cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL ITENAS REKARUPA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2020)" : 6 Documents clear
Perancangan Video Informasi Topeng Bali Sebagai Bentuk Pencapaian 'Taksu' Dalam Media Pembelajaran di Era Industri 4.0 ,, Khairuzzaky
Jurnal Rekarupa Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : FSRD ITENAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (720.227 KB)

Abstract

Topeng adalah salah satu pelengkap dalam ritual keagamaan atau sebuah pentas seni tradisional. Keragaman Topeng Bali adalah sebagai wujud nyata salah satu kesenian Bali. Topeng Bali merupakan salah satu bentuk pencapaian kualitas masyarakat Bali yang bermutu yang sering disebut dengan taksu. Penelitian ini bertujuan untuk memperkenalkan salah satu budaya yang sudah mulai ditinggalkan. Keragaman topeng Bali digunakan sebagai pelengkap pertunjukan kesenian Bali, yaitu tari topeng Bali. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, teknik pengumpulan data dengan cara melakukan observasi, dokumentasi, wawancara dan studi literatur. Teori yang digunakan adalah teori budaya dengan pendekatan etnografi. Data yang diamati berupa beberapa bentuk topeng yang digunakan dalam seni pertunjukan tari topeng Bali. Keragaman topeng Bali sebagai pelengkap pentas seni tari Topeng Bali yang disuguhkan dalam bentuk video informasi sangat diperlukan. Video Informasi ini dilengkapi dengan sejarah topeng, filosofi topeng dan makna beberapa jenis topeng yang digunakan dalam pertunjukan seni tari topeng Bali. Kata kunci : topeng, Bali, kesenian, pertunjukanm video informasi. ABSTRACT A mask is a complement in a religious ritual or a traditional art performance. The diversity of Bali Mask is a tangible manifestation of one of Bali's arts. Balinese masks are one form of quality achievement for the quality of the Balinese community which is often called 'taksu'. This project aims to introduce one culture that has begun to be abandoned. The diversity of Balinese masks is used as a complement to Balinese art performances, namely Balinese mask dance. The research method used is descriptive qualitative, data collection techniques by conducting observations, documentation, interviews and literature studies. The theory used is cultural theory with an ethnographic approach. Data observed in the form of several forms of masks used in the performing arts of Balinese mask dance. The diversity of Balinese masks as a complement to the Balinese Mask dance performances presented in the form of video information is very necessary. This Information Video is complemented by the history of the mask, the philosophy of the mask and the meaning of several types of masks used in Balinese mask dance performances. Keywords : masks, Balinese, arts, information video shows.
Analisis Faktor Terhadap Perilaku Wisatawan Muda Dalam Pemilihan Tempat Makan Di Bandara Almira,, Rahmania; Wardono,, Prabu; Maharani, Yuni
Jurnal Rekarupa Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : FSRD ITENAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.181 KB)

Abstract

Bandara merupakan fasilitas yang digunakan oleh wisatawan untuk melakukan perjalanan menggunakan transportasi pesawat. Aktivitas yang dilakukan dalam bandara antara lain keberangkatan, kedatangan, transit dan transfer. Dalam menunggu keberangkatan atau setelah datang di bandara salah satu tempat yang dicari oleh wisatawan yaitu tempat makan. Wisatawan memiliki preferensi terhadap tempat makan ketika di bandara. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sejauh mana desain tempat makan di bandara mempengaruhi preferensi wisatawan. Metode penelitian ini menggunakan metode exploratory faktor analysis (EFA) dilakukan survei kepada 200 responden secara online. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat delapan faktor yang mempengaruhi perilaku wisatawan dalam pemilihan tempat makan antara lain; lingkungan fisik, promosi dan pembayaran, sosial, informasi pelayanan dan pembayaran, jenis makanan, budaya kuliner, kondisi tempat makan, serta pengetahuan makanan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa adanya keterkaitan antara perilaku wisatawan dengan pemilihan tempat makan di bandara. Kata kunci : Bandara, Tempat Makan, Perilaku Wisatawan, Analisis Faktor ABSTRACT Airport is a facility used by tourists to travel using airplane transportation. Activities carried out at the airport include departure, arrival, transit, and transfer. In waiting for departure or after arriving at the airport one of the places sought by tourists is where to eat. Tourists have a preference for places to eat when at the airport. This study aims to identify the extent to which the design of eating places at airports influences tourist preferences. This research method uses exploratory faktor analysis (EFA) survey conducted to 200 respondents online. The results showed that eight faktors influenced tourist behavior in the choice of eating places, including; physical environment, promotion and payment, social, service and payment information, type of food, culinary culture, dining conditions, and food knowledge. Based on the results of the study it can be concluded that there is a relationship between tourist behavior with the choice of eating places at the airport. Keywords: Airport, Restaurant, Traveler Behavior, Faktor Analysis
Peran Media Interaktif terhadap Pengalaman Pengunjung di Museum Rockheim, Norwegia Zein, Anastasha, Oktavia Sati
Jurnal Rekarupa Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : FSRD ITENAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (698.606 KB)

