cover
Contact Name
Mirsa Umiyati
Contact Email
mirsa.umiyati2@gmail.com
Phone
+6281237083338
Journal Mail Official
mirsa.umiyati2@gmail.com
Editorial Address
Jl. Terompong No. 24, Sumerta Kelod, Kec. Denpasar Timur., Kota Denpasar
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
RETORIKA: Jurnal Ilmu Bahasa
Published by Universitas Warmadewa
ISSN : 24069019     EISSN : 24430668     DOI : 10.22225
Core Subject : Education,
RETORIKA: Jurnal Ilmu Bahasa, 2406-9019 (Print ISSN), 2443-0668 (Electronic ISSN) is the Journal of Linguistics who published research articles and of theoretical articles in linguistic science which published by Linguistic Department, Postgraduated Program, Universitas Warmadewa. The journal is published twice a year every April and October published by Warmadewa Press. This journal encompasses original research articles, review articles, and short communications, including: Morphology Syntax Phonology Semantic Pragmatic Language Typology Discourse Analysis Translation Comparative Linguistics History Linguistic Anthropology Linguistic Ecology Applied Linguistic Language Learning
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 1 (2017): April 2017" : 15 Documents clear
PERANAN PEREMPUAN DALAM TEKS TRADISIONAL BALI GEGURITAN DIAH SAWITRI Gusti Ayu Made Rai Suarniti
RETORIKA: Jurnal Ilmu Bahasa Vol. 3 No. 1 (2017): April 2017
Publisher : Magister of Linguistic, Postgraduated Program, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (644.278 KB) | DOI: 10.22225/jr.3.1.115.134-144

Abstract

Abstrak Karya sastra sebagai sebuah kreativitas, baik estetis maupun respons kehidupan sosial, mencoba mengungkapkan perilaku manusia dalam suatu komunitas sosial. Dimensi-dimensi yang dilukiskan merupakan dimensi kehidupan dari sebuah struktur sosial yang di dalamnya tertuang nilai keindahan, nilai etika dan moral, sehingga mempunyai fungsi yang sangat besar artinya bagi kehidupan. Penelitian ini fokus pada sastra tradisional Bali berupa geguritan.Geguritan yang dijadikan objek tulisan ialah Geguritan Diah Sawitri yang memuat gambaran hidup dan kehidupan dan sangat patut dijadikan pedoman dan dicontoh dalam menjalankan kehidupan. Perilaku kehidupan yang dijalankan sang tokoh cerita (Sawitri) berkaitan erat dengan nilai-nilai Hindu (tri hita karana, trikaya parisuda); peranan jender; dan cita-cita feminisme radikal-kultural yang menekankan pada esensi perempuan (keperempuanan).
KESANTUNAN BERBAHASA DALAM KUMPULAN CERITA RAKYAT NUSA TENGGARA TIMUR Yunitha Devrudyan Doko
RETORIKA: Jurnal Ilmu Bahasa Vol. 3 No. 1 (2017): April 2017
Publisher : Magister of Linguistic, Postgraduated Program, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (664.132 KB) | DOI: 10.22225/jr.3.1.163.159-169

Abstract

Abstrak Penelitian dengan sumber data Kumpulan Cerita Rakyat Nusa Tenggara Timur ini bertujuan untuk menemukan jenis-jenis maksim sebagai kaidah kesantunan berbahasa dan pelanggarannya, serta implikatur di dalam tuturan yang ditemukan. Kesantunan Berbahasa dalam Kumpulan Cerita Rakyat Nusa Tenggara Timur merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Teori yang digunakan adalah yang dikemukakan oleh Leech (1983) tentang prinsip kesantunan berbahasa yang terbagi dalam enam maksim. Data dianalisis berdasarkan uraian cerita dan dialog tuturan antar tokoh untuk menemukan pematuhan kaidah maksim-maksim dan pelanggarannya. Kemudian dari tuturan yang ditemukan dipilah jenis implikaturnya. Hasil penelitian menunjukkan dari sebelas sumber data yang peneliti gunakan ditemukan keenam maksim yang menjadi patokan kesantunan berbahasa. Maksim kebijaksanaan terdiri dari 13 tuturan, maksim kedermawanan terdiri atas 5 tuturan, maksim penghargaan terdiri atas 15 tuturan, maksim kerendahan hati terdiri atas 2 tuturan, maksim kecocokan terdiri atas 8 tuturan dan maksim simpati terdiri atas 6 tuturan. Beberapa pelanggaran maksim yang ditemukan meliputi pelanggaran maksim kebijaksanaan terdiri dari 29 tuturan, pelanggaran maksim penghargaan terdiri atas 1 tuturan, pelanggaran maksim kerendahan hati terdiri atas 1 tuturan, dan pelanggaran maksim simpati terdiri atas 3 tuturan. 3 tuturan yang masuk kedalam jenis implikatur nonkonvensional sedangkan sisanya 80 tuturan merupakan tuturan dengan implikatur konvensional Kata kunci: cerita rakyat, kesantunan, maksim kebahasaan
FONOLOGI BAHASA KANAUMANA KOLANA Lodia Amelia Banik
RETORIKA: Jurnal Ilmu Bahasa Vol. 3 No. 1 (2017): April 2017
Publisher : Magister of Linguistic, Postgraduated Program, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1131.657 KB) | DOI: 10.22225/jr.3.1.164.145-158

