cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
fsd@unm.ac.id
Editorial Address
Gedung DE Lantai 2 Kampus FSD UNM Parangtambung Jl. Daeng Tata Makassar 90224
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Imajinasi
ISSN : 16933990     EISSN : 2550102X     DOI : 10.26858
Core Subject : Humanities, Art,
Jurnal Imajinasi FSD UNM diterbitkan oleh Fakultas Seni dan Desain Universitas Negeri Makassar. Artikel dikelola dengan proses Double Blind Peer Review dengan akses terbuka atau dapat didowload secara fullpaper. Jurnal Imajinasi menerbitkan artikel pada bidang Seni, Pendidikan Seni dan Desain, diterbitkan dua kali dalam setahun. Kami menerima naskah melalui online system. Penulis dapat mengunggah file naskah (teks, gambar, dan informasi tambahan, termasuk video) dan memeriksa proses peninjauan naskah yang telah dikirimkan.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2020): Juni" : 5 Documents clear
ANALISIS HASIL PEMBELAJARAN MENGGAMBAR BENTUK SISWA SMP NEGERI 3 SINJAI TENGAH Majid, Arham
JURNAL IMAJINASI Vol 4, No 1 (2020): Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/i.v4i1.13083

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data yang akurat mengenai analisis hasil karya gambar bentuk siswa kelas VII SMP Negeri 3 Sinjai Tengah, serta bagaimana teknik penilaian guru terhadap karya gambar bentuk siswa kelas VII SMP Negeri 1 Barru. Jenis penelitian ini adalah evaluatif. Sumber data diperoleh dari guru dan siswa. analisis karya siswa kelas VII SMP Negeri 3 Sinjai Tengah dan teknik penilaian guru terhadap karya siswa, kriteria dalam menganalisis karya gambar siswa yaitu dari aspek proporsi, aspek komposisi, aspek terang gelap, perspektif, kebersihan/kerapihan, dan finishing. karya siswa  berjumlah 25 karya yang mandapat kategori sangat baik yaitu berjumlah 1 karya (4%), yang mendapat kategori baik yaitu berjumlah 2 karya (8%), yang mendapat kategori sedang yaitu berjumlah 14 karya (56%). Dan yang mendapat kategori kurang yaitu berjumlah 8 karya (32%).Teknik penilaian guru mata pelajaran seni budaya dalam menilai karya gambar bentuk siswa menggunakan tiga poin penilaian yaitu dari segi bentuk, kebersihan, dan kerapian karya. Guru mata pelajaran tidak menggunakan banyak aspek-aspek dalam menggambar bentuk ketika menilai karya siswa.
PENERAPAN RAGAM HIAS FLORA PADA KERAMIK DALAM MATA PELAJARAN SENI BUDAYA BIDANG SENI RUPA BAGI SISWA SMP NEGERI 2 BANGKALA BARAT KABUPATEN JENEPONTO H, Mega Selfia; M, Yabu
JURNAL IMAJINASI Vol 4, No 1 (2020): Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/i.v4i1.13079

