cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
FIKkeS
ISSN : 19786735     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2012): JURNAL KEPERAWATAN" : 7 Documents clear
HUBUNGAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK DENGAN KEPUASAN PASIEN PASCA OPERASI RAWAT INAP DI RSUD KAJEN KABUPATEN PEKALONGAN Dian Liestriana; Sri Rejeki; Edy Wuryanto
FIKkeS Vol 5, No 1 (2012): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.454 KB)

Abstract

Komunikasi terapeutik adalah komunikasi yang direncanakan secara sadar, bertujuan dan kegiatannya dipusatkan untuk kesembuhan pasien.Komunikasi merupakan hal yang sangat penting bagi perawat dalam berinteraksi dengan pasien.Komunikasi menjadi tidak efektif karena kesalahan dalam menafsirkan pesan yang diterimanya.Kepuasan penerima pelayanan dicapai apabila penerima pelayanan memperoleh pelayanan sesuai dengan yang dibutuhkan dan diharapkan.Data pasien operasi di RSUD Kajen Kabupaten Pekalongan bulan Januari-Desember 2009 sebanyak 777 orang, sedangkan pada bulan Januari-September 2010 sebanyak 723 orang. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan komunikasi terapeutik dengan kepuasan pasien pasca operasi di RSUD Kajen Kabupaten Pekalongan. Desain penelitian ini yaitu deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan total sampling sebanyak 32 orang.Instrumen penelitian yaitu kuesioner dengan analisa data menggunakan uji korelasi person product moment.Hasil uji korelasi person product moment diperoleh ? value sebesar 0,001 < 0,05 berarti ada hubungan yang signifikan antara komunikasi terapeutik dengan kepuasan pasien pasca operasi di RSUD Kajen Kabupaten Pekalongan. Petugas kesehatan sebaiknya mampu menciptakan komunikasi yang aktif antara petugas kesehatan dan pasien.Petugas kesehatan sebaiknya menumbuhkan rasa empati terhadap sehingga dapat melakukan komunikasi interpersonal dengan baik.Kata kunci : Komunikasi Terapeutik, Kepuasan Pasien
SIKAP TERHADAP KEPATUHAN DIIT HIPERTENSI DENGAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS DORO II KABUPATEN PEKALONGAN Anggraeni Puspita; Siti Aisah; Sutoyo -
FIKkeS Vol 5, No 1 (2012): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.453 KB)

Abstract

Hipertensi merupakan suatu penyakit kronis yang dapat merusak organ tubuh.Hipertensi juga di sebut juga silent killer karena termasuk penyakit yang mematikan tanpa disertai dengan gejala-gejalanya terlebih dahulu. Salah satu masalah utama dalam mengontrol hipertensi adalah dengan meningkatkan kepatuhan terhadap diit hipertensi dengan tekanan darah pada penderita hipertensi di wilayah kerja puskesmas doro II. Desain penelitian ini mengunakan metode diskriftif korelasi. Populasi semua penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Doro II yaitu berjumlah 110 responden. Teknik pengambilan sampel mengunakan cluster random sampling dan dapatkan jumlah sampel 50 responden. Alat pengumpulan data yang di gunakan adalah kuesioner , lembar pencatatan tekanan darah.Hasil uji statistik rank sperman di ketahui nilai p = 0,034 ( < 0,05 ) maka Ho ditolak. Hasil penelitian ini menyimpulkan ada hubungan antara sikap terhadap kepatuhan diit hipertensi dengan tekanan darah pada penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Doro II. Nilai korelasi ( r ) sebesar 0,301 menunjukan bahwa kekuatan hubungan sedang dan arah korelasi negatif, artinya semakin tinggi sikap kepatuhan diit hipertensi akan semakin rendah tingkat tekanan darah.Kata Kunci : Sikap Kepatuhan diit, Tekanan dara
HUBUNGAN PEMBERIAN INFORMED CONSENT DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN PRE OPERASI DI INSTALASI RAWAT INAP RSUD KAJEN KABUPATEN PEKALONGAN Anna Rohmawati; Tri Hartiti; Machmudah -
FIKkeS Vol 5, No 1 (2012): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.428 KB)

