cover
Contact Name
Rangga Sururi
Contact Email
rekalingkungan@itenas.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
rekalingkungan@itenas.ac.id
Editorial Address
PHH. Street Mustapa 23 Bandung 40124
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Reka Lingkungan
ISSN : 23376228     EISSN : 27226077     DOI : https://doi.org/10.26760/rekalingkungan
Core Subject : Social,
Fokus keilmuan dari Jurnal Reka Lingkungan meliputi Teknologi dan Manajemen dari bidang Teknik dan Ilmu Lingkungan. Beberapa ruang lingkup dari Jurnal meliputi sebagai berikut, namun tidak terbatas pada lingkup dibawah ini: 1. Ekologi, 2. Kimia Lingkungan 3. Teknik Lingkungan 4. Ilmu Lingkungan 5. Kesehatan Lingkungan dan Toksikologi 6. Manajemen Lingkungan 7. Polusi lingkungan dan pembersihannya 8. Persampahan dan B3 9. Kualitas air dan pengolahan air minum dan air limbah 10. Mikrobiologi lingkungan 11. Pengelolaan sumber daya air 12 Polusi udara 13. Remediasi
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 14, No 1 (2026)" : 8 Documents clear
INTEGRATING DATA-DRIVEN MANAGEMENT AND PHYTOREMEDIATION FOR SUSTAINABLE PETROCHEMICAL WASTEWATER TREATMENT IN BALIKPAPAN Sipahutar, Merry Krisdawati
Jurnal Reka Lingkungan Vol 14, No 1 (2026)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v14i1.27-42

Abstract

Rapid industrialization in Balikpapan, East Kalimantan, Indonesia, has intensified petrochemical wastewater generation, contributing to persistent aquatic pollution. This study integrates data-driven management with phytoremediation to develop a sustainable framework for hazardous waste mitigation in industrial corridors. Through systematic data collection and descriptive analysis, key operational factors influencing waste intensity were identified, including production throughput, chemical feedstock use, and treatment system age as key determinants of waste intensity. Concurrently, a constructed wetland experiment assessed three macrophyte species (Eichhornia crassipes, Phragmites australis, and Typha latifolia) with and without rhizobacterial augmentation (Pseudomonas fluorescens MC46 and Sphingobacterium sp. MC43). After 60 days, Typha latifolia achieved the highest removal of BPA (79%), parabens (73%), Pb (83%), Cr (76%), and Ni (74%), while Eichhornia achieved the greatest reductions in COD (71%), BOD (68%), and TPH (68%). Rhizobacterial inoculation enhanced degradation by up to 25% through enzymatic biotransformation and biofilm formation. Integrating predictive analytics with experimental outcomes produced the Integrated Waste Management-Phytoremediation Framework (IWM-PF), which improved compliance (+33%), reduced pollutants (-74% COD; -76% metals), and enhanced circular economy integration (+2%). The IWM-PF presents a replicable, data-informed model for industrial wastewater governance aligned with Sustainable Development Goal (SDG) 6-Clean Water and Sanitation, fostering sustainable industrial transformation in Balikpapan.
PEMANFAATAN ZEOLIT NaY SEBAGAI ADSORBEN UNTUK PENGOLAHAN LIMBAH CAIR SISA PENGUJIAN CHEMICAL OXIGEN DEMAND (COD) Jayana, Rena; Fadlilah, Ilma; Prasadi, Oto
Jurnal Reka Lingkungan Vol 14, No 1 (2026)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v14i1.85-96

Abstract

Limbah yang dihasilkan oleh laboratorium kimia yang masih mengandung logam berat yaitu Fe merupakan definisi limbah cair sisa pengujian Chemical Oxygen Demand (COD). Adsorpsi merupakan satu dari beberapa metode yang dapat digunakan untuk mengolah limbah cair tersebut. Zeolit NaY merupakan zeolit sintesis dengan sumber Si dari limbah daun nipah dan sumber Al dari alumunium foil bekas yang digunakan sebagai adsorben untuk menurunkan logam Fe, Chemical Oxigen Demand (COD),  dan Total Suspended Solid (TDS) dalam limbah cair sisa pengujian COD. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui waktu kontak optimum zeolit NaY dalam mengolah limbah cair sisa pengujian COD. Limbah cair yang akan diolah menggunakan zeolit NaY akan dikondisikan pH awal nya di angka 5. Variasi waktu kontak zeolit NaY dengan limbah cair dalam penelitian ini yaitu 30 menit, 60 menit, 90 menit, 120 menit, dan 150 menit. Waktu kontak 120 menit dan 150 menit merupakan waktu kontak optimum oleh zeolit NaY yang dapat menyisihkan logam Fe dengan efisiensi sebesar 93,2 %. Parameter COD dapat disisihkan dengan efisiensi sebesar 31,4 % pada waktu kontak 150 menit. Serta parameter TDS dapat disisihkan dengan efisiensi sebesar 75,5 % pada waktu kontak 60 menit.Kata kunci: zeolit NaY, adsorpsi, limbah cair.
TRACING THE SOURCES AND TRANSPORT PATHWAYS OF PARTICULATE IN JAKARTA USING THE WRF-HYSPLIT MODEL DURING THE JULY 2023 POLLUTION EPISODE Batubara, Ririn Anggina; Pratama, Alvin; Nurlatifah, Amalia
Jurnal Reka Lingkungan Vol 14, No 1 (2026)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v14i1.13-26

