cover
Contact Name
Sayono
Contact Email
say.epid@gmail.com
Phone
+628122545186
Journal Mail Official
say.epid@gmail.com
Editorial Address
Ruang 408 Lantai 4 Gedung Laboratorium Kesehatan Terpadu Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Semarang Jl. Kedungmudu Raya No.18 Semarang, 50273
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia
ISSN : 16933443     EISSN : 26139219     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia publishes scientific articles of research results in the field of public health in scope: Health policy and administration Public health nutrition Environmental health Occupational health and safety Health promotion Reproductive health Maternal and child health Other related articles in public health
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Volume 17. No. 3. Tahun 2022" : 7 Documents clear
Hubungan Postur Kerja dan Masa Kerja dengan Nyeri Muskuloskeletal (Analisis pada Pekerja Pembuat Batu Bata di Desa Karangsono Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak) Siti Hardiyati; Merry Tiyas Anggraini; Wijayanti Fuad
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 17. No. 3. Tahun 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkmi.17.3.2022.1-6

Abstract

Background: The musculoskeletal pain is often found in workers who prioritize physical ability when working, for example brick makers. Objective: The purpose of this study is to analyze the relationship between work posture and work period with the risk of musculoskeletal pain in brick makers in Karangsono Village, Mranggen District, Demak Regency.Method: This study used analytic observation method with cross sectional approach. Subjects were taken by total sampling=45 workers. Data were analyzed with Chi Square/fisher's exac testt. The research instrument used the REBA for measuring work posture, NBM for the muculoskeletal pain. Result: Correlation between work posture with the musculoskeletal pain has p value=0.017 (p<0.05), with a prevalence ratio (RP)=7,000 Confidence Interval (95% CI) 1.423-34,434. The correlation between work period with the musculoskeletal pain has pvalue p=0.044 (p<0.05), with a prevalence ratio (RP)=4.941 Confidence Interval (95% CI) 0.944-25.875. Conclusion: There is a significant correlation between work posture and work period with the musculoskeletal pain. Work postures with high and very highrisk levels will be at risk of causing musculoskeletal pain and work period of 5 years is causing higher risk of musculoskeletal pain.
Faktor Penentu Reinfeksi COVID-19 di Perkotaan (Studi pada Pasien di RSDC Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta) LUTFIANI FAJRIN
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 17. No. 3. Tahun 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkmi.17.3.2022.7-13

Abstract

Latar Belakang: Infeksi ulang/reinfeksi COVID-19 didefinisikan sebagai seseorang yang telah sembuh dari infeksi COVID-19 kemudian terinfeksi kembali. Banyaknya laporan kejadian reinfeksi dibeberapa negara menunjukkan besaran masalah kejadian reinfesi. Faktor demografi, perilaku, dan riwayat medis merupakan faktor resiko reinfeksi. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan usia, jenis kelamin, pekerjaan, beban komorbid dengan kejadian reinfeksi COVID-19. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan crossectional. Subjek penelitian ini adalah pasien dengan Riwayat reinfeksi yang memenuhi kriteria inklusi dan eklusi dari data surveilans epidemiologi di RSDC Wisma Atlet, Jakarta pada bulan Juli – Desember 2021. Hasil: Kejadian reinfeksi dengan usia (p=0.000) dengan POR 0.440 (95%CI 0.365-0.531), pekerjaan (p=0.000) POR 1.442 (95%CI 1.270-0.531), dan vaksinasi (p=0.000) POR 0.681 (95%CI 0.617-0.752). Variabel yang tidak signifikan adalah jenis kelamin (p=0.412) POR 0.931 (95%CI 0.784-1.105) dan beban komorbid (p=0.175) POR 0,823 (95%CI 0.620-1.091). Kesimpulan: Faktor usia, pekerjaan, dan vaksinasi berkontribusi terhadap kejadian reinfeksi masing-masing sebesar 0.4, 1.4, dan 0.6 kali.
Health Behavior among Health Promotion Officers at Primary Health Care in East Kalimantan Riza Hayati Ifroh; Indah Nur Imamah
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 17. No. 3. Tahun 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkmi.17.3.2022.14-21

