cover
Contact Name
JIM Sendratasik
Contact Email
jimpa90@usk.ac.id
Phone
+6285362345322
Journal Mail Official
taufik@usk.ac.id
Editorial Address
Jl. Tgk Chik Pante Kulu No.1 Kopelma Darussalam, 23111
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
JIM Sendratasik
ISSN : -     EISSN : 26202964     DOI : https://doi.org/10.24815/sendratasik.v10i1.35386
JURNAL ILMIAH MAHASISWA (JIM) SENDRATASIK Jurnal Ilmiah Mahasiswa (JIM) Sendratasik adalah karya tulis ilmiah mahasiswa Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala yang merupakan hasil penelitian skripsi. Jurnal ini berisi tentang kajian di bidang seni, baik seni drama, Tari, musik dan rupa sera pendidikan seni. Artikel ini dibimbing oleh pembimbing satu dan pembimbing dua sehingga menghasilkan artikel yang memenuhi kriteria untuk diterbitkan. Jurnal ini secara spesifik berfokus pada kajian pendidikan seni dan budaya yang mengintegrasikan dan mengembangkan kearifan lokal. Kami mendorong penelitian yang menggali nilai-nilai budaya tradisional, pengetahuan lokal, dan praktik seni adiluhung sebagai sumber inspirasi dan materi pembelajaran.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2016): MEI" : 10 Documents clear
PELAKSANAAN SENTRA TARI DI TK BUNGOENG MELATI DESA COT KEUMENENG ACEH BARAT Pudespa, Wirna; Kurnita, Taat; Fitri, Aida
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 1, No 2 (2016): MEI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v1i2.5267

Abstract

ABSTRAKPenelitian yang berjudul Pelaksanaan Sentra Tari di TK Bungoeng Melati Desa Cot Keumeneng Aceh Barat Mengangkat masalah bagaimanakah pembelajaran sentra tari Ranup lampuan di Taman Kanak-kanak Bungoeng Melati. Serta kendala apa saja yang dihadapi guru dalam pelaksanaan pembelajaran tari di Taman Kanak-kanak Bungoeng Melati Aceh Barat? Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran sentra tari yang diterapkan pada pembelajaran tari di Taman Kanak-kanak Bungoeng Melati Desa Cot Keumeneng Aceh Barat, dan mendeskripsikan kendala yang dihadapi guru dalam pelaksanaan pembelajaran tari ranup lampuan di Taman Kanak-kanak Bungoeng Melati Desa Cot Keumeneng Aceh Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan awal proses pembelajaran tari di Taman kanak-kanak bungoeng melati biasanya guru terlebih dulu aktif dalam memotivasi peserta didik agar mau mengikuti pembelajaran yang dilaksanakan. Hal ini bertujuan agar adanya hubungan keterikatan antara siswa dengan gurunya dalam mempelajari materi yang diajarkan serta dapat melihat sejauh mana peserta didik siap mengikuti proses belajar dengan baik. Langkah awal yang dilakukan guru dalam memotivasi peserta didik, biasanya guru terlebih dahulu memperlihatkan serta mempertontonkan beberapa jenis video/rekaman tari yang nantinya akan dipelajari. Kemudian guru menjelaskan/ menceritakan asal usul tari tersebut. Akan tetapi pembelajaran yang diterapkan memiliki pengaruh bagi anak-anak untuk dapat mengembangkan potensi yang ada pada dirinya sesuai dengan bakat dan minat ketika anak-anak tersebut beranjak remaja.Kata Kunci: Pembelajaran Sentra Tari, Taman Kanak-kanak.
MOTIF RAGAM HIAS KUPIAH ACEH Nurmuttaqin, T.Ikkin; Ismawan, Ismawan; Zuriana, Cut
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 1, No 2 (2016): MEI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v1i2.5265