Abstract

PM2.5 pollution remains a critical environmental and public health issue in Jakarta, particularly during the dry season when unfavorable meteorological conditions enhance pollutant accumulation. This study examines the sources and transport pathways of PM2.5 during a severe pollution episode in July 2023, utilizing a combined Weather Research and Forecasting (WRF) and Hybrid Single-Particle Lagrangian Integrated Trajectory (HYSPLIT) modeling approach. Meteorological simulations were evaluated against surface observations, while backward trajectory analyses were conducted using multiple meteorological datasets to assess the consistency of transport. The results indicate that PM2.5 transport into Jakarta was predominantly influenced by air masses originating from the east and southeast, associated with industrial activities, power plants, and local fire events in surrounding regions. The presence of the southeast monsoon contributed to reduced atmospheric dispersion, resulting in prolonged pollutant residence times over the urban area. Despite some limitations in wind speed simulation, the WRF model adequately represented key meteorological parameters relevant to trajectory analysis. These findings highlight that Jakarta’s air pollution is driven by the combined effects of local emissions and regional transport processes, emphasizing the need for integrated air quality management strategies that extend beyond administrative boundaries.
PERENCANAAN INSTALASI PENGOLAHAN AIR MINUM PASIRKALIKI KOTA CIMAHI Sururi, Mohamad Rangga; Ramadhan, Muh. Naufal Syafiq
Jurnal Reka Lingkungan Vol 14, No 1 (2026)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v14i1.97-112

Abstract

Minimnya tingkat pelayanan air bersih Di Kota Cimahi mengakibatkan terjadinya krisis air di beberapa kelurahan di Kota Cimahi, khususnya pada Kelurahan Melong, Cibeureum, Cigugur Tengah dan Cibabat yang mengalami krisis air bersih lebih besar dibandingkan dengan kelurahan lainnya . Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan merancang skema unit pengolahan yang efektif dalam menurunkan parameter yang melebihi baku mutu, sekaligus menentukan dimensi unit pengolahan sehingga dapat diketahui kebutuhan lahan untuk merancang instalasi pengolahan air minum Pasirkaliki. Metode perencanaan ini diawali dari penentuan lokasi studi, analisis sumber air baku yang digunakan, penentuan dosis koagulan dan penentuan alternatif skema pengolahan unit. Unit pengolahan yang terpilih dalam perencanaan IPA Pasirkaliki yaitu, Intake + Bar screen, Hydraulic Jump Coagulation, Over & Under Baffled Channel Floculation, Sedimentation with Plate settler, Rapid Sand Filter Multi Media (Pasir & Antrasit), Disinfection. Luasan lahan yang diperlukan dalam perencanaan unit IPA Pasirkaliki yaitu sebesar 432,6 m2.
PENGARUH UKURAN LEMPENG ALMUNIUM DAN WAKTU KONTAK PADA KARAKTERISTIK LIMBAH CAIR TAHU PASCA ELEKTROKOAGULASI Nugraha, Aditya Wahyu; Windiastuti, Elsa; Aprilya, Aristha
Jurnal Reka Lingkungan Vol 14, No 1 (2026)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v14i1.43-56

Abstract

Limbah cair tahu banyak dihasilkan selama produksi tahu mulai dari pembersihan kedelai, hingga pencetakan. Limbah cair tersebut mengandung polutan yang berbahaya bagi lingkungan jika dibuang secara langsung ke badan air tanpa pengolahan. Untuk menangani permasalahan tersebut,  elektrokoagulasi limbah cair tahu merupakan salah satu metode yang dapat digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh waktu kontak (20, 30, 40 menit) dan ukuran plat almunium (4x8, 5x8, 6x8 cm) terhadap penurunan polutan limbah cair industri tahu. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap. Data yang diperoleh diuji menggunakan anova dan diuji lanjut menggunakan BNJ taraf kepercayaan 95%. Hasil analisis menunjukkan bahwa semakin besar ukuran plat dan lama waktu kontak akan semakin besar penurunan TSS dan TDS limbah cair tahu, selain itu juga meningkatkan pH limbah cair. Berdasarkan hasil analisis, penggunaan ukuran plat 6x8 cm selama 40 menit merupakan perlakuan terbaik yang dapat menurunkan TSS hingga 717 mg/L, TDS 6.957 mg/L, menaikkan pH menjadi 6,7, serta menurunkan COD menjadi 660 mg/L dan kekeruhan 58,10 NTU. Namun belum memenuhi baku mutu air limbah tahu sehingga perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengoptimalkan proses koagulasi dalam pemenuhan baku mutu limbah cair tahu.
EVALUASI STATUS MUTU AIR SUNGAI GIRIAN (BITUNG, SULAWESI UTARA) MENGGUNAKAN INTEGRASI INDEKS PENCEMARAN DAN STORET Wijaya, Yosia Nico; Tulis, Daniel Harvey; Runtuwene, Maria; Rumampuk, Natalie Gwyneth; Holiyono, Angelina; Paath, Charlita Valentine
Jurnal Reka Lingkungan Vol 14, No 1 (2026)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v14i1.57-70

