostik. Teknologi pelindung inovatif, seperti SEPARPROCATH®, mengurangi paparan operator hingga 59%. Pelatihan rutin meningkatkan kepatuhan terhadap protokol keselamatan hingga 85%, meskipun keterbatasan teknologi dan biaya tinggi menjadi kendala signifikan. Selama pandemi COVID-19, protokol keselamatan radiasi menghadapi tantangan tambahan terkait keselamatan infeksi. Kesimpulan: Optimalisasi dosis radiasi memerlukan penerapan teknologi modern, pelatihan berkelanjutan, dan kebijakan keselamatan yang lebih kuat. Langkah-langkah ini esensial untuk melindungi pasien dan tenaga medis dari risiko paparan radiasi. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi implementasi yang lebih luas dalam berbagai konteks klinis. Keyword: Optimalisasi, Dosis Radiasi, Prinsip ALARA, Teknologi pelindung radiasi, Keselamatan radiasi
Strategi Peningkatan Keselamatan Radiasi dalam Radioterapi: Pendekatan Fenomenologis terhadap Tantangan dan Solusi dari Perspektif Tenaga Kesehatan Hidayat, Rakhmat; Mahmudah, Dian; Huwaida, Jihan Nurjannah
Journal of Nursing and Health Science Vol. 3 No. 2 (2024): Edisi Februari
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Pertamedika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Keselamatan radiasi dalam radioterapi merupakan elemen krusial untuk melindungi tenaga kesehatan dan pasien dari risiko paparan radiasi yang tidak terkendali. Tantangan utama mencakup keterbatasan pengetahuan, peralatan yang usang, beban kerja tinggi, serta dukungan manajerial yang belum optimal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tantangan dan strategi yang dapat meningkatkan implementasi keselamatan radiasi di unit radioterapi. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis dengan wawancara mendalam, observasi langsung di tempat kerja, dan analisis dokumen sebagai metode pengumpulan data. Partisipan terdiri dari tenaga kesehatan di beberapa rumah sakit dengan unit radioterapi, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil: Penelitian ini menemukan bahwa kesenjangan pelatihan, hambatan teknis akibat peralatan usang, dan tekanan kerja tinggi menghambat implementasi protokol keselamatan radiasi. Strategi efektif yang diidentifikasi meliputi modernisasi teknologi, pelatihan berkelanjutan, dan penguatan budaya keselamatan. Kesimpulan: Keselamatan radiasi dapat ditingkatkan melalui pendekatan holistik yang mencakup adopsi teknologi modern, edukasi intensif, dan dukungan manajerial yang kuat. Penerapan prinsip ALARA dan perbaikan komunikasi antarprofesional juga diperlukan untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman bagi tenaga kesehatan dan pasien. Keyword: Keselamatan radiasi; radioterapi; tenaga kesehatan; prinsip ALARA; budaya keselamatan.

Page 1 of 1 | Total Record : 2