cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Traksi : Majalah Ilmiah Teknik Mesin
ISSN : 16933451     EISSN : 25799738     DOI : -
TRAKSI (eISSN 2579-9738 / ISSN 1693-3451) adalah Majalah Ilmiah Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) dengan cakupan bidang material teknik, konversi energi dan manjfaktur. Jurnal ini terbit 2 kali dalam satu tahun.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 16, No 2 (2016): TRAKSI" : 5 Documents clear
KWALITAS PRODUKSI GAS GASIFIKASI DENGAN BAHAN BAKU KAYU PELLET MENINGKAT PADA PENGHAPUSAN PANAS-KATALIS DAN PENAMBAHAN AIR Aris Warsito
TRAKSI Vol 16, No 2 (2016): TRAKSI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2401.049 KB) | DOI: 10.26714/traksi.16.2.2016.%p

Abstract

Penelitian ini difokuskan pada peningkatan kualitas produksi gas dengan penghapusan tar panas-katalis mengunakan reaktor microwave dan penambahan air. Produksi gas dari gasifier dengan kandungan tar, partikel, dan air langsung dialirkan dengan kecepatan 2 LPM dalam reaktor microwave dengan perlakuan berbagai suhu untuk perlakuan panas dan katalis. Pengkonversian tar dengan katalis nikel dan ruthenium menghasilkan peningkatan nilai kalor yang lebih dari 5,86 MJ Nm-3 pada suhu 900?C dan 700oC. Sedang semua penghapusan katalis yang digunakan dalam penelitian ini adalah: dolomit, Y-zeolit, nikel, ruthenium, dan rhodium memberikan efisiensi penghapusan tar dan partikel rata-rata 98% pada suhu 700?C dan 900?C. Penghapusan perlakuan panas-katalis dengan penambahan air dalam reaktor diperoleh efisiensi penghapusan tar tinggi mulai dari perlakauan suhu paling rendah. Daya rendah pembangkitan reaktor microwave pada penghapusan tar panas-katalis sangat intensif dan efektif untuk peningkatan kwalitas produksi gas dalam pemenuhan kebutuhan pengguna akhir serta peningkatan kapasitas energi.Kata Kunci: Microwave Tar Katalis Gas Gasifier
PENGARUH KECEPATAN PUTARAN SHELLTERHADAP KETEBALAN DAN CACAT PENGECORAN RADIAL SLIDING BEARING BABBITT - BAJA KARBON DENGAN METODE HORIZONTAL CENTRIFUGAL CASTING Alaya Fadllu Hadi Mukhammad; Bambang Setyoko
TRAKSI Vol 16, No 2 (2016): TRAKSI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2374.958 KB) | DOI: 10.26714/traksi.16.2.2016.%p

Abstract

Radial Sliding Bearing (RSB) yang diproduksi menggunakan proses centrifugal casting diharapkan menghasilkan produks yang lebih berkualitas dibandingkan gravity casting. Gaya sentrifugal yang dihasilkan oleh putaran cetakan akan menyebabkan logam cair yang dituang terdorong menjauhi sumbu putar menuju jari-jari terjauh cetakan dan akan mengisi rongga cetakan lebih sempurna sehingga produk yang dihasilkan lebih sempurna. Kecepatan putaran merupakan salah satu parameter utama dalam centrifugal casting. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh kecepatan putaran cetakan (shell) dengan variasi 250, 500, dan 1000 rpm terhadap ketebalan babbitt dan cacat pengecoran. Bahan yang digunakan adalah pipa steam (baja karbon) dan babbitt (Tin). Pengujian dimensional untuk menentukan ketebalan babbitt, sedangkan cacat pengecoran diketahui melalui pengujian makro dan mikro. Hasil analisa visual dan dimensional menunjukkan bahwa semakin tinggi kecepatan putaran, maka ketebalan lapisan babbitt juga semakin meningkat. Cacat pengecoran pada bagian interface banyak ditemukan dalam bentuk bulat sedangkan pada bagian tengah berbentuk memanjang.Kata Kunci: RSB, Centrifugal Casting, Cacat
PERLAKUAN PANAS DAN PENAMBAHAN AIR DENGAN MENGUNAKAN REAKTOR MICROWAVE EFEKTIF DALAM PENGHAPUSAN TAR MODEL BIOMASSA Aris Warsito
TRAKSI Vol 16, No 2 (2016): TRAKSI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2398.379 KB) | DOI: 10.26714/traksi.16.2.2016.%p

