Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol 6, No 1 (2018)"
:
10 Documents
clear
Hubungan Partisipasi Masyarakat terhadap Sistem Pengelolaan Sampah di Kelurahan Sukaluyu
PRATIWI, FINKA AYU
Jurnal Reka Lingkungan Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (229.383 KB)
|
DOI: 10.26760/rekalingkungan.v6i1.%p
AbstrakMeningkatnya timbulan sampah salah satunya dipengaruhi oleh semakin bertambahnya jumlah penduduk. Peningkatan timbulan sampah di Kota Bandung pada tahun 2014 yaitu sebesar 1.523 ton/hari sedangkan tahun 2015 sebesar 1.670 ton/hari. Meskipun demikian, tingkat pelayanan sampah di Kota Bandung pada tahun 2015 sebesar 51,85%. Artinya, sekitar 48,15% tidak terkelola, sehingga perlu adanya partisipasi dari masyarakat. Oleh karena itu, dalam upaya mengatasimasalah sampah, perlu dilakukan peningkatan peran serta masyarakat sejak dari sumber. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan partisipasi masyarakat terhadap sistem pengelolaan sampah di Kelurahan Sukaluyu. Pengukuran tingkat partisipasi masyarakat dengan menggunakan konsep 8 (delapan) tangga dari Arnstein. Data penelitian diperoleh melalui wawancara yang dianalisis dengan menggunakan regresi linear sederhana. Hasil pengukuran partisipasi masyarakat menunjukkan bahwa tingkat partisipasi masyarakat terbesar terdapat pada tingkat manipulasi sebesar 63% dan sebesar 77,9% adanya pengaruh dari sistem terhadap partisipasi masyarakat. Disarankan dengan adanya pendidikan lingkunganmaka akan meningkatkan partisipasi masyarakat terhadap pengelolaan sampah.Kata Kunci : Arnstein, Pengelolaan Sampah, Tingkat Partisipasi Masyarakat, Kelurahan Sukaluyu,
Pengaruh Variasi Sirkulasi Substrat terhadap Penyisihan Senyawa Organik pada Reaktor Metanogenesis
AMALIYAH, IKRIMA NURUL
Jurnal Reka Lingkungan Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (176.129 KB)
|
DOI: 10.26760/rekalingkungan.v6i1.%p
ABSTRAKMayoritas sampah di Indonesia ialah sampah organik, sehingga perlu dilakukan pengolahan untuk mengurangi sampah yang masuk ke TPA. Alternatif pengolahan sampah organik yang dilakukan adalah digester anaerobik. Penelitian ini mengolah sampah organik dari cafetaria Itenas menggunakan reaktor fixed bed digester anaerobik.Volume Kerja reaktor fixed bed ini ialah 180 liter dengan media sponge filter. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh waktu sirkulasi substrat terhadap penyisihan senyawa organik. Variasi sirkulasi substrat yang dilakukan ialah sebanyak 5, 6, dan 7 jam sirkulasi. Metode pengukuran yang digunakan pada parameter Chemical Oxygen Demand(COD) danTotal Asam Volatil (TAV) ialah standar method for the eximination water and wastewater 22th edition, sedangkan pengukuran parameter pH dan temperatur menggunakan metode SNI (Standar Nasional Indonesia). Hasil dari penelitian ini ialah perolehan penyisihan senyawa organik, yaitu penyisihan COD sebesar 86,67% dan penyisihan TAV sebesar 85,52 % pada waktu sirkulasi 7 jam/ hari dengan menerapkan reaktor fixed bed.Kata kunci : proses anaerob, reaktor metanogenesis, sirkulasi substrat
Seeding dan Aklimatisasi pada Proses Anaerob Two Stage System menggunakan Reaktor Fixed Bed
ANANDA, RIZKI AMALIA
Jurnal Reka Lingkungan Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (115.594 KB)
|
DOI: 10.26760/rekalingkungan.v6i1.%p
AbstrakProses anaerob adalah suatu aktivitas pemecahan bahan-bahan organik oleh mikroorganisme dalam keadaan tanpa oksigen. Pada proses anaerob perlu adanya seeding dan aklimatisasi agar mikroorganisme dapat menyesuaikan diri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkondisikan mikroorganisme agar dapat menyesuaikan diri dengan materi organik yang akan diolah yaitu substrat dari sampah organik yang berasal dari Cafetaria Itenas. Pada penelitian ini proses anaerob yang dilakukan menggunakan two stage anaerobic digestion system, dimana pengkondisian substrat berupa penguraian materi organik menjadi asam volatil dilakukan di dalam reaktor hidrolisis, sedangkan seeding dan aklimatisasi dilakukan di reakator metanogenesis. Parameter yang diperiksa selama seeding dan aklimatisasi adalah pH, temperatur dan COD. Hasil penelitian menunjukan bahwa aktivitas mikroorganisme telah dapat berkembang biak dengan baik dalam waktu 11 hari pada proses aklimatisasi. Selama proses aklimatisasi, fluktuasi penyisihan COD pada hari ke 9 hingga 11 telah relatif konstan yaitu sebesar 10% dan tidak terjadi lagi penurunan. Selama proses aklimatisasi pH berada pada rentang 6,73-8,47 dan temperatur berada pada rentang 28,00°C-30,60°C.
