cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia
ISSN : 14116502     EISSN : 27228649     DOI : -
Memuat informasi ilmiah bidang kimia dan pendidikan kimia berupa hasil penelitian, telaah pustaka, opini, makalah teknis, dan kajian buku
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 2 (2008)" : 9 Documents clear
Senyawa Terpenoid Turunan Lupeol dari Ekstrak Kloroform Kulit Batang Tumbuhan Paliasa (Kleinhovia hospita Linn.) Iwan Dini
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 9, No 2 (2008)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.869 KB) | DOI: 10.35580/chemica.v9i2.415

Abstract

ABSTRAK Senyawa golongan terpenoid diduga sebagai turunan lupeol telah diisolasi dari kulit batang tumbuhan paliasa Kleinhovia hospita Linn., Sterculiaceae. Senyawa ini diperoleh dari hasil fraksinasi ekstrak kloroforom berupa kristal berbentuk jarum dengan titik leleh 120 0C. Diidentifikasi berdasarkan perbandingan data standar spektrum IR menunjukkan kemiripan 79,61% dengan senyawa lupeol dan hasil uji kualitatif dengan pereaksi Liebermann Burchard menunjukkan positif triterpen. Kata kunci: Terpenoid lupeol, Paliasa ABSTRACT Terpenoid compound, lupeol derivate, was isolated from tree bark of paliasa plant Kleinhovia hospital Linn., Sterculiaceae. This compound was obtained by fractionation of chloroform extract; in the form of needle crystal with the melting point 1200C. Identified by comparison of IR spectrum standard data to show likely 79.61% with the lupeol compound and the result of qualitative test  by Liebermann Burchard reagent where is shown positive as a triterpen. Keywords: Terpenoid lupeol, Paliasa
Pengaruh Waktu Kontak Tanah Diatomeae Terhadap Peningkatan Hasil Reduksi Cr(VI) oleh Fotokatalisis TiO2 Darminto .; Gusti Ketut Suryaning
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 9, No 2 (2008)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.793 KB) | DOI: 10.35580/chemica.v9i2.410

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui massa optimum dan pengaruh waktu kontak tanah diatomeae terhadap peningkatkan hasil reduksi Cr(VI) oleh fotokatalis TiO2. Tanah diatomeae diambil dari Laboratorium Tanah Fakultas Tehnik Universitas Gadjah Mada Yogyakarta yang dikontakkan dengan larutan yang mengandung Cr(VI) 80 ppm dan katalis TiO2. Berat katalis yang digunakan adalah 0,25 gram. Variasi massa tanah diatomeae yang digunakan adalah 10, 20, 30, 40, 50 dan 60 mg dan variasi waktu kontak yang digunakan adalah 1, 2, 3, 4, 5, 6, 9, 10, 11 dan 12 jam. Analisis sampel dilakukan masing-masing tiga kali dengan menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 543,5 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa massa optimum tanah diatomeae yang dapat meningkatkan hasil reduksi Cr(VI) adalah 40 mg dengan konsentrasi Cr(VI) yang tereduksi sebesar 21,4612 ppm dari konsentrasi awal Cr(VI) 80 ppm. Berdasarkan hasil uji F dan uji bnt, waktu kontak optimum tanah diatomeae terhadap peningkatan hasil reduksi Cr (VI) adalah 10 jam Kata Kunci: Diatomeae, Reduksi Cr(VI). Fotokatalisis ABSTRACT This research was conducted to know the optimum mass and the effect of contact time the diatomeae to improve of Cr(VI) reduction by Photocatalysis TiO2. The Diatomeae was taken from Technique Faculty Laboratory of Gadjah Mada University Yogyakarta. Diatomeae was contacted with the solution contain Cr(VI) 80 ppm and TiO2 Catalysis 0,25 gram. The variation of diatomeae mass where used, namely 10, 20, 30, 40, 50 and 60 mg and, the  variation of contact time are 1, 2, 3, 4, 5, 6, 9, 10, 11 and 12 hour. The sample was analyzed by spectrophotometer UV-VIS with 543.5 nm wavelength. The result of the research is indicated that the optimum mass diatomeae which can improve of Cr(VI) reduction is 40 mg with the concentration of Cr(VI) reduced equal to 21,4612 ppm from 80 ppm. Based of F test and the end bnt test, the optimum contact time of diatomeae to improve of result reduced the Cr(VI) are 10 hours. Keyword: Diatomeae, Reduction of the Cr(VI), photocatalysis.
Kinetika Katalitik Ion-Ion Logam Transisi Pada Reaksi Penguraian Hidrogen Peroksida Muh. Yudi
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 9, No 2 (2008)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (639.491 KB) | DOI: 10.35580/chemica.v9i2.418