Abstract

Penghapusan tar pada perlakuan panas efektif dengan microwave sebagai reaktor, mempunyai energi pembangkitan intensif telah dipromosikan pada penghapusan tar dari gas gasifikasi biomassa. Toluena dan naftalena sebagai senyawa tar model biomassa gasifikasi dengan perlakuan panas serta penambahan air pada perlakuan suhu dari 8000C-12000C dengan waktu tinggal 0-0.4 detik . Metoda baru ini akan dijelaskan pada makalah ini dibagian karakteristik pemanasan. Studi ini akan menjelaskan bahwa toluena jauh lebih mudah untuk dihapus dari naftalena. Perlakuan panas pada penghapusan tar efektif dengan penambahan air, ini telah didapatkan hasil penghapusan tar pada suhu penghapusan rendah dan didapatkan efeisiensi hampir 100% pada suhu optimum referensi. Jelaga ditemukan sebagai produk akhir pengobatan penghapusan panas dari model tar dan benar-benar bersih pada suhu 12000C. Pemanasan dengan microwave tidak saja menghasilkan pengahapusan tar namun juga terjadi reaksi radikal. Studi ini menunjukkan bahwa penghapusan tar dengan pemanasan dan penambahan air dengan tar model toluena dan naftalena yang bersifat asam, ini sangat berpengaruh terhadap penghapusan tar dan konversi gas-gas bermanfaat.Kata Kunci: Microwave, Panas, Tar, Air Toluene
PENGARUH PEMAKAIAN ALAT PEMANAS BAHAN BAKAR TERHADAP PEMAKAIAN BAHAN BAKAR DAN EMISI GAS BUANG MOTOR DIESEL MITSUBISHI MODEL 4D34-2A17 - Indartono; - Murni
TRAKSI Vol 16, No 2 (2016): TRAKSI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2371.9 KB) | DOI: 10.26714/traksi.16.2.2016.%p

Abstract

Efisiensi motor diesel dipengaruhi oleh kesempurnaan terjadinya proses pembakaran bahan bakar didalam silinder motor diesel tersebut. Adapun kesempurnaan pembakaran motor diesel dipangaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya adalah, tekanan penyemprotan bahan bakar, pusaran udara pembakaran, kepadatan dan suhu udara, perbandingan udara lebih, saat penyemprotan bahan bakar. kecepatan putaran mesin, suhu udara isap dan suhu air pendingin dan dipengaruhi bahan bakar ( suhu, viskositas, bilangan setana, daya penguapan). Dalam penelitian ini motor diesel diberi tambahan alat pemanas bahan bakar diletakkan sebelum pompa nosel, diharapkan menaiknya temperature bahan bakar akan menaikan viskositasnya, dengan naiknya viscositas bahan bakar pengabutan dan pencamputan bahan bakar dan udara menjadi lebih homogin sehingga pembakaran menjadi sempurna serta efisensi motor diesel menjadi lebih baik. Dari hasil penelitian didapat bahwa pemakaian alat pemanas bahan bakar dapat menurunkan konsumsi bahan bakar rata-rata sebesar 8,22 % bila dibandingkan dengan tanpa pemakaian alat pemanas bahan bakar. Sedangkan penurunan kadar NOx gas buang sebesar 10,20 %.Kata Kunci : Alat Pemanas, Bahan Bakar.
PENGARUH PROSES SINTERING PADA TEMPERATUR 800?C TERHADAP KEKERASAN DAN KEKUATAN BENDING PADA PRODUK GERABAH Muhammad Rifai; Sigit Budi Hartono
TRAKSI Vol 16, No 2 (2016): TRAKSI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2492.208 KB) | DOI: 10.26714/traksi.16.2.2016.%p

Abstract

Untuk membuat produk gerabah, perlu dilakukan dengan menggunakan metode yang baik serta proses pengerjaan yang benar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh proses sintering pada temperatur 800 0C terhadap sifat mekanis pada produk industri gerabah kasongan. Bahan material yang digunakan berupa tanah merah, tanah kuning dan pasir halus. Masing-masing material dikeringkan kemudian disaring sampai didapat ukuran butir 80 mesh, kemudian material di-mixing selama 20 menit dengan proses kering. Produk dibentuk dengan menggunakan cetakan stone gipsum dengan tekanan 15 kg. Sintering produk dilakukan dengan menggunakan tungku listrik (furnace) dengan laju pemanasan 13,3 0C/menit sampai temperatur 800 0C dan ditahan selama 60 menit. Pendinginan dilakukan di dalam furnace sampai pada temperatur suhu ruang 30 0C. Uji bending dengan bentuk balok ukuran (P = 50 mm, L = 3 mm, T = 4 mm) dengan menggunakan standar JIS R 1601 dan untuk kekerasan Rockwell, sampel di-mounting di dalam resin. Pengujian Kekerasan Rockwell pada sampel 1 dan 2 sebesar 20,3 dan sampel 3 sebesar 22,6. Pada ketahanan bending sampel 1 dan 2 sebesar 0,016 dan sampel 3 sebesar 0,05 (kg/mm2).Kata kunci : Sintering, Kekerasan Rockwell, Bending.

Page 1 of 1 | Total Record : 5