Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Urgensi Pelestarian Ekosistem Lingkungan Fisik Pada Destinasi Wisata: Pengalaman dari Kawasan Ekowisata Hutan Mangrove Batu Lumbang, Denpasar, Bali Harsanto Mursyid; Khusnul Bayu Aji; Madina Dwi Panuntun; M. Adika Faris Ihsan; Milda Longgeita Pinem
JURNAL MASTER PARIWISATA Volume 09, Nomor 01, Juli 2022
Publisher : Magister Tourism Study, Faculty of Tourism, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JUMPA.2022.v09.i01.p19

Abstract

The purpose of this study is to disclose the importance of preserving the Batu Lumbang mangrove forest in Denpasar, Bali. The mangrove forest is notable for its high biodiversity rate, and it is also become a popular tourist destination at the same time. This study employs convergent parallel mixed-methods data collection, which includes observation, mapping with Google Earth and Landsat 8 satellite imagery, semi-structured interviews with relevant key informants, and a literature review. Afterwards, descriptive techniques are used to analyse the data. The results indicate that the Batu Lumbang mangrove forest has a coverage area of approximately 85.9 Ha, with a rainfall tension of approximately 100 mm/year in the rain season and 60 mm/year in the dry season. Sixteen vegetation species were discovered in the mangrove forest compound, all of which are common in lowland and mangrove ecosystems. There are also 36 species of fauna, the majority of which are bird and avian in nature. Furthermore, changes in land cover indicate a vibrant ecosystem in the Batu Lumbang mangrove forest area. So far, three types of land cover have been identified: mangrove forests, water bodies and the built environment. Mangrove forests remain dominant among these three, accounting for 60.35 %. As a result, it is no wonder that mangroves have become the primary tourist attraction in Batu Lumbang. Some preservation efforts related to tourism activities that can be made based on its ecological value include: establishing a system of visitor management, dealing with waste problems, and spatial management in areas with high biodiversity as a form of rigorous conservation initiative. Keywords: preservation, ecosystem, mangrove, tourist destination, batu lumbang.
Assessing mangrove health index as a basis for degradation mitigation planning Toknok, Bau; Hulu, Amati Eltriman; Purnama, Rizky; Panuntun, Madina Dwi; Zamani, Istiqomah Shariati; Hasibuan, Dwi Kartika Asih
Journal of Degraded and Mining Lands Management Vol. 13 No. 2 (2026)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15243/jdmlm.2026.132.9953

Abstract

This study aimed to detect mangrove cover, analyze spatio-temporal changes, and assess mangrove health conditions in South Banawa District, Donggala Regency, using multi-temporal Sentinel-2A imagery. Mangrove detection was conducted using a machine learning based Decision Tree algorithm, while mangrove health was evaluated using the Mangrove Health Index (MHI). The variables included spectral bands and multiple spectral indices (NDVI, NDBI, MNDWI, CMRI, NBR, GCI, SIPI, and ARVI). The classification model demonstrated very high performance, with Overall Accuracy, Kappa, and F1-Score values exceeding 98%. The results indicated a decline in mangrove area from 123.96 ha to 95.5 ha, equivalent to a loss of 28.46 ha (22.96%) during the observation period. Degradation was spatially concentrated in areas with high accessibility and proximity to shrimp farming activities. Despite this decline, mangrove conditions were predominantly classified as healthy (87.56%), followed by moderate (12.41%) and poor (0.03%) categories. MHI-based mitigation strategies prioritize low-index areas for restoration through hydrological rehabilitation and buffer zone establishment, while healthy areas are primarily focused on conservation and periodic monitoring. This approach supports data-driven conservation planning, restoration prioritization, and sustainable coastal management based on remote sensing and machine learning.
Studi Perubahan Kerapatan Vegetasi di Daerah Aliran Sungai (DAS) Talise, Provinsi Sulawesi Tengah: (Study of Vegetation Density Changes in the Talise Watershed, Central Sulawesi Province) Madina Dwi Panuntun; Rizky Purnama; Novita Arumsari
Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia Vol. 6 No. 1 (2025): Celebica Jurnal Kehutanan Indonesia
Publisher : Jurusan Kehutanan -FHIL-UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daerah Aliran Sungai (DAS) Talise merupakan salah satu DAS di Provinsi Sulawesi Tengah dengan salah satu fungsinya yaitu menjaga kestabilan hidrologis. Vegetasi menjadi kontributor dasar penunjang fungsi DAS. Namun demikian, seiring berjalannya waktu perkembangan wilayah perkotaan dan pesisir berpeluang dapat mengakibatkan degradasi DAS. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan kerapatan vegetasi di DAS Talise. Perhitungan kerapatan vegetasi menggunakan algoritma Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) dengan alat bantu ArcGIS 10.8 dan Google Earth Engine (GEE). Bahan yang digunakan adalah Citra Sentinel 2A perekaman tahun 2019 dan 2024. Hasil menunjukkan bahwa penurunan luas wilayah kategori kerapatan vegetasi sangat rapat dan rapat sejalan dengan peningkatan luas wilayah kategori cukup rapat, tidak rapat, dan tidak terinterpretasi. Hal tersebut dibuktikan pada penurunan luas wilayah dengan kategori sangat rapat yang awalnya seluas ±40,67 ha pada tahun 2019 berubah menjadi 1,27 ha pada tahun 2024 dan peningkatan luas wilayah kategori cukup rapat dari ±69,81 ha pada tahun 2019 menjadi 135,17 ha pada tahun 2024. Mengingat bahwa pentingnya peran vegetasi di DAS, maka upaya perlindungan dan pengelolaan DAS terpadu perlu dilakukan sehingga dapat mengurangi terjadinya degradasi. Beberapa hasil tersebut dapat menjadi data pemantauan dasar dalam mendeteksi perubahan ekologis menggunakan indikator kerapatan vegetasi dan menjadi landasan ilmiah dalam perencanaan pengelolaan DAS Talise yang berkelanjutan.
PENGELOLAAN LINGKUNGAN PADA AREA REKLAMASI PT INSANI BARAPERKASA KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR: Environmental Management in the Reclamation Area of PT Insani Baraperkasa Kutai Kartanegara Regency East Kalimantan Province Novita Arumsari; Madina Dwi Panuntun; Auliya Rahmatul Ummah
Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia Vol. 6 No. 1 (2025): Celebica Jurnal Kehutanan Indonesia
Publisher : Jurusan Kehutanan -FHIL-UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

