cover
Contact Name
JIM Sendratasik
Contact Email
jimpa90@usk.ac.id
Phone
+6285362345322
Journal Mail Official
taufik@usk.ac.id
Editorial Address
Jl. Tgk Chik Pante Kulu No.1 Kopelma Darussalam, 23111
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
JIM Sendratasik
ISSN : -     EISSN : 26202964     DOI : https://doi.org/10.24815/sendratasik.v10i1.35386
JURNAL ILMIAH MAHASISWA (JIM) SENDRATASIK Jurnal Ilmiah Mahasiswa (JIM) Sendratasik adalah karya tulis ilmiah mahasiswa Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala yang merupakan hasil penelitian skripsi. Jurnal ini berisi tentang kajian di bidang seni, baik seni drama, Tari, musik dan rupa sera pendidikan seni. Artikel ini dibimbing oleh pembimbing satu dan pembimbing dua sehingga menghasilkan artikel yang memenuhi kriteria untuk diterbitkan. Jurnal ini secara spesifik berfokus pada kajian pendidikan seni dan budaya yang mengintegrasikan dan mengembangkan kearifan lokal. Kami mendorong penelitian yang menggali nilai-nilai budaya tradisional, pengetahuan lokal, dan praktik seni adiluhung sebagai sumber inspirasi dan materi pembelajaran.
Articles 278 Documents
Model Pengembangan ADDIE: Tolak Ukur Penerapan Metode Visual Mentoring Untuk Peserta Didik Tuna Rungu pertiwi, ni; mudiasih, ni; Anggraeni, Reni
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 10, No 1 (2025): EDISI BULAN JUNI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v10i1.35536

Abstract

Pendidikan inklusif bertujuan untuk memberikan kesempatan belajar yang setara bagi seluruh individu, termasuk bagi peserta didik berkebutuhan khusus tunarungu. Dalam pembelajaran keterampilan seni tari Bali, tantangan utama adalah komunikasi serta kebutuhan metode yang sesuai dengan gaya belajar peserta didik. Pengembangan ini bertujuan untuk mengatasi tantangan tersebut dengan merangkum dan mengembangkan bahan ajar serta media belajar berbasis metode visual mentoring dengan pendekatan model pengembangan ADDIE melalui lima langkah utama yaitu analysis, design, development, implementation dan evaluation. Proses pengembangan dimulai dari tahap analisis kinerja dan kebutuhan dalam kelas keterampilan seni tari Bali. Dilanjutkan dengan merancang bahan ajar media pembelajaran interaktif guna mendukung pemahaman visual, serta menyusun strategi penerapan metode visual mentoring yang selanjutnya dikembangkan dan diuji validasi kepada beberapa ahli, peserta didik dan masyarakat luas. Luar kendali penelitian ini berbentuk buku pedoman dengan judul seni tari Bali dalam Alunan Sunni yang dapat dijadikan sebagai bahan ajar, dilengkapi pula dengan video tutorial penerapan metode visual mentoring dalam tari Bali yang di telah diimplementasikan dan didistribusikan kepada peserta didik tunarungu, tenaga pendidik, dan masyarakat luas serta telah melewati uji validasi para ahli untuk menunjukkan bahwa produk dibuat layak digunakan sebagai sumber pembelajaran
KREATIVITAS NAZAR APACHE DALAM MENCIPTAKAN LAGU LEUMOH ANEUK MUDA DI BAND APACHE Fadlurrahman, Al; ismawan, ismawan; samsuri, samsuri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 10, No 1 (2025): EDISI BULAN JUNI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v10i1.34726