Abstract

Background: A health promotion officer or health educator as well-being proficient has an essential well-being care in supporting and empowering the community of health behavior. They are real examples in the community required to progress the quality of life and diminish the risk of non-communicable illnesses. Aim: To assess the different levels of health-promoting lifestyle based on socio-demography, working experiences, and body mass index among health promotion officers in primary health care in East Kalimantan. Method: A cross-sectional study was performed with data collected by socio-demography, working experience, BMI, and Health-Promoting Lifestyle Profile II (HPLP II) of six dimensions. Data was taken by an online self-administered questionnaire. Participants were recruited by convenience sampling on 74 health promotion officers at 191 of primary health care in East Kalimantan. The descriptive and inferential statistics were analysis approaches. Result: Mean score of 2.99 (good) for total HPLP (67.6%). As overall, there were no differences between HPLP with socio-demographic (p-value: 0.293); working experiences (p-value: 0.098) and BMI (p-value: 0.396). In detailed, there were differences statistically in physical activity between gender (p-value = 0.016), and the residence (p-value = 0.007). There were differences statistically in nutrition (p-value = 0.043), and interpersonal relationship (p-value = 0.011) based on marital status. Conclusion: Since the HPLP indicators scores were good, there is a need to enhance and promote a healthy lifestyle. Further identification is needed to determine the causes of lack causes of nutrition and physical activity. Aspects that must be maintained are health responsibilities, interpersonal relationships and spiritual growth.
Survei Perilaku Pencegahan Covid-19 Pada Masyarakat di Kabupaten Banyumas Ikrimah Nafilata
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 17. No. 3. Tahun 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkmi.17.3.2022.22-28

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: COVID-19 saat ini sedang menjadi permasalahan dunia. Penyakit tersebut disebabkan oleh infeksi SARS-CoV-2 dan dapat menular dari manusia ke manusia melalui percikan batuk/bersin (droplet). Penyakit tersebut dapat dicegah dengan cara mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir selama 20 detik atau menggunakan hand sanitizer, menggunakan masker, menghindari kerumunan dan tempat yang ramai, menjaga jarak minimal 1 meter. Hal tersebut belum sepenuhnya dilakukan oleh masyarakat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku pencegahan Covid-19 pada masyarakat di Kabupaten Banyumas.  Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan menggunakan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 450 orang dengan pengumpulan data dilakukan melalui pengisian kuesioner menggunakan kuesioner daring. Hasil: perilaku sering Mencuci Tangan dengan Sabun dan air mengalir selama 20 detik (50,4%), sering menggunakan hand sanitizer sebesar (50,4%), sering sekali Memakai masker di dalam toko, mall, restoran, atau fasilitas  umum lainnya seperti rumah ibadah dll. (76,4%), sering berada di tempat keramaian atau bertemu dengan orang lain saya akan mengatur jarak 1-2 meter (60,2%).   Kesimpulan: Masih perlu peningkatan perilaku untuk mencegah tertularnya Covid-19, karena proporsi responden sering melakukan perilaku pencegahan sekitar tidak lebih dari 90% dari total sampel.
Determinan Keluhan Subyektif Pernafasan Pada Penjual Sate di Kota Palembang Agung Rezki Wijaya; Dini Arista Putri
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 17. No. 3. Tahun 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkmi.17.3.2022.40-47