Abstract

ABSTRAK Studi ini bertujuan untuk mengetahui kinetika katalitik ion-ion logam transisi, khususnya ion-ion logam transisi baris pertama dalam susunan berkala, melalui kinetika reaksi penguraian hidrogen peroksida pada sistem katalis homogen. Dari pengukuran laju reaksi penguraian pada konsentrasi hidrogen peroksida yang tetap, ditemukan bahwa laju reaksi sangat ditentukan oleh jenis katalis yang digunakan dan konsentrasi ion hidrogen dalam larutan, dimana laju penguraian hidrogen peroksida yang dikatalisis oleh logam-logam transisi baris pertama maksimum pada pH antara 9 dan 10. Sedangkan pengukuran pada berbagai konsentrasi hidrogen peroksida dengan jenis katalis dan konsentrasi yang tetap, diperoleh bahwa laju reaksi adalah orde ke satu terhadap konsentrasi hidrogen peroksida. Kata kunci: kinetika katalitik, ion logam-logam transisi, penguraian hidrogen peroksida. ABSTRACT This study aimed to the identification of the catalytic kinetics of transition metal ions, especially the first period of transition elements in the periodic system, trough the kinetics og the decomposition of hydrogen peroxide in the homogenous system. By measuring the kinetics of the reaction at the same hydrogen peroxide concentration, it was found that the rate of decomposition depended on the kind of catalyst used as well as the hydrogen ions concentration ,whereas the rate of decomposition of hydrogen peroxide catalyzed by the first period of transition metal ions was found maximum on the hydrogen ions concentration between 9 and 10. The other result was obtained from measuring the various level of hydrogen peroxide concentration provided that the rate was the first order to the hydrogen peroxide concentration. Keywords: catalytic kinetics, transition metal ions, decomposition of hydrogen peroxide.
Sintesis p-tert-butilkaliks[4]arena-tetra-n-(etilglisil)asetamida untuk Digunakan Sebagai Pengemban Ion pada Pemisahan Ion-Ion Logam Berat dengan Transpor Membran Cair Maming .; Firdaus .; Yusafir Hala
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 9, No 2 (2008)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.348 KB) | DOI: 10.35580/chemica.v9i2.411

Abstract

ABSTRAK Telah dilakukan penelitian sintesis p-tert-butilkaliks[4]arena-tetra-N-(etilglisil)-asetamida untuk digunakan sebagai pengemban ion pada pemisahan ion logam berat dengan transpor membran cair. Senyawa pengemban ion tersebut disintesis dari p-t-butilkaliks[4]arena dengan N-etilglisilasetamida. Senyawa N-etilglisil-asetamida diperoleh dari hasil reaksi antara asam 2-kloroasetat dengan SOCl2 yang diteruskan dengan penambahan HCl.H-Gly-OEt. Senyawa p-t-butil-kaliks[4]arena-tetra-N-(etilglisil)asetamida berupa kristal berwarna coklat kekuningan (75%), t.l.70 ºC, larut dalam kloroform, dan tidak larut dalam air dan n-heksana. Kata Kunci: sintesis, pengemban ion, p-t-butilkaliks[4]arena-tetra-N-(etilglisil)asetamida ABSTRACT Synthesis of p-tert-butylcalix[4]arene-tetra-N-(ethylglycil)acetamide which will used as ion carrier in separation heavy metal ions by liquid membrane transport has been conducted. The compound was synthesized from p-tert-butylcalix[4]arene and N-glycilacetamide. The N-glycilactamide compound was prepared by reaction of 2-cloroacetic acid with thionyl chloride followed by amidation with HCl.H-Gly-OEt. By this method it was obtained p-tert-butylcalix[4]arene-tetra-N-(ethylglycil)-acetamide compound as yellowish brown crystal (75%), m.p. 70 ºC, soluble in chloroform, and insoluble in both water and n-hexane. Keyword: synthesis ion, p-tert-butilkaliks[4]arena-tetra-N-(etilglisil)asetamida
Karakterisasi Komponen Minor Feromon Agregat Kumbang Hama Kelapa Rhynchophorus ferrugineus Jantan Diana Eka Pratiwi
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 9, No 2 (2008)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.964 KB) | DOI: 10.35580/chemica.v9i2.419

