cover
Contact Name
Andi Musthafa Husain
Contact Email
andimusthafa@gmail.com
Phone
+6281328760156
Journal Mail Official
siradpelitawawasan@gmail.com
Editorial Address
Ngelosari, Purwobinangun, Pakem, Sleman, Yogyakarta
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
SiRad: Pelita Wawasan
Published by Yayasan Nurul Musthafa
ISSN : -     EISSN : 30905591     DOI : https://doi.org/10.64728/sirad.v1i1.art1
The name "SiRad" is an abbreviation of Pelita Wawasan, which translates as "The Light of Insight" a symbol of enlightenment in the world of knowledge. The term also draws inspiration from the Arabic word siraj (siraj), meaning lamp or light, as mentioned in the Quran as a symbol of illumination. In the context of this journal, SiRad represents an intellectual beacon that sheds light on academic discourse and social transformation. Jurnal SiRad: Pelita Wawasan is an open-access scholarly journal published by Yayasan Nurul Musthafa. This journal focuses on the publication of research articles, literature reviews, case studies, and conceptual papers that critically address contemporary issues in the fields of education, humanities, and social sciences. This journal serves as a platform for advancing transformative thinking, interdisciplinary approaches, and critical reflection on the dynamics of education, culture, society, and public policy. Topics covered by this journal include but are not limited to Education - learning technologies, religious moderation, curriculum innovation; Humanities - cultural studies, communication, history, and Islamic civilization; Social Sciences - public policy, political dynamics, behavioral economics, and the intersection of religion and society. Jurnal SiRad: Pelita Wawasan is published three times a year in February, June, and October, and is freely accessible to support inclusive and impactful knowledge dissemination.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 12 Documents
Search results for , issue "February (Vol. 2 No. 1, 2026)" : 12 Documents clear
Gender-Neutral Language: Awareness, Usage Patterns and Sociocultural Influences among English Language Students: Bahasa Inklusif Gender: Kesadaran, Pola Penggunaan, dan Pengaruh Sosiokultural di Kalangan Mahasiswa Bahasa Inggris Francisco, Kristine Joy
SiRad: Pelita Wawasan February (Vol. 2 No. 1, 2026)
Publisher : Yayasan Nurul Musthafa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64728/sirad.v2i1.art10

