cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
REKA KARSA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1" : 6 Documents clear
Langgam Art Deco Pada Desain Eksterior Dan Interior Tower Merdeka Hotel Prama Grand Preanger Bandung Meta Riany; Argyandithka Adzani; Rippy Maya Andini; Dhina Siti Nuraini
Reka Karsa: Jurnal Arsitektur Vol 8, No 1
Publisher : Institut Teknologi Nasional (ITENAS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v8i1.3695

Abstract

Abstrak Paris Van Java merupakan julukan bagi kota Bandung karena suasana kota yang sangat menarik wisatawan, serta gaya arsitektural Belanda yang masih di pertahankan dari masa kolonial hingga saat ini. Salah satunya adalah Hotel Prama Grand Preanger yang terletak di Jalan Asia Afrika. Bangunan inidulunya adalah sebuah toko dan mengalami kebangkrutan, sehingga pada tahun 1897 oleh seorang Belanda bernama W.H.C Van Deteerkom toko ini diubah menjadi sebuah hotel dan diberi nama Hotel Preanger. Hotel ini menjadi salah satu hotel primadona dan memiliki citra yang baik pada jamannya dan menjadi landmark kota Bandung sampai saat ini, terutama karena masih mempertahankan gaya Art Deco baik pada eksterior maupun interior bangunan. Meskipun sarat dengan kesan bangunan kuno, Hotel Prama Grand Preanger masih tetap memikat para wisatawan untuk datang menginap. Sementara fungsi asli bangunan tetap dipertahankan, seiring dengan perkembangan zaman, Hotel Prama Grand Preanger telah sedikit banyak mengalami perubahan, terutama dalam wujud dan bentuk fisik bangunan. Oleh karenanya, dalam jurnal ini akan ditelusuri lebih jauh tentang prosentase langgam Art Deco pada tower baru bangunan hotel ini. Kata Kunci : Art Deco, Sejarah, Eksterior Interior, Bandung
Desain Bangunan dan Tapak Bandung Creative Hub (BCH) Ditinjau dari Peraturan Bangunan Gedung Hijau Vindy Riyadhinta; Ari Dwi Satria; Esa Fahrul Hilmi
Reka Karsa: Jurnal Arsitektur Vol 8, No 1
Publisher : Institut Teknologi Nasional (ITENAS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v8i1.3697

Abstract

Abstrak Pada desain sebuah bangunan gedung diperlukan peraturan bangunan gedung hijau dalam proses perencanaan. Langkah kerja yang dilakukan adalah memperhatikan orientasi bangunan gedung, area Ruang Terbuka Hijau (RTH), jalur pedestrian bagi pengguna gedung, pengelolaan tapak besmen, penyediaan lahan parkir dengan memperhatikan batasan KDB, selubung bangunan, penyediaan sistem ventilasi, pengondisian udara dan sistem pencahayaan. Peraturan yang dibuat pemerintah menjadi acuan seorang arsitek dalam mendesain bangunan gedung hijau, pada era modern hal tersebut menjadi poin yang diperhatikan. Kajian ini akan membahas bangunan Bandung Creative Hub (BCH) yang berfungsi sebagai sarana penunjang bagi masyarakat untuk menyalurkan kreativitas dan ide kreatif. Aspek yang diutamakan adalah desain bangunan BCH dan tapaknya ditinjau dari peraturan bangunan gedung hijau. Kajian ini diharapkan dapat menjadi rujukan pada saat mendesain bangunan gedung publik pada umumnya, khususnya dapat digunakan sebagai rujukan untuk pertimbangan dalam mendesain bangunan yang sesuai dengan peraturan bangunan gedung hijau. Kata kunci: Desain Bangunan, Desain Tapak, Peraturan Bangunan Gedung Hijau.
Penerapan Bangunan Masjid Terhadap Tipologi Arsitektur Modern Pada Studi Kasus Masjid Jammi Al-Multazam Cherry Field Bandung Udjianto Pawitro; Ima Fatila; Riyan Rahmanto; Alvida Auliana Ali
Reka Karsa: Jurnal Arsitektur Vol 8, No 1
Publisher : Institut Teknologi Nasional (ITENAS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v8i1.3694