Abstract

Penelitian ini berjudul Kreativitas Nazar Apache dalam Menciptakan Lagu Leumoh Aneuk Muda di Band Apache. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana proses kreatif Nazar Apache dalam menciptakan lagu Leumoh Aneuk Muda di band Apache. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan proses kreatif Nazar Apache dalam menciptakan lagu leumoh aneuk muda di band Apache. Subjek pada penelitian ini adalah Nazar Apache vokalis dan pencipta lagu leumoh aneuk muda. Objek pada penelitian ini adalah proses kreatif Nazar Apache dalam menciptakan lagu leumoh aneuk muda di band Apache. Data diperoleh dengan teknik wawancara dan dokumentasi. Analisis yang digunakan adalah dengan mereduksi data terlebih dahulu kemudian menyajikannya dalam bentuk uraian singkat dan akhirnya dilakukan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukan bahwa kreativitas Nazar Apache dalam mencipta lagu leumoh aneuk muda melalui beberapa proses yaitu persiapan, inkubasi, iluminasi dan verifikasi yang kemudian menghasilkan lagu leumoh aneuk muda yang dikaji menggunakan pendekatan teori Graham Wallas.
KERAJINAN MERONCE UNTUK PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS ANAK TUNAGRAHITA DI YAYASAN AMANAH KAMOEME (HUMAIRA SPECIAL NEEDS CENTER) BANDA ACEH ramadhani, suci; selian, rida safuan; astuti, yuli
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 10, No 1 (2025): EDISI BULAN JUNI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v10i1.34741

Abstract

Rendahnya kemampuan motorik halus pada anak tunagrahita berdampak signifikan terhadap aktivitas sehari-hari mereka, seperti meraih, mengambil, dan memegang benda, baik berukuran besar maupun kecil. Kesulitan ini juga mempengaruhi kemampuan mereka dalam menulis, terutama dalam memegang dan menggunakan pensil serta alat tulis lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan motorik halus anak tunagrahita melalui kegiatan kerajinan meronce di Yayasan Amanah Kamoeme (Humaira Special Needs Center) Banda Aceh. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan meronce ini dapat digunakan sebagai salah satu metode yang efektif dalam mengembangkan kemampuan motorik halus anak tunagrahita. Selama proses meronce, anak-anak terus mengembangkan keterampilan motorik halus mereka, misalnya saat mengkombinasikan warna dan bentuk manik-manik. Kegiatan ini membantu dalam beberapa aspek penting, seperti koordinasi mata dan tangan saat memegang benang (kecermatan), memasukkan benang ke dalam manik-manik satu per satu (ketelitian), memilih dan memasukkan manik-manik dengan warna dan ukuran yang sesuai (ketepatan), serta mendorong manik-manik dengan jari-jemari mereka (kesabaran).
Sanggar Baladewa di Era Virtual: Dinamika Pelestarian SeniTradisi Dalam Ruang Digital irawan, anugrah; Hidajad, Arif
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 10, No 1 (2025): EDISI BULAN JUNI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v10i1.35385

Abstract

Perancangan Ini Berjudul Perancangan Identitas Visual Dan Media Promosi Keripik Jantho Milik Usaha Kak Dah Perancanga Ini Dilakukan Karena Belum Memiliki Identitas Visual Dan Media Promosi Sama Sekali. Fungsi Dan Manfaat Dari Identitas Visual Dan Media Promosi Ialah Dapat Membedakan Keripik Jantho Kak Dah Dengan Keripik Lainnya. Identitas Visual Dan Media Promosi Usaha Keripik Jantho Kak Dah Melalui Proses Riset, Pengumpulan Data, Dan Analisis Data. Identitas Visual Dan Media Promosi Yang Akan Dirancang Menggunakan Gabungan Dari Jenis Logogram Dan Logotype Sedangkan Media Promosi Menggunakan Media Social Dan Media Cetak. Tipografi Yang Digunakan Adalah Hasil Dari Sketsa Yang Digabungkan Dengan Logogram.Metode Yang Digunakan Dalam Identitas Visual Dan Media Promosi Keripik Jantho Kak Dah Adalah Metode Analisis Swot Dan Analisi 5w+1h. Proses Perancangan Identitas Visual Dan Media Promosi Menangkap Penomena Sekitar, Mengumpulkan Data, Melakukan Riset, Brainstorming, Studi Ikonik, Studi Warna, Studi Tipografi, Sketsa Alternative, Desain Logo, Perancangan Media Promosi, Sehingga Terpilih Final Desain. Desain Logo Yang Terpilih Kemudian Diaplikasikan Kepada Berbagai Media Seperti : Media Promosi (Media Social Dan Media Cetak), Kemasan, Paper Bag, Kartu Nama, Baju, Celemek, Mug, Faktur, Poster, Stiker, X-Banner, Logo 3d Dan Gsm.
ANALISIS BUAI DALAM KONTEKS MALLAULU PERNIKAHAN PADA KEHIDUPAN MASYARAKAT DI DESA SUAK BARU, KABUPATEN SIMEULUE ramadani, tria; hafid, mukhsin; samsuri, samsuri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 10, No 1 (2025): EDISI BULAN JUNI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v10i1.35386

