cover
Contact Name
Ichlasia Ainul Fitri
Contact Email
ichlasia@mercubuana-yogya.ac.id
Phone
+6285786579850
Journal Mail Official
jfat@mercubuana-yogya.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Wates-Jogjakarta, Karanglo, Argomulyo, Kec. Sedayu, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55752. Indonesia
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Journal of Food and Agricultural Technology
ISSN : -     EISSN : 3063461X     DOI : https://doi.org/10.26486/jfat.v1i1.3378
The Journal is envisaged as the major platform for communicating advances/developments in covering the wide range of post-harvest related science, engineering and technological aspects of foods, food products and related byproducts with special emphasis on the basic and applied research findings that will impact the quality, safety and/or shelf life of fresh or processed food products including findings that will help improvise the efficiency of a process/technology, effective utilization of by-products or wastes resulting from food processing
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 1 (2023)" : 5 Documents clear
Pengaruh Subtitusi Tepung Uwi Ungu-Kacang Tanah dan Penambahan Cmc (Carboxymethyl Cellulose) terhadap Karakteristik Makaroni Cahyono Murti, Siti Tamaroh; Marni, Marni; Yulianto, Wisnu Adi
Journal of Food and Agricultural Technology Vol. 1 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/jfat.v1i1.3378

Abstract

Pembuatan makaroni dengan bahan tepung baku uwi ungu, kacang tanah dan pembahan CMC merupakan pemanfaatan bahan pangan lokal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan tepung uwi ungu, kacang tanah dan penambahan CMC terhadap sifat fisik, kimia dan tingkat kesukaan makaroni yang memenuhi syarat dan disukai panelis. Pada penelitian ini membuat makaroni dengan perbandingan penambahan  tepung terigu, tepung uwi ungu dan tepung kacang tanah (100% : 0% : 0%) ; (85% : 10% : 5%) ; (70% : 20% : 10%) ; (55% : 30% : 15%) dan penambahan CMC ( 0,5%,  0,75% dan 1%). Analisa yang dilakukan pada penelitian uji fisik pada makaroni terdiri atas warna dan tekstur. Uji kimia terdiri atas kadar air, kadar abu, kadar protein, aktivitas antioksidan, fenol dan antosianin, serta tingkat kesukaan makaroni. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan  penambahan  tepung terigu : tepung uwi ungu : tepung kacang tanah dan penambahan CMC terhadap makaroni berpengaruh nyata terhadap uji warna, tekstur, aktivitas antioksidan, serta  tingkat kesukaan makaroni. Makaroni dengan perlakuan terbaik yang paling disukai panelis dan memiliki aktivitas antioksidan tinggi yaitu pada perlakuan dengan perbandingan tepung terigu 55: tepung uwi ungu 30: tepung kacang tanah 15 dan penambahan CMC 0,75% memiliki kandungan kadar air  6,85%, kadar abu 3,19%, kadar protein 17,74%, aktivitas antioksidan 64,10 %RSA,  fenol 52,54 mg EAG/100 g dan antosianin 45,06 mg/100 g.
Effect of Adding Probiotic Yeast and Fermentation Time on Probiotic Tempeh Characteristics Qibty, Mari'ah; Yulianto, Wisnu Adi; Pujimulyani, Dwiyati
Journal of Food and Agricultural Technology Vol. 1 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/jfat.v1i1.3390

Abstract

Tempeh is one of the foods made from soybean seeds or other ingredients that are processed through fermentation. Tempeh currently circulating in the community does not contain probiotic yeast, the addition of probiotic yeast is intended to provide probiotic properties to tempeh. From previous studies, yeast isolates from radishes and tomatoes have been identified as potential probiotic yeasts. This study aimed to determine the effect of adding the type of probiotic yeast isolate and fermentation time on the number of fungi, the number of yeasts, pH, antioxidant activity, and the level of preference by panelists for the resulting probiotic tempeh. This study used a completely randomized design with a factorial pattern. The first factor was the type of probiotic inoculum (Saccharomyces boulardii, yeast isolate LBK K, yeast isolate TMT 2), and the second factor was incubation time (0 hours, 24 hours, and 48 hours). The analysis included the number of fungus and yeast (plate count agar), antioxidant activity (radical scavenging activity (%), and preference level for probiotic tempeh. The data obtained were analyzed for variance (ANOVA) at a 95% confidence level. If there was a significant difference between each treatment was continued with Duncan's multiple range test (DMRT). The results showed that adding probiotic yeast type and a long incubation time affected the microbiological properties, antioxidant activity, and panelist preference. The most preferred tempeh was tempeh with the addition of LBK K isolate with an incubation time of 48 hours with a pH of 5.46, the total number of fungi was 6.62 log CFU/g, the total amount of yeast was 8,63 log CFU/g, the antioxidant activity was 18.58% RSA. Tempeh, with the addition of LBK K yeast isolate, has the potential as a probiotic food.
Pengaruh Konsentrasi ZnCl2 dan Metode Pemanasan terhadap Karakteristik Serbuk Simplisia Sambiloto (Andrographis paniculata) Suryani, Lilis; Putra, Danis Aprianto; Fitri, Ichlasia Ainul
Journal of Food and Agricultural Technology Vol. 1 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/jfat.v1i1.3477