Abstract

ABSTRAK Telah dilakukan penelitian untuk karakterisasi komponen minor feromon agregat dari kumbang hama kelapa Rhynchophorus ferrugineus jantan. Feromon agregat diekstrak dari bagian protoraks kumbang jantan menggunakan pelarut n-heksana. Pemisahan komponen feromon dilakukan dengan proses hidrolisis menggunakan larutan NaOH 1 N yang diikuti dengan KLT menggunakan eluen n-heksana : dietil eter (6 : 4). Keberadaan feromon dalam ekstrak dan isolat didasarkan pada uji aktifitasnya dengan olfaktometer. Hasil uji aktifitas menunjukkan bahwa komponen feromon agregat terdapat pada isolate dengan Rf 0,77 dan 0,87, sedangkan berdasarkan hasil analisis GC-MS dan FT-IR diketahui bahwa komponen minor feromon agregat kumbang hama kelapa R.ferrugineus jantan terdapat pada isolat dengan Rf 0,87 dan mengandung senyawa 4-metil-5-nonanon. Kata kunci: feromon agregat, Rhynchophorus ferrugineus, 4-metil-5 -nonanon ABSTRACT The characterization of minor component of aggregation pheromone of male coconut weevil Rhynchophorus ferrugineus has been carried out. Aggregation pheromone was extracted from the weevil prothorax using n-hexane solvent. The separation of pheromone components was doing by hydrolysis process using NaOH 1 N and was followed by Thin Layer Chromatography (TLC) using n-hexane : diethyl ether (6 : 4) as eluent. The presence of pheromone in extract and isolates were based on the activity test using olfactometer.The result of activity test showed that the components of aggregation pheromone were found in isolates with Rf 0,77 and 0,87 ; and according to GC-MS and FT-IR analysis, the minor component of aggregation pheromone of male coconut weevil R. ferrugineus was found in isolate with Rf 0,87 and contained 4-methyl-5-nonanone compound. Keywords: aggregation pheromone, Rhynchophorus ferrugineus,4-methyl-5 -nonanon
Perbandingan Strategi Konflik Kognitif dengan Strategi Konvensional terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas XI IPA SMA Negeri 1 Makassar (Studi pada Materi Pokok Stoikiometri Larutan) Muh. Yunus
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 9, No 2 (2008)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.786 KB) | DOI: 10.35580/chemica.v9i2.416

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan pengaruh strategi konflik kognitif dengan strategi konvensional terhadap hasil belajar siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Makassar. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPA yang terdiri dari tujuh kelas dengan jumlah siswa 315 orang. Sampel diambil dengan random sampling yaitu mengambil dua kelas dari tujuh kelas secara acak. Sebagai kelas eksperimen adalah kelas XI IPA 7 dan sebagai kelas pembanding adalah kelas XI IPA 5. Data tes hasil belajar diolah dengan statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial dengan Uji-t. Rata-rata hasil belajar siswa kelas eksperimen adalah 15,02 dengan standar deviasi 3,78. Sedangkan rata-rata hasil belajar siswa kelas pembanding adalah 12,25 dengan standar deviasi 3,74. Persentase ketuntasan hasil belajar siswa pada kelas eksperimen adalah 63% dan pada kelas pembanding adalah 32%. Dari hasil perhitungan statistik inferensial diperoleh nilai thitung 3,474 dan harga ttabel 1,665 pada taraf kepercayaan 95%. Hal ini berarti hipotesis diterima sehingga disimpulkan bahwa pengaruh strategi konflik kognitif lebih besar daripada pengaruh strategi konvensional terhadap hasil belajar siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Makassar. Kata kunci: konflik kognitif, hasil belajar ABSTRACT This research aimed to know the comparison of cognitive conflict and the conventional strategy to learning achievement of the student of Class XI IPA SMA Negeri 1 Makassar. Populations this research are all student of XI IPA class of SMA Negeri 1 Makassar consist of seven classes with the student amount 315 people. Sample is takes by random sampling to have two classes. As experiment class is XI IPA 7 class and comparator class is of XI IPA 5 class. Data of study result processed by descriptive statistically and analysis processed statistically inferential by T-test. Mean of study result of l of experiment class is 15.02, witch the deviation standard is 3.7 and mean of study result of comparator class is 12.25, witch the deviation standard is 3.74. The percentage completing of study of experiment class is 63% and comparator class is 32%. From inferential statistic calculation result obtained thitung is 3,474 and ttabel is 1,665 at significant level is 0.50. Matter of this means indicated the hypothesis value are accepted, so that concluded that influence of cognate conflict strategy bigger than conventional strategy form study the student of class of XI IPA SMA Negeri 1 Makassar. Key words: konflik kognitif, learning achivement
Penerapan Metode Pembelajaran Scaffolding Pada Pokok Bahasan Sistem Periodik Unsur Ratnawati Mamin
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 9, No 2 (2008)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.059 KB) | DOI: 10.35580/chemica.v9i2.420