Abstract

Tindakan pembedahan merupakan salah satu bentuk terapi dan merupakan upaya yang dapat mendatangkan ancaman terhadap tubuh, integritas dan jiwa seseorang. Pembedahan merupakan stressor yang dapat menimbulkan cemas psikologik dan fisik. Pada pasien pre operasi yang terjadi karena pasien tidak dapat mengekspresikan sesuatu yang tidak diketahui dan antisipasi pada sesuatu yang tidak dikenal dan prosedur-prosedur yang mungkin menyakitkan akan menjadi penyebab utama yang paling umum salah satunya pemberian informed consent. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pemberian informed consent dengan tingkat kecemasan pasien pre operasi di Instalasi Rawat Inap RSUD Kajen Kabupaten Pekalongan. Desain penelitian ini yaitu deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan total sampling sebanyak 32 orang. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan analisa data menggunakan uji korelasi sperman rank.Hasil uji korelasi sperman rank diperoleh ? value sebesar 0,026 < 0,05 berarti Ada hubungan pemberian informed consent dengan tingkat kecemasan pada pasien pre operasi di ruang rawat inap RSUD Kajen Kabupaten Pekalongan.Petugas kesehatan sebaiknya lebih menekankan pada komunikasi timbal balik dalam pemberian informed consent pada pasien sehingga dapat mengetahui kebutuhan informasi pasien sehingga dapat mengurangi tingkat kecemasan pasien.Kata kunci : Informed Consent, Tingkat Kecemasan
HUBUNGAN FAKTOR KEPADATAN HUNIAN, SOSIAL EKONOMI, DAN PERILAKU KESEHATAN DENGAN PENDERITA PENYAKIT KUSTA DI KECAMATAN TIRTO, KABUPATEN PEKALONGAN Budi Santoso
FIKkeS Vol 5, No 1 (2012): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.088 KB)

Abstract

Penyakit kusta merupakan penyakit menular menahun yang disebabakan oleh mikobakterium Leprae, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor kepadatan hunian, Sosial ekonomi, dan Perilaku kesehatan dengan penderita kusta di kecamatan Tirto kabupaten Pekalongan, menggunakan desain diskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulam data terhadap 47 sampel pasien dengan menggunakan instrumen kuesioner. Untuk mengetahui hubungan antara kepadatan hunian sosial ekonomi dan perilaku kesehatan dengan penderita kusta memakai analisis statistik dengan menggunakan uji chi square dengan melihat p value.Hasil uji statistik diskriptif, hampir semua responden kepadatan huniannya tinggi (83 %), hampir semua responden kategori miskin ( 83 % ), dan perilaku mereka cenderung negatif (76,6 %). Berdasarkan analisis statistik dengan menggunakan uji chi square diketahui bahwa : Ada hubungan yang bermakna antara kepadatan hunian dengan kejadian kusta dengan p value sebesar 0,002 (< 0,05), dan ada hubungan yang bermakna antara sosial ekonomi dan kejadian kusta dengan p value sebesar 0,002(< 0,05) Ada hubungan yang bermakna antara perilaku kesehatan dengan kejadian kusta dengan nilai p value sebesar 0,000 (< 0,05) . Kesimpulannya bahwa, ada hubungan yang bermakna antara kepadatan hunian, faktor sosial ekonomi perilaku kesehatan dengan penyakit kusta di kecamatan Tirto, kabupaten Pekalongan. Perlu penelitian lebih lanjut, tentang faktor lain yang dapat mempengaruhi penyakit kusta dikecamatan Tirto, kabupaten Pekalongan sehingga angka prevalensi kejadian kusta diwilayah ini bisa menurun.Kata kunci: Kepadatan hunian, sosial ekonomi,perilaku kesehatan , penyakit kusta
HUBUNGAN PERAN KELUARGA SEBAGAI PENGAWAS MINUM OBAT(PMO) DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PENDERITA TB PARU DI PUSKESMAS KEDUNGWUNI II KABUPATEN PEKALONGAN Dewi Kartikasari; Sri Rejeki; Edy Wuryanto
FIKkeS Vol 5, No 1 (2012): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.755 KB)