Abstract

Museum sebagai salah satu tempat untuk memberikan informasi mengenai jejak kebudayaan kini telah mengalami perubahan yang tidak hanya menitik beratkan kepada keberadaan benda pamernya saja tetapi juga museum baru harus mengerti terhadap kebutuhan pengunjung. Terlebih dengan rendahnya tingkat kunjungan masyarakat umum ke museum sebagai sarana rekreasi pendidikan, mengharuskan museum saat ini untuk meningkatkan diri dengan mengerti kebutuhan pengunjung terhadap benda pamer yang memberikan informasi secara interaktif. Penelitian mengenai Rockheim yang merupakan museum mengenai musik Norwegia antara tahun 1950 sampai dengan tahun 2000an ini memberikan pengalaman baru pada saat berkunjung, informasi yang diberikan mayoritas menggunakan media interaktif digital yang menarik minat pengunjung untuk mencoba dan juga selaras dengan kebutuhan pengunjung masa kini. Pengamatan langsung pada museum ini memberikan wawasan lebih jelas mengenai pengalaman pengunjung terhadap media interaktif di museum. Konsep museum baru dengan menerapkan penggunaan media secara interaktif pada museum dapat memberikan pengalaman berbeda yang baru dan menyenangkan bagi pengunjung dan diharapkan akan berkontribusi terhadap tingkat kunjungan di museum Indonesia. Kata kunci: Media Interaktif, Museum Baru, Pengalaman Pengunjung ABSTRACT Museum as one of the places to provide information about the cultural footprint has now been changed which not only focuses on the collection of exhibits, but also the new museum must understand the needs of visitors. Higher with the low level of public visit to the museum as a means of educational recreation, the museum needs now to improve itself by understanding the needs of visitors to show off objects that provide information interactively. Research on Rockheim which is a museum on Norwegian music between the 1950s and 2000s provides a new experience during a visit, the information provided by the majority uses digital interactive media that attracts visitors to try and also align with the needs of today's visitors. Direct observations at this museum provide clearer insights about visitors' experiences of the interactive media at the museum. The new museum concept by applying interactive media usage to the museum can provide a different and exciting new experience for visitors and is expected to contribute to the level of visit in Indonesian museums. Keywords: Interactive Media, New Museum, Visitor Experience
Analisis Faktor Terhadap Perilaku Wisatawan Muda Dalam Pemilihan Tempat Makan Di Bandara Rahmania Almira,; Prabu Wardono,; Yuni Maharani
Jurnal Rekarupa Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : FSRD ITENAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bandara merupakan fasilitas yang digunakan oleh wisatawan untuk melakukan perjalanan menggunakan transportasi pesawat. Aktivitas yang dilakukan dalam bandara antara lain keberangkatan, kedatangan, transit dan transfer. Dalam menunggu keberangkatan atau setelah datang di bandara salah satu tempat yang dicari oleh wisatawan yaitu tempat makan. Wisatawan memiliki preferensi terhadap tempat makan ketika di bandara. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sejauh mana desain tempat makan di bandara mempengaruhi preferensi wisatawan. Metode penelitian ini menggunakan metode exploratory faktor analysis (EFA) dilakukan survei kepada 200 responden secara online. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat delapan faktor yang mempengaruhi perilaku wisatawan dalam pemilihan tempat makan antara lain; lingkungan fisik, promosi dan pembayaran, sosial, informasi pelayanan dan pembayaran, jenis makanan, budaya kuliner, kondisi tempat makan, serta pengetahuan makanan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa adanya keterkaitan antara perilaku wisatawan dengan pemilihan tempat makan di bandara. Kata kunci : Bandara, Tempat Makan, Perilaku Wisatawan, Analisis Faktor ABSTRACT Airport is a facility used by tourists to travel using airplane transportation. Activities carried out at the airport include departure, arrival, transit, and transfer. In waiting for departure or after arriving at the airport one of the places sought by tourists is where to eat. Tourists have a preference for places to eat when at the airport. This study aims to identify the extent to which the design of eating places at airports influences tourist preferences. This research method uses exploratory faktor analysis (EFA) survey conducted to 200 respondents online. The results showed that eight faktors influenced tourist behavior in the choice of eating places, including; physical environment, promotion and payment, social, service and payment information, type of food, culinary culture, dining conditions, and food knowledge. Based on the results of the study it can be concluded that there is a relationship between tourist behavior with the choice of eating places at the airport. Keywords: Airport, Restaurant, Traveler Behavior, Faktor Analysis
Peran Media Interaktif terhadap Pengalaman Pengunjung di Museum Rockheim, Norwegia Anastasha, Oktavia Sati Zein
