Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol 4, No 2 (2016)"
:
10 Documents
clear
Studi Komparasi Sistem Pengelolaan Sampah dengan Biodigester (Kelurahan Cibangkong dan Kelurahan Cilengkrang)
AMANDASARI H, NESYA
Jurnal Reka Lingkungan Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (457.344 KB)
|
DOI: 10.26760/rekalingkungan.v4i2.%p
ABSTRAK Biodigester merupakan teknologi pengolahan dengan penambahan mikroorganisme sebagai starter agar mempercepat proses dekomposisi material organik tanpa udara. Biodigester dapat menghasilkan gas dan pupuk cair organik serta mengurangi timbulan sampah di Cibangkong dan Cilengkrang. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kelayakan substrat, kualitas pupuk cair, dan efisiensi pengurangan sampah. Kelurahan Cibangkong dan Cilengkrang telah memiliki biodigester. Pemasukan substrat untuk biodigester di Cibangkong menggunakan sistem kontinyu, sedangkan di Cilengkrang menggunakan sistem semi kontinyu. Wilayah Cibangkong termasuk daerah perkotaan dan Cilengkrang termasuk ke dalam daerah pedesaan, sehingga terdapat perbedaan pola hidup dan kuantitas timbulan sampah.Tahapan penelitian ini meliputi pengukuran karakteristik sampah, kualitas pupuk cair, dan efisiensi pengurangan sampah. Hasil pengukuran di laboratorium karakteristik sampah telah memenuhi rasio C:N:P pada proses anaerob, dimana wilayah Cibangkong yaitu 32:1592:50 dan Cilengkrang 31:8142:267. Kualitas pupuk cair dikedua wilayah studi telah memenuhi standar pH, dimana wilayah Cibangkong yaitu 9 dan Cilengkrang yaitu 5. Efisiensi pengurangan sampah dengan biodigester yang paling tinggi terdapat pada wilayah Cilengkrang sebesar 14,25%sedangkan untuk Cibangkong sebesar 0,67%. Kata kunci: Biodigester; kelayakan substrat; kualitas pupuk; efisiensi pengurangan sampah
Identifikasi Resiko pada Rencana Pengamanan Air Minum (RPAM) Operator untuk Sumber Air Permukaan di PDAM Tirta Raharja Kabupaten Bandung
ADIYANTI, DEWI NUR
Jurnal Reka Lingkungan Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (356.132 KB)
|
DOI: 10.26760/rekalingkungan.v4i2.%p
ABSTRAK UU No. 11 Tahun 1974 dan target RPJMN 2015-2019, mengharuskan PDAM Tirta Raharja Kabupaten Bandung untuk menyuplai air minum yang sehat dan berkualitas. Hal ini terkendala oleh penurunan kualitas air permukaan akibat banyaknya pencemar, penurunan kuantitas air akibat musim kemarau dan perebutan air, penurunan kontinuitas air akibat debit air yang didapat semakin berkurang, dan penuruan keterjangkauan pembelian air bagi pelanggan akibat biaya operasi yang semakin meningkat. RPAM dapat menjadi solusi untuk mengamankan air minum dari sumber hingga pelanggan melalui analisa dan manajemen resiko dari hasil inventarisasi dokumen, survei, dan diskusi. Identifikasi resiko pada dokumen RPAM merupakan tahapan untuk menentukan besar skor resiko/prioritas terhadap kejadian bahaya pada SPAM. Resiko yang memiliki prioritas tinggi ialah penurunan kualitas-kuantitas-kontinuitas air baku, peningkatan penggunaan koagulan dan pencucian filter, proses drain tidak efektif, produksi terhenti akibat tidak tersedianya listrik cadangan, penurunan kualitas dan kuantitas air minum. Kata kunci: RPAM, PDAM Tirta Raharja Kabupaten Bandung, Air Permukaan, Besar Skor Resiko
Perencanaan Sistem Instalasi Plambing Air Bersih Gedung Hotel Tebu
AFFIANDI, JUNIA
Jurnal Reka Lingkungan Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (563.176 KB)
|
DOI: 10.26760/rekalingkungan.v4i2.%p