Abstract

This research entitled is Phonology of Kanaumana Kolana Language. The purpose of this study was to describe the system of phonemes and describe the phonological processes found in Kanaumana Kolana language. The method used in this research was descriptive qualitative method. Data collected in the form of the sounds of language Kanaumana Kolana obtained from interviews with native speakers Kanaumana Kolana. Based on the research results Language Kanaumana Kolana had six vowels were vowel /i/, /u/, /e/, /ɛ/, /o/ and /a/, thirteen consonant, the consonant resistor: /p, b, t, d, j, k, g/, consonant fricatives: /s/, consonant nasal: /m, n, ŋ/, consonant liquid or lateral: / l /, consonant trill / r / and two semi-vowels: / y, w /. The existence of the six vowels, twelve consonant and two glides supported by evidence using minimal pairs at the time to identify sounds such phonemes in a language Kanaumana Kolana. Phonological processes found in Kanaumana Kolana language there were two, they were the deletion process syllable structure and deletion processes accompanied by changes in the structure of the syllable form phonemes sound changes. The phonological processes found during the two segments combined into one segment. Keywords: phoneme, phonological process, ruling
Pemarkah Kohesi dalam Rubrik Tapaleuk Harian Pos Kupang lisky taopan
RETORIKA: Jurnal Ilmu Bahasa Vol. 3 No. 1 (2017): April 2017
Publisher : Magister of Linguistic, Postgraduated Program, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.171 KB) | DOI: 10.22225/jr.3.1.166.170-187

Abstract

Penelitian ini mengkaji “Pemarkah Kohesi dalam Rubrik Tapaleuk Harian Pos Kupang” yang bertujuan mendeskripsikan jenis dan penggunaan pemarkah kohesi dalam bahasa Melayu Kupang. Wacana yang dikaji adalah wacana yang berisi kisah hidup sepasang suami-istri yang memparodikan isu-isu hangat di kota Kupang dan sekitarnya. Hasil kajian menunjukan bahwa rubrik Tapaleuk menggunakan empat aspek kohesi garamatikal, yaitu referensi, subtitusi, elipsis, dan konjungsi. Aspek referensi atau pengacuan yang ditemukan yakni referensi persona, referensi demonstratif, dan referensi komparatif. Selanjutnya, aspek subtitusi atau penggantian yang ditemukan yakni subtitusi verba dan subtitusi klausa. Kemudian, aspek elipsis atau pelesapan yang ditemukan yakni elipsis verba dan elipsis nomina. Terakhir, aspek konjungsi atau kata hubung yang ditemukan yakni konjungsi aditif, konjungsi adversatif, konjungsi temporal, konjungsi kausal. Aspek-aspek ini digunakan sebagai pemarkah kohesi gramatikal baik dalam tataran antarklausa, antarkalimat maupun antarparagraf. Selain aspek kohesi gramatikal, ditemukan pula aspek kohesi leksikal. Aspek-aspek tersebut antara lain berupa aspek repetisi, kolokasi, hiponim, meronim, antonim, dan sinonim. Setiap aspek kohesi leksikal tersebut digunakan sebagai pemarkah kohesi leksikal antarkalimat maupun antarparagraf. Penggunaan pemarkah kohesi membuat sebuah wacana menjadi kohesif dan padu. Kata kunci: Pemarkah kohesi, bahasa Melayu Kupang
INTERROGATIVE SENTENCE IN MINANGKABAU LANGUAGE: X-BAR THEORY Dian Zelina Fitriyani
RETORIKA: Jurnal Ilmu Bahasa Vol. 3 No. 1 (2017): April 2017
Publisher : Magister of Linguistic, Postgraduated Program, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.858 KB) | DOI: 10.22225/jr.3.1.229.188-200

Abstract

This study discusses the grammatical function of the question words and the internal structure of interrogative sentence in Minangkabau language. The study of this interrogative sentence structure applies X-bar theory as one of the generative syntax subtheories. The data is gained from the interview of Minangkabau language native speaker and analysed by using the distributional method. The result of the analysis shows that the question words for wh-question has two grammatical functions, specifier and complement. For yes-no question, the question word “iyonyo” has one grammatical function, that is complement. The internal structure of interrogative sentence in Minangkabau language is constructed by specifier, complement, and adverb. Key words: interrogative sentence, question word, Minangkabau language

Page 2 of 2 | Total Record : 15