cover
Contact Name
Rangga Sururi
Contact Email
rekalingkungan@itenas.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
rekalingkungan@itenas.ac.id
Editorial Address
PHH. Street Mustapa 23 Bandung 40124
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Reka Lingkungan
ISSN : 23376228     EISSN : 27226077     DOI : https://doi.org/10.26760/rekalingkungan
Core Subject : Social,
Fokus keilmuan dari Jurnal Reka Lingkungan meliputi Teknologi dan Manajemen dari bidang Teknik dan Ilmu Lingkungan. Beberapa ruang lingkup dari Jurnal meliputi sebagai berikut, namun tidak terbatas pada lingkup dibawah ini: 1. Ekologi, 2. Kimia Lingkungan 3. Teknik Lingkungan 4. Ilmu Lingkungan 5. Kesehatan Lingkungan dan Toksikologi 6. Manajemen Lingkungan 7. Polusi lingkungan dan pembersihannya 8. Persampahan dan B3 9. Kualitas air dan pengolahan air minum dan air limbah 10. Mikrobiologi lingkungan 11. Pengelolaan sumber daya air 12 Polusi udara 13. Remediasi
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 13, No 2 (2025)" : 8 Documents clear
ANALISIS KUALITAS BAKTERIOLOGIS UDARA DI PERMUKIMAN MASYARAKAT DUSUN LENDANG BATU SEKITAR TPA JUGIL KABUPATEN LOMBOK UTARA Ramadani, Yusi; Rahmawati, Suphia; Nurhidayah, Nurhidayah; Wahyudin, Wahyudin
Jurnal Reka Lingkungan Vol 13, No 2 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v13i2.205-217

Abstract

Kualitas udara tidak hanya dinilai dari parameter gas dan partikulat, tetapi juga dari indikator mikrobiologi, karena bioaerosol yang mengandung bakteri dan jamur dapat terhirup langsung serta menyebabkan dampak kesehatan yang serius seperti infeksi saluran pernapas atas (ISPA), alergi, hingga pneumonia. Udara merupakan elemen penting bagi kehidupan manusia dan makhluk hidup lain, namun kualitasnya semakin terancam akibat aktivitas manusia, industrialisasi, dan dinamika lingkungan. Penelitian ini bertujuan menilai kualitas bakteriologi udara di permukiman Dusun Lendang Batu yang berdekatan dengan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jugil, Kabupaten Lombok Utara, serta membandingkan kualitas udara dalam ruangan dan luar ruangan dengan standar kesehatan yang berlaku. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif, dengan pengambilan sampel di tiga titik berbeda. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa kualitas udara luar ruangan memiliki angka maksimum 6.710 CFU/m³ pada titik kedua dan minimum 2.931 CFU/m³ pada titik pertama. Sementara itu, udara dalam ruangan menunjukkan angka maksimum 3.567 CFU/m³ pada titik pertama dan minimum 2.366 CFU/m³ pada titik ketiga. Kedua hasil tersebut melebihi standar baku mutu yang ditetapkan dalam Kepmenkes No. 1405/MENKES/SK/XI/2004 dan Permenkes No. 1077/Menkes/Per/VIII/2011, yaitu 200–500 CFU/m³. Hasil uji korelasi Rank Spearman menunjukkan koefisien -0,500 dengan nilai Sig. 0,667 > 0,05. Hal ini menandakan tidak terdapat hubungan signifikan antara kualitas bakteriologis udara dalam dan luar ruangan.
PENGOLAHAN LIMBAH CAIR LAUNDRY MENGGUNAKAN KOMBINASI ELEKTROKOAGULASI DENGAN PLAT ALUMINIUM DAN ADSORPSI DENGAN KARBON AKTIF TEMPURUNG LONTAR Solo, Anna Apriani Maniuk
Jurnal Reka Lingkungan Vol 13, No 2 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v13i2.103-117