East Kalimantan as one of the largest coal producing regions in Indonesia faces significant challenges in post mining environmental management. Intensive coal mining activities can cause environmental damage, necessitating reclamation efforts to restore the disturbed ecosystem functions. This study aims to identify and analyze the environmental management practices implemented in the reclamation area of PT Insani Baraperkasa (PT IBP) in Kutai Kartanegara Regency, East Kalimantan. Reclamation activities are crucial for restoring the quality of soil and ecosystems that have been impacted. The study uses qualitative methods with field observations and interviews. The results show that PT IBP has implemented reclamation measures, including the use of bank soil, organic fertilizer, and the planting of pioneer and local plants to improve soil and ecosystem quality. Vegetation growth monitoring is conducted periodically to ensure the success of the reclamation. PT IBP's reclamation practices demonstrate the company's commitment to improving the condition of post-mining land and supporting environmental sustainability.
PEMETAAN SPASIAL KERAPATAN VEGETASI DAN SUHU PERMUKAAN DI HUTAN KOTA KAOMBONA, PALU, PROVINSI SULAWESI TENGAH Madina Dwi Panuntun; Rizky Purnama; Dwi Kartika Asih Hasibuan; Istiqomah Shariati Zamani
Jurnal Reka Lingkungan Vol 13, No 2 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan penduduk di kawasan perkotaan berpotensi dapat mengurangi fungsi hutan kota, seperti di Hutan Kota Kaombona, Palu. Mengingat bahwa pentingnya Hutan Kota Kaombona sebagai pengendali iklim mikro di kawasan perkotaan, monitoring kerapatan vegetasi serta prediksi suhu permukaan lahan perlu dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji variasi kerapatan vegetasi terhadap suhu permukaan di Hutan Kota Kaombona. Penelitian ini menggunakan permodelan spasial dengan Google Earth Engine (GEE) dan ArcGIS 10.8. Bahan yang digunakan adalah Citra Sentinel 2A dan Citra Landsat 8 OLI perekaman tahun 2024. Perhitungan kerapatan vegetasi dengan algoritma Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) dan prediksi suhu permukaan menggunakan perhitungan Land Surface Temperature (LST). Hasil menunjukkan bahwa Hutan Kota Kaombona memiliki kerapatan vegetasi dan suhu permukaan lahan yang bervariasi. Kerapatan vegetasi didominasi oleh kategori sangat rapat sebesar ±29,59 ha (45%). Distribusi suhu permukaan lahan di Hutan Kota Kaombona sekitar 28 - 44oC. Suhu hangat dan nomal mendominasi Hutan Kota Kaombona sekitar 26-35oC. Kerapatan vegetasi dan suhu permukaan di Hutan Kota Kaombona menunjukkan pengaruh yang cukup signifikan yakni sebesar 34,55%. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar evaluasi untuk menemukan rekomendasi solusi pengembangan Hutan Kota Palu yang berkelanjutan.