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan langkah-langkah penerapan ragam hias flora pada keramik dalam Mata Pelajaran Seni Budaya Bidang Seni Rupa di kelas VIII K SMP Negeri 2 Bangkala Barat Kabupaten Jeneponto. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 1 kelas yang terdiri dari 24 siswa kelas VIII K. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, tes praktik dan dokumentasi. Sedangkan sasaran penelitiannya adalah kegiatan praktik  penerapan ragam hias flora pada bahan keras terutama pada keramik di kelas VIII K SMP Negeri 2 Bangkala Barat Kabupaten Jeneponto. Hasil yang diperoleh dari  penelitian  ini    adalah  sebagai  berikut:  1)  Siswa  melakukan  praktik  sesuai  dengan langkah-langkah penerapan ragam hias flora pada keramik. 2) Siswa megalami kesulitan dalam membuat desain motif ragam hias flora, dan mewarnai motif ragam hias pada keramik. Sesuai sengan hasil penelitian yang telah dilakukan diajukan saran-saran sebagai berikut: 1) Diharapkan kepada Guru agar tetap memberikan praktik-praktik dalam proses pembelajaran, khususnya praktik penerapan ragam hias flora baik pada keramik maupun media lain agar siswa dapat menghargai kesenian nusantara yang ada disekitar kita. 2) Diharapkan kepada siswa SMP Negeri 2 Bangkala Barat agar dapat termotivasi dengan pelaksanaan kegiatan praktik penerapan ragam hias flora khususnya pada keramik lebih baik lagi.
Pembelajaran Gambar Bentuk Bagi Siswa Kelas IV SD Inpres Paccerakkang Kota Makassar maulida, ummul
JURNAL IMAJINASI Vol 4, No 1 (2020): Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.27 KB) | DOI: 10.26858/i.v4i1.13114

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pembelajaran dan hasil karya gambar bentuk siswa  kelas IV SD Inpres Paccerakkang. Jenis penelitian ini adalah survei dengan analisis deskriptif  kualitatif. Sampel penelitian ini adalah guru dan siswa, yakni 1 orang guru kelas dan 33 orang siswa kelas IV C. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyusunan RPP, ketetapan unsur atau komponen RPP dapat dikategorikan sudah baik karena sudah tercantum pada RPP, dari segi penulisannya RPP ketepatan kata pada penulisan dan kerangka RPP sudah sesuai dengan standar proses pendidikan dasar dan menengah dengan RPP yang dibuat oleh guru, dapat diketahui bahwa pelaksanaan kegiatan pembelajaran SBDP di SD Inpres Paccerakkang sudah baik. Hal ini juga terlihat dalam setiap indikator, dimana guru telah melakukan pembelajaran sesuai tahapan pembelajaran dengan baik. Hal tersebut sesuai dengan pernyataan bahwa kegiatan belajar berhubungan dengan kegiatan siswa dalam mempelajari bahan yang disampaikan guru. Sedangkan kegiatan mengajar berhubungan dengan cara guru menjelaskan bahan kepada siswa. Dari hasil observasi dapat disimpulkan cara guru menilai pembelajaran tematik, yakni penilaian di kelas mengikuti aturan penilaian mata pelajaran lain di sekolah dasar. Mengingat bahwa kemampuan menggambar siswa kelas IV C belum semuanya baik, maka cara penilaian tidak ditekankan pada penilaian secara tertulis, kemampuan menggambar bentuk memiliki beberapa aspek yaitu, kesuaian objek, komposisi, teknik, dan kerapian merupakan kemampuan yang harus dikuasai oleh siswa dalam menggambar bentuk. Penguasaan terhadap keempat aspek  kemampuan tersebut adalah persyarat untuk mendapatkan hasil karya dan nilai baik dalam menggambar bentuk, penilaian dilakukan dengan mengacu pada indikator dari masing-masing kompetensi dasar hasil  belajar dari mata pelajaran, penilaian dilakukan secara terus-menerus selama proses belajar mengajar berlangsung. Hasil/karya kerja siswa dapat digunakan sebagai masukan bagi guru dalam mengambil keputusan.
KUALITAS ARTISTIK SENI ILUSTRASI KARYA LALA BOHANG PADA BUKU PUISI “THE BOOK OF FORBIDDEN FEELINGS” Amir, Namirah Dwiyanthi Andi
JURNAL IMAJINASI Vol 4, No 1 (2020): Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/i.v4i1.13078