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berjudul Motif Ragam Hias Kupiah Aceh. Adapun yang menjadi masalah dalam penelitian ini adalah apa saja macam-macam jenis kupiah Aceh dan motif ragam hias yang terdapat pada kupiah Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan macam-macam jenis kupiah Aceh dan mendeskripsikan motif ragam hias yang terdapat pada kupiah Aceh. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa macam-macam jenis kupiah Aceh terdapat pada koleksi Museum Aceh adalah kupiah Puteh, kupiah Teureuboih, kupiah Ija Tjam, kupiah Gayo Lues, kupiah Aceh Tengah-Bener Meriah, kupiah Beludru Hitam dan kupiah Beludru Motif Aceh). Motif-motif yang ada pada kupiah Aceh tersebut adalah sebagai berikut: Motif Bungong Kundo, Motif Bungong Renue Leue, , Motif Bungong Sise Meuriah, Motif Bungong Johang, Motif Bungong Pucuk Rebung, Motif Buah Delima dan Awan, Motif Putekh Tali, Motif Gelombang, Motif Cecengkuk Anak, Motif Lempang Ketang, Motif Emun Berangkat, Motif Tei Kukor, Motif Putar Tali, Motif Bintang dan Motif Gesek.Kata Kunci: motif ragam hias kupiah Aceh, motif Aceh
ANALISIS UNSUR GERAK TARI LAWEUT DI SANGGAR SEULAWEUT Novarijah, Syarifah; Kurnita, Taat; Lindawati, Lindawati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 1, No 2 (2016): MEI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v1i2.5262

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berjudul Analisis unsur gerak tari Laweut di sanggar Seulaweuet adapun yang menjadi masalah pada penelitian ini adalah bagaimana unsur ruang, waktu, dan tenaga pada tari Laweut di sanggar Seulaweuet. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan unsur ruang, waktu, dan tenaga pada tari Laweut di sanggar Seulaweuet. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Data diperoleh dengan teknik observasi langsung, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis menggunakan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tari Laweut memiliki ruang dengan level rendah, sedang, dan tinggi. Arah hadap yang bervariasi mulai dari depan, samping kanan, samping kiri, bawah, atas, belakang dan serong. Pada tari Laweut menggunakan volume gerak kecil, sedang, dan besar, serta pola perpindahan garis lurus, berbelok dan memutar. Tenaga tari ini menggunakan tenaga tidak rata, maksudnya ada gerak yang lincah dan lembut. durasi yang digunakan menunjukkan lamanya tari Laweut dalam membawakan seluruh rangkaian gerak tari dari awal sampai akhir. Tempo yang digunakan dalam tari ini adalah tempo cepat dan lambat, sehingga memberi kesan lincah namun juga terlihat sisi kelembutannya.Kata kunci: Unsur gerak, tari Laweut
BENTUK PENYAJIAN TARI TRADISIONAL SILAT GELOMBANG DI DESA LUGU KABUPATEN SIMEULUE Januaresti, Ririn Putri; Kurnita, Taat; Ramdiana, Ramdiana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 1, No 2 (2016): MEI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v1i2.5261

