cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
REKA KARSA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2" : 5 Documents clear
Adaptive Reuse pada Bangunan The Centrum Bandung Ditinjau dari Nilai Arsitektural Dian Duhita; Pamela Fadhilah Sakti; Acellia Ivena Riza; Tia Inten Diana; Andri Sulistiady Kuswandy
REKA KARSA Vol 6, No 2
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v6i2.3643

Abstract

ABSTRAK Bangunan The Centrum merupakan salah satu bangunan cagar budaya yang harus dilestarikan. Salah satu upaya pelestarian bangunan cagar budaya adalah konservasi dengan cara adaptive reuse. Cara ini diterapkan pada bangunan The Centrum Bandung yang sebelumnya berfungsi sebagai kolam renang lalu berubah fungsi menjadi restoran dan wedding venue. Objek studi dalam analisa ini adalah penerapan adaptive reuse pada bangunan The Centrum Bandung yang dikaji menggunakan metode deskriptif komparatif, yaitu dengan membandingkan teori adaptive reuse dengan perubahan yang terjadi pada bangunan The Centrum Bandung. Lingkup dari analisa ini diambil berdasarkan teori adaptive reuse yang ditekankan pada perubahan arsitektural dan peraturan daerah tentang bangunan cagar budaya. Hasil dari analisa ini disajikan dalam bentuk tabel perbandingan antara bangunan lama dengan bangunan yang sudah dilakukan penerapan adaptive reuse, dan hasil perbandingan tersebut dikaji dengan regulasi. Kata kunci: Bangunan Cagar Budaya, Konservasi, Adaptive Reuse, Regulasi. ABSTRACT The Centrum is one of cultural heritage building that must be preserved. One method to preserve cultural heritage building by using Adaptive Reuse. Adaptive Reuse is a method that applied to The Centrum that functined previously as a swimming pool and changed function into a restaurant and wedding venue. The object study in this analysis is the application of Adaptive Reuse in The Centrum by using comparative descriptive method, through comparing the Adaptive Reuse theory with the Changes that occur in The Centrum. The scope of this analysis is based on the adaptive reuse theory that emphasizes the architectural changes and regulations of cultural heritage buildings. The results of this analysis presented in comparison table of previous building and the building that had been implemented adaptive reuse and the results of the comparison are reviewed by regulation. Keyword: Cultural Heritage Building, Conservation, Adaptive Reuse, Regulation
TRANSFORMASI RUANG LUAR PASKAL HYPER SQUARE Ronald Arachim Azwar; Fauzi Rahman; Rifky Hanifan; Rizna Andya Purnama; Tri Wahyu Handayani
REKA KARSA Vol 6, No 2
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v6i2.3644

Abstract

ABSTRAK Perancangan Kota (Urban Design) merupakan suatu perpaduan kegiatan antara profesi perencanaan kota, aristektur lansekap, rekayasa sipil, dan transportasi dalam wujud fisik. Peninjauan transformasi terhadap open space, activity support, public arts berfungsi sebagai pembanding antara Paskal Hyper Square dengan Paskal 23, dilihat berdasarkan aspek kawasan superblok Paskal Hyper Square, Elemen – elemen pembentu kota, dan perubahan pada kawasan Paskal Hyper Square. Dengan mengacu pada aspek tersebut, dilakukan pengamatan pada transformasi yang terjadi dan juga elemen – elemen open space, activity support, public arts di Paskal Hyper Square. Metode yang digunakan adalah teknik observasi, survey, pengamatan langsung, wawancara terhadap pengunjung dan tenant yang ada di kawasan Paskal Hyper Square dengan riset kepustakaan yaitu studi literature dan media informatif lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan dan mengidentifikasi elemen – elemen open space, activity support, public arts pada Paskal Hyper Square. Hasil analisa menunjukkan bahwa 40% Transformasi open space, activity support, public arts mengalami perubahan secara signifikan. Kata kunci: Paskal Hyper Square, Elemen – elemen, Transformasi ABSTRACT Urban Design is a blend of activities between the urban planning profession, architecture, landscape, civil engineering, and transportation in physical form. Review from the transformation of activity support, open space, public arts serves as comparison between Paskal Hyper Square and Paskal 23, based on aspects of the superblock area of Paskal Hyper Square, Urban Elemental Elements, and Changes in the Paskal Hyper Square area. Referring to these aspects, observation were made on the transformation and also the elements of Open Space, Activity Support, Public Arts at Paskal Hyper Square. The method used is the observation technique, survey, direct observation, interviews of visitors and tenants in the area of Paskal Hyper Square with literature research that is study of litelature and other informative media. The purpose of this study to knowing the changes and identify elements of Open Space, Activity Support, Public Arts at Paskal Hyper Square. The result of the analysis shows that 40% of Activity Support Transformation, Open space, public arts has changed significantly. Keywords: Paskal Hyper Square, Elements, Transformation
Kapasitas Lahan Parkir Fungsi Bangunan (Simpang Hariangbanga-Simpang Wastukencana) Pada Koridor Jalan Taman Sari Eggi Septianto; R. Audita Putri Nadhira; R. Rifa Hanifah; Fitria Permatasari; Nugrah Ramadhani
REKA KARSA Vol 6, No 2
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v6i2.3634