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk mendeskripsikan kualitas artistik  karya ilustrasi pada buku puisi “The Book of Forbidden Feelings” karya Lala Bohang berdasarkan (1) keartistikan wujud seni dan (2) keefektifan komunikasi gambar ilustrasi. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian analisis isi (content analysis) menggunakan pendekatan kritik seni yang dikemukakan oleh Edmund Burke Feldman. Teknik ini terdiri dari tiga tahapan, yaitu deskripsi, analisis formal, dan interpretasi. Sumber data dalam penelitian ini adalah naskah buku kumpulan puisi “The Book of Forbidden Feelings” terbitan PT. Gramedia Pustaka Utama (2017) karya Lala Bohang beserta sumber – sumber kajian pustaka yang membahas teori tentang seni rupa, ilustrasi, dan kritik seni terhadap karya Lala Bohang, didukung dengan data tambahan berupa tulisan artikel yang membahas buku ini, dan juga dokumen resmi lainnya. Pada penelitian ini terdapat 31 gambar ilustrasi karya Lala Bohang yang mendampingi teks puisi dalam buku kumpulan puisi “The Book of Forbidden Feelings” dan telah terpilih 10 gambar ilustrasi sebagai sampel yang dianggap dapat mewakili  berdasarkan kualitas artistiknya. Sepuluh gambar ilustrasi yang terpilih memiliki beberapa perbedaan karakteristik yang terdiri dari bentuk, komposisi, latar dan ruang pada halaman buku yang terpakai. Karya tersebut dibuat menggunakan cat air yang dituangkan di atas kertas dengan penggunaan warna monochrome. Setiap gambar ilustrasi memiliki tema dan suasana yang berbeda sesuai dengan teks puisi yang didampinginya. Hasil penelitian ini yaitu; (1) Keartistikan wujud seni ilustrasi karya Lala Bohang pada buku kumpulan puisi “The Book of Forbidden Feelings”. Karya ilustrasi ditampilkan dengan corak dekoratif dan menggunakan pemilihan warna seragam yang menggambarkan objek seperti manusia, hewan, tumbuhan, benda, dan ruang dengan keartistikan wujud yang baik keseluruhannya dengan komposisi yang harmonis dan bentuk – bentuk yang sederhana namun tetap kreatif dan dinamis. (2) Keefektifan komunikasi gambar ilustrasi  karya Lala Bohang dalam mendampingi teks puisi pada buku “The Book of Forbidden Feelings”. Tingkat keefektifan komunikasi gambar ilustrasi karya Lala Bohang cukup baik, tidak semua gambar ilustrasi menampilkan isi teks sebagaimana adanya, namun tetap memenuhi fungsinya dalam mendampingi karya sastra dengan cara memperkuat suasana sesuai dalam teks puisi dan menampilkan makna yang terkandung dalam masing – masing teks puisi.
Transit dan Transisi Lipa' Sabbe di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan Fatimah, Andi Fauziyah Hijrina
JURNAL IMAJINASI Vol 4, No 1 (2020): Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/i.v4i1.11894

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membahas proses perubahan sosial yang terjadi pada lipa’ sabbe (sarung sutera) yang merupakan warisan budaya masyarakat Bugis di Kabupaten Wajo yang memiliki nilai, makna, dan fungsi tertentu. Paradigma dari penelitian ini menggunakan konsep dari Maruska Svasek yaitu proses transit dan transisi. Proses transit ialah pergeseran melalui ruang dan waktu yang melewati batas geografi (lokasi) atau batas sosial, sedangkan proses transisi adalah pergeseran terkait makna, nilai, dan status suatu objek. Metode yang digunakan adalah metode penelitian etnografi yang mendeskripsikan suatu kebudayaan dari sudut pandang penduduk asli. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa lipa’ sabbe mengalami proses transit terkait perpindahan lokasi yaitu dari Tosora ke Sengkang dan pergeseran sosial yang awalnya hanya digunakan oleh bangsawan hingga saat ini dapat digunakan secara umum, sehingga lipa’ sabbe turut mengalami proses transisi yaitu pergesran nilai, fungsi, dan makna, baik makna sarung, makna motif, cara penggunaan, dan aspek lainnya.

Page 1 of 1 | Total Record : 5