Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Kontaminasi Merkuri (Hg) Pada Air Sungai, Air Sumur, Sedimen Dan Ikan Di Sungai Kuantan, Riau Dwi Kartika Asih Hasibuan; Etty Riani; Syaiful Anwar
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol. 10 No. 4 (2020): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Graduate School Bogor Agricultural University (SPs IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.10.4.679-687

Abstract

Illegal gold mining activities still frequently occur in the Kuantan River, which is one of the main rivers in the district of Kuantan Singingi, Riau. This activity causes environmental contamination of mercury (Hg). The objective of this research was to determine the contamination of Hg in river water, well water, sediment and fish (baung and kapiek) in the Kuantan River, Riau. Samples were taken at up, middle and downstreams of the Kuantan River. Mercury was analized by following APHA and Indonesian National Standard (SNI) methods. The results were compared with the quality standard of pollution. The results showed that average of Hg concentration in river water, well water, sediment and fish were 0,0325 mg/l, 0,0202 – 0,0231 mg/l, 0,2083 mg/kg, 0,1141 - 0,1224 mg/kg. Statistical analysis indicated that the concentration of Hg in river water, well water (middle and downstream) and sediment were above the quality standard, while in the samples of baung and kapiek were below the quality standard. Hg concentrations significantly increased from up to downstream locations in river water and sediment, Hg concentrations significantly increased in 2 community wells in middle and downstream locations, significant Hg concentration was found in kapiek caught in midstream locations, while there was no significantly at the Hg concentration of baung in the research location.
Assessing mangrove health index as a basis for degradation mitigation planning Toknok, Bau; Hulu, Amati Eltriman; Purnama, Rizky; Panuntun, Madina Dwi; Zamani, Istiqomah Shariati; Hasibuan, Dwi Kartika Asih
Journal of Degraded and Mining Lands Management Vol. 13 No. 2 (2026)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15243/jdmlm.2026.132.9953

Abstract

This study aimed to detect mangrove cover, analyze spatio-temporal changes, and assess mangrove health conditions in South Banawa District, Donggala Regency, using multi-temporal Sentinel-2A imagery. Mangrove detection was conducted using a machine learning based Decision Tree algorithm, while mangrove health was evaluated using the Mangrove Health Index (MHI). The variables included spectral bands and multiple spectral indices (NDVI, NDBI, MNDWI, CMRI, NBR, GCI, SIPI, and ARVI). The classification model demonstrated very high performance, with Overall Accuracy, Kappa, and F1-Score values exceeding 98%. The results indicated a decline in mangrove area from 123.96 ha to 95.5 ha, equivalent to a loss of 28.46 ha (22.96%) during the observation period. Degradation was spatially concentrated in areas with high accessibility and proximity to shrimp farming activities. Despite this decline, mangrove conditions were predominantly classified as healthy (87.56%), followed by moderate (12.41%) and poor (0.03%) categories. MHI-based mitigation strategies prioritize low-index areas for restoration through hydrological rehabilitation and buffer zone establishment, while healthy areas are primarily focused on conservation and periodic monitoring. This approach supports data-driven conservation planning, restoration prioritization, and sustainable coastal management based on remote sensing and machine learning.
Pengendalian Terpadu Hama Kumbang Tanduk (Oryctes rhinoceros L.) pada Kelapa Sawit di Desa Tabarano, Kabupaten Morowali Utara Tudon, Ifert Ehrlick; Yusran, Yusran; Wulandari, Retno; Korja, I Nengah; Taiyeb, Asgar; Hasibuan, Dwi Kartika Asih
Jurnal SOLMA Vol. 15 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v15i1.21614