Jurnal Rekarupa Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : FSRD ITENAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Museum sebagai salah satu tempat untuk memberikan informasi mengenai jejak kebudayaan kini telah mengalami perubahan yang tidak hanya menitik beratkan kepada keberadaan benda pamernya saja tetapi juga museum baru harus mengerti terhadap kebutuhan pengunjung. Terlebih dengan rendahnya tingkat kunjungan masyarakat umum ke museum sebagai sarana rekreasi pendidikan, mengharuskan museum saat ini untuk meningkatkan diri dengan mengerti kebutuhan pengunjung terhadap benda pamer yang memberikan informasi secara interaktif. Penelitian mengenai Rockheim yang merupakan museum mengenai musik Norwegia antara tahun 1950 sampai dengan tahun 2000an ini memberikan pengalaman baru pada saat berkunjung, informasi yang diberikan mayoritas menggunakan media interaktif digital yang menarik minat pengunjung untuk mencoba dan juga selaras dengan kebutuhan pengunjung masa kini. Pengamatan langsung pada museum ini memberikan wawasan lebih jelas mengenai pengalaman pengunjung terhadap media interaktif di museum. Konsep museum baru dengan menerapkan penggunaan media secara interaktif pada museum dapat memberikan pengalaman berbeda yang baru dan menyenangkan bagi pengunjung dan diharapkan akan berkontribusi terhadap tingkat kunjungan di museum Indonesia. Kata kunci: Media Interaktif, Museum Baru, Pengalaman Pengunjung ABSTRACT Museum as one of the places to provide information about the cultural footprint has now been changed which not only focuses on the collection of exhibits, but also the new museum must understand the needs of visitors. Higher with the low level of public visit to the museum as a means of educational recreation, the museum needs now to improve itself by understanding the needs of visitors to show off objects that provide information interactively. Research on Rockheim which is a museum on Norwegian music between the 1950s and 2000s provides a new experience during a visit, the information provided by the majority uses digital interactive media that attracts visitors to try and also align with the needs of today's visitors. Direct observations at this museum provide clearer insights about visitors' experiences of the interactive media at the museum. The new museum concept by applying interactive media usage to the museum can provide a different and exciting new experience for visitors and is expected to contribute to the level of visit in Indonesian museums. Keywords: Interactive Media, New Museum, Visitor Experience
Perancangan Video Informasi Topeng Bali Sebagai Bentuk Pencapaian 'Taksu' Dalam Media Pembelajaran di Era Industri 4.0 Khairuzzaky ,
Jurnal Rekarupa Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : FSRD ITENAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Topeng adalah salah satu pelengkap dalam ritual keagamaan atau sebuah pentas seni tradisional. Keragaman Topeng Bali adalah sebagai wujud nyata salah satu kesenian Bali. Topeng Bali merupakan salah satu bentuk pencapaian kualitas masyarakat Bali yang bermutu yang sering disebut dengan taksu. Penelitian ini bertujuan untuk memperkenalkan salah satu budaya yang sudah mulai ditinggalkan. Keragaman topeng Bali digunakan sebagai pelengkap pertunjukan kesenian Bali, yaitu tari topeng Bali. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, teknik pengumpulan data dengan cara melakukan observasi, dokumentasi, wawancara dan studi literatur. Teori yang digunakan adalah teori budaya dengan pendekatan etnografi. Data yang diamati berupa beberapa bentuk topeng yang digunakan dalam seni pertunjukan tari topeng Bali. Keragaman topeng Bali sebagai pelengkap pentas seni tari Topeng Bali yang disuguhkan dalam bentuk video informasi sangat diperlukan. Video Informasi ini dilengkapi dengan sejarah topeng, filosofi topeng dan makna beberapa jenis topeng yang digunakan dalam pertunjukan seni tari topeng Bali. Kata kunci : topeng, Bali, kesenian, pertunjukanm video informasi. ABSTRACT A mask is a complement in a religious ritual or a traditional art performance. The diversity of Bali Mask is a tangible manifestation of one of Bali's arts. Balinese masks are one form of quality achievement for the quality of the Balinese community which is often called 'taksu'. This project aims to introduce one culture that has begun to be abandoned. The diversity of Balinese masks is used as a complement to Balinese art performances, namely Balinese mask dance. The research method used is descriptive qualitative, data collection techniques by conducting observations, documentation, interviews and literature studies. The theory used is cultural theory with an ethnographic approach. Data observed in the form of several forms of masks used in the performing arts of Balinese mask dance. The diversity of Balinese masks as a complement to the Balinese Mask dance performances presented in the form of video information is very necessary. This Information Video is complemented by the history of the mask, the philosophy of the mask and the meaning of several types of masks used in Balinese mask dance performances. Keywords : masks, Balinese, arts, information video shows.

Page 1 of 1 | Total Record : 6