Abstract

Buai merupakan tradisi masyarakat Simeulue yang hanya diwariskan secara turun-temurun khususnya bagi kaum perempuan saja. Seiring berjalannya waktu dan rendahnya pemahaman dan minimnya minat perempuan terhadap tradisi buai merupakan fenomena yang ditemui di lapangan. Hal ini di khawatirkan tergerus oleh waktu dan bahkan hilang padahal tradisi ini sarat dengan pesan-pesan kehidupan yang menjadi pedoman hidup. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis teks dan konteksnya kususnya dalam acara mallaulu pernikahan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Lokasi penelitian berada di Desa Suak Baru, Kecamatan Simeulue Tengah, Kabupaten Simeulue. Informan dalam penelitian ini berjumlah 11 orang, terdiri atas 3 pelaku Buai, 2 Tuha Gampong, 2 pemilik hajatan, 1 kepala desa, 1 tokoh adat, 1 perwakilan muda-mudi, dan 1 perwakilan dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara teks pelafalan buaian disajikan dengan model cengkok mendayu dayu mengikuti irama dan panjang pendek syair buai. Estetika khas ini muncul karena dibawakan oleh perempuan yang merasakan langsung melahirkan, dan membesarkan anak. Adapun dalam konteks pertunjukan buai dilaksanakan melalui tiga tahapan, yaitu tahap persiapan yang terdiri dari duduk pakat, pemanggilan pelaku buai, dan manuruy laulu. Selanjutnya pementasan, yaitu pada saat pertunjukan buai disajikan, terahir pasca-pementasan, yaitu evaluasi atau bersih-bersih yang dilakukan oleh pihak keluarga yang mengadakan hajatan. Penelitian ini merekomendasikan agar pemerintah, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen masyarakat desa berperan aktif dalam Upaya pengembangan dan pelestarian tradisi buai, mengingat semakin berkurangnya generasi yang memahami dan menguasai tradisi tersebut. Langkah ini diperlukan agar keberlangsunan tradisi buai tetap terjaga di tengah perubahan zaman.
ANALISIS BENTUK GERAK TARI SINING DI DANGGAR KUTE DANCE TEATER KAB. ACEH TENGAH Yastari, Sayuna; Supadmi, Tri; Zuriana, Cut
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 9, No 4 (2024): NOVEMBBER 2024
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v9i4.33232