ABSTRAK Kota Bandung merupakan kota pariwisata yang banyak dikunjungi oleh para wisatawan, maka diperlukan tempat penginapan sementara berupa hotel. Hotel Tebu merupakan hotel berbintang. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari pada penghuni hotel maka dirancang sistem perpipaan air bersih, perencanaan sistem instalasi plambing air bersih di hotel Tebu mengacu pada standar SNI 03-6481-2002 dan SNI 03-7065-2005. Konsep Green Building pada aspek konservasi air diterapkan pada perencanaan plambing air bersih karena persediaan sumbar air tanah yang semakin berkurang di Kota Bandung, didalam konsep Green Building sistem instalasi plambing air bersih akan dipisahkan menjadi dua jalur berdasarkan kegunaannya, yaitu air bersih kelas satu dan kelas dua. Penggunaan konsep Green Building ini menghasilkan penghematan air sebesar 54,43 % dari total kebutuhan air bersih sebesar 79 m3/hari. Hasil perhitungan dan penentuan jalur ini menghasilkan jalur pipa air bersih dengan diameter pipa mendatar 20 sampai 80 mm, dan diameter pipa tegak 50 sampai 80 mm. Kata kunci: plambing, green building, konservasi air
Studi Tingkat Partisipasi Pedagang dalam Pengelolaan Sampah Berbasis 3r di Pasar Induk Gedebage
NURFITRIANA, WISYE
Jurnal Reka Lingkungan Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (568.523 KB)
|
DOI: 10.26760/rekalingkungan.v4i2.%p
ABSTRAK Salah satu sumber penyebab tingginya jumlah timbulan sampah di perkotaan adalah sampah yang berasal dari pasar. Pasar Induk Gedebage memiliki timbulan sampah sebesar 60.413,7 liter/hari atau 16.357,5 kg/hari. Komposisi sampah di pasar tersebut didominasi oleh sampah organik sebesar 55%, sebaiknya dapat dilakukan sistem pengelolaan sampah seperti pengomposan ataupun dengan alternatif lain. Sistem pengomposan tersebut tidak berjalan karena kurang adanya partisipasi. Sistem tersebut dapat berjalan optimal apabila adanya partisipasi dari para pedagang untuk melakukan pemilahan sampah mulai dari sumber, maka diperlukan identifikasi tingkat partisipasi pedagang. Pengukuran tingkat partisipasi pedagang tersebut menggunakan kuisioner. Sistem pengomposan tidak memiliki efisiensi dalam pengurangan timbulan sampah, efisiensi pengurangan sampah barang lapak sebesar 0,35%, dan SPA sebesar 68,1%. Metode kuisioner yang diolah menggunakan diagram kartesius tersebut bahwa pedagang sayur, buah, daging, beras, plastik dan kelontong memiliki tingkat keinginan tinggi dan pengetahuan rendah. Pedagang grosir memiliki tingkat keinginan rendah dan pengetahuan rendah, sedangkan pedagang kue memiliki keinginan tinggi dan pengetahuan tinggi. Kata Kunci : Sampah, Pengelolaan sampah berbasis 3R, Efisiensi, Tingkat partisipasi.
Evaluasi Dimensi Saluran Air Buangan Komunal Kampung Tegal Kawung RT 5 RW 8 Cipageran Kota Cimahi
ABDILLAH, FIKRI MUHAMMAD
Jurnal Reka Lingkungan Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (524.073 KB)
|
DOI: 10.26760/rekalingkungan.v4i2.%p
ABSTRAK Dimensi saluran air buangan dipengaruhi oleh timbulan air buangan yang dialirkan dalam saluran yang berkaitan dengan besaran konsumsi air bersih. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi dimensi saluran air buangan komunal di Kampung Tegal Kawung RT 5 RW 8 Cipageran Kota Cimahi melalui metode survei dengan pembagian kuesioner sebagai sumber besaran konsumsi air bersih, melakukan pengukuran seperti kedalaman dan diameter saluran, perhitungan timbulan air buangan, serta analisis dimensi saluran air buangan menggunakan nomograph. Diketahui melalui penelitian bahwa ukuran diameter saluran air buangan komunal yang melayani 37 KK memiliki besaran konsumsi air 134,33 liter/orang/hari dengan timbulan air buangan sebesar 11,39 liter/detik, cukup dengan menggunakan pipa 4 inci. Ketidaksesuaian kebutuhan diameter saluran air buangan dapat mempengaruhi efektivitas dan efisiensi seperti biaya pembelian pipa, upah pekerja, kedalaman galian termasuk pembiayaannya seperti biaya penggalian serta buangan tanah, dan kemampuan saluran menyalurkan air buangan yang dipengaruhi nilai d/D yang hanya memiliki nilai sebesar 0,09. Â Kata Kunci: dimensi saluran air buangan, sistem komunal, nomograph