Identifikasi Tingkat Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan Air Bersih di Kelurahan Cihaurgeulis
PERMATASARI, CITRA
Jurnal Reka Lingkungan Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (117.447 KB)
|
DOI: 10.26760/rekalingkungan.v6i1.%p
AbstrakPartisipasi masyarakat dalam pengelolaan air bersih didefinisikan sebagai keterlibatan langsung masyarakat dalam menjaga dan meningkatkan ketersediaan air bersih secara kualitas, kuantitas, dan kontinuitas. Keterlibatan masyarakat dapat menimbulkan adanya rasa memiliki serta bertanggungjawab akan pentingnya air bersih yang akan berdampak terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan sekitar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur tingkat partisipasi masyarakat terhadap pengelolaan air bersih di Kelurahan Cihaurgeulis. Pengukuran tingkat partisipasi masyarakat menggunakan konsep Arnstein (A Ladder of Citizen Participation). Metode pengumpulan data dilakukan dengan wawancara. Hasil yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Untuk menentukan jumlah responden menggunakan teknik stratified sistematis sampling. Hasil pengukuran menunjukkan tingkat partisipasi masyarakat terbesar terdapat pada tingkat informing (32%). Disarankan adanya pendidikan lingkungan yang formal dan memberikan pelayanan pengelolaan air bersih yang dapat meningkatkan ketersediaan air bersih.Kata kunci: Tingkat partisipasi, masyarakat, air bersih.
Penyusunan Rantai Pasok pada Rencana Pengamanan Air Minum (RPAM) Operator untuk Sumber Mata Air di PDAM Tirta Raharja Kabupaten Bandung
AZIZAH, ARINA NUR
Jurnal Reka Lingkungan Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (301.268 KB)
|
DOI: 10.26760/rekalingkungan.v6i1.%p
AbstrakRencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 menetapkan target 100% akses sumber air bersih dengan tujuan terpenuhinya penyediaan air minum untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.Seiring dengan target RPJMN, PP No. 122 tahun 2015 menyatakan bahwa pemerintah wajib menjamin ketersediaan air baku yang memenuhi baku mutu yang ditetapkan untuk penyediaan air minum sesuai dengan peraturan. PDAM Tirta Raharja Kab. Bandung sebagai objek kajian, memiliki 9 Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dengan 12 titik sumber air baku mata air yang menghasilkan debit produksi total sebesar 118 L/detik yang berpotensi dan selain itu memiliki beberapa kejadian bahaya yang berkaitan dengan aspek penyediaan air minum.Dokumen Rencana Pengamanan Air Minum (RPAM)adalah adaptasi dari program Water Safety Plan (WSP) WHOsebagai upaya mitigasi kejadian bahaya yang digagas oleh pemerintah. Komponen awal RPAM adalah pembuatan rantai pasok.Rantai pasoksebagai pokok kajian memiliki tujuan untuk mendeskripsikan setiap komponenunit Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM). Penyusunan dilakukan dengan cara inventarisasi dari dokumen PDAM terkait, observasi lapangan, dan wawancara dengan pihak PDAM. Kajian ini menghasilkan 9 buah rantai pasok yang terbagi berdasarkan tingkat kompleksitas SPAM, merujuk pada jumlah dan jenis unit SPAM serta wilayah pelayanan SPAM. Adapun klasifikasi yang diperoleh adalah satu buah rantai pasok kompleks, lima buah rantai pasok menengah, dan tiga buah rantai pasok sederhana. Rantai pasok dapat menjadi referensi bagi PDAM untukmelakukan identifikasi kejadian bahaya dan risiko yang dapat ditimbulkan.Kata kunci: Rantai Pasok, SPAM, RPAM, Mata Air, PDAM Tirta Raharja Kab. Bandung.