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengolahan limbah cair laundry menggunakan kombinasi metode elektrokoagulasi-adsorpsi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kondisi optimum dalam penurunan total fosfat, MBAS, COD dan TSS dalam limbah cair laundry menggunakan kombinasi metode elektrokoagulasi-adsorpsi. Penelitian ini dilakukan pada berbagai variasi kondisi elektrokoagulasi dan adsorpsi. Adapun variasi dalam proses elektrokoagulasi diantaranya waktu elektrokoagulasi (20, 30,60, dan 90 menit) dan rapat arus (12,5; 25; dan 75 A/m2). Sedangkan variasi dalam proses adsorpsi diantaranya waktu kontak (30,60, dan 90 menit) dan massa karbon aktif tempurung lontar (KATL) (0,5; 1,5; dan 3,0 gram). Pengolahan limbah cair laundry diawali dengan proses elektrokoagulasi dengan pemberian rapat arus sebesar 25 A/m2 selama 30 menit. Selanjutnya air limbah diolah lebih lanjut pada unit adsorpsi. Hasil penelitian menunjukan metode elektrokoagulasi-adsorpsi ini mampu menurunkan parameter total fosfat, MBAS, COD, dan TSS dalam limbah cair laundry. Kombinasi proses ini menghasilkan efisiensi penyisihan total fosfat sebesar 95,57% (waktu adsorpsi 30 menit menggunakan 1,5 gram KATL); MBAS sebesar 85,22% (waktu adsorpsi 60 menit menggunakan 3,0 gram KATL); COD sebesar 96,21% (waktu adsorpsi 90 menit menggunakan 1,5 gram KATL); dan TSS sebesar 95,57% (waktu adsorpsi 90 menit menggunakan 3,0 gram KATL). Dalam Proses kombinasi ini berat aluminium yang terlarut sebesar 0,007 gr/L dengan konsumsi listrik sebesar 0,12 kWh/m3.
SIMULASI KUALITAS AIR SUNGAI X MENGGUNAKAN MODEL QUAL2Kw Tedjakusuma, Teddy; Maulida, Faliha Alya; Hidayat, Syarif
Jurnal Reka Lingkungan Vol 13, No 2 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai merupakan sumber daya air yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Namun, pembuangan limbah cair ke sungai menyebabkan beban pencemar terutama materi organik di sungai terus meningkat. Berdasarkan perhitungan indeks pencemaran, diketahui bahwa seluruh sungai di DKI Jakarta masuk ke dalam kategori tercemar berat. Setelah dilakukan pembobotan, Sungai Ciliwung (segmen 5) dianggap memenuhi kriteria sungai yang akan menjadi objek penelitian. Kalibrasi model dilakukan dengan melakukan trial and error pada berbagai parameter kinetik model. Nilai RMSPE untuk kalibrasi model BOD yakni sebesar 2,45% dan untuk model DO sebesar 3,84%. Berdasarkan analisis sensitivitas yang telah dilakukan, parameter kinetik model yang paling memengaruhi hasil pemodelan untuk parameter BOD adalah slow CBOD hydrolysis rate dan detritus dissolution rate, sedangkan untuk parameter DO adalah fast CBOD oxidation rate. Hasil simulasi menunjukkan bahwa untuk parameter DO pada seluruh skenario, kualitas air hanya memenuhi baku mutu Kelas 4 sedangkan pada hulu memenuhi baku mutu Kelas 3. Sementara itu, untuk parameter BOD pada skenario 1, 3, dan 4, kualitas air hanya memenuhi baku mutu Kelas 4, sedangkan pada hulu memenuhi baku mutu Kelas 3. Khusus untuk skenario 2, kualitas air memenuhi baku mutu Kelas 3 di seluruh titik. Hasil perhitungan beban pencemaran BOD menunjukkan bahwa untuk seluruh skenario, beban pencemaran BOD aktual lebih tinggi dibandingkan dengan beban pencemaran BOD maksimum. Untuk dapat memenuhi jumlah yang diperbolehkan, beban pencemaran BOD perlu diturunkan sebesar 30%-70%. Berdasarkan simulasi kualitas air yang dilakukan pada skenario 3 dan 4, dapat disimpulkan bahwa beban pencemaran terutama dari sumber domestik memberikan pengaruh yang signifikan pada konsentrasi BOD dan DO di dalam air sehingga diperlukan pengelolaan air limbah domestik untuk dapat menurunkan beban pencemaran tersebut.
PERANCANGAN PEMANENAN AIR HUJAN PADA PESANTREN DARUL AITAMI KABUPATEN ACEH BARAT Effendi, Rijal; Rohendi, Aulia; Ikhwali, M.Faisi
Jurnal Reka Lingkungan Vol 13, No 2 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v13i2.147-161