Abstract

Penelitian ini berjudul Analisis Bentuk Gerak Tari Sining di Sanggar Kute Dance Teater Kabupaten Aceh Tengah adapun yang menjadi masalah pada penelitian ini adalah bagaimanakah Analisis Bentuk Gerak Tari Sining di Sanggar Kute Dance Kabupaten Aceh Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Analisis Bentuk Gerak Tari Sining di Sanggar Kute Dance Teater Kabupaten Aceh tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian adalah pemimpin sanggar Kute Dance Teater dan penari tari sining sedangkan yang menjadi objek adalah tari Sining. Teknik pengumpilan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik pengolahan data dengan mereduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Berdasarkan hasil penelitian, tari sining merupakan salah satu tarian adat dan budaya yang berpolakan tradisi. Tari Sining ini ditarikan oleh 2 penari lelaki dengan durasi 12 menit. Tari Sining ini memiliki 19 bentuk gerakan-gerakan sederhana yang terdiri atas gerak Jenyong, gerak Pantik, gerak Geritik, gerak Jingket, gerak Nete, gerak Luncet, gerak Sina Kuso, gerak Jejak Bere, gerak Sining, gerak Temabur Burak, gerak Kepur Nunguk, gerak Tari Nuwo, gerak Ayun, gerak Gerdak-gerdak Papan, gerak Tinyo, gerak Gelani Manuk, gerak Rajah Tebes, dan gerak Poroh. Jenis-jenis gerak yang terkandung di dalam tari Sining ini adalah gerak maknawi dan gerak murni. beberapa gerakan inti yang memiliki jenis gerak maknawi yaitu: (1). Ragam gerak Jenyong, (2). Ragam gerak Pantik dan Rajah, (3). Ragam gerak Gerdak-gerdak Papan, (4). Ragam gerak Ayun dan (5). Ragam gerak Poroh. Gerakan inti yang memiliki jenis gerak murni yaitu: (1). Ragam gerak Nete, (2). Ragam gerak Luncet dan (3). Ragam gerak Tari nuwo dan Sining.Kata Kunci: analisis, bentuk gerak, tari Sining
KAJIAN KOREOGRAFI TARI PAYUNG PADA SANGGAR LASITA JAYA KABUPATEN SIMEULUE Opi, Santi; Supadmi, Tri; Ramdiana, Ramdiana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 9, No 4 (2024): NOVEMBBER 2024
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v9i4.33231

Abstract

Penelitian ini yang berjudul Kajian Koreografi Tari Payung Pada Sanggar Lasita Jaya Kabupaten Simeulue. Adapun yang menjadi masalah pada penelitian ini adalah Bagaimana Konsep, Proses dan bentuk Koreografi Tari Payung. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan koreografi tari payung. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah penari. Objek penelitian ini yaitu Koreografi Tari Payung sedangkan tehnik pengumpulan data yang digunakan yaitu tehnik Observasi untuk memperoleh gambaran yang jelas mengenai hal yang diteliti, Wawancara untuk menggali keterangan yang lebih mendalam dan dokumentasi yang dilakukan dengan cara menyelidiki benda-benda atau mengumpulkan gambar-gambar untuk membantu peneliti dalam menyelesaikan penelitian ini. Tehnik analisis data yang dilakukan dengan reduksi data ( data reduction), penyajian data (data display),dan verifikasi data (conclusion drawing). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tari Payung merupakan Tari Tradisional yang di Teruskan oleh sanggar Lasita Jaya gerakan gerakan dalam tari payung merupakan gerak gabungan dari beberapa gerak tari tradisional simeulue khususnya dari kesatuan gerak andalas sehingga menghasilkan tarian yang sangat memukau. Iringan musik tari payung diiringi oleh alat musik tradisional seperti gendang dan biola dan juga menggunakan syair sebagaimana musik pengiring dan penuntun gerak tarian nya. Tata busana yang digunakan dalam tari Payung mengunakan busana tradisional Aceh pada umumnya, warna kuning pada baju dan celana yang digunakan melambangkan warna khas pakaian adat masyarakat aceh pada umumnya dan menggunakan peci dibagian kepala. Pada tari payung tidak menggunakan riasan khusus pada wajah, hal ini terjadi karena dahulu dipulau Simeulue sangat jarang mengunakan riasan pada wajah.Kata Kunci: Kajian, Koreografi, Tari, Tari Payung
ANALISIS STRUKTUR MUSIKAL PADA PERTUNJUKAN RAPAI DEBUS DI SANGGAR MUTIARA SAKTI DESA INDRA DAMAI KECAMATAN KLUET SELATAN KABUPATEN ACEH SELATAN (FOCUSING ON RITMIC) Salwija, Salwija; Hartati, Tengku; Samsuri, Samsuri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 9, No 4 (2024): NOVEMBBER 2024
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v9i4.33230

