cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
FIKkeS
ISSN : 19786735     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2010): JURNAL KEPERAWATAN" : 7 Documents clear
KADAR TRIGLISERID PADA PEMAKAIAN DEPOMEDROKSI PROGESTERON ACETAT PESERTA KB DIWILAYAH JATISARI Ttri Hartati; Machmudah -
FIKkeS Vol 3, No 2 (2010): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1795.264 KB)

Abstract

Kontrasepsi hormonal jenis KB suntik di lndonesia semakin banyak dipakai karena cara kerjanya yang efektif, pemakaiannya praktis dan harganya relatif murah serta aman. Cara ini mulai disukai masyarakat kita dan diperkirakan setengah juta pasangan memakai kontrasepsi suntik ini untuk mencegah kehamilan. Hasil penelitian dilapangan oleh BKKBN menyatakan bahwa kontrasepsi suntik dimulai tahun 1965 dan sampai sekarang diseluruh dunia diperkirakan berjuta-juta wanita memakai cara ini untuk tujuan kontrasepsi. Efek samping dari pemakaian kontrasepsi suntik Depo Medroksi Progesteron Acetat ( DPMA ) berupa gangguan haid yaitu amenorea, spotting ( bercak darah ), menorragia. Juga dijumpai keluhan mual, sakit kepala, pusing, muntah, rambut rontok, peningkatan tekanan darah serta kenaikan Berat Badan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penambahan berat badan pada pemakai Kotrasepsi suntik Depo Medroksi Progesteron Acetat ( DPMA ) karena meningkatnya kadar Trigliserid dalam darah sebagai akibat menggunakan kontrasepsi tersebut. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, explanatory research . metode yang digunakan adalah survai dengan pendekatan yang digunakan adalah cross sectional populasi pada penelitian ini adalah peserta KB suntik DPMA yang mendapatkan suntik DPMA di Bidan Swasta di Jatisari Jatingaleh dan Perumahan Pondok Majapahit, dan samplenya seiumlah 19 orang. Rerata pemakaian Depomedroksi Progesteron adalah 54,9 bulan atau 4,5 tahun dengan lama pemakaian terpendek 12 bulan atau 1 tahun dan pemakaian terlama 169 bulan 14 tahun 1 bulan. Rerata umur responden adalah 36 tahun dengan umur termuda 24 tahun dan umur tertua 42 tahun Rerata kadar Trigliserid adalah 193,5 mgr/dcliter dengan kadar terendah 76,7 mgr/dcliter dan kadar trigliserid tertinggi 437,7 mgr/dcliter Rerata Beret Badan ibu sebelum menggunakan Depomedraksi Progesteron adalah 51 ,263 kg Berat badan terendah 44 kg dan tertinggi 62 kg. Namun setelah menggunakan Depomedroksi Progesteron rerata naik menjadi 60,368 kg dan BB terendah menjadi 48 kg dan BB tertinggi menjadi 82 kg Semakin Lama menggunakan KB Suntik DPMA maka semakin meningkat kadar air dalam darah yang ditunjukkan dengan kenaikan Berat Badan dan Semakin Lama menggunakn KB Suntik DPMA maka kadar lemak dalam darah juga meningkat yang ditunjukkan kadar trigliserid dalam darah yang meningkat Kata Kunci : trigliserid pada pemakaian depomedroksi progtesteron acetat
DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP PERILAKU MIRAS REMAJA DESA SAMBIREJO, KECAMATAN PLUPUH, SRAGEN Amin Samiasih; Nanad Triyunadi Putra
FIKkeS Vol 3, No 2 (2010): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (719.038 KB)

