cover
Contact Name
Alief Saputro
Contact Email
aliefsaputro23@gmail.com
Phone
+6285298349260
Journal Mail Official
lageografia@unm.ac.id
Editorial Address
Kampus UNM Parang Tambung, Jl. Mallengkeri Raya
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
LaGeografiA
ISSN : 14128187     EISSN : 26551284     DOI : https://doi.org/10.35580/lga
LaGeografia adalah open journal system yang menggunakan sistem peer-review pada jurnal yang di submit yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Geografi, Jurusan Geografi, Universitas Negeri Makassar. LaGeografia adalah jurnal Open-Access dan diterbitkan tiga kali setahun setiap bulan Oktober, Februari, dan Juni. Artikel/Jurnal yang diterbitkan dengan aim dan scope seputar Pendidikan Geografi dan Sosial Geografi.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 23, No 2 (2025): February" : 5 Documents clear
Pengaruh Tingkat Pendidikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) melalui Model Regresi Linier Berganda Amdah, Misdar
LaGeografia Vol 23, No 2 (2025): February
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/lageografia.v23i2.67968

Abstract

In 2023, Indonesia's Human Development Index (HDI) reached a score of 72.91, placing it in the high category. However, this score remains below the global average of 73.9. This study aims to analyze the impact of the proportion of informal employment and the completion rate of upper secondary education on HDI improvement in Indonesia. Using multiple linear regression, this research examines the influence of these two variables as independent variables on HDI as the dependent variable. The classical assumption tests, including normality, non-autocorrelation, heteroskedasticity, and multicollinearity, have been satisfied, ensuring the validity of the model used. The results indicate that the proportion of informal employment and the completion rate of upper secondary education have a significant influence on HDI both partially and simultaneously. Specifically, each 1% increase in the proportion of informal employment has the potential to increase HDI by 0.14 points, while a 1% increase in the upper secondary education completion rate can increase HDI by 0.19 points. These findings highlight the importance of expanding access to education and strengthening the formal employment sector to promote human development in Indonesia. AbstrakPada tahun 2023, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia mencapai skor 72,91, yang menempatkannya dalam kategori tinggi. Namun, skor ini masih berada di bawah rata-