Abstract

ABSTRAK Metode Scaffolding merupakan praktik yang berdasarkan pada konsep Vygotsky tentang zona of proximal development (zona perkembangan terdekat). Penerapan metode pembelajaran Scaffolding pada pokok bahasan Sistem periodik unsur berarti memberikan kepada individu sejumlah besar bantuan selama tahap awal pembelajaran dan kemudian mengurangi bantuan tersebut dan memberikan kesempatan kepada anak didik tersebut untuk mengambil alih tanggung jawab yang semakin besar, segera setelah mampu mengerjakan sendiri. Bantuan yang diberikan oleh pembelajar (guru) dapat berupa petunjuk, peringatan, dorongan, menguraikan masalah ke dalam bentuk lain yang memungkinkan siswa dapat mandiri. Kata Kunci : Scaffolding, Guru, Sistem Periodik Unsur ABSTRACT Scaffolding method is an experiment that based of Vygotsky conept about zona of proximal development. The implementation of this method for periodic unsure system meaning some help for individual with step in first study, and then reduced and give changes for student to take on more responsibilities, after they have worked. The Helpful which is given teacher such as guides, intends, motivation, could be explained the problem to other side which is probably the student can work alone. Key words : Scaffolding, Teacher, Periodic System
Pemanfaatan Zeolit dan Bokashi Ampas Tahu untuk Menekan Konsentrasi Nikel dan Meningkatkan Pertumbuhan Baby Corn pada Tanah Tambang di Soroako Muhammad Danial; Nur Anny S. Taufieq; Wahidah Sanusi
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 9, No 2 (2008)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.087 KB) | DOI: 10.35580/chemica.v9i2.413