Abstract

Berdasarkan survey awal yang di lakukan peneliti di desa Sambirejo, kecamatan Plupuh, Sragen terhadap 7 responden remaja laki - laki yang berperilaku mengkonsumsi miras didapatkan bahwa dari 7 remaja yang mengkonsumsi alkohot 4 diantaranya mengatakan karena keluarganya tidak pernah menegur dan melarangnya, sedangkan 3 remaja mengatakan mengkonsumsi alkohol sebagai protes atas aturan ketat yang diberlakukan keluarga. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan perilaku minum - minuman keras remaja Desa Sambirejo, Kecamatan Plupuh, Sragen. penelitiain ini adalah jenis penelitian deskriptil korelasi. Rancangan penetitian yang digunakan adalah Cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 64 responden. Metode pengambilan sampel menggunakan sample random sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 64 responden. Variabel bebas dukungan keluarga dan variabel terikat adalah perilaku miras remaja. Uji statistik yang digunakan Rank Spearman, dengan taraf signifikan 5 %. Hasil penetitian didapat dukungan keluarga rendah sebesar 50 %, sedang sebesar 39,1 % dan tinggi sebesar 10,9 %. Remaja yang berperilaku miras berat sebesar 14,1 %, perilaku miras sedang sebesar 45,3 % dan perilaku miras ringan sebesar 40,6 %. Hasil uji statlstik dengan Rank Spearman didapatkan ada hubungan secara signifikan (bermakna) antara dukungan keluarga dengan perilaku miras di kalangan remaja, dengan nilai r hitung sebesar 0,351 dan p = 0,005. menuniukkan bahwa semakin tinggi dukungan keluarga maka perilaku miras dikalangan remaja akan semakin ringan demikian sebaliknya semakin rendah dukungan keluarga yang diberikan maka semakin berat tingkat perilaku miras di kalangan remaja. Kata Kunci : Dukungan Keluarga, Remaja, Perilaku Miras.  
GAMBARAN TIPE EMPATI PERAWAT JIWA DI RUMAH SAKIT JIWA TAMPAN PEKANBARU Fatimah -; Veny Elita; Sri Wahyuni
FIKkeS Vol 3, No 2 (2010): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5800.379 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tipe empati perawat BSJ Tampan Pekanbaru dalam merawat klien gangguan jiwa. Desain penelitian deskriptif sederhana dengan metode survey. Penelitian dilakukan di RSJ Tampan Pekanbaru terhadap 30 orang perawat yang merawat klien gangguan jiwa. Alat ukur yang digunakan kuisioner yang sudah valid dengan 30 pernyataan yang telah diuji reliabilitas. Analisa yang digunakan analisa univariat. Hasil penelitian 17 orang perawat (56,6%) menunjukan tipe empati yang tinggi untuk tanggapan verbal dan 17 orang perawat (56,6%) menunjukan tingkat empati yang rendah pada tipe empati menghormati diri sendiri dan orang lain. Selain itu, rata-rata perawat di RSJ Tampan menggunakan tipe empati prilaku non verbal ditampilkan pada tingkat sedang sebanyak 18 orang (60%) tipe empati menerima dan mendengarkan dengan tingkat rendah 15 orang perawat (50%) sedangkan tipe empati terbuka jujur dan fleksibel tingkat rendah 14 orang perawat (46,6%) Hasil penelitian ini direkomendasikan untuk diadakan pelatihan komunikasi terapeutik kepada perawat RSJ Tampan Pekanbaru. Kata kunci: empati perawat, merawat klien, gangguan jiwa
FAKTOR - FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KECEMASAN PADA ANAK USIA PRASEKOLAH DI BANGSAL MELATI RSUD TUGUREJO SEMARANG M Fatkhul Mubin; Dessy Maria Hanum
FIKkeS Vol 3, No 2 (2010): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1613.338 KB)