Abstract

Abstrak Agama Islam adalah kepercayaan yang dianut oleh mayoritas penduduk di Indonesia. Berdasarkan data dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil tahun 2017, di Kota Bandung umat Islam berjumlah 2.214.320 orang.Prinsip desain awal masjid pada jaman dahulu berbentuk seperti Masjid Jammi Al Multazam yang memiliki bentuk dasar bangunan kubus yang sederhana. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah: Metoda Primer yang dilakukan untuk memperoleh data secara langsung dan sesuai dengan kondisi sebenarnya dengan cara observasi dan wawancara. Metode Sekunder ini dilakukan untuk memperoleh informasi mengenai bangunan yang menjadi studi kasus. Analisis dilakukan berdasarkan aspek asitektur modern yang mengacu pada data observasi dilapangan. Data analisis tersebut dapat menyimpulkan bahwa Masjid Jammi Al Multazam ini dapat dikategorikan ke dalam bangunan dengan konsep Arsitektur Modern yang berdasarkan pada Tipologi Arsitektur Modern, karena bangunan ini memenuhi kriteria pada konsep Cubism, De Stijl, Functionalism, Rationalism, dan International Style. Kata kunci : Masjid, Tipologi, Arsitektur Modern.
Penerapan Sustainable Site Plan Di Kawasan Dusun Bambu Lembang Jawa Barat Tifania Dwinas Anggraini
Reka Karsa: Jurnal Arsitektur Vol 8, No 1
Publisher : Institut Teknologi Nasional (ITENAS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v8i1.3693

Abstract

ABSTRAK Pembangunan lansekap berkelanjutan (sustainable site) berkaitan erat dengan peraturan, standar dan kriteria. Pesatnya pembangunan yang terjadi berbanding lurus dengan pembagian lahan hijau dan penggunaan material sesuai parameter yang berlaku. Kajian dilakukan terhadap salah satu tempat wisata di kota Bandung, khususnya pada daerah dataran tinggi yang bertujuan untuk mengetahui dan memahami tentang seberapa besar keberadaan Ruang Terbuka Hijau sebagai resapan air dan material yang digunakan di kawasan tersebut. Metode penelitian yang digunakan dalam kajian ini adalah metodologi observasi dan wawancara yang dilakukan untuk menganalisa sebuah kawasan rekreasi dengan kriteria sustainable site plan terhadap ruang terbuka hijau dan pemanfaatan material. Kajian ini diharapkan dapat menjadi rekomendasi dalam mengetahui dan memahami penerapan kriteria sustainable site plan pada kawasan Dusun Bambu – Lembang, Bandung dan terletak di daerah konservasi air Bandung.Kata kunci: Ruang Terbuka Hijau, material, sustainable site plan. ABSTRACT Landscape sustainable development (sustainable site) closely related to regulation, standards and criteria. A rapidly development is directly of proportional to the green land and the use of material in accordance with the parameters. The study was important to one tourist destinantions in Bandung, particularly in regions highland aims to review and understanding of how much the green zone as absorbing and material used in the area. The method used in this review are methodology observation and the interviews conducted to analyze a recreational area on sustainable site plan to a green open space and the use of material. This study is expected to become a recommendations in knowing the criteria of sustainable site plan for  Dusun Bambu – Lembang, Bandung and located in the area of water conservation.Keywords : Green Open Space, material, sustainable site plan.
Masjid Al-Irsyad Kota Baru Parahyangan Ditinjau dari Teori-Teori Arsitektur Modern Meta Riany; Siti Fatimah; Daniar Dhaniwiano; Julio Perdana
Reka Karsa: Jurnal Arsitektur Vol 8, No 1
Publisher : Institut Teknologi Nasional (ITENAS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v8i1.3698