Identifikasi Tingkat Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan Air Bersih di Kelurahan Cihaurgeulis
CITRA PERMATASARI;
JULI SOEMIRAT;
SITI AINUN
Jurnal Reka Lingkungan Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26760/rekalingkungan.v6i1.%p
AbstrakPartisipasi masyarakat dalam pengelolaan air bersih didefinisikan sebagai keterlibatan langsung masyarakat dalam menjaga dan meningkatkan ketersediaan air bersih secara kualitas, kuantitas, dan kontinuitas. Keterlibatan masyarakat dapat menimbulkan adanya rasa memiliki serta bertanggungjawab akan pentingnya air bersih yang akan berdampak terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan sekitar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur tingkat partisipasi masyarakat terhadap pengelolaan air bersih di Kelurahan Cihaurgeulis. Pengukuran tingkat partisipasi masyarakat menggunakan konsep Arnstein (A Ladder of Citizen Participation). Metode pengumpulan data dilakukan dengan wawancara. Hasil yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Untuk menentukan jumlah responden menggunakan teknik stratified sistematis sampling. Hasil pengukuran menunjukkan tingkat partisipasi masyarakat terbesar terdapat pada tingkat informing (32%). Disarankan adanya pendidikan lingkungan yang formal dan memberikan pelayanan pengelolaan air bersih yang dapat meningkatkan ketersediaan air bersih.Kata kunci: Tingkat partisipasi, masyarakat, air bersih.
Penyusunan Rantai Pasok pada Rencana Pengamanan Air Minum (RPAM) Operator untuk Sumber Mata Air di PDAM Tirta Raharja Kabupaten Bandung
ARINA NUR AZIZAH;
RACHMAWATI S.DJ;
DYAH ASRI HANDAYANI
Jurnal Reka Lingkungan Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26760/rekalingkungan.v6i1.%p
AbstrakRencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 menetapkan target 100% akses sumber air bersih dengan tujuan terpenuhinya penyediaan air minum untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.Seiring dengan target RPJMN, PP No. 122 tahun 2015 menyatakan bahwa pemerintah wajib menjamin ketersediaan air baku yang memenuhi baku mutu yang ditetapkan untuk penyediaan air minum sesuai dengan peraturan. PDAM Tirta Raharja Kab. Bandung sebagai objek kajian, memiliki 9 Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dengan 12 titik sumber air baku mata air yang menghasilkan debit produksi total sebesar 118 L/detik yang berpotensi dan selain itu memiliki beberapa kejadian bahaya yang berkaitan dengan aspek penyediaan air minum.Dokumen Rencana Pengamanan Air Minum (RPAM)adalah adaptasi dari program Water Safety Plan (WSP) WHOsebagai upaya mitigasi kejadian bahaya yang digagas oleh pemerintah. Komponen awal RPAM adalah pembuatan rantai pasok.Rantai pasoksebagai pokok kajian memiliki tujuan untuk mendeskripsikan setiap komponenunit Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM). Penyusunan dilakukan dengan cara inventarisasi dari dokumen PDAM terkait, observasi lapangan, dan wawancara dengan pihak PDAM. Kajian ini menghasilkan 9 buah rantai pasok yang terbagi berdasarkan tingkat kompleksitas SPAM, merujuk pada jumlah dan jenis unit SPAM serta wilayah pelayanan SPAM. Adapun klasifikasi yang diperoleh adalah satu buah rantai pasok kompleks, lima buah rantai pasok menengah, dan tiga buah rantai pasok sederhana. Rantai pasok dapat menjadi referensi bagi PDAM untukmelakukan identifikasi kejadian bahaya dan risiko yang dapat ditimbulkan.Kata kunci: Rantai Pasok, SPAM, RPAM, Mata Air, PDAM Tirta Raharja Kab. Bandung.