Abstract

Penelitian ini berjudul "Analisis Struktur Musikal pada Pertunjukan Rapai Debus di Sanggar Mutiara Sakti, Desa Indra Damai, Kecamatan Kluet Selatan, Kabupaten Acseh Selatan (Fokus pada Ritme)". Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis struktur serta pola ritme dalam pertunjukan Rapai Debus di Sanggar Mutiara Sakti, Desa Indra Damai, Kecamatan Kluet Selatan, Kabupaten Aceh Selatan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ini adalah Syeh Samsuir (ketua Sanggar Mutiara Sakti) dan para pemain RapaI Debus, sedangkan objek penelitiannya adalah Pola Ritme Rapai Debus. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) terdapat struktur pola ritme dasar musik tradisional pada pertunjukan Rapai Debus, yaitu Patah Sa, Patah Dua, dan Patah Lee; 2) terdapat variasi struktur pola ritme dalam pertunjukan Rapai Debus yang dikenal sebagai Ekstra.Kata Kunci : Analisis Struktur, Pola Ritme, Rapai Debus
ANALISIS STRUKTUR GERAK TARI MANOE PUCOK DI SANGGAR CAHYA PERMATA TAPAKTUAN ACEH SELATAN Putri, Rizka Kurnia; Supadmi, Tri; Hartati, Tengku
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 9, No 4 (2024): NOVEMBBER 2024
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v9i4.33229

Abstract

Penelitian tari Manoe Pucok, permasalahan yang akan diangkat adalah Analisis Struktur Gerak Tari Manoe Pucok di sanggar Cahya Permata Tapaktuan Aceh Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana struktur gerak tari Manoe Pucok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Subjek peneliti ada koreografer tari Manoe Pucok sedangkan objek dalam penelitian ini adalah tari Manoe Pucok dan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data kualitatif menggunakan reduksi data, penyajiaan data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata hubungan antar elemen gerak tari Manoe Pucok yang memiliki unsur sikap dan unsur gerak, 3 unsur sikap kepala, 3 unsur gerak kepala, 2 unsur sikap badan, 4 unsur gerak badan, 6 unsur sikap tangan, 8 unsur gerak tangan, 5 unsur sikap kaki, 4 unsur gerak kaki. Tata hubungan hierarkis gramatikal tari Manoe Pucok memiliki 580 motif gerak, 133 frase gerak, 15 kalimat gerak dan 4 gugus gerak pada keseluruhan tari, dengan motif membentuk frase, frase membentuk kalimat, kalimat membentuk gugus, serta gugus membentuk satu tarian yang utuh. Tata hubungan tumpang tindih tari Manoe Pucok memiliki hubungan antar unsur gerak dalam membentuk motif gerak dimana unsur gerak yang dilakukan oleh masing-masing elemen tubuh terjadi dalam waktu bersamaan. Tata hubungan silih berganti tari Manoe Pucok memiliki unsur gerak yang dilakukan oleh masing-masing elemen tubuh dilakukan secara bergantian. Kata Kunci : Tari Kreasi, Manoe Pucok, Analisis, Struktur
PENERAPAN METODE TUTOR SEBAYA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN GERAK TARI MEUSAREE-SAREE PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 SABANG Sharah, Rayda Muna; Hartati, Tengku; Nurlaili, Nurlaili
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 9, No 4 (2024): NOVEMBBER 2024
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v9i4.33228

Abstract

Penelitian yang berjudul Penerapan Metode Tutor Sebaya Dalam Pembelajaran Seni Tari Untuk Meningkatkan Kemampuan Gerak Tari Meusaree-Saree Pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Sabang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan metode tutor sebaya terhadap peningkatakan pembelajaran seni tari tradisional siswa kelas VII SMP 1 Sabang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak lima puluh sembilan orang siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil observasi aktivitas belajar siswa, pre-test, post-test, dan nilai statistik uji wilcoxon, diketahui Asympd. Sig. (2 tailed) kelas eskperimen 0,000 dan nilai Asymp. Sig (2-tailed) kelas kontrol 0,074. Karena nilai kelas kontrol 0,074 lebih besar dari 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa pada kelas kontrol hipotesis ditolak. Sedangkan pada kelas eksperimen nilai 0,000 lebih kecil dari 0,05 maka hipotesis diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa adanya peningkatan hasil pada kemampuan belajar siswa dengan penerapan metode pembelajaran tutor sebaya di SMP Negeri 1 Sabang.Kata Kunci: Metode Pembelajaran, Tutor Sebaya, Seni Tari Tradisional

Page 1 of 28 | Total Record : 278