Abstract

ABSTRAK Seiring dengan perkembangan jumlah penduduk dan kemajuan teknologi, perkembangan kota juga berjalan sesuai dengan kebutuhannya yang makin berkembang. Perkembangan suatu kota dengan aktivitas kegiatan manusia membuat fungsi-fungsi elemen kota, sarana transportasi maupun parkir mempunyai kedudukan penting, sehingga menyebabkan koridor jalan digunakan sebagai parkir kendaraan bermotor (on street parking). Kawasan Taman Sari (Simpang Hariangbanga – Simpang Wastukencana) merupakan kawasan pendidikan, perniagaan, juga perkantoran. Fungsi-fungsi tersebut menimbulkan konflik keruangan khususnya area parkir pada koridor jalan (on street parking). Objek Studi dalam analisa ini adalah kapasitas parkir pada setiap fungsi bangunan yang berada disepanjang jalan Taman Sari (Simpang Hariangbanga – Simpang Wastukencana) yang dikaji menggunakan metoda deskriptif meliputi metoda kuantitatif dan kualitatif yaitu dengan cara wawancara, observasi kajian secara langsung, dan pembahasan teori-teori berdasarkan studi pustaka atau literatur. Hasil dari Analisa ini disajikan dalam bentuk tabel perbandingan antara teori dengan data lapangan, dan hasil perbandingan tersebut dapat menunjukkan fungsi bangunan yang paling berpengaruh terhadap koridor jalan. Kata kunci: parkir, koridor jalan. ABSTRACT Along with the development of population and technological progress, the city also develops as the growth of the needs. The development of the city with its human activities, it makes some functions of urban elements, transportation and even parking space have important positions, since transportation facilities have the essential hierarchy, city's corridors used as vehicle's parking area. Taman Sari (intersection of Hariangbanga until intersection of Wastukencana) is an area of education, commercial and office. Those functions make some of the conflicts, one of the conflicts is city's corridors used as vehicle's parking area. The object of study in this analysis is about parking capacity in every each of its buildings along the path of Taman Sari (intersection of Hariangbanga until intersection of Wastukencana) assessed by using descriptive methode, included with quantitative and qualitative methods that is gone through by an interview, the direct observation of the theories were based on the literature studies. The result of this analysis is presented in the form of comparison table between theory and data field, and the result of comparison showed off if the function of the building itself has the effects to the corridor of the street. Keywords: parking, corridor of the street
Kenyamanan Visual Melalui Pencahayaan Alami Ditinjau dari Desain Bukaan Pada Mall 23 Paskal Sri Sularti; Indah Mutiara Ratnasari; Dila Oktavia Setiawati; Raden Andina Nurshadriani
REKA KARSA Vol 6, No 2
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v6i2.3638

