cover
Contact Name
Sayono
Contact Email
say.epid@gmail.com
Phone
+628122545186
Journal Mail Official
say.epid@gmail.com
Editorial Address
Ruang 408 Lantai 4 Gedung Laboratorium Kesehatan Terpadu Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Semarang Jl. Kedungmudu Raya No.18 Semarang, 50273
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia
ISSN : 16933443     EISSN : 26139219     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia publishes scientific articles of research results in the field of public health in scope: Health policy and administration Public health nutrition Environmental health Occupational health and safety Health promotion Reproductive health Maternal and child health Other related articles in public health
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Volume 8. No. 2. Tahun 2013" : 6 Documents clear
PERBEDAAN INTENSITAS PEMAKAIAN INSEKTISIDA RUMAH TANGGA DENGAN RESISTENSI NYAMUK Aedes aegypti TERHADAP GOLONGAN PIRETROID DI KOTA SEMARANG Dwi Irmayani; Sayono S; Syaifuddin Ali Anwar
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 8. No. 2. Tahun 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.739 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.8.2.2013.30-34

Abstract

Latar Belakang : Nyamuk Aedes aegypti merupakan vektor utama Demam Berdarah dengue (DBD) yang menjadi masalah utama kesehatan masyarakat di Indonesia. Obat dan vaksin belum ada yang direkomendasikan sehingga masyarakat lebih memilih penggunaan insektisida termasuk insektisida rumah tangga dalam pemberantasan Aedes aegypti. Dampak penggunaan insektisida rumah tangga dengan resistensi belum diketahui. Tujuan : Mengetahui perbedaan intensitas pemakaian insektisida rumah tanggadengan resistensi nyamuk Aedes aegypti terhadap golongan piretroid di kota Semarang. Metode : Lokasi penelitian di Sendangmulyo, Petompon, Wonosari, Kalipancur, Candisari, dan Kedungmundu. Survei larva dilakukan dirumah penderita DBD dan rumah sekitar penderita dengan radius 100 m. Larva yang terkumpul dipelihara sampai menjadi nyamuk. Nyamuk yang berumur 3-5 hari dijadikan sampel untuk uji susceptibility dengan impragnated paper. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji oneway Anova . Hasil : rata-rata jumlah nyamuk mati setelah holding 24 jam dengan insektisida deltametrin dan lamdasihalotrin pada kelurahan Sendangmulyo 10,7% dan 6,7%, Petompon 37,3% dan 32%, Wonosari 21,3% dan 36%, Kalipancur 12% dan 45,3%, Candisari 29,3% dan 37,3%, Kedungmundu 9,3% dan 1,3%. Simpulan : Kematian nyamuk dengan insektisida deltametrin berkisar antara 9,3-27,3% (resisten), sedangkan dengan insektisida lamdasihalotrin berkisar antara 1,3-45,3% (resisten)Kata kunci : pemakaian insektisida rumah tangga, resistensi, Aedes aegypti, golongan piretroid
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ANEMIA IBU HAMIL TRIMESTER III DI PUSKESMAS PUWERI KABUPATEN SUMBA BARAT Erly Rambu Bita Dopi; Wulandari Meikawati; Trixie Salawati
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 8. No. 2. Tahun 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.374 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.8.2.2013.35-44

Abstract

Latar Belakang : Anemia dalam kehamilan adalah kondisi ibu dengan kadar Hemoglobin (Hb) dalam darah lebih rendah dari 11 gr/dl. Angka anemia dalam kehamilan di Indonesia 63,5 % sedangkan di Kabupaten Sumba Barat anemia dalam kehamilan trimester III tahun 2010 (23,1%). Tujuan : Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia ibu hamil di Wilayah Puskesmas Puweri. Metode : Jenis penelitian ini deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional menggunakan metode survei melalui wawancara dengan menggunakan kuesioner. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil trimester III di Wilayah Puskesmas Puweri yang berjumlah 40 orang. Variabel bebas adalah pengetahuan tentang anemia, status gizi, umur, jumlah anak, jarak kehamilan dan variabel terikat kejadian anemia pada ibu hamil. Uji yang digunakan Chi Square. Hasil : Sebagian besar (72,5 %) responden berpengetahuan kurang, sebagian besar (75,0 %) responden termasuk dalam kategori Kurang Energi Kronik (KEK) sebagian besar umur responden masih produktif 77,5 %, sebagian besar responden mempunyai jumlah anak lebih dari empat dan termasuk kategori berisiko 50,0 %, sebagian besar responden memiliki jarak kehamilan yang berisiko 55,0 %. Tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan kejadian anemia dengan nilai P=0,233 (> 0,05). Ada hubungan yang signifikan antara status gizi dengan kejadian anemia diperoleh nilai P = 0,012 (< 0,05). Tidak ada hubungan yang signifikan antar umur ibu hamil dengan kejadian anemia diperoleh nilai P = 0,545 (>0,05). Tidak ada hubungan yang signifikan antara jumlah anak dengan kejadian anemia diperoleh nilai p = 1,000 (> 0,05). Tidak ada hubungan yang signifikan antara jarak kelahiran dengan kejadian anemia diperoleh nilai P = 0,579 (>0,05). Kesimpulan : Ada hubungan antara status gizi dengan kejadian anemia, semakin rendah status gizi semakin tinggi kejadian anemia Kata kunci : Anemia, ibu hamil
UJI EFIKASI INSEKTISIDA HERBAL GRANULA EKSTRAK UMBI GADUNG (Dioscorea hispida Dennts) TERHADAP KEMATIAN LARVA Aedes aegypti Agustina Ziyadatus; Sayono S; Mifbakhuddin M
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 8. No. 2. Tahun 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.321 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.8.2.2013.1-11

Abstract

Latar belakang: Berdasarkan data yang didapatkan dari Dinas Kesehatan Kota Semarang, tercatat 5.559 kasus DBD yang tercatat selama tahun 2010 dan 46 kasus yang meninggal dunia, padahal sepanjang 2009 hanya 3.883 kasus dan pasien yang meninggal dunia 43 orang. Usaha untuk mengendalikan nyamuk dapat dilakukan dengan dua cara yaitu cara kimia dan pengelolaan lingkungan. Salah satunya dengan penggunaan granula dari bahan alami yaitu dari bahan ekstrak umbi gadung Dioscorea hispida Dennts. Tujuan: Menentukan daya bunuh ekstrak umbi gadung Dioscorea hispida Dennst dalam formulasi granula sebagai larvasida Aedes aegypti. Metode: Jenis penelitian ini adalah quasy-eksperiment dengan desain after only control groupdesign. Hasil: Kematian larva Aedes aegypti terjadi pada seluruh konsentrasi paparan, pada kontrol tidak terjadi kematian larva Aedes aegypti. Konsentrasi yang efektif adalah konsentrasi 0,07%-0,09% karena dapat membunuh > 90% larva Aedes aegypti selama 24 jam waktu perlakuan. Umur residu granula ekstrak umbi gadung hanya efektif sampai hari ke-2 hal ini menunjukkan bahwa zat yang terkandung dalam granula ekstrak umbi gadung mudah terurai secara alami oleh alam. Simpulan: Ada pengaruh yang bermakna berbagai konsentrasi granula ekstrak umbi gadung terhadap kematian larva Aedes aegypti p value =0,001 (<0,05).Kata kunci: Larva Aedes aegypti, granula ekstrak umbi gadung, daya bunuh
PENGARUH DOSIS PAPARAN ASAP ROKOK TERHADAP JUMLAH ERITROSIT DAN KADAR HEMOGLOBIN (Studi Pada Tikus Putih Jantan Galur Wistar) Wulandari W; Sayono S; Wulandari Meikawati
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 8. No. 2. Tahun 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (593.416 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.8.2.2013.55-64

Abstract

Latar Belakang : Salah satu dari beberapa faktor yang dapat menyebabkan anemia adalah keberadaan asap rokok. Kandungan asap rokok misalnya tar, dapat menyebabkan kerusakan sumsum tulang dan radikal bebas menyebabkan hemolisis sel darah merah. Sebanyak 85,4% perokok aktif, merokok dalam rumah bersama keluarga sehingga mengancam kesehatan lingkungan. Tujuan : Mengetahui pengaruh berbagai dosis paparan asap rokok terhadap jumlah eritrosit dan kadar Hemoglobin (Hb). Metode : Rancangan penelitian ini adalah after only with control design, dengan menggunakan sampel tikus jantan galur wistar. Sejumlah 24 tikus yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, yang dibagi dalam 4 kelompok perlakuan. Satu kelompok tanpa perlakuan dan tiga kelompok lainnya diberi paparan asap rokok dengan dosis bertingkat masing-masing 1 batang/ hari, 2 batang/ hari, dan 4 batang/ hari. Tikus dipapari asap rokok selama 28 hari. Di akhir penelitian tikus diambil darahnya untuk diperiksa jumlah eritrosit dan kadar hemoglobin. Data dideskripsikan dalam bentuk tabel, dianalisis dengan Anova Oneway dan Post hoct dengan LSD. Hasil : Rata-rata jumlah eritrosit dan kadar Hb adalah: Kelompok K = (6,73 x 106 /l dan 11,6gr/dl ); Kelompok P1=(5,27 x 106/l dan 9,38 gr/dl); Kelompok P2= (4,53 x 106/l dan 8,1 gr/dl); Kelompok P4=(4,45 x 106 /l dan 7,4 gr/dl); berbeda signifikan pada jumlah eritrosit dan kadar hemoglobin (p value = 0,000). Simpulan : Paparan asap rokok dapat menyebabkan penurunan jumlah eritrosit dan kadar hemoglobin.Kata Kunci : eritrosit, hemoglobin, asap rokok.
EFEKTIFITAS VARIASI DOSIS DAN LAMA WAKTU KONTAK SERBUK BIJI KELOR (MORINGA OLEIFERA) TERHADAP PENURUNAN TIMBAL (Pb) PADA AIR SUNGAI Budi Supriyanto; Ulfa Nurullita; Mifbakhuddin M
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 8. No. 2. Tahun 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.329 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.8.2.2013.12-21

Abstract

Latar Belakang: Biji kelor (Moringa Oleifera) terbukti dapat menurunkan kadar timbal (Pb) pada air sungai. Dosis serbuk biji kelor (Moringa Oleifera) efektif untuk menurunkan kadar timbal (Pb) air sungai. Tujuan: Mengetahui efektifitas variasi dosis dan lama waktu kontak serbukbiji kelor (Moringa Oleifera) dalam menurunkan kadar timbal (Pb) air sungai. Metode: Jenis penelitian ini adalah Pre Eksperimen. Rancangan penelitian yang digunakan adalah posttest only control group design yaitu subjek dibagi dalam dua kelompok. Sebagai variabel bebas dalam penelitian ini adalah variasi dosis (100 mg/L, 200 mg/L, 300 mg/L) dan lama waktu kontak (15 menit, 30 menit, 45 menit) serbuk biji kelor (Moringa Oleifera), variabel terikat dalam penelitian ini adalah kadar timbal (Pb) air sungai dan variabel pengganggu adalah pH dan suhu. Hasil: Penurunan kadar timbal (Pb) tertinggi 0,291 mg/L pada dosis 300 mg/L dan lama waktu kontak 45 menit (31,43%) pada ulangan 3; terendah 0,055mg/L pada dosis 200 mg/L dan lama waktu kontak 30 menit (5,87%) pada ulangan 2. Hasil uji Annovadidapatkan p-value untuk dosis= 0,000; p-value waktu = 0,230 dan p-value interaksi dosis dan waktu= 0,000 (<? 0,05) artinya ada interaksi antara dosis dan lama waktu kontak terhadap penurunan timbal (Pb) pada air sampel. Simpulan: Penurunankadar timbal (Pb) tertinggi terjadi pada dosis 300 mg/L dan lama waktu kontak 30 menit yaitu rata-rata sebesar 31,43%.Kata Kunci: Timbal (Pb), Variasi Dosis dan Lama Waktu Kontak Serbuk Biji Kelor (Moringa Oleifera), penurunan kadar timbal (Pb)
DAYA BUNUH EKSTRAK KULIT DUKU (Lansium Domesticum Corr) TERHADAP KEMATIAN LARVA Aedes aegypti Deni Febe Fidiana; Mifbakhuddin M; Ulfa Nurullita
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 8. No. 2. Tahun 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.317 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.8.2.2013.22-29

Abstract

Latar Belakang : Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit infeksi yang masih menjadi masalah kesehatan. Penyakit DBD cenderung meningkat setiap tahunnya. Upaya pemberantasan yang telah dilakukan yaitu dengan pengendalian vektor secara kimia maupun hayati. Salah satu pengendalian vektor adalah dengan menggunakan insektisida nabati ekstrak kulit duku (Lansium Domesticum Corr). Tujuan : untuk mengetahui Daya Bunuh Ekstrak Kulit Duku sebagai larvasida Aedes aegypti. Metode : Jenis penelitian ini adalah quasy-eksperimen dengan after only control group design. Hasil : Kematian larva Aedes aegypti terdapat pada semua kelompok perlakuan, sedangkan pada kelompok kontrol tidak terdapat kematian larva Aedes aegypti. Konsentrasi yang efektif adalah konsentrasi 7% karena dapat membunuh > 90% larva Aedes aegypti selama 24 jam waktu perlakuan. Simpulan : Ada perbedaan yang bermakna rata-rata kematian larva Aedes aegypti pada berbagai konsentrasi ekstrak kulit duku p value = 0,000 (? < 0,05).Kata Kunci : Larva Aedes aegypti, ekstrak kulit duku

Page 1 of 1 | Total Record : 6