Abstract

Background: Program peremajaan Kkelapa Ssawit Rrakyat (PSR) menghadapi tantangan serius dari hama kumbang tanduk (Oryctes rhinoceros L.). Kumbang Tanduk, hama utama yang merusak tanaman sawit muda dengan menggerek titik tumbuh dan pangkal daun. Hal ini menghambat pertumbuhan dan menyebabkan kematian pada fase TBM. Kegiatan penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan petani dalam pengendalian dan penggunaan perangkap hama kumbang tanduk. Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di Desa Tabarano, Kecamatan Mori Utara, Kabupaten Morowali Utara untuk memperkenalkan dan menerapkan teknik Pengendalian Hama Terpadu (PHT) terhadap O. rhinoceros. Kegiatan meliputi survei lapangan untuk mengidentifikasi serangan hama, penyuluhan, pelatihan dan evaluasi keberhasilan kegiatan. Hasil: Hasil survei menunjukkan gejala khas serangan kumbang tanduk, seperti pelepah patah, lubang pada batang, dan kematian titik tumbuh. Rata-rata peningkatan pengetahuan petani yang memahami pengendalian terpadu hama O. rhinoceros mencapai 94,5%. Uji friedman dan wilcoxon menunjukan penurunan O. rhinoceros pada perangkap feromon yang signifikan. Kesimpulan: Kegiatan penyuluhan mengenai pengendalian terpadu hama kumbang tanduk meningkatkan pengetahuan dalam pengendalian hama kumbang tanduk dan penerapan perangkap feromon menurunkan populasi hama pada perkebunan kelapa sawit petani.
KONSERVASI HUTAN DAN PESISIR BERBASIS PARTISIPASI MASYARAKAT (STUDI KASUS: KPH BANAWA LALUNDU) Istiqomah Shariati Zamani; Nanda Amelia Arum; Dwi Kartika Asih Hasibuan
Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia Vol. 6 No. 1 (2025): Celebica Jurnal Kehutanan Indonesia
Publisher : Jurusan Kehutanan -FHIL-UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: KPH Banawa Lalundu merupakan salah satu unit satuan pengelolaan hutan di Sulawesi Tengah yang memiliki peran dalam pengelolaan sumber daya hutan dan konservasi lingkungan di Kabupaten Donggala. KPH Banawa Lalundu memiliki peran sebagai pembangun kapasitas dan mitra kerjasama masyarakat dalam upaya konservasi hutan dan pesisir. Banyaknya kegiatan penebangan liar dengan tujuan alih fungsi lahan menyebabkan berbagai dampak negatif kepada keanekaragaman hayati dan lingkungan. Selain itu kesejahteraan masyarakat pun akan berdampak dari kegiatan pengrusakan hutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran dan kontribusi KPH Banawa Lalundu dalam pengelolaan hutan berbasis partisipasi masyarakat. Metode yang digunakan adalah observasi dengan peninjauan lokasi secara langsung, wawancara dengan pihak KPH Banawa Lalundu dan masyarakat, serta studi literatur. Terdapat beberapa kegiatan fisik dan non-fisik yang dilakukan oleh KPH Banawa Lalundu bersama masyarakat sekitar seperti Pendampingan dan Penanaman Mangrove, Pembenihan dan Penanaman Bibit Produksi, Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Kelompok Tani Hutan, dan Patroli Bersama Masyarakat. Program-program yang dilaksanakan bertujuan untuk memperbaiki kualitas lingkungan dan meningkatkan kesadaran masyarakat setempat yang bergantung pada hasil hutan dengan berkontribusi dalam menjaga alam. Dengan demikian, KPH Banawa Lalundu memiliki peran yang sangat penting dalam menciptakan keseimbangan antara pemanfaatan sumber daya hutan dan pelestarian lingkungan. Adanya Kerjasama antara KPH dan masyarakat akan menciptakan sinergi dalam menjaga lingkungan. Kata Kunci: KPH Banawa Lalundu, pengelolaan hutan, konservasi, konservasi berbasis masyarakat, pesisir Abstract: Banawa Lalundu Forest Management Unit (KPH Banawa Lalundu) is one of the forest management units in Central Sulawesi that plays a vital role in forest resource management and environmental conservation in Donggala Regency. KPH Banawa Lalundu acts as both a capacity builder and a collaborative partner with local communities in efforts to conserve forests and coastal areas. The prevalence of illegal logging, primarily for land conversion, has led to significant negative impacts on biodiversity and the environment. Moreover, such destructive activities ultimately affect the well-being of local communities. This study aims to identify the roles and contributions of KPH Banawa Lalundu in community-based forest management. The methods employed include