Studi Komparasi Sistem Pengelolaan Sampah dengan Biodigester (Kelurahan Cibangkong dan Kelurahan Cilengkrang)
NESYA AMANDASARI H;
SITI AINUN;
ETIH HARTATI
Jurnal Reka Lingkungan Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26760/rekalingkungan.v4i2.%p
ABSTRAKBiodigester merupakan teknologi pengolahan dengan penambahan mikroorganisme sebagai starter agar mempercepat proses dekomposisi material organik tanpa udara. Biodigester dapat menghasilkan gas dan pupuk cair organik serta mengurangi timbulan sampah di Cibangkong dan Cilengkrang. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kelayakan substrat, kualitas pupuk cair, dan efisiensi pengurangan sampah. Kelurahan Cibangkong dan Cilengkrang telah memiliki biodigester. Pemasukan substrat untuk biodigester di Cibangkong menggunakan sistem kontinyu, sedangkan di Cilengkrang menggunakan sistem semi kontinyu. Wilayah Cibangkong termasuk daerah perkotaan dan Cilengkrang termasuk ke dalam daerah pedesaan, sehingga terdapat perbedaan pola hidup dan kuantitas timbulan sampah.Tahapan penelitian ini meliputi pengukuran karakteristik sampah, kualitas pupuk cair, dan efisiensi pengurangan sampah. Hasil pengukuran di laboratorium karakteristik sampah telah memenuhi rasio C:N:P pada proses anaerob, dimana wilayah Cibangkong yaitu 32:1592:50 dan Cilengkrang 31:8142:267. Kualitas pupuk cair dikedua wilayah studi telah memenuhi standar pH, dimana wilayah Cibangkong yaitu 9 dan Cilengkrang yaitu 5. Efisiensi pengurangan sampah dengan biodigester yang paling tinggi terdapat pada wilayah Cilengkrang sebesar 14,25%sedangkan untuk Cibangkong sebesar 0,67%. Kata kunci: Biodigester; kelayakan substrat; kualitas pupuk; efisiensi pengurangan sampah
Identifikasi Resiko pada Rencana Pengamanan Air Minum (RPAM) Operator untuk Sumber Air Permukaan di PDAM Tirta Raharja Kabupaten Bandung
DEWI NUR ADIYANTI;
RACHMAWATI S.DJ,;
DYAH ASRI HANDAYANI
Jurnal Reka Lingkungan Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26760/rekalingkungan.v4i2.%p
ABSTRAKUU No. 11 Tahun 1974 dan target RPJMN 2015-2019, mengharuskan PDAM Tirta Raharja Kabupaten Bandung untuk menyuplai air minum yang sehat dan berkualitas. Hal ini terkendala oleh penurunan kualitas air permukaan akibat banyaknya pencemar, penurunan kuantitas air akibat musim kemarau dan perebutan air, penurunan kontinuitas air akibat debit air yang didapat semakin berkurang, dan penuruan keterjangkauan pembelian air bagi pelanggan akibat biaya operasi yang semakin meningkat. RPAM dapat menjadi solusi untuk mengamankan air minum dari sumber hingga pelanggan melalui analisa dan manajemen resiko dari hasil inventarisasi dokumen, survei, dan diskusi. Identifikasi resiko pada dokumen RPAM merupakan tahapan untuk menentukan besar skor resiko/prioritas terhadap kejadian bahaya pada SPAM. Resiko yang memiliki prioritas tinggi ialah penurunan kualitas-kuantitas-kontinuitas air baku, peningkatan penggunaan koagulan dan pencucian filter, proses drain tidak efektif, produksi terhenti akibat tidak tersedianya listrik cadangan, penurunan kualitas dan kuantitas air minum.Kata kunci: RPAM, PDAM Tirta Raharja Kabupaten Bandung, Air Permukaan, Besar Skor Resiko
Perencanaan Sistem Instalasi Plambing Air Bersih Gedung Hotel Tebu
JUNIA AFFIANDI;
KANCITRA PHARMAWATI;
ANINDITO NURPRABOWO
Jurnal Reka Lingkungan Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26760/rekalingkungan.v4i2.%p