Abstract

Penyakit Tuberculosis merupakan penyakit yang disebabkan kuman mycobacterium tuberculosis.Di Indonesia, TB merupakan masalah utama kesehatan masyarakat. Pada tahun 2004 ada 539.000 kasus baru dan 101.000 kematian dengan insidensi kasus TB positif 100.000 penduduk. Salah satu penyebab tingginya angka kejadian penyakit TB paru adalah karena pasien tidak patuh dalam pengobatan,terutama dalam kepatuhan minum obat. Berbagai faktor dapat mendukung ketaatan pasien dalam program pengobatan, salah satunya adalah dukungan dari keluarga.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuihubungan peran keluarga sebagai pengawas minum obat (PMO) dengan kepatuhan minum obat pada penderita TB paru di Puskesmas Kedungwuni II Kabupaten Pekalongan.Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penderita TB paru yang ada dalam keluarga yang masih mengikuti program pengobatan di wilayah kerja Puskesmas Kedungwuni II Kabupaten Pekalongan sebanyak 31 orang. Teknik Pengambilan sampel pada penelitian ini adalah total sampling. Hasil uji statistik bivariat menggunakan spearman rank dengan ?5%, didapatkan ? = 0,000 sehingga ada hubungan peran keluarga sebagai PMO dengan kepatuhan minum obat pada penderita TB paru di Puskesmas Kedungwuni II Kabupaten Pekalongan. Peran keluarga sebagai PMO akan meningkatkan kepatuhan minum obat pasien TB paru, sehingga diharapkan keluarga ikut berpartisipasi dalam pengawasan minum obat pasien.Kata kunci : peran keluarga PMO, kepatuhan minum obat, penderita TB paru
HUBUNGAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN DI RSUD KRATON KABUPATEN PEKALONGAN Evi Yusnita; Siti Aisah; Ernawati -
FIKkeS Vol 5, No 1 (2012): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.855 KB)

Abstract

Komunikasi terapeutik yang baik diharapkan dapat memberikan informasi yang baik dan dapat membina hubungan saling percaya terhadap pasien sehingga pasien akan merasa puas dengan pelayanan yang diterimanya. Apabila kemampuan perawat tidak mencakup dan tidak dapat memelihara hubungan interpersonal yang baik maka pasienpun tidak akan puas dengan pelayanan yang diberikan. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan komunikasi terapeutik dengan tingkat kepuasan pasien di RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan. Desain penelitian ini menggunakan korelasional dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan proporsional random sampling sebanyak 91 orang.Instrumen penelitian menggunakan chek list dan kuesioner.Analisa data menggunakan uji sperman rank.Hasil uji sperman rank diperoleh ? value sebesar 0,001 < 0,05 berarti ada hubungan yang signifikan antara hubungan komunikasi terapeutik perawat dengan tingkat kepuasan pasien di RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan. Perawat sebaiknya dalam melakukan komunikasi terapeutik sesuai dengan protab yang telah ditentukan oleh pihak rumah sakit, dan melakukan komunikasi terapeutik sesuai dengan tahap-tahap yang telah ditentukan sehingga dapat memberikan komunikasi terapeutik secara optimal.Kata kunci : Komunikasi Terapeutik, Kepuasan Pasien
HUBUNGAN POLA PERAWATAN GIGI DENGAN KEJADIAN KARIES GIGI PADA ANAK SEKOLAH DI MADRASAH IBTIDAIYAH MANGUNHARJO KECAMATAN TEMBALANG SEMARANG SELATAN Fatikhin -; Vivi Yosafianti Pohan; Sri Darmawati
FIKkeS Vol 5, No 1 (2012): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.688 KB)

Abstract

Pola perawatan gigi yang baik, diantaranya adalah pemeriksaan gigi secara teratur, menyikat gigi (hygiene mulut), pemberian flourida, menggurangi makanan dan minuman manis. Berdasarkan data yang telah diperoleh dari DINKES kota Semarang tahun 2009 didapatkan data bahwa penyakit karies gigi sejumlah 14,88% atau 1060 orang dari 7123 orang. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan pada 102 murid di Madrasah Ibtidaiyah Mangunharjo didapatkan data murid yang memiliki gigi berlubang yaitu 84 anak atau 82,3%. Tujuan penelitianuntuk mengetahui hubungan pola perawatan gigi dengan terjadinya karies gigi pada anak sekolah di Madrasah Ibtidaiyah Mangunharjo Kecamatan Tembalang Semarang Selatan.Metode penelitianini menggunakan metode cross-sectional dengan pemberian kuesioner serta observasi. Sampel pada penelitian ini diambil secara total sampling dengan cara mengambil seluruh anggota populasi anak sekolah yang berada di Madrasah Ibtidaiyah Mangunharjo Kecamatan Tembalang Semarang Selatan. Uji statistik yang digunakan chi-squart bila memenuh syarat dan uji alternatifnya uji Kolmogorov-Smirno. Hasil penelitian sebagian besar ada pada pola perawatan gigi sedang sebesar 70 responden (61,9%), sedangkan kejadian karies gigi sebesar 96 responden (85%) terdapat karies gigi. Hasil analisis data hubungan pola perawatan gigi dengan kajadian karies gigi terdapat hubungan yang signifikan ditunjukkan dengan hasil nilai p-Value = 0,000<0,05.Kata kunci: karies gigi, pola perawatan gigiPustaka:27 (1992-2010)

Page 1 of 1 | Total Record : 7