direct field observations, interviews with KPH Banawa Lalundu personnel and local residents, as well as a literature review. Several physical and non-physical activities have been implemented in collaboration with surrounding communities, including mangrove planting and assistance, seedling production and reforestation, outreach and technical training for forest farmer groups, and joint forest patrols. These programs aim to improve environmental quality and raise awareness among local communities who depend on forest resources, encouraging them to actively contribute to nature conservation. Therefore, KPH Banawa Lalundu plays a crucial role in balancing forest resource utilization with environmental sustainability. The collaboration between KPH and the community fosters a synergistic approach to environmental protection. Keywords: KPH Banawa Lalundu, forest management, conservation, community-based conservation, coastal areas
KONSERVASI HUTAN DAN PESISIR BERBASIS PARTISIPASI MASYARAKAT (STUDI KASUS: KPH BANAWA LALUNDU) Istiqomah Shariati Zamani; Nanda Amelia Arum; Dwi Kartika Asih Hasibuan
Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia Vol. 6 No. 1 (2025): Celebica Jurnal Kehutanan Indonesia
Publisher : Jurusan Kehutanan -FHIL-UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: KPH Banawa Lalundu merupakan salah satu unit satuan pengelolaan hutan di Sulawesi Tengah yang memiliki peran dalam pengelolaan sumber daya hutan dan konservasi lingkungan di Kabupaten Donggala. KPH Banawa Lalundu memiliki peran sebagai pembangun kapasitas dan mitra kerjasama masyarakat dalam upaya konservasi hutan dan pesisir. Banyaknya kegiatan penebangan liar dengan tujuan alih fungsi lahan menyebabkan berbagai dampak negatif kepada keanekaragaman hayati dan lingkungan. Selain itu kesejahteraan masyarakat pun akan berdampak dari kegiatan pengrusakan hutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran dan kontribusi KPH Banawa Lalundu dalam pengelolaan hutan berbasis partisipasi masyarakat. Metode yang digunakan adalah observasi dengan peninjauan lokasi secara langsung, wawancara dengan pihak KPH Banawa Lalundu dan masyarakat, serta studi literatur. Terdapat beberapa kegiatan fisik dan non-fisik yang dilakukan oleh KPH Banawa Lalundu bersama masyarakat sekitar seperti Pendampingan dan Penanaman Mangrove, Pembenihan dan Penanaman Bibit Produksi, Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Kelompok Tani Hutan, dan Patroli Bersama Masyarakat. Program-program yang dilaksanakan bertujuan untuk memperbaiki kualitas lingkungan dan meningkatkan kesadaran masyarakat setempat yang bergantung pada hasil hutan dengan berkontribusi dalam menjaga alam. Dengan demikian, KPH Banawa Lalundu memiliki peran yang sangat penting dalam menciptakan keseimbangan antara pemanfaatan sumber daya hutan dan pelestarian lingkungan. Adanya Kerjasama antara KPH dan masyarakat akan menciptakan sinergi dalam menjaga lingkungan. Kata Kunci: KPH Banawa Lalundu, pengelolaan hutan, konservasi, konservasi berbasis masyarakat, pesisir Abstract: Banawa Lalundu Forest Management Unit (KPH Banawa Lalundu) is one of the forest management units in Central Sulawesi that plays a vital role in forest resource management and environmental conservation in Donggala Regency. KPH Banawa Lalundu acts as both a capacity builder and a collaborative partner with local communities in efforts to conserve forests and coastal areas. The prevalence of illegal logging, primarily for land conversion, has led to significant negative impacts on biodiversity and the environment. Moreover, such destructive activities ultimately affect the well-being of local communities. This study aims to identify the roles and contributions of KPH Banawa Lalundu in community-based forest management. The methods employed include direct field observations, interviews with KPH Banawa Lalundu personnel and local residents, as well as a literature review. Several physical and non-physical activities have been implemented in collaboration with surrounding communities, including mangrove planting and assistance, seedling production and reforestation, outreach and technical training for forest farmer groups, and joint forest patrols. These programs aim to improve environmental quality and raise awareness among local communities who depend on forest resources, encouraging them to actively contribute to nature conservation. Therefore, KPH Banawa Lalundu plays a crucial role in balancing forest resource utilization with environmental sustainability. The collaboration between KPH and the community fosters a synergistic approach to environmental protection. Keywords: KPH Banawa Lalundu, forest management, conservation, community-based conservation, coastal areas