Abstract

Evaluasi kualitas air dan sedimen Sungai Girian di Kota Bitung penting dilakukan karena tekanan antropogenik dari industrialisasi, permukiman, dan aktivitas pelabuhan berpotensi menurunkan kualitas perairan. Penelitian ini bertujuan memetakan distribusi logam berat Hg, Pb, Cd, Cu, dan Ni serta menilai status mutu air dengan Indeks Pencemaran dan kondisi sedimen dengan metode STORET. Studi observasional dilakukan pada tiga stasiun air, yaitu hulu, tengah, dan muara, serta satu stasiun sedimen di muara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh logam terlarut pada kolom air masih berada di bawah baku mutu Kelas II. Walaupun terdeteksi peningkatan sesaat beban organik pada beberapa lokasi, nilai Indeks Pencemaran tetap berada pada kategori memenuhi baku mutu, dengan rerata 0,833 di 1GB, 0,739 di 2PK, dan 0,800 di 3MA. Sebaliknya, sedimen muara menunjukkan lonjakan Hg pada satu periode, meskipun skor STORET secara umum masih menunjukkan kondisi baik hingga sangat baik. Temuan ini menegaskan pentingnya pemantauan air dan sedimen secara terpadu untuk mendukung pengelolaan Sungai Girian yang berkelanjutan.
PENINGKATAN KUALITAS LINGKUNGAN PROSES PRODUKSI OLAHAN KAYU MANIS DENGAN PENDEKATAN LIFE CYCLE ASSESSMENT (LCA) Rama, M. Paldo; Aziz, Rizki; Dewilda, Yommi; Ridwan, M. Fachri
Jurnal Reka Lingkungan Vol 14, No 1 (2026)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v14i1.1-12

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daur hidup produk cassia stick, menilai potensi dampak lingkungan 20 kg cassia stick kemasan, dan memberikan rekomendasi perbaikan pada proses produksi. Penelitian ini menggunakan metode Life Cycle Assessment (LCA) dengan pendekatan gate-to-gate menggunakan software SimaPro 9.5 serta mengacu pada SNI ISO 14040:2016. Metode penilaian dampak lingkungan yang digunakan adalah CML IA Baseline. Hasil penelitian menunjukkan dampak lingkungan 20 kg cassia stick kemasan, dengan Global Warming Potential (GWP100a) sebesar 22,26 kg CO2-eq, Ozone Depletion Potential (ODP) sebesar 2,43x10-7 kg CFC-11-eq, Human Toxicity Potential (HTP) sebesar 6,44 kg 1,4-DB-eq, Freshwater Ecotoxicity Potential (FEP) sebesar 8,32 kg 1,4-DB-eq, Photochemical Oxidation Potential (POFP) sebesar 5,73x10-3 kg C2H2-eq, Eutrophication sebesar 5,25x10-2 kg PO4-eq, dan Acidification sebesar 5,17x10-2 kg SO2-eq. Analisis perbaikan hasil menunjukkan bahwa modifikasi alat pemotong menjadi alat pemotong otomatis menggunakan motor listrik 2 HP dan kecepatan putaran 1.400 rpm dapat menurunkan dampak lingkungan sebesar 7,69-60,1%.Kata kunci: Cassia stick ;gate-to-gate; dampak lingkungan;LCA
BIOPORE EFFECTIVENESS IN INCREASING SOIL ORGANIC CARBON AND ADDRESSING ENVIRONMENTAL ISSUES Putra, Farhan Akmala; Santoso, Siswanto Imam; Setiadi, Agus; Saputra, Andre Dika; Putra Pradana, Wakhid Ikhfannida Cahya; Rizki, Jovan Rafi
Jurnal Reka Lingkungan Vol 14, No 1 (2026)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v14i1.71-84

Abstract

The study, conducted in May 2024, focused on searching the Scopus.com database for literature on biopores, resulting in 208 articles published between 1985 and 2024 as the final dataset. Metadata was obtained from Scopus.com and analyzed descriptively. The dataset was exported into Excel CSV format and subsequently processed using VOSViewer (VV) version 1.6.20 to provide a clear overview of the research landscape. Findings revealed variations in the number of publications on biopores over time, with Kautz recognized as the most prolific scholar. The main publication outlets included the IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, Soil and Tillage Research, and Geoderma. The dominant document categories were journal articles, conference proceedings, and reviews. Germany, the United States, and Indonesia emerged as the leading contributors to biopore-related research. Influential institutions in this field were the University of Bonn, Leibniz Centre for Agricultural Landscape Research (ZALF e.V.), and the University of Copenhagen. The results further indicated that biopores contribute significantly to enhancing soil organic carbon, thereby improving soil fertility and agricultural productivity. Moreover, biopores were shown to be an effective approach for managing organic waste by transforming it into compost, which in turn supports higher land productivity.

Page 1 of 1 | Total Record : 8