Abstract

ABSTRAK Pusat perbelanjaan merupakan sarana komersial dimana berbagai aktivitas banyak terjadi di dalamnya, sehingga harus diperhatikan kenyamanan visual bagi para penggunanya. Untuk mencapai kenyamanan visual ini, bangunan Mall 23 Paskal harus memiliki pencahayaan alami yang sesuai dengan SNI – 2396 - 2001 yang dapat dihitung dengan menggunakan alat lux meter dan simulasi software ecotect. Kenyamanan visual dapat dipengaruhi oleh berbagai konsep desain bukaan bangunan, diantaranya adalah orientasi bangunan, dimensi bukaan, kedalaman ruang, dan kualitas penerangan yang meliputi jenis material, warna material, tingkat penerangan dan tingkat penyilauan sehingga dapat menciptakan kenyamanan visual di dalam bangunan. Pada penelitian ini, ruangan-ruangan yang diteliti adalah Ruang Atrium, Tenant Starbucks, Tenant Sephora, dan Tenant Foodmarket. Dari segi orientasi bangunan dan dimensi bukaan, pencahayaan alami pada tenant-tenant yang diteliti sudah memenuhi standar. Dari segi kedalaman ruang, sebagian tenant yang diteliti sudah memenuhi standar. Dari segi kualitas penerangan, sebagian ruangan yang diteliti memiliki tingkat penerangan yang cukup tinggi sehingga telah memenuhi standar, namun Ruang Atrium belum memenuhi standar dikarenakan kondisi cuaca yang berawan saat melakukan pengukuran. Dari hasil analisis yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa ruang-ruang yang diteliti pada Mall 23 Paskal telah memiliki kenyamanan visual yang cukup baik melalui pencahayaan alami yang diterima bangunan. Hasil kajian ini diharapkan dapat menjadi rujukan atau referensi dalam mendesain pusat perbelanjaan dengan desain bukaan yang dapat memenuhi standar kenyamanan visual. Kata kunci: desain bukaan, ecotect, kenyamanan visual, lux meter, pencahayaan alami. ABSTRACT Shopping center is a commercial place where a lot of activities to take place, so it needs visual comfort for the sake of building users. To achieve this visual comfort, a 23 Paskal Mall building should be able to receive natural lighting that compatible with SNI – 2396 – 2001 which can be measured by a lux meter and a simulation software namedly ecotect. Visual comfort can be affected by design concepts of building opening, such as building orientation, opening dimension, depth of space, and lighting quality including the types and the colors the materials used, illuminance, and glare. In this study, the measured spaces are Event Hall, Starbucks, Sephora, and Foodmarket. In terms of building orientation and opening dimension, the natural lighting of the measured tenants have met the standard. In terms of depth of space, most of the measured tenants have met the standard. In terms of lighting quality, the measured tenants have high levels of illuminance, except for the Event Hall whose lighting quality haven’t met the standard due to the cloudy weather on the day of measurement. Based on the analysis done in this study, it can be concluded that the measured spaces of 23 Paskal Mall have relatively good visual comfort by an abundant amount of natural lighting received by the building. The result of this study is expected to be a reference in designing a shopping center with building openings that can meet the standard of visual comfort. Keywords: ecotect, lux meter, natural lighting, opening design, visual comfort.
PENGOLAHAN TATA RUANG PADA BANGUNAN CAGAR BUDAYA DI JALAN L.L.RE. MARTADINATA BANDUNG Thomas Brunner; Tantri Nurfadilah Gunawan; Dina Susilawati; Vivien Kania Dewi; Syifa Dwi Andini
REKA KARSA Vol 6, No 2
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v6i2.3640

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini menjelaskan tentang bagaimana wajah bangunan pada kawasan cagar budaya di jalan L.L.R.E. Martadinata yang mengacu pada peraturan yang berlaku di kota Bandung yaitu, Peraturan Daerah Kota Bandung No. 18 Tahun 2011 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota, Peraturan Daerah Kota Bandung No. 10 Tahun 2015 Tentang Rencana Detail Tata Ruang dan Zonasi Kota Bandung, Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 19 Tahun 2009 Tentang Pengelolaan Kawasan dan Bangunan Cagar Budaya, selain itu penelitian ini dikaitkan dengan prinsip perancangan arsitektur serta isu penataan kawasan urban dunia International Union of Architects. Tujuan penelitian ini merumuskan tentang elaborasi antara peraturan pembangunan terhadap kawasan cagar budaya yang terkait dengan prinsip perancangan arsitektur serta memberikan usulan terhadap wajah bangunan pada kawasan jalan L.L.R.E. Martadinata. Kata kunci: Jalan Riau Bandung, Pengelolaan Kawasan Jalan Riau, Bangunan Cagar Budaya, Art-Nouveau Dan Art-Deco ABSTRACT This research describes how the faces of buildings in the cultural preserve area on the road L.L.R.E. Martadinata which refers to the regulations in force in the city of Bandung is, Bandung City Local Regulation No. 18 Year 2011 About City Spatial Planning, Bandung City Local Regulation No. 10 Year 2015 About Spatial Plan and Zoning Plan of Bandung City, Bandung City Regulation No. 19 Year 2009 About Area Management and Heritage Building, beside that this research is related to architectural design principle and also issue of urban area arrangement of international world of Union of Architects. The purpose of this research is to formulate the elaboration between development regulation on cultural heritage area related to architectural design principles and to propose to the faces of buildings on L.L.R.E. Martadinata. Keywords: Riau Riau Road, Management of Riau Road Area, Heritage Building, Art-Nouveau And Art-Deco

Page 1 of 1 | Total Record : 5