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini mengangkat masalah tentang bagaimana bentuk penyajian dan makna gerak pada tari tradisional silat gelombang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk penyajian dan makna gerak tari tradisional silat gelombang. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Lokasi penelitian yang dilakukan pada penelitian ini adalah sanggar Safakat di desa Lugu kabupaten Simeulue. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tari tradisional silat gelombang merupakan tarian yang dilaksanakan pada acara penyambutan tamu dan pada acara perkawinan. Tari silat gelombang memiliki empat tahapan gerak yaitu gerak salam awal, gerak awal, gerak manapuk dan gerak bersalam akhir. Keempat tahapan tersebut memiliki 26 gerak. Pola lantai pada tarian ini sangat sederhana dari awal hingga penutup menggunakan pola lantai lurus vertikal. Tata busana tarian ini dengan mengenakan busana baju kemeja berwarna hitam yang telah dimodifikasi, celana panjang berwarna hitam yang telah dimodifikasi, kain songket berwarna merah dan pengikat kepala. Tata rias yang digunakan sangat sederhana tampil dengan apa adanya. Properti yang digunakan ialah Carano atau ceranah tempat melekan sirih/ranup. Alat musik atau musik pengiring dalam tarian ini adalah kedang atau gendang yang dimainkan dengan cara dipukul dengan stik. Panggung atau pentas tari tradisional Silat Gelombang yaitu pentas arena atau yang bisa dilihat dari berbagai sisi. Terdapat makna pada tahapan gerak tari tradisional Silat Gelombang secara umum bermakna gerak simbolis dan maknawi, yang mana pada gerak tari tradisional Silat Gelombang pada tahap gerak awal salam hingga gerak manapuk tergolong gerak simbolis yang terdiri dari 23 rangkaian gerak. Sedangkan pada tahap gerak bersalam akhir tergolong gerak maknawi yang terdiri dari 3 rangkaian gerak.Kata Kunci: Bentuk penyajian, tari silat gelombang
ANALISIS BENTUK GERAK TARI KREASI GEUNTA PADA SANGGAR SEULAWEUET Syafriana, Rina; Supadmi, Tri; Fitri, Aida
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 1, No 2 (2016): MEI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v1i2.5260

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berjudul Analisis bentuk gerak tari kreasi Geunta di sanggar Seulaweuet adapun yang menjadi masalah pada penelitian ini adalah bagaimanakah analisis bentuk gerak tari kreasi Geunta di sanggar Seulaweuet. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan analisis bentuk gerak tari kreasi Geunta di sanggar Seulaweuet. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Subjek penelitian adalah Pemimpin Sanggar Seulaweuet dan penari tari Geunta sedangkan yang menjadi objek adalah tari Geunta. Data diperoleh dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis menggunakan reduksi data, penyajian data, dan vertifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tari Geunta memiliki ragam gerak yang membentuk satu kesatuan yang selaras dan ragam gerak yang disajikan sangat bervariasi karena adanya pengulangan gerak, arah gerak, yang menggunakan motif transisi unison, balance, alternate, dan broken, klimaks yang terdapat pada gerak 37-43.Kata kunci: analisis, bentuk gerak, tari Geunta
BENTUK PENYAJIAN TARI PHO DI GAMPONG SIMPANG PEUT NAGAN RAYA Putri, Reizna; Supadmi, Tri; Ramdiana, Ramdiana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 1, No 2 (2016): MEI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v1i2.5257

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berjudul Bentuk Penyajian Tari Pho di Gampong Simpang Peut Nagan Raya mengangkat masalah bagaimana bentuk penyajian tari tradisional Pho yang ada di Gampong Simpang Peut Nagan Raya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk penyajian tari Pho Di Gampong Simpang Peut Nagan Raya. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah pelatih dan penari di Gampong Simpang Peut. Pengumpulan data digunakan dengan teknik observasi, wawancara serta dokumentasi, dan teknik analisis data dengan mereduksi, display, serta verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk penyajian tari Pho yang ada di Gampong Simpang Peut Nagan Raya diantaranya meliputi gerak, pola lantai, tata rias, tata busana, pentas dan syair, yang diangkat dari kehidupan masyarakat sehari-hari. Tari Pho ditarikan oleh 8-12 penari wanita. Tari Pho di gampong simpang peut memiliki 11 gerakan, dari masuk hingga gerakan salam penutupan. Pola lantai tari pho yaitu bersaf atau sejajar, lingkaran dan berbaris. Busana yang digunakan pada tari Pho adalah pakaian adat Aceh dan tata rias yang digunakan adalah rias cantik. Pengiring tari Pho adalah berupa syair yang dibawakan oleh syahi, yang bertempo lambat dan sedang. Secara keseluruhan gerak tari Pho menggambarkan kesedihan dan kebahagian, dan kekompakan, dan syairnya menceritakan tentang pemujaan kepada poe theu Allah dan pujian kepada kerajaan yang sudah almarhom, dan juga tentang kehidupan masyarakat sehari-hari.Kata kunci: Bentuk penyajian, Tari Pho
NOTASI TARI MEUGROB DI GAMPONG PULO LUENG TEUGA KECAMATAN GLUMPANG TIGA KABUPATEN PIDIE Zuhra, Nanda Putri; Supadmi, Tri; Hartati, Tengku
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 1, No 2 (2016): MEI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v1i2.5256