Abstract

Air bersih Pesantren Darul Aitami sebagian besar bersumber dari air tanah, namun jumlah dan kualitasnya belum memadai. Penelitian ini memiliki tujuan guna mengevaluasi potensi air hujan dan merancang sistem pemanenan air hujan (PAH) sebagai opsi tambahan sumber air bersih. Kualitas air hujan dianalisis dengan pengambilan sampel selama lima hari hujan berturut-turut, sedangkan analisis curah hujan menggunakan distribusi Log Normal dan metode Mononobe dengan periode ulang 2 tahun (54,46 mm/jam). Hasil menunjukkan bahwa air hujan memenuhi standar kualitas air bersih dan cukup untuk memenuhi kebutuhan harian empat asrama, atau satu asrama dan mushola. Sistem PAH dirancang dengan pipa vertikal dan talang berdiameter 4–10 inci, pipa horizontal 3 inci, serta tangki penampungan masing-masing 2.000–5.700 liter. Penelitian ini menunjukkan bahwa pemanenan air hujan merupakan solusi alternatif yang layak dan berkelanjutan untuk penyediaan air bersih di fasilitas pendidikan.
KUALITAS AIR LIMBAH RSPI SULIANTI SAROSO Tiardjiono, Mulya; Nurlaela, Nurlaela; Setyawati, Fajar Dwi; Nurhenifah, Eka Erlis; Anggraeni, Yeyen; Wijiarti, Kunti; Pratiwi, Tiara Zakiyah; Rivaldiansyah, Rivaldiansyah; Maemun, Siti
Jurnal Reka Lingkungan Vol 13, No 2 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v13i2.177-192

Abstract

Rumah sakit memiliki peran penting dalam merawat pasien sakit. Namun  rumah sakit juga mempunyai kewajiban untuk memelihara lingkungan sekitar dari pencemaran limbah yang dihasilkan.  Penelitian ini merupakan studi kuantitatif yang bersifat deskriptif, bertujuan untuk menganalisis kualitas air limbah di RSPI Sulianti Saroso berdasarkan parameter pH, BOD, COD, zat padat tersuspensi (TSS), minyak dan lemak, amoniak, total koliform, zat organik (KmNO4), serta senyawa akibat biru metilen (MBAS) dari tahun 2022 sampai dengan 2024. Pengambilan sampel dilakukan di outlet Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) rumah sakit, dengan analisis yang dilakukan oleh Laboratorium Kesehatan Lingkungan Jakarta dan PT Unilab Perdana. Parameter yang diuji meliputi pH, Biochemical Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), Total Suspended Solids (TSS), minyak dan lemak, amonia, total koliform, zat organik (KmNO4), dan senyawa aktif biru metilen (MBAS). Penelitian ini menggunakan data sekunder dari Instalasi K3 dan Kesling. Pengolahan data dilakukan secara deskriptif dengan microsoft excel, ditampilkan dalam bentuk tabular, teks, atau gambar dengan analisis rerata, deviasi baku, median, frekuensi, dan persentase. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semua parameter yang diuji berada dalam batas baku mutu yang ditetapkan. Sehingga pengelolaan air limbah berlangsung sesuai prosedur dan hasilnya efektif. Namun, pemantauan terus-menerus dan optimalisasi sistem pengolahan direkomendasikan untuk menjaga kepatuhan dan meningkatkan kualitas air limbah lebih lanjut.
PEMETAAN SPASIAL KERAPATAN VEGETASI DAN SUHU PERMUKAAN DI HUTAN KOTA KAOMBONA, PALU, PROVINSI SULAWESI TENGAH Panuntun, Madina Dwi; Purnama, Rizky; Hasibuan, Dwi Kartika Asih; Zamani, Istiqomah Shariati
Jurnal Reka Lingkungan Vol 13, No 2 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan penduduk di kawasan perkotaan berpotensi dapat mengurangi fungsi hutan kota, seperti di Hutan Kota Kaombona, Palu. Mengingat bahwa pentingnya Hutan Kota Kaombona sebagai pengendali iklim mikro di kawasan perkotaan, monitoring kerapatan vegetasi serta prediksi suhu permukaan lahan perlu dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji variasi kerapatan vegetasi terhadap suhu permukaan di Hutan Kota Kaombona. Penelitian ini menggunakan permodelan spasial dengan Google Earth Engine (GEE) dan ArcGIS 10.8. Bahan yang digunakan adalah Citra Sentinel 2A dan Citra Landsat 8 OLI perekaman tahun 2024. Perhitungan kerapatan vegetasi dengan algoritma Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) dan prediksi suhu permukaan menggunakan perhitungan Land Surface Temperature (LST). Hasil menunjukkan bahwa Hutan Kota Kaombona memiliki kerapatan vegetasi dan suhu permukaan lahan yang bervariasi. Kerapatan vegetasi didominasi oleh kategori sangat rapat sebesar ±29,59 ha (45%). Distribusi suhu permukaan lahan di Hutan Kota Kaombona sekitar 28 - 44oC. Suhu hangat dan nomal mendominasi Hutan Kota Kaombona sekitar 26-35oC. Kerapatan vegetasi dan suhu permukaan di Hutan Kota Kaombona menunjukkan pengaruh yang cukup signifikan yakni sebesar 34,55%. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar evaluasi untuk menemukan rekomendasi solusi pengembangan Hutan Kota Palu yang berkelanjutan. 
KARAKTERISASI POLIMER MIKROPLASTIK DI PERAIRAN LOMBOK MENGGUNAKAN SPEKTROSKOPI FTIR-ATR (ATTENUATED TOTAL REFLECTANCE) Prasetyo, Anton; Adi, Tri Kustono; Almais, Agung Teguh Wibowo; Mahmudah, Rif'atul; Harningsih, Tri; Alaydrus, Alfina Taurida
Jurnal Reka Lingkungan Vol 13, No 2 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v13i2.193-203