Abstract

This study examined the frequency of gender-neutral language (GNL) use in the academic outputs of third-year Bachelor of Arts in English Language students at Bukidnon State University. Moreover, it explored the sociocultural factors influencing student use of GNL in academic contexts. The study utilized a convergent-parallel mixed-method design. It analysed students’ use of gender-neutral generic nouns, job titles, and pronouns across three written outputs (reflective essay, feature writing, and hard news writing) per participant. Guided by Linguistic Relativity and Social Constructionism Theory, the quantitative data consisted of frequency of corpus data, short checklist scores, and interview codes, which revealed the levels, patterns, and correlation of GNL use and awareness. Whereas the qualitative data were derived from interview excerpts, which clarified why these patterns occurred and how students made sense of GNL in authentic academic contexts. Findings revealed that students frequently used gender-neutral generic nouns and job titles, while gender-neutral pronouns were the least used due to hesitancy in restructuring sentences. Furthermore, this study revealed four sociocultural influences: awareness and knowledge, personal beliefs and values, cultural and societal norms, and globalized media. During the integration, the findings mostly converged when high awareness aligned with more accurate GNL use, while some findings diverged when students had positive attitudes but low grammatical accuracy. Overall, despite inconsistencies influenced by religious beliefs, traditional upbringing, and pronoun confusion, students demonstrated growing awareness of gender-neutral language. The merged findings provide a holistic basis for guiding gender-sensitive communication policies in academic contexts. [Penelitian ini mengkaji frekuensi penggunaan bahasa inklusif gender (gender-neutral language/GNL) dalam karya akademik mahasiswa tahun ketiga program studi Sastra Inggris di Bukidnon State University. Selain itu, penelitian ini mengeksplorasi faktor-faktor sosiokultural yang memengaruhi penggunaan GNL oleh mahasiswa dalam konteks akademik. Penelitian ini menggunakan desain metode campuran konvergen-paralel (convergent-parallel mixed-method). Analisis dilakukan terhadap penggunaan kata benda generik netral gender, gelar pekerjaan, dan kata ganti dalam tiga karya tulis (esai reflektif, tulisan feature, dan penulisan berita lugas/hard news) dari setiap partisipan. Dengan berlandaskan pada teori Relativitas Linguistik dan Konstruksionisme Sosial, data kuantitatif yang terdiri dari frekuensi data korpus, skor daftar periksa (checklist), dan kode wawancara, mengungkapkan tingkat, pola, serta korelasi antara penggunaan dan kesadaran GNL. Sementara itu, data kualitatif diperoleh dari kutipan wawancara yang mengklarifikasi alasan terjadinya pola-pola tersebut dan bagaimana mahasiswa memaknai GNL dalam konteks akademik yang autentik.Temuan menunjukkan bahwa mahasiswa sering menggunakan kata benda generik dan gelar pekerjaan yang netral gender, sedangkan kata ganti netral gender paling jarang digunakan karena adanya keraguan dalam merestrukturisasi kalimat. Lebih lanjut, penelitian ini mengungkapkan empat pengaruh sosiokultural: kesadaran dan pengetahuan, keyakinan dan nilai pribadi, norma budaya dan masyarakat, serta media global. Selama proses integrasi, temuan-temuan tersebut sebagian besar menunjukkan konvergensi ketika kesadaran yang tinggi sejalan dengan penggunaan GNL yang lebih akurat, sementara beberapa temuan menunjukkan divergensi ketika mahasiswa memiliki sikap positif namun memiliki akurasi gramatikal yang rendah. Secara keseluruhan, terlepas dari inkonsistensi yang dipengaruhi oleh keyakinan religius, pola asuh tradisional, dan kebingungan penggunaan kata ganti, mahasiswa menunjukkan kesadaran yang berkembang terhadap bahasa inklusif gender. Temuan yang digabungkan ini memberikan dasar holistik untuk memandu kebijakan komunikasi responsif gender dalam konteks akademik.]
Portrait of High School and Islamic Boarding School Students’ Understanding in Yogyakarta Special Region and Central Java Regarding Non-Halal Food Ingredients: Potret pemhaman siswa SMA beberapa sekolah dan pesantren di DIY dan Jawa Tengah tentang bahan makanan non-halal iqbal, Muhammad; Nurrozi, Ahmad
SiRad: Pelita Wawasan February (Vol. 2 No. 1, 2026)
Publisher : Yayasan Nurul Musthafa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64728/sirad.v2i1.art12

Abstract

This study aims to analyze the basic understanding of senior high school students and Islamic boarding school (pesantren) students who constitute the target market of the Islamic Economics Study Program at Universitas Islam Indonesia regarding non-halal food ingredients. The study employed a mixed-method approach, providing an overview of differences in understanding through both quantitative and qualitative analyses. A survey was conducted involving 332 respondents, consisting of male and female students from various schools and pesantren in the Special Region of Yogyakarta and Central Java. Quantitative analysis was carried out descriptively to identify differences in understanding based on gender and school background. Meanwhile, qualitative analysis explored the underlying factors contributing to differences in responses. The results indicate that the majority of pesantren students do not yet have a comprehensive understanding of halal law and its practical implementation. Differences in understanding were also clearly observed between male and female students, as well as among schools. Therefore, a specifically designed educational program is needed to enhance their understanding and to further strengthen awareness of halal issues. [Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman sederhana siswa SMA dan santri pesantren yang menjadi target pasar program studi ekonomi Islam Universitas Islam Indonesia terkait pemahaman mereka akan bahan makanan non-halal. Metode yang digunakan adalah mixed method, yang memberikan gambaran tentang perbedaan pemahaman melalui analisis kuantitatif dan kualitatif. Survei dilakukan pada 332 responden, yang terdiri dari siswa putra dan putri di berbagai sekolah dan pesantren di DIY, Jawa Tengah. Analisis kuantitatif dilakukan secara deskriptif untuk mengidentifikasi perbedaan pemahaman berdasarkan jenis kelamin dan sekolah. Sementara itu, analisis kualitatif mendalami faktor-faktor yang melatarbelakangi perbedaan jawaban. Hasil menunjukkan bahwa mayoritas santri belum memahami secara mendalam hukum halal dan cara penerapannya. Perbedaan pemahaman juga terlihat jelas antara putra dan putri, serta antar sekolah. Oleh karena itu, diperlukan program edukasi khusus yang dirancang untuk meningkatkan pemahaman mereka, sehingga kesadaran akan halal dapat terus meningkat.]

Page 2 of 2 | Total Record : 12