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini merupakan studi penggunaan zeolit sebagai absorben terhadap kation nikel dalam tanah dan ampas tahu sebagai sumber bahan organik untuk memperbaiki beberapa sifat kimia tanah. Oleh karena itu, penggabungan kedua perlakuan ini merupakan suatu model pemanfaatan lahan marjinal menjadi lahan yang produktif. Target khusus dari seluruh kegiatan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat aktivitas zeolit dalam mengikat kation nikel dan potensi ampas tahu sebagai sumber organik unsur hara untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman pada tanah tambang nikel. Penelitian ini bersifat eksperimen dengan menggunakan Percobaan Dua Faktor dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 48 polibag yang ditanami baby corn sebagai tanaman uji coba. Selain itu, terdapat 16 polibag yang diinkubasikan dan merupakan kombinasi perlakuan. Setiap polibag diisi 10 kg tanah kering udara. Faktor pertama adalah zeolit dengan dosis : 0, 2, 6, dan 10 ton/ha. Faktor kedua adalah bokashi ampas tahu dengan dosis : 0, 2, 6, dan 10 ton/ha. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan sidik ragam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan zeolit dan bokashi ampas tahu efektif untuk menurunkan kadar nikel dalam tanah dari 87,33 ppm menjadi 52,00 ppm, menurunkan Al-dd tanah, menurunkan kadar Fe dalam tanah, dan meningkatkan tinggi tanaman dari 81,00 cm menjadi 91,92 cm. Penggunaan zeolit dan bokashi ampas tahu juga mampu memperbaiki beberapa sifat kimia tanah Ultisol yang berasal dari areal bekas tambang nikel yaitu meningkatkan pH tanah, C-organik dan bahan organik tanah, N-total tanah, K-dd tanah, dan KTK tanah, tetapi menurunkan P-tersedia tanah. Berdasarkan uraian tersebut, maka perlakuan dengan dosis zeolit 2 ton/ha dan bokashi ampas tahu 6 ton/ha merupakan perlakuan terbaik Kata Kunci; zeolit, bokashi ampas tahu,baby corn ABSTRACT This research is the using of zeolit as absorbent of nickel cation of the land and tahu waste as organic source. The combination of two treatments is one model to improve quality of marginal land to be productive land. The specific aimed of the research is activity of zeolith in the nickel cation fasten and tahu waste potential as organic source. The research was experimental using two factors in the complete random design with four treatments and three replications to obtain 48 polibags planted with babycorn as experimental plant and 16 incubated polibags as a treatment combination. Each polibag contained 10 kg dry soil. The first factor was zeolith with dosages: 0, 2, 6, and 10 tons/ha. The second was bokashi of tahu waste with dosage 0, 2, 6, and 10 tons/ha. The result shows that the using zeolith and bokashi of tahu waste is able to reduce the nickel rate from 87,33 ppm to 52,00 ppm. It reduce soil Al-dd, reduce Fe rate and improve plant height from 81,00 cm to 91,92 cm. The usage of zeolith and bokashi of tahu waste can improve some chemical characteristic of ultisol soil, improve pH of soil, C-organic and soil organic, N-total soil, soil K-dd, and CEC soil, but reduce P soil available. The best treatment is the zeolith with dosage 2 tons/ha and bokashi of tahu waste 6 tons/ha. Keyword; zeolith, bokashi ampas tahu,baby corn
Pengaruh Umur Terhadap Keragaman Kandungan Asam Amino Cacing Tanah Lumbricuss rubellus Army Auliah
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 9, No 2 (2008)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.295 KB) | DOI: 10.35580/chemica.v9i2.417

Abstract

ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh umur terhadap keragaman kandungan asam amino cacing tanah Lumbricuss rubellus. Cacing tanah ini memiliki variasi umur (7), (8), (9), (10), (11), (12), dan (13) minggu. Cacing tersebut dikumpulkan dan dibersihkan dari kotoran, lalu ditimbang masing-masing sebanyak 100 gram dan dicuci.  Setelah itu dihaluskan dengan cara diblender, kemudian dikering-bekukan dalam freeze  dryer selama 24 jam sampai kering dan dihaluskan kembali. Analisis kandungan asam amino menggunakan instrumen Amino Acid Analyzer. Pengerjaan dengan alat ini meliputi hidrolisis asam amino. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada setiap umur diperoleh 17 jenis asam amino berupa 9 jenis asam amino esensial dan 8 jenis asam amino non esensial sedangkan kadar masing-masing asam amino tidak berbeda jauh di setiap umurnya. Hal ini menandakan bahwa umur tidak mempengaruhi keragaman dan kandungan asam amino cacing tanah Lumbricuss rubellus. Kata kunci: asam amino, Lumbricuss rubellus ABSTRACT The aim of this research is to know the influence of age to the content and various of amino acid of worm Lumbricus rubelus. The worm has the variation age (7), (8), (9), (10), (11), (12), and ( 13) weeks. The worm collected and cleaned of the dirty, then deliberated each as much 100 gram and cleaned. Afterwards attenuated, then freezed-dryed during 24 hours in  freeze dryer. Analysis of amino acid by amino acid analyzer which included amino acid hydrolisis. Result of this research indicate that there are 17 kinds of amino acid in every age that are 9 kinds of essential amino acid and 8 kinds of non essential  amino acid, wherever concentration of  its amino acid in every age almost constant. This matter show that the age doesnot influence the content and various of amino acid of worm of Lumbricuss rubellus. Keywords: amino acid, Lumbricuss Rubellus

Page 1 of 1 | Total Record : 9