Abstract

Mikroplastik merupakan partikel plastik berukuran <5 mm yang telah menjadi polutan global di berbagai ekosistem akuatik termasuk perairan Lombok. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis polimer mikroplastik yang terdapat di perairan Lombok menggunakan teknologi Fourier Transform Infrared-ATR. Sepuluh sampel mikroplastik (MCP1-MCP10) dikumpulkan dari berbagai lokasi di perairan Lombok pada tahun 2025. Analisis FTIR dilakukan dengan resolusi 4 cm⁻¹ terhadap semua sampel untuk mengidentifikasi gugus fungsi karakteristik dari setiap polimer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perairan Lombok terkontaminasi oleh lima jenis polimer utama: Polyethylene (PE) 40%, Polyvinyl Chloride (PVC) 20%, Polypropylene (PP) 10%, Polystyrene (PS) 10%, dan Polyethylene Terephthalate/Polyamide (PET/PA) 20%. PE dan PVC merupakan polimer paling dominan, diindikasikan oleh puncak spektral khas pada bilangan gelombang 540-700 cm⁻¹ dan 2900 cm⁻¹. Potensi sumber kontaminan diduga berasal dari aktivitas pariwisata, perikanan, pemukiman pesisir, dan limbah domestik. Penelitian ini memberikan wawasan penting tentang komposisi polimer mikroplastik di perairan Lombok dan dasar untuk kebijakan pengelolaan limbah plastik yang lebih efektif di wilayah pesisir.
STUDI KELAYAKAN ASPEK HIGIENITAS DAN SANITASI MELALUI PEMERIKSAAN E.COLI STUDI KASUS CAFETARIA DI LINGKUNGAN PERGURUAN TINGGI Jeronimo, Alnisa Mawar Arsy; Pratama, Yulianti
Jurnal Reka Lingkungan Vol 13, No 2 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v13i2.119-129

Abstract

Makanan sehat harus aman, berkualitas, dan bergizi untuk menjaga kesehatan manusia, sehingga penting bagi keamanan pangan untuk memenuhi standar yang ada. Higiene dan sanitasi makanan terutama cafetaria di lingkungan Perguruan Tinggi sangat penting dalam mengendalikan risiko kontaminasi dari bahan makanan, peralatan, dan orang yang terlibat dalam penyajiannya. Penelitian ini, mengobservasi kondisi eksisting kelayakan higiene dan sanitasi serta memeriksa keberadaan bakteri E. coli dengan menggunakan metode swab untuk peralatan makan, tangan pengelola makanan, dan tangan konsumen, serta metode Jumlah Perkiraan Terdekat (JPT) untuk pemeriksaan sumber air. Sampel yang diambil sebanyak 134 sampel diantaranya 132 sampel untuk metode swab (peralatan makan, tangan pengelola makanan, dan tangan konsumen) dan 2 sampel untuk pemeriksaan sumber air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumber air ketiga tenan, yang berasal dari sumur, mengandung Total Coliform 50 CFU/100 ml, melebihi Peraturan Menteri Kesehatan No. 2 tahun 2023, namun tidak ditemukan  E. coli, sehingga air bersih dalam kondisi yang tidak baik. Hasil untuk seluruh peralatan makan (piring dan sendok), tangan pengelola makanan, dan tangan konsumen tidak ditemuinya keberadaan E. coli.. Berdasarkan persentase kelayakan higiene dan sanitasi Cafetaria di lingkungan Perguruan Tinggi dalam praktik higiene dan sanitasi sebesar  76,38%, diantara yang belum memenuhi standar meliputi sumber air, tiga bak pencucian, dan pengelola makanan tidak mencuci tangan setelah memegang benda lain, hal ini, meunjukkan perlu adanya peningkatan untuk memastikan makanan yang dikonsumsi civitas akademika aman dan risiko kontaminasi dapat diminimalisir.

Page 1 of 1 | Total Record : 8