Abstract

Abstrak Bangunan Masjid Al-Irsyad Kota Baru Parahyangan merupakan bangunan yang berfungsi sebagai tempat beribadah umat muslim di Kota Baru Parahyangan, Bandung. Masjid Al-Irsyad ini direncanakan dan dibangun oleh Arsitek Ridwan Kamil. Bangunan tersebut dibangun untuk menambah sarana peribadahan untuk masyarakat muslim di perumahan Kota Baru Parahyangan untuk beribadah dalam kesehariannya. Maka dari itu dibangunlah bangunan Masjid Al-Irsyad dengan keunikan desain gaya arsitektur bangunan. Setelah dibangun bangunan Masjid Al-Irsyad, sebagian masyarakat sekitar, masyarakat dari dalam dan dari luar kawasan memberi kesan pada bangunan dan menyebutkan bahwa Masjid Al-Irsyad merupakan bangunan dengan gaya arsitektur futuristik, dengan bentuk bangunan yang unik dengan konsep desain idealis dan bentuk bangunan baru. Metode yang dilakukan dalam pengamatan dan penelitian bangunan adalah secara deskriptif analitis meliputi metode kualitatif, observasi secara langsung dan wawancara. Diharapkan hasil pengamatan dan penelitian bangunan dapat menjadi kiasan bagi karya seni arsitektural bangunan yang berorientasi terhadap konsep desain aristektur gaya baru, agar para arsitek dapat memahami maksud dan pola pemikiran dan perasaan desain arsitektur gaya baru pada bangunan.  Kata Kunci : Gaya Arsitektur Bangunan, Futuristik, Masjid Al-Irsyad
Dampak Eksternalitas Rumah Susun Sederhana Sewa Cingised Terhadap Zoning Dan Prasarana Sarana Lingkungan Sekitar Widji Indahing Tyas; Fika Rusfika Lianty; Irine Nur Sabrina; Nabilla Siti Syawalia
Reka Karsa: Jurnal Arsitektur Vol 8, No 1
Publisher : Institut Teknologi Nasional (ITENAS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v8i1.3685

Abstract

Abstrak Tingkat urbanisasi yang terjadi di Indonesia khususnya di Kota Bandung cukup tinggi, hal ini mengakibatkan tingginya pertumbuhan perumahan kumuh. Kawasan Cingised, Cisaranten Bandung direncanakan oleh pemerintah sebagai Kawasan perumahan kepadatan sedang. Rumah Susun Sederhana Cingised memiliki peran dalam pengembangan kota Bandung Kawasan Cingised. Studi ini bertujuan untuk mengetahui dampak eksternalitas Rumah Susun Sederhana Sewa Cingised terhadap zoning dan prasarana sarana lingkungan sekitarnya. Dengan adanya rusun ini, Kawasan Cingised yang tadinya kurang dikenal masyarakat luar jadi mengenal Kawasan Cingised. Perubahan zoning pada Kawasan Cingised sebelum dan sesudah adanya Rumah Susun Sewa Cingised terlihat paling besar pada perubahan jumlah permukiman, dan perniagaan. Selain itu zona ruang terbuka hijau juga banyak berkurang seiring waktu dari tahun 2007 ke tahun 2018. Pada beberapa aspek fasilitas prasarana, Kawasan Cingised sudah memenuhi persyaratan sebagai Kawasan permukiman, seperti kebutuhan listrik, telepon, dan air bersih kecuali pada aspek sirkulasi dan pembuangan limbah yang masih kurang memadai. Sistem drainase lingkungan pada Kawasan Cingised masih kurang tepat, karena dengan beradanya sungai pada permukaan yang lebih tinggi dari Kawasan Cingised kerap terjadi luapan sungai sehingga mengakibatkan banjir. Pada beberapa aspek fasilitas sarana, Kawasan Cingised sudah memenuhi persyaratan sebagai kawasan permukiman, dalam jangkauan radius 1km dari Rusunawa Cingised, seperti kebutuhan tempat peribadatan, perniagaan, pendidikan dan kesehatan. Kekurangannya terdapat pada kurangnya sarana pendidikan, hiburan, dan ruang terbuka hijau. Kata kunci: Dampak Eksternalitas, Kawasan Cingised

Page 1 of 1 | Total Record : 6