Abstract

Latar Belakang: Anak sangat rentan terhadap penyakit. Apabila anak mengalami sakit dan keluarga tidak dapat mengatasi karena kondisi anak terlalu parah, maka perawatan di rumah sakit sangat dibutuhkan. Anak yang dirawat di rumah sakit akan mengalami kecemasan yang bervariasi, karena harus berpisah dari lingkungan yang dirasakannya aman, penuh kasih sayang, dan menyenangkan, seperti lingkungan rumah, permainan, dan teman sepermainannya. Hal ini berhaitan dengan faktor-faktor yang berhubungan dengan kecemasan anak ketika dirawat di rumah sakit, meliputi posisi anak dalam keluarga, pendampingan orang tua, kelas rumah sakit, dan kepribadian anak. Oleh karena itu, permasalahan yang diangkat skripsi ini adalah sejauh mana faktor-faktor tersebut berhubungan dengan kecemasan pada anak usia prasekolah di Bangsal Melati RSUD Tugurejo Semarang. Tujuan penelitian: Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan dengan kecemasan pada anak usia prasekolah di Bangsal Melati RSUD Tugurejo Semarang. Metode penelitian: Metode yang digunakan pada penelitian ini mengunakan metode deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada anak usia prasekolah yaitu 3 - 6 tahun di Bangsal Melati RSUD Tugurejo Semarang pada tanggal 5 - 26 Agustus 2007 dengan menggunakan teknik pengambilan sampel secara total sampling sebanyak 39 anak. Hasil: Hasil analisis univariat menunjukkan posisi anak prasekolah sebagian besar sebagai anak tengah sebesar 35,9%, kelas rumah sakit sebagian besar berada pada kelas ll sebesar 59,0%, pendampingan orang tua sebagian besar berada pada anak yang didampingi sebesar 59,0%, tipe kepribadian anak prasekolah sebagian besar berada pada tipe kepribadian introvert sebesar 51,3%, kecemasan anak prasekolah sebagian besar mengalami kecemasan sebesar 74,4%. Sedangkan hasil analisis bivariat dengan menggunakan uji Chi-Square menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara posisi anak dalam keluarga dengan kecemasan anak dengan nilai p-value 0,037, tidak ada hubungan yang bermakna antara kelas rumah sakit dengan kecemasan anak dengan nilai p-value 0,620, ada hubungan yang bermakna antara pendampingan orang tua dengan kecemasan anak dengan nilai p-value 0,003, ada hubungan yang bermakna antara kepribadian anak dengan kecemasan anak dengan nilai p-vaolue 0,031. Kesimpulan: Ada hubungan yang bermakna antara posisi anak dalam keluarga dengan kecemasan anak dengan nilai p-value 0,037, tidak ada hubungan yang bermakna antara kelas rumah sahit dengan kecemasan anak dengan nilai p-value 0,620, ada hubungan yang bermakna antara pendampingan orang tua dengan kecemasan anak dengan nilai p-value 0,003, ada hubungan yang bermakna antara tipe kepribadian anak dengan kecemasan anak dengan nilai p-value 0,031. Saran: Bagi orang tua untuk lebih memahami kepribadian anaknya dan selalu mendampingi anak selama dirawaL Bagi pihak rumah sakit diharapkan dapat  mempermudah akses bagi para pendamping anak serta memperbaiki program pelayanan di ruang kelas. Kata Kunci : Faktor-faktor kecemasan
ANALISIS FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PRAKTIK LANSIA HIPERTENSI DALAM MENGENDALlKAN KESEHATANNYA DI PUSKESMAS MRANGGEN DEMAK Edy Soesanto
FIKkeS Vol 3, No 2 (2010): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6789.13 KB)

Abstract

Hipertensi merupakan faktor risiko utama penyakit-penyakit kardiovaskular yang merupakan penyebab kematian tertinggi di lndonesia. Data penelitian Departemen Kesehatan Rl tahun 2005, menunjukkan hipertensi dan penyakit kardiovaskular masih cukup tinggi dan bahkan cenderung meningkat seiring dengan gaya hidup yang jauh dari perilaku hidup bersih dan sehat, mahalnya biaya pengobatan hipertensi, persepsi yang keliru dari masyarakat disertai kurangnya sarana dan prasarana penanggulangan hipertensi. Hipertensi sebenarnya merupakan penyakit yang dapat dicegah bila faktor resiko dapat dikendalikan dan berperilaku sehat (healthy behavior) yaitu praktik atau kegiatan yang berkaitan dengan upaya mempertahankan, mengendalikan dan meningkatkan kesehatan. Data dari dinas kesehatan Kabupaten Demak, angka kejadian hipertensi mengalami kenaikan dalam kurun waktu tiga tahun terakhir ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor faktor yang berhubungan dengan praktik lanjut usia Hipertensi dalam mengendalikan kesehatannya di wilayah kerja Puskesmas Mranggen, Kabupaten Demak dengan menggunakan pendekatan study Cross sectional dengan pendekatan kuantitatif. Besar sampel untuk pendekatan kuantitatif adalah 285 responden (total sampling). Analisa data dilakukan secara univariat, bivariat dengan chi square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara dukungan keluarga terhadap lanjut usia yang menderita penyakit hipertensi dengan praktik lanjut usia hipertensi dalam mengendalikan kesehatannya ( p = O,O48), ada hubungan antara dukungan kader kesehatan terhadap lanjut usia yang menderita penyakit hipertensi dengan Praktik lanjut usia hipertensi dalam mengendalikan kesehatannya (p = 0,049), dan ada hubungan antara akses pelayanan kesehatan dengan Praktik lanjut usia hipertensi dalam mengendalikan kesehatannya (p = 0,026). Saran kepada petugas puskesmas agar dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, melakukan kunjungan rumah, memberikan pendidikan kesehatan khususnya tentang manfaat pengendalian kesehatan bagi lanjut usia hipertensi dan melakukan kerjasama lintas sektoral dalam pelaksanaan program pos pembinaan terpadu (posbindu) lanjut usia. Kata kunci : Praktik, Lanjut usia, Pengendalian kesehatan, Hipertensi
GAGAT GINJAL KRONIS DAN PENANGANANNYA: LITERATUR REVIEW Ns Cut Husna
FIKkeS Vol 3, No 2 (2010): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1024.503 KB)