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul, Notasi Tari Meugrob di Gampong Pulo Lueng Teuga Kecamatan Glumpang Tiga Kabupaten Pidie. Mengangkat masalah bagaimanakah notasi tari Meugrob di Gampong Pulo Lueng Teuga Kecamatan Glumpang Tiga Kabupaten Pidie. Penelitian ini bertujuan untuk menotasikan tari Meugrob di Gampong Pulo Lueng Teuga Kecamatan Glumpang Tiga Kabupaten Pidie. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitain deskriptif, yang mana data dituliskan dengan sebenar-benarnya berdasarkan data yang telah diperoleh di lapangan. Sumber data dalam penelitian ini adalah ureung tuha gampong, Geuchik, Sekdes, ketua Meugrob, penari Meugrob serta masyarakat Gampong Pulo Lueng Teuga. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan beberapa cara yaitu, observasi, wawancara dan dokumentasi dengan menggunakan panduan observasi, panduan wawancara, serta kamera digital untuk mengambil gambar dan video tari Meugrob tersebut untuk mendapatkan data yang lengkap dan valid. Data diolah dan dianalisis dengan cara reduksi data, data display serta verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tari Meugrob memiliki sepuluh ragam gerakan yaitu Tienggong (jongkok), Sinthop (hentak), Tiekui (merundukkan), Chep-Chep (hentak-hentak), Grietan Apui (kereta api), Meugiek-Giek (saling berpelukan), Moto Teng (mobil teng), Meuayon (berayun), Meulienggong-Lienggong (meliak-liuk), Meugiek Sira Meuwet (berpelukan sambil berputar).Kata Kunci: Notasi, tari, Meugrob
BENTUK PENYAJIAN TARI DAMPENG DI KAMPONG SAKOP TANAH BARA KECAMATAN GUNUNG MERIAH KABUPATEN ACEH SINGKIL Ramayunika, Fira; Supadmi, Tri; Ramdiana, Ramdiana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 1, No 2 (2016): MEI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v1i2.5254

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul Bentuk Penyajian Tari Dampeng di Kampong Sakop Tanah Bara Kecamatan Gunung Meriah Kabupaten Aceh Singkil. Mengangkat masalah bagaimana bentuk penyajian tari Dampeng di kampong Tanah Bara Kecamatan Gunung Meriah Kabupaten Aceh Singkil. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk penyajian tari Dampeng di kampong Tanah Bara Kecamatan Gunung Meriah Kabupaten Aceh Singkil Tari Dampeng (menari) berasal dari Kampong Laemate yang artinya air mati. Kampung Laemate adalah termasuk salah satu kampung yang mempunyai sejarah panjang di wilayah Kota Subulussalam sampai ke Aceh Singkil. Tari ini pertama kali ditarikan pada tahun 1986. Singkil banyak didatangi berbagai etnis misalnya, pak-pak, karo, jawa, gayo, alas dan minangkabau. Tarian ini diadakan di halaman rumah 12 orang penari laki-laki usia remaja tampil dengan komposisi berkeliling. Seorang penyanyi yang disebut penghulu ronde, yang berada di luar penari-penari bertindak sebagai pengiring tari serta sekaligus sebagai pengarah tari. Kepada pemuda-pemuda Aceh singkil kampong sakop tanah bara agar bisa diteruskan dan memperkenalkan tarian ini ke seluruh nusantara dan mancan Negara karna tarian ini hampir saja punah.Kata Kunci: Bentuk penyajian, Tari, Dampeng
PEMBELAJARAN SENTRA SENI MUSIK DRUM DI TAMAN KANAK-KANAK BHAYANGKARI Gandhis, Dinda Rhesti; Kurnita, Taat; Fitri, Aida
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 1, No 2 (2016): MEI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v1i2.5253