Abstract

Proses pemanasan dalam pembuatan simplisia sambiloto mengakibatkan degradasi klorofil. Peningkatan stabilitas klorofil dapat dilakukan dengan pembentukan kompleks mettaloklorofil dengan logam yang lebih stabil seperti Zn. Keberhasilan pembentukan Zn-klorofil juga dipengaruhi oleh metode pemanasan, diketahui proses blanching mengakibatkan banyak klorofil yang terlarut dalam medium, sehingga dalam penelitian ini digunakan metode pemanasan oven dan autoklaf. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi reagen ZnCl2 dan metode pemanasan terhadap karakteristik kimia, dan fisik bubuk simplisia sambiloto yang dihasilkan. Cara pembuatan simplisia sambiloto dilakukan melalui tahapan sortasi, penggilingan, pengayakan, pencampuran dengan ZnCl2 (0, 200, 300, 400, dan 500 ppm), pemanasan (oven dan autoklaf), dan pengeringan. Bubuk simplisia sambiloto yang dihasilkan dianalisis kadar air, kadar abu, kadar klorofil, warna dan stabilitas warnanya. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor. Data yang diperoleh dianalisis variansi dan jika berpengaruh nyata dilanjutkan dengan DMRT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi metode pemanasan dan konsentrasi ZnCl2 berpengaruh nyata terhadap kadar abu, klorofil, intensitas warna hijau, dan stabilitas warna, namun tidak berpengaruh nyata terhadap kadar air bubuk simplisia sambiloto. Bubuk simplisia sambiloto yang berkadar klorofil tinggi dapat dihasilkan dengan konsentrasi reagen ZnCl2 200 ppm dan metode pemanasan dengan autoklaf dan mempunyai kadar klorofil 420.94 mg/100 g bb, kadar air 7.13 % bb, kadar abu 15.41 % bk, dan intensitas warna hijau -2,58.
Pengaruh Penambahan Kunyit (Curcuma domestica Val.) dan Baking Powder terhadap Karakteristik Stick Tepung Terigu-Garut Pujimulyani, Dwiyati; Hanifah, Dika Nur; Setiyoko, Agus
Journal of Food and Agricultural Technology Vol. 1 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/jfat.v1i1.3478

Abstract

Kunyit memiliki potensi dalam pangan fungsional karena mengandung sifat antioksidatif yang berasal dari senyawa kurkuminoid. Oleh karena itu, kunyit ditambahkan pada stick ditambahkan yang merupakan camilan digemari oleh masyarakat. Stick dibuat dari campuran tepung terigu dan tepung garut, maka dari itu perlu ditambahkan baking powder untuk membentuk tekstur stick agar lebih renyah. Metode penelitian ini dilakukan menggunakan rancangan acak lengkap faktorial dengan 2 faktor dengan penambahan bubuk kunyit dengan variasi 5, 10 dan 15 g dan baking powder dengan variasi 0,15 g, 0,30 g, dan 0,45 g. Penambahan bubuk kunyit dan baking powder berpengaruh terhadap tingkat kesukaan, warna (lightness, redness dan yellowness), tekstur dan kadar air. Berdasarkan tingkat kesukaan stick terigu-garut terbaik dihasilkan dengan penambahan bubuk kunyit 5 g dan baking powder 0,30 g yang berturut memiliki sifat kimia kadar protein sebesar 8,48% (b/b), aktivitas antioksidan 53,82% RSA (DPPH) dan 5,64 mg E Fero/g (FRAP) serta kadar fenol total 20,88 mg EAG/g.  
Pengaruh Penambahan Carboxymethyl Cellulose terhadap Karateristik Mi Basah Setiyoko, Agus; Awaliya, Nila Soviatul
Journal of Food and Agricultural Technology Vol. 1 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/jfat.v1i1.3479

Abstract

Ekstrak bunga telang memiliki kandungan senyawa bioaktif yang berperan sebagai antioksidan. Pemanfaatan ekstrak bunga telang dalam mi basah dapat menjadi alternatif sebagai pewarna alami. Penambahan CMC diharapkan dapat meningkatkan tekstur dari mi basah yang dihasilkan. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan mi basah dengan penambahan CMC dan ekstrak bunga telang untuk mengetahui pengaruh penambahan CMC dan ekstrak bunga telang terhadap sifat fisik, kimia dan tingkat kesukaan mi basah yang dihasilkan. Mi basah dibuat dari tepung terigu, CMC, ekstrak telang, garam dan air yang dicampur dan diuleni hingga kalis, kemudian adonan didiamkan, dipipihkan, dipotong menjadi untaian mi dan direbus. Analisis yang dilakukan meliputi pengujian fisik warna, tensile strength, rehidrasi dan rendemen, kadar air, kadar abu, aktivitas antioksidan serta uji kesukaan. Metode penelitian yang dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan 2 faktor, faktor pertama konsentrasi penambahan ekstrak bunga telang dan faktor kedua konsentrasi penambahan CMC. Penambahan ekstrak bunga telang sebesar 3%, 6% dan 9%, dan penambahan CMC sebesar 0,5%, 0,75% dan 1%. Data yang diperoleh kemudian dianalisa statistik menggunakan Univariate Analysis of Variance dan apabila terdapat beda nyata dilanjutkan Duncan Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terpilih yaitu mi basah dengan penambahan CMC 0,75% dan ekstrak bunga telang 9% dengan karakteristik fisik L* 50,93, a* 0,90, b* 3,81, tensile strength 0,012Mpa, rehidrasi 0,85 g/ml, rendemen 97,30%. Sifat kimia meliputi kadar air 29,15 b/b, kadar abu 0,85 b/b dan aktivitas antioksidan 1,49 %RSA. Mi basah yang disukai panelis adalah mi basah dengan penambahan ekstrak bunga telang 9% dan CMC 0,75%.  

Page 1 of 1 | Total Record : 5