Hubungan Partisipasi Masyarakat terhadap Sistem Pengelolaan Sampah di Kelurahan Sukaluyu
FINKA AYU PRATIWI;
JULI SOEMIRAT;
SITI AINUN
Jurnal Reka Lingkungan Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26760/rekalingkungan.v6i1.%p
AbstrakMeningkatnya timbulan sampah salah satunya dipengaruhi oleh semakin bertambahnya jumlah penduduk. Peningkatan timbulan sampah di Kota Bandung pada tahun 2014 yaitu sebesar 1.523 ton/hari sedangkan tahun 2015 sebesar 1.670 ton/hari. Meskipun demikian, tingkat pelayanan sampah di Kota Bandung pada tahun 2015 sebesar 51,85%. Artinya, sekitar 48,15% tidak terkelola, sehingga perlu adanya partisipasi dari masyarakat. Oleh karena itu, dalam upaya mengatasimasalah sampah, perlu dilakukan peningkatan peran serta masyarakat sejak dari sumber. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan partisipasi masyarakat terhadap sistem pengelolaan sampah di Kelurahan Sukaluyu. Pengukuran tingkat partisipasi masyarakat dengan menggunakan konsep 8 (delapan) tangga dari Arnstein. Data penelitian diperoleh melalui wawancara yang dianalisis dengan menggunakan regresi linear sederhana. Hasil pengukuran partisipasi masyarakat menunjukkan bahwa tingkat partisipasi masyarakat terbesar terdapat pada tingkat manipulasi sebesar 63% dan sebesar 77,9% adanya pengaruh dari sistem terhadap partisipasi masyarakat. Disarankan dengan adanya pendidikan lingkunganmaka akan meningkatkan partisipasi masyarakat terhadap pengelolaan sampah.Kata Kunci : Arnstein, Pengelolaan Sampah, Tingkat Partisipasi Masyarakat, Kelurahan Sukaluyu,
Pengaruh Variasi Sirkulasi Substrat terhadap Penyisihan Senyawa Organik pada Reaktor Metanogenesis
IKRIMA NURUL AMALIYAH;
ETIH HARTATI;
SALAFUDIN SALAFUDIN
Jurnal Reka Lingkungan Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26760/rekalingkungan.v6i1.%p
ABSTRAKMayoritas sampah di Indonesia ialah sampah organik, sehingga perlu dilakukan pengolahan untuk mengurangi sampah yang masuk ke TPA. Alternatif pengolahan sampah organik yang dilakukan adalah digester anaerobik. Penelitian ini mengolah sampah organik dari cafetaria Itenas menggunakan reaktor fixed bed digester anaerobik.Volume Kerja reaktor fixed bed ini ialah 180 liter dengan media sponge filter. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh waktu sirkulasi substrat terhadap penyisihan senyawa organik. Variasi sirkulasi substrat yang dilakukan ialah sebanyak 5, 6, dan 7 jam sirkulasi. Metode pengukuran yang digunakan pada parameter Chemical Oxygen Demand(COD) danTotal Asam Volatil (TAV) ialah standar method for the eximination water and wastewater 22th edition, sedangkan pengukuran parameter pH dan temperatur menggunakan metode SNI (Standar Nasional Indonesia). Hasil dari penelitian ini ialah perolehan penyisihan senyawa organik, yaitu penyisihan COD sebesar 86,67% dan penyisihan TAV sebesar 85,52 % pada waktu sirkulasi 7 jam/ hari dengan menerapkan reaktor fixed bed.Kata kunci : proses anaerob, reaktor metanogenesis, sirkulasi substrat
Seeding dan Aklimatisasi pada Proses Anaerob Two Stage System menggunakan Reaktor Fixed Bed
RIZKI AMALIA ANANDA;
ETIH HARTATI;
SALAFUDIN SALAFUDIN
Jurnal Reka Lingkungan Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26760/rekalingkungan.v6i1.%p
AbstrakProses anaerob adalah suatu aktivitas pemecahan bahan-bahan organik oleh mikroorganisme dalam keadaan tanpa oksigen. Pada proses anaerob perlu adanya seeding dan aklimatisasi agar mikroorganisme dapat menyesuaikan diri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkondisikan mikroorganisme agar dapat menyesuaikan diri dengan materi organik yang akan diolah yaitu substrat dari sampah organik yang berasal dari Cafetaria Itenas. Pada penelitian ini proses anaerob yang dilakukan menggunakan two stage anaerobic digestion system, dimana pengkondisian substrat berupa penguraian materi organik menjadi asam volatil dilakukan di dalam reaktor hidrolisis, sedangkan seeding dan aklimatisasi dilakukan di reakator metanogenesis. Parameter yang diperiksa selama seeding dan aklimatisasi adalah pH, temperatur dan COD. Hasil penelitian menunjukan bahwa aktivitas mikroorganisme telah dapat berkembang biak dengan baik dalam waktu 11 hari pada proses aklimatisasi. Selama proses aklimatisasi, fluktuasi penyisihan COD pada hari ke 9 hingga 11 telah relatif konstan yaitu sebesar 10% dan tidak terjadi lagi penurunan. Selama proses aklimatisasi pH berada pada rentang 6,73-8,47 dan temperatur berada pada rentang 28,00°C-30,60°C.