PEMETAAN SPASIAL KERAPATAN VEGETASI DAN SUHU PERMUKAAN DI HUTAN KOTA KAOMBONA, PALU, PROVINSI SULAWESI TENGAH Madina Dwi Panuntun; Rizky Purnama; Dwi Kartika Asih Hasibuan; Istiqomah Shariati Zamani
Jurnal Reka Lingkungan Vol 13, No 2 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan penduduk di kawasan perkotaan berpotensi dapat mengurangi fungsi hutan kota, seperti di Hutan Kota Kaombona, Palu. Mengingat bahwa pentingnya Hutan Kota Kaombona sebagai pengendali iklim mikro di kawasan perkotaan, monitoring kerapatan vegetasi serta prediksi suhu permukaan lahan perlu dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji variasi kerapatan vegetasi terhadap suhu permukaan di Hutan Kota Kaombona. Penelitian ini menggunakan permodelan spasial dengan Google Earth Engine (GEE) dan ArcGIS 10.8. Bahan yang digunakan adalah Citra Sentinel 2A dan Citra Landsat 8 OLI perekaman tahun 2024. Perhitungan kerapatan vegetasi dengan algoritma Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) dan prediksi suhu permukaan menggunakan perhitungan Land Surface Temperature (LST). Hasil menunjukkan bahwa Hutan Kota Kaombona memiliki kerapatan vegetasi dan suhu permukaan lahan yang bervariasi. Kerapatan vegetasi didominasi oleh kategori sangat rapat sebesar ±29,59 ha (45%). Distribusi suhu permukaan lahan di Hutan Kota Kaombona sekitar 28 - 44oC. Suhu hangat dan nomal mendominasi Hutan Kota Kaombona sekitar 26-35oC. Kerapatan vegetasi dan suhu permukaan di Hutan Kota Kaombona menunjukkan pengaruh yang cukup signifikan yakni sebesar 34,55%. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar evaluasi untuk menemukan rekomendasi solusi pengembangan Hutan Kota Palu yang berkelanjutan. 
PENGUATAN KESADARAN LINGKUNGAN MAHASISWA BARU DALAM MENDUKUNG MITIGASI IKLIM GLOBAL Rosyid, Abdul; Panuntun, Madina Dwi; Hasibuan, Dwi Kartika Asih; Zamani, Istiqomah Shariati; Purnama, Rizky; Tudon, Ifer Ehrlick
Jurnal AbdiMas Nusa Mandiri Vol. 8 No. 2 (2026): Periode April 2026
Publisher : LPPM Universitas Nusa Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33480/abdimas.v8i2.8239

Abstract

Climate change is a global issue and challenge that may have impacts in the future, thus requiring the strengthening of environmental literacy and awareness, particularly among the younger generation. This community service activity was aimed at new students of the Faculty of Forestry, Tadulako University, as educational partners in fostering an understanding of global climate change mitigation. The activity aimed to enhance participants’ knowledge, awareness, and commitment to the importance of climate change mitigation actions. The intervention was carried out through a public lecture featuring a speaker from the Green Institute, which included material presentation, interactive discussions, question-and-answer sessions, and reinforcement of sustainability values and the role of forests in climate change mitigation. This activity represents a form of community service intervention as it is oriented toward knowledge transfer, strengthening participants’ initial capacity, and fostering environmentally responsible attitudes. Post-activity evaluation was conducted using a descriptive quantitative approach through questionnaires. The evaluation results indicate that the public lecture, as an educational intervention in community service activities, had a positive initial impact on the target participants, with approximately 90% improvement in the knowledge dimension and 91% in the behavioral dimension. These findings suggest that public lectures contribute to strengthening climate literacy and fostering sustainable behavior within the university environment. This model can be replicated as an initial development approach for new students toward achieving a sustainable campus.