Abstract

Gagal ginjal kronis merupakan gangguan fungsi renal yang progresif dan irreversible dimana kemampuan tubuh gagal untuk mempertahankan metabolisme dan keseimbangan cairan dan elektrolit yang menyebabkan uremia. Hal ini teriadi apabila laju filtrasi glomerular (LFG) kurang dari 50 milmenit. Urutan etiologi terbanyak gagal ginjal kronis adalah glomerulonetritis (25%), diabetes melitus (23Yo), hipertensi (20%) dan ginjal polikistik (10%). Di lndonesia pertumbuhan penderita gagal ginjal kronik sekitar l0% per tahun. Berdasarkan data dari Pusat Nefrologi lndonesia insiden dan prevalensi 100-150/1 juta penduduk tiap tahun. Penatalaksanaan gagal ginjal kronik mengacu pada therapy konservatif (diet, kebutuhan kalori, kebutuhan cairan dan elektrolit), therapy simptomatik, dan therapy pengganti ginjal (hemodialisis, dialysis peritoneal, dan transplantasi ginjal di anjurkan untuk meningkatkan kesehatan pasien tersebut. Keyword: Gagal ginjal, kronik, therapi konservatif, therapi simptomatik, therapi pengganti ginjal
HUBUNGAN ANTARA KUALITAS KEMIMPINAN DAN GAYA MANAJEMEN DENGAN KEPUASAN KERJA PERAWAT DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TUGUREJO SEMARANG Edy Wuryanto
FIKkeS Vol 3, No 2 (2010): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (951.375 KB)

Abstract

Kepuasan kerja merupakan wujud dari persepsi karyawan yang tercermin dalam sikap dan terfokus pada perilaku terhadap pekerjaannya. Timbulnya tanda dan gejala ketidakpuasan kerja perawat berhubungan dengan lingkungan kerja perawat khususnya kualitas kepemimpinan dan gaya manajemen. Lingkungan kerja yang positif mampu mempengaruhi, mendorong dan memotivasi seseorang untuk bekerja secara optimal sesuai profesinya. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan kualitas kepemimpinan dan gaya manajemen dengan kepuasan kerja perawat di RSUD Tugurejo Semarang. Populasi penelitian berjumlah 225 orang dengan latar belakang pendidikan Dlll keperawatan, sarjana keperawatan dan ners. Teknik pengambilan sampelnya adalah total sample. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif korelasi yaitu penelitian yang bertujuan menganalisis hubungan antar variabel dengan metode cross sectional. Variabel bebas adalah kualitas kepemimpinan dan gaya manajemen, sedangkan variabel terikatnya adalah kepuasan kerja perawat. Hasil analisis didapatkan kualitas kepemimpinan keperawatan baik (54.2%), gaya manajemen baik (56.4%), kepuasan ketrja perawat baik (53,8%), dan adanya hubungan antara kualitas kepemimpinan dengan kepuasan kerja (p=0,000) serta adanya hubungan antara gaya manajemen dengan kepuasan kerja (p=0,000). Kesimpulan: ada hubungan antara kualitas kepemimpinan .dan gaya manajemen dengan kepuasan kerja perawat. Kata Kunci : kepemimpinan, manajemen, kepuasan kerja.

Page 1 of 1 | Total Record : 7