Abstract

ABSTRAK Penelitian yang berjudul Pembelajaran Sentra Seni Musik Drum di Taman Kanak-Kanak Bhayangkari. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran sentra seni musik drum di Taman Kanak-Kanak Bhayangkari. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang dilakukan dengan reduksi data (data reduction), penyajian data (data display), dan verifikasi data (conclusion drawing). Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran sentra seni musik drum di Taman Kanak-Kanak Bhayangkari pada dasarnya sama dengan pembelajaran di Taman Kanak-Kanak lainnya. Sebelum guru melakukan pembelajaran, guru mempersiapkan hal-hal penting dalam proses belajar mengajar, yang meliputi perencanaan pembelajaran, mempersiapkan alat musik drum, dan mempersiapkan tempat pembelajaran. Pelaksanaan pembelajaran musik drum di Taman Kanak-Kanak Bhayangkari yang meliputi pemilihan metode, pengenalan alat musik beserta cara memakainya dan pengenalan kode pukulan melalui suara beserta menggunakan jari. Tidak semua Taman Kanak-Kanak menggunakan alat musik drum, bahkan dari beberapa Taman Kanak-Kanak peneliti temui hanya di Taman Kanak-Kanak Bhayangkari peneliti menemukan alat musik drum yang dipergunakan untuk mengajar. Kendala-kendala yang dialamai guru ketika proses pembelajaran musik drum di Taman Kanak-Kanak Bhayangkari terdapat beberapa kesulitan yang wajar seperti peserta dididk tidak fokus pada saat latian, guru tidak bisa mengajar dengan maksimal, kehadiran siswa tidak tepat waktu dan kurangnya pemahaman peserta didik dalam ketukan yang telah diberikan. Kata Kunci: pembelajaran, sentra seni, musik Drum
UPACARA PETROEN ANEUK DI GAMPONG MEUNASAH MANYANG KECAMATAN KRUENG BARONA JAYA KABUPATEN ACEH BESAR Nurfajri, Dek Putri; Selian, Rida Safuan; Nurlaili, Nurlaili
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 1, No 2 (2016): MEI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v1i2.5252

Abstract

ABSTRAK Penelitian yang berjudul Upacara Petroen Aneuk di Gampong Meunasah Manyang Kecamatan Krueng Barona Jaya Kabupaten Aceh Besar mengangkat masalah bagaimana prosesi upacara petroen aneuk dan maknanya di Gampong Meunasah Manyang Kecamatan Krueng Barona Jaya Kabupaten Aceh Besar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan prosesi upacara petroen aneuk dan maknanya di Gampong Meunasah Manyang Kecamatan Krueng Barona Jaya Kabupaten Aceh Besar. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, dan jenis penelitiannya deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah masyarakat yang mengerti tentang upacara petroen aneuk dan objek dalam penelitian ini adalah upacara petroen aneuk di gampong Meunasah Manyang Kecamatan Krueng Barona Jaya Kabupaten Aceh Besar. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan mereduksi, display dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan prosesi upacara adat petroen aneuk yaitu pembacaan doa pembuka, peucicap, suleung buleukat, balek hate, balek boh manoek, pencerminan, baca kitab, peusijuek, memutar beras, peulingka kabah, troen u tanoh, plah boh u, pesijuek ibu bayi, peu eh lam ayon, Tamong Bak Rumoh dan pembacaan doa penutup.Upacara petroen aneuk secara umum memiliki makna yaitu agar bayi mendapatkan kemuliaan, kesejahteraan, kemakmuran dan selamat di dunia maupun akhirat. Dan kelak ketika besar nanti bayi menjadi anak yang patuh kepada kedua orang tua dan taat beribadah kepada Allah SWT. Upacara petroen aneuk masih dilaksanakan secara adat.Kata kunci: Upacara, Petroen Aneuk

Page 1 of 1 | Total Record : 10