Abstract

Latar Belakang: Arang merupakan bahan pembakaran yang terdiri dari 85%-95% bahan karbon. Proses pembakaran arang menghasilkan polutan berupa gas karbon monoksida. Gas karbon monoksida merupakan gas toksik yang menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya keluhan subyektif gangguan pernafasan pada penjual sate. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi Keluhan subyektif pernafasan pada penjual sate di Kota Palembang. Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif observasional menggunakan pendekatan cross sectional yang dilaksanakan pada bulan September-Oktober 2021 dengan 58 Responden penjual sate. Variabel pada penelitian ini adalah Konsentrasi gas karbon monoksida, Indeks Massa Tubuh, Lama pajanan, Kebiasaan merokok, Penggunaan APD dan Keluhan Subyektif Pernafasan. Data primer diperoleh melalui pengukuran udara ambien dan kuesioner. Analisis dilakukan menggunakan uji chi-square dan uji regresi logistik ganda model faktor risiko. Hasil: Hasil analisis didapatkan terdapat hubungan yang signifikan antara Konsentrasi gas karbon monoksida (p=0,002) dan Kebiasaan merokok (p=0,048) dengan Keluhan subyektif pernafasan, serta Nilai risiko adjusted dari variabel konsentrasi gas karbon monoksida mempengaruhi keluhan subyektif pernafasan pada penjual sate di Kota Palembang setelah dikontrol oleh variabel confounding (p= 0,004;PR=8,513;CI=1,951-37,141). Kesimpulan: Konsentrasi karbon monoksida berhubungan dengan Keluhan subyektif pernafasan pada penjual sate di Kota Palembang.
UJI EFEKTIFITAS ANTIMIKROBA MENGGUNAKAN HAND SANITIZER BERBAHAN DASAR ALAMI PIPER BETLE L. DAN ALOE VERA Muthi&#039;ah Irbah
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 17. No. 3. Tahun 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkmi.17.3.2022.48-52

Abstract

Hands are one of a part of the body that are susceptible to pathogenic microorganisms and non-pathogenic microorganisms. Therefore, keeping hands clean is very important to prevent illness, one of which is using hand sanitizer. Chemical-based hand sanitizers often cause skin problems, so there is an innovation about creating a natural-based hand sanitizer. Piper betle L. and aloe vera were chosen as the basic ingredients for making natural-based hand sanitizer because they have antimicrobial properties and are easy to find in the community; This study aims to determine the effectiveness of antimicrobial using natural-based hand sanitizer of Piper betle l. and Aloe vera; The study was conducted in September 2021 with 25 students of Medical studies program from 2018 and 2019 classes as the sample. The method used in this study was an experimental quantitative analysis with a design using Pre-Test Post-Test One Group Design; The results showed a decrease in microorganisms on hands in 23 students. The average number of colonies of microorganisms using natural-based hand sanitizers of betel leaf and aloe vera is 1114.64 (before) and 504.64 (after). It can be concluded that the natural-based hand sanitizer of betel leaf and aloe vera is effective as an antimicrobial.Keywords: hand sanitizer, betel leaf, aloe vera
Analisis HIRADC (Hazard Identification, Risk Assesment and Determining Control) di PT. X Kota Cilegon pada Tahun 2021 Istianah Surury
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 17. No. 3. Tahun 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkmi.17.3.2022.29-39

Abstract

Latar Belakang: HIRADC (Hazard Identification, Risk Assesment dan Determining Control) merupakan prosedur perencanaan strategis untuk melakukan analisis terkait potensi potensi yang mungkin terjadi kepada tenaga kerja di area kerja. Lembaga International Labour Organization (ILO) mempublikasikan hasil penelitian pada tahun 2012 terdapat lebih dari 250 juta kecelakaan di tempat kerja dan lebih dari 160 juta pekerja mengalami penyakit akibat kerja. Selain itu, terdapat 1,2 juta pekerja yang meninggal akibat kecelakaan di tempat kerja dan penyakit akibat kerja. Tujuan: Untuk mengetahui gambaran Bahaya Risiko Kecelakaan Kerja dan Pengendalian Bahaya Terhadap Pekerja dengan Menggunakan Metode HIRADC di PT Cilegon Fabricator pada tahun 2021. Hasil: Terdapat potensi bahaya yang paling terlihat pada bagian Grinding, Gas Cutting. Bahaya yang paling terlihat potensinya adalah dari golongan fisik seperti Panas, Debu, Bising, Luka Bakar/Kebakaran. Kesimpulan: Pengendalian Bahaya yang diterapkan untuk proses Grinding dan Gas Cutting yaitu dengan modifikasi alat (Engineering Control), Substitusi, dan APD (Personal Protective Equipment). Memperhatikan jarak area kerja dan pada saat melakukan pekerjaan agar tidak mengganggu karyawan lain, mencegah bahaya tertular kepada pekerja lain seperti contohnya gram gerinda dan debu.

Page 1 of 1 | Total Record : 7