ABSTRAKKota Bandung merupakan kota pariwisata yang banyak dikunjungi oleh para wisatawan, maka diperlukan tempat penginapan sementara berupa hotel. Hotel Tebu merupakan hotel berbintang. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari pada penghuni hotel maka dirancang sistem perpipaan air bersih, perencanaan sistem instalasi plambing air bersih di hotel Tebu mengacu pada standar SNI 03-6481-2002 dan SNI 03-7065-2005. Konsep Green Building pada aspek konservasi air diterapkan pada perencanaan plambing air bersih karena persediaan sumbar air tanah yang semakin berkurang di Kota Bandung, didalam konsep Green Building sistem instalasi plambing air bersih akan dipisahkan menjadi dua jalur berdasarkan kegunaannya, yaitu air bersih kelas satu dan kelas dua. Penggunaan konsep Green Building ini menghasilkan penghematan air sebesar 54,43 % dari total kebutuhan air bersih sebesar 79 m3/hari. Hasil perhitungan dan penentuan jalur ini menghasilkan jalur pipa air bersih dengan diameter pipa mendatar 20 sampai 80 mm, dan diameter pipa tegak 50 sampai 80 mm.Kata kunci: plambing, green building, konservasi air
Studi Tingkat Partisipasi Pedagang dalam Pengelolaan Sampah Berbasis 3r di Pasar Induk Gedebage
WISYE NURFITRIANA;
ETIH HARTATI;
SITI AINUN
Jurnal Reka Lingkungan Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26760/rekalingkungan.v4i2.%p
ABSTRAKSalah satu sumber penyebab tingginya jumlah timbulan sampah di perkotaan adalah sampah yang berasal dari pasar. Pasar Induk Gedebage memiliki timbulan sampah sebesar 60.413,7 liter/hari atau 16.357,5 kg/hari. Komposisi sampah di pasar tersebut didominasi oleh sampah organik sebesar 55%, sebaiknya dapat dilakukan sistem pengelolaan sampah seperti pengomposan ataupun dengan alternatif lain. Sistem pengomposan tersebut tidak berjalan karena kurang adanya partisipasi. Sistem tersebut dapat berjalan optimal apabila adanya partisipasi dari para pedagang untuk melakukan pemilahan sampah mulai dari sumber, maka diperlukan identifikasi tingkat partisipasi pedagang. Pengukuran tingkat partisipasi pedagang tersebut menggunakan kuisioner. Sistem pengomposan tidak memiliki efisiensi dalam pengurangan timbulan sampah, efisiensi pengurangan sampah barang lapak sebesar 0,35%, dan SPA sebesar 68,1%. Metode kuisioner yang diolah menggunakan diagram kartesius tersebut bahwa pedagang sayur, buah, daging, beras, plastik dan kelontong memiliki tingkat keinginan tinggi dan pengetahuan rendah. Pedagang grosir memiliki tingkat keinginan rendah dan pengetahuan rendah, sedangkan pedagang kue memiliki keinginan tinggi dan pengetahuan tinggi.Kata Kunci : Sampah, Pengelolaan sampah berbasis 3R, Efisiensi, Tingkat partisipasi.
Evaluasi Dimensi Saluran Air Buangan Komunal Kampung Tegal Kawung RT 5 RW 8 Cipageran Kota Cimahi
FIKRI MUHAMMAD ABDILLAH;
M. RANGGA SURURI
Jurnal Reka Lingkungan Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26760/rekalingkungan.v4i2.%p
ABSTRAK  Dimensi saluran air buangan dipengaruhi oleh timbulan air buangan yang dialirkan dalam saluran yang berkaitan dengan besaran konsumsi air bersih. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi dimensi saluran air buangan komunal di Kampung Tegal Kawung RT 5 RW 8 Cipageran Kota Cimahi melalui metode survei dengan pembagian kuesioner sebagai sumber besaran konsumsi air bersih, melakukan pengukuran seperti kedalaman dan diameter saluran, perhitungan timbulan air buangan, serta analisis dimensi saluran air buangan menggunakan nomograph. Diketahui melalui penelitian bahwa ukuran diameter saluran air buangan komunal yang melayani 37 KK memiliki besaran konsumsi air 134,33 liter/orang/hari dengan timbulan air buangan sebesar 11,39 liter/detik, cukup dengan menggunakan pipa 4 inci. Ketidaksesuaian kebutuhan diameter saluran air buangan dapat mempengaruhi efektivitas dan efisiensi seperti biaya pembelian pipa, upah pekerja, kedalaman galian termasuk pembiayaannya seperti biaya penggalian serta buangan tanah, dan kemampuan saluran menyalurkan air buangan yang dipengaruhi nilai d/D yang hanya memiliki nilai sebesar 0,09. Kata Kunci: dimensi saluran air buangan, sistem komunal, nomograph