cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
REKA RACANA
ISSN : -     EISSN : 24772569     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 24 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2: Juni 2019" : 24 Documents clear
Analisis Daya Dukung Lateral pada Suction Pile dengan Menggunakan Metode Numerik R. Thasyia Puteri Dearini J; Indra Noer Hamdhan
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 5, No 2: Juni 2019
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v5i2.95

Abstract

ABSTRAKSuction Pile merupakan fondasi berbentuk silinder baja berdiameter besar yang tertutup pada bagian atas dan terbuka pada bagian bawah. Fondasi ini sering digunakan untuk menyokong bangunan offshore dan platforms. Beban yang diterima oleh suction pile merupakan beban aksial yang berasal dari beban strukturnya dan juga beban lateral dari tekanan tanah dan air laut di sekelilingnya. Analisis daya dukung lateral pada suction pile dilakukan dengan menggunakan metode numerik, yaitu menggunakan software PLAXIS 3D dengan soil model Mohr-Coulomb dan Hardening Soil, serta menggunakan metode analisis, yaitu metode COM624 dari Federal Highway Administrasion (FHWA). Pemodelan suction pile dilakukan dengan cara memvariasikan panjang dari suction pile dengan mutu baja, diameter suction pile, dan parameter tanah yang sama. Berdasarkan hasil dari penelitian bahwa semakin panjang penampang dari suction pile yang digunakan, maka daya dukung lateral yang diperoleh semakin meningkat dikarenakan letak titik jepit yang masih berubah.Kata Kunci: suction pile, daya dukung lateral, titik jepit, Mohr-Coulomb, Hardening Soil ABSTRACTSuction pile is a large cylinder-shaped steel foundation which has a closed top and an open bottom. This foundation is often used to support offshore buildings and platforms. The loads resisted by the suction pile are the axial load from its own structure weight and the lateral load caused by soil and deep-sea pressure around it. Analysis of lateral bearing capacity of suction pile is done by using numerical method is conducted using commercial software PLAXIS 3D, with Mohr-Coulomb and Hardening Soil as the soil model and analysis method is conducted using COM624 method from Federal Highway Administrasion (FHWA). Suction pile model is designed by varying the suction pile lengths of equal steel quality, suction pile diameter, and soil parameter. The result of the research showed that the longer the cross section of the suction pile used, the higher its lateral bearing capacity, due to the location of the fixity point is still changed.Keywords: suction pile, lateral bearing capacity, fixity point, Mohr-Coulomb, Hardening Soil.
Analisis Kinerja Bundaran Leuwigajah Kota Cimahi Andika Diarsa Putra; Oka Purwanti
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 5, No 2: Juni 2019
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v5i2.50

Abstract

ABSTRAKBundaran Leuwigajah merupakan salah satu bundaran penting di Kota Cimahi yang tepatnya terletak di Cimahi Selatan. Bundaran Leuwigajah melayani arus lalu lintas dari berbagai arah, yaitu arus lalu lintas yang berasal dari Jl. Leuwigajah, Jl. Baros dan Jl. Kerkof. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kinerja persimpangan dengan pengendalian bundaran yaitu kapasitas, derajat kejenuhan, tundaan dan peluang antrian. Selain itu, penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh arus lalu lintas terhadap kinerja bundaran. Hasil penelitian pada pagi pukul 08:30 – 09:30 menghasilkan kapasitas ( ) terbesar pada Jl. Leuwigajah – Jl. Kerkof dengan nilai 3715 smp/jam, Derajat kejenuhan ( ) bundaran adalah 0,54 dan tundaan bundaran (DR) adalah 6,7 det/smp. Peluang antrian bundaran mempunyai batas bawah 6,8% dan batas atas 15,8%. Berdasarkan hasil perhitungan, kinerja Bundaran Leuwigajah masih memenuhi persyaratan MKJI 1997 dengan catatan hanya pada jam 08:30 – 09:30. Setelah dilakukan skenario peningkatan arus lalu lintas, bundaran masih memenuhi persyaratan dengan kondisi peningkatan arus maksimum 40% dari kondisi eksisting karena menghasilkan nilai DS 0,75.Kata Kunci: Bundaran, Jalinan, MKJI 1997, Leuwigajah ABSTRACTLeuwigajah Roundabout is one of the most important roundabouts in the city of Cimahi precisely located in South Cimahi. Leuwigajah Roundabout serves traffic flows from various directions, namely the flow of traffic coming from Leuwigajah St., Baros St., and Kerkof St. The purpose of this research is to analyze the performance of intersections with roundabout control, namely capacity, degree of saturation, delay and the queue opportunities. The results of the research at 8:30 - 9:30 a.m. produced the largest capacity on Jl. Leuwigajah - Jl. Kerkof C = 3715 pcu/hour, roundabout degree of saturation DS = 0.54 ; and roundabout delay DR = 6.7 sec/pcu. Opportunities for roundabout queues have a lower limit of 6,8% and an upper limit of 15.8%. Based on the results of calculations, the performance of the Leuwigajah Roundabout still meets the requirements of IHCM 1997 with a note only at 08:30 - 09:30. After increasing traffic flow scenario, roundabout still meets the requirements with a maximum current increase of 40% from the existing condition because it produces DS value 0.75.Keywords: Roundabout, Weaving, IHCM 1997, Leuwigajah
Tinjauan Ulang Mengenai Kadar Maksimum Pipih dan Memanjang Agregat Kasar dalam Campuran Beton Cara SNI Decka Chaniago Sukanli; Priyanto Saelan
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 5, No 2: Juni 2019
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v5i2.106

Abstract

ABSTRAKDalam campuran beton, agregat kasar memiliki 70% sampai 80% pengaruh terhadap kuat tekan beton. Agregat kasar memiliki bentuk yang berbeda seperti membulat, pipih, dan memanjang tergantung pada sumbernya. Dalam penelitian ini, dilakukan penyelidikan pada kadar maksimum bentuk pipih dan memanjang agregat kasar dalam campuran beton. Pada penelitian kadar bentuk pipih dan memanjang agregat kasar ini menggunakan benda uji silinder dengan ukuran diameter 10 cm dan tinggi 20 cm. Pengujian dilakukan dengan uji slump dan uji kuat tekan beton yang mengacu pada SNI. Slump rencana yang digunakan yaitu (30-60) mm dan (60-180) mm dengan kuat tekan beton rencana yaitu 30 MPa usia 28 hari. Hasil pengujian ini dapat diketahui bahwa kadar pipih dan memanjang agregat kasar melebihi 20% tidak berpengaruh terhadap kuat tekan beton selama kadar pipih dan memanjang agregat kasar tidak melebihi 45% dari total agregat batu pecah.Kata kunci: bentuk pipih dan memanjang, agregat kasar, kuat tekan beton, uji slump ABSTRACTIn concrete mixture, coarse aggregate has 70% to 80% influence on concrete compressive strength. The coarse aggregate have different shape like rounded, angular, flaky and elongated depending on the source. In this study, we investigated the maximum level of flat and elongated coarse aggregate in concrete mixture. In the study of the level of flat and elongated forms coarse aggregates using cylindrical specimen with a diameter of 10 cm and a height of 20 cm. Testing was conducted with slump and concrete compressive strength test which refers to SNI. The slump plan used is (30-60) mm and (60-180) mm with a 30 MPa concrete compressive strength of 28 days. The results of this test can be seen that the flat and elongated of coarse aggregates exceeding 20% does not effect compressive strength of the concrete as long as the flat and elongated of coarse aggregates not exceed at 45% of the total aggregates.Keywords: flat and elongated shape, coarse aggregates, compressive strength, slump test
Pendekatan Holistik dalam Mengidentifikasi Kendala Implementasi Green Construction di Indonesia Mohamad Rizal Podungge; Mia Wimala; Anton Soekiman
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 5, No 2: Juni 2019
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v5i2.1

Abstract

ABSTRAKMeskipun green construction telah diperkenalkan di Indonesia lebih dari satu dekade, implementasi dari konsep tersebut belumlah berjalan sesuai harapan sampai saat ini. Dengan latar belakang tersebut, penelitian diarahkan untuk mengidentifikasi kendala prioritas yang memiliki pengaruh besar terhadap implementasi green construction di Indonesia, dilihat dari sudut pandangan para pelaku di industri konstruksi. Kendala tersebut diidentifikasi dari kajian literatur terpilih yang membahas karakteristik kendala di beberapa negara,disesuaikan dengan kondisi di Indonesia, serta divalidasi menggunakan metode Analitycal Hierarchy Process (AHP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kendala yang paling berpengaruh adalah Komitmen Organisasi. Termasuk di dalamnya adalah tinjauan terhadap permintaan klien, pedoman dan standar yang ideal, dukungan rantai pasok hijau, kesadaran menerapkan prinsip K3, komitmen perusahaan dalam berinvestasi, serta penelitian dan pengembanganKata kunci: konstruksi berkelanjutan, green construction, kendala implementasi ABSTRACTAlthough green construction has been introduced in Indonesia for more than a decade, the implementation of this concept has not been running as expected to date. This study aims to identify priority constraints that have a major influence on the implementation of green construction in Indonesia, seen from the point of view of the actors in the construction industry. These constraints were identified from the literature review related to the characteristics of constraints in several countries, adapted to conditions in Indonesia, and validated using the Analytical Hierarchy Process (AHP) method. The results showed that the most influential constraint was Organizational Commitment. This includes a review of client demand, guidelines and standards, green supply chain, awareness of health and safety, company commitment to invest in green construction, and research and development.Keywords: sustainable construction, green construction, implementatiton constraint

Page 3 of 3 | Total Record : 24