cover
Contact Name
Miftahul Khairi
Contact Email
jiaa@walisongo.ac.id
Phone
+6285253709105
Journal Mail Official
jiaa@walisongo.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ushuluddin dan Humaniora (Faculty of Ushuluddin and Humanities) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, Jl. Prof. Dr. HAMKA, Kampus 2, Tambakaji Ngaliyan Semarang, Central Java Indonesia 50185
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JIAA: Journal of Islamic Art and Architecture
ISSN : 31096557     EISSN : 31096557     DOI : -
JOURNAL OF ISLAMIC ART AND ARCHITECTURE (JIAA),p-ISSN 3109-6565 (Cetak), e-ISSN 3109-6557 (Online) is an open access journal that publishes peer-reviewed articles on Art and Islamic architecture. The articles that can be published in this journal is about architecture from the Islamic value perspective. It can discuss: Art and Architecture Theory in Islamic Architecture Islamic Values in Architecture Architectural Design Sustainability Art of Islamic Culture Art of Architecture and Local Wisdom Art Architecture Heritage
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2: October 2024" : 5 Documents clear
ANALISIS KONSEP BIOFILIK PADA PERANCANGAN STADION DAHAPURA DI KABUPATEN KEDIRI Izdihar, Fairuz
JIAA: Journal of Islamic Art and Architecture Vol 2, No 2: October 2024
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Humaniora, Universitas Islam Negeri Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejak diresmikannya Peraturan Presiden Nomor 86 tahun 2021 tentang Program Desain Besar Olahraga Nasional, penyediaan dan perbaikan fasilitas olahraga digalakkan di beberapa wilayah di Indonesia. Sebagai kota penyangga ibu kota provinsi, Kediri merupakan kabupaten yang memiliki pertumbuhan infrastruktur cukup signifikan. Perencanaan pembangunan stadion menjadi salah satu hal penting untuk menunjang kebutuhan klub sepakbola maupun masyarakat, dalam meningkatkan mutu dan budaya berolahraga yang menjadi tujuan dari program Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) serta merealisasikan stadion dengan skala kabupaten yang berstandar . Menimbang realita yang ada, tingkat kebugaran masyarakat Indonesia saat ini tergolong sangat rendah. Dengan pendekatan biofilik yang memiliki fokus untuk meningkatkan produktivitas serta memainkan peran dasar dalam kesejahteraan fisik dan mental manusia, stadion ini diproyeksikan dapat mewujudkan hubungan inheren antara manusia dan alam. Oleh karena itu,  penyediaan fasilitas dan sarana olahraga dengan pendekatan desain biofilik yang bersifat healing melalui adanya hubungan ruang aktivitas manusia dengan alam dipilih dengan harapan dapat menarik partisipasi aktif masyarakat dan siswa untuk melakukan kegiatan aktivitas fisik dan kebugaran jasmani sehingga sasaran dari program DBON tercapai dan dapat meningkatkan dampak positif pada bidang kesehatan, pendidikan, sosial, dan ekonomi.
ANALISIS KONSEP ARSITEKTUR EKOLOGI PADA PERANCANGAN URBAN FARMING CENTER DI SEMARANG Umami, Zinatul
JIAA: Journal of Islamic Art and Architecture Vol 2, No 2: October 2024
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Humaniora, Universitas Islam Negeri Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Urban Farming atau yang dikenal sebagai pertanian kota, mengacu pada praktek menanam, memproses dan mendistribusikan makanan didalam atau disekitar kota. Urban farming merupakan salah satu program yang sedang berjalan di Semarang dalam upaya memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri. Hal ini dilakukan untuk merespon berkurangnya lahan perkebunan dan pertanian dikarenakan peralihan fungsi lahan dikota Semarang dan juga mengantisipasi adanya resesi global yang juga berdampak pada krisis pangan. Hadir dengan konsep ekologi, proses desain urban farming melibatkan penghubungan ekologi tanaman dengan desain perkotaan karena dapat membantu dalam menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan ramah lingkungan. Urban farming yang terletak di Tembalang, Semarang ini dapat menjadi solusi pemanfaatan lahan yang nantinya akan dijadikan wadah prototype percontohan pengembangan urban farming. Dengan hadirnya Urban Farming Center ini juga bukan untuk mematikan kegiatan urban farming yang sudah berjalan, namun dapat sebagai pemasok dan pendukung pemerataan sesuai kebutuhan wilayahnya melalui pendekatan edukasi kepada masyarakat dan kelompok tani.
ANALISIS KONSEP ARSITEKTUR NEO-VERNAKULAR PADA PERANCANGAN DIGITAL CREATIVE SPACE DI SEMARANG RIZANI, MUHAMMAD RIZKY
JIAA: Journal of Islamic Art and Architecture Vol 2, No 2: October 2024
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Humaniora, Universitas Islam Negeri Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam era digital saat ini, kebutuhan akan ruang kreatif yang mendukung kegiatan teknologi dan seni digital semakin meningkat. Digital Creative Space Semarang bertujuan sebagai fasilitas multifungsi yang menyediakan tempat bagi individu dan komunitas untuk berkolaborasi, belajar, dan berinovasi dalam bidang kreatif digital. Tujuan dari pembangunan ini adalah untuk menciptakan lingkungan yang inspiratif dan mudah diakses bagi para individu kreatif lokal serta membantu pertumbuhan ekosistem digital kota Semarang. Pendekatan desain menggunakan Arsitektur Neo- Vernakular menggunakan elemen-elemen tradisional jawa yang dapat menciptakan harmonisasi antara warisan budaya dan kebutuhan modern.
ANALISIS ARSITEKTUR NEO-VERNAKULAR PADA PERANCANGAN MUSEUM BUDAYA JAWA DI SEMARANG Fajar, Wildan Syarifuddien
JIAA: Journal of Islamic Art and Architecture Vol 2, No 2: October 2024
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Humaniora, Universitas Islam Negeri Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Museum Kebudayaan Jawa adalah institusi yang mempersembahkan dan melestarikan warisan budaya yang kaya dan beragam dari masyarakat Jawa. Melalui koleksinya yang luas, museum ini mencerminkan sejarah, seni, dan tradisi yang membentuk identitas budaya Jawa. Penelitian ini bertujuan untuk menjelajahi peran museum dalam melestarikan dan menyebarkan pengetahuan tentang kebudayaan Jawa serta dampaknya terhadap masyarakat lokal dan global. Metode penelitian yang digunakan mencakup observasi langsung, wawancara dengan kurator dan pengunjung, serta analisis literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Museum Kebudayaan Jawa tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan artefak berharga, tetapi juga sebagai pusat pendidikan dan apresiasi budaya bagi generasi masa kini dan mendatang. Selain itu, museum ini memainkan peran penting dalam mempromosikan keberagaman budaya Jawa, memperkuat identitas lokal, dan merangsang pariwisata budaya. Studi ini memberikan wawasan yang lebih dalam tentang kontribusi museum terhadap pelestarian dan penyebaran kekayaan budaya Jawa serta tantangan yang dihadapi dalam menghadapi perubahan zaman dan teknologi.
RETHINKING THE USE OF ARCHITECTURAL HERITAGE ELEMENTS AS A TOOL TO AVOID THE HEALTH RISK OF VITAMIN D DEFICIENCY: AN EXPERIENCE FROM MADINAH, SAUDI ARABIA Ashour, Randah
JIAA: Journal of Islamic Art and Architecture Vol 2, No 2: October 2024
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Humaniora, Universitas Islam Negeri Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to assess the public’s awareness, knowledge and attitude toward vitamin D and sun exposure in Madinah, as well as to evaluate people’s satisfaction with the different techniques used to maintain daylight at their homes. A cross-sectional study utilizing an online survey was conducted. Data analysis was performed using SPSS software. A total of 925 participants took part in this study. The majority of participants were 30-49 years old (55%), Saudis (69.2%), house owners (53%), and living in flat property (54.8%). 92% believed that vitamin D is important for health and 55.6% reported that vitamin D source was the sun. Unfortunately, 17.2% and 10.2% recognized the best time of sun exposure and the appropriate duration of sun exposure for adequate vitamin D, respectively. 73.6% suffered from the symptoms of vitamin D deficiency. Hot weather (59.3%), conservative dressing of Saudi women (26%) and increased urbanization and increased indoor lifestyle (10.3%) were key barriers to sunlight exposure in Madinah. 75.4% satisfied with the level of daylight provided by Rowshan. However, due to its high cost and difficulty to clean, most of the people reluctance to use Rowshan. This study found inadequate knowledge, and poor practice about vitamin D and sun exposure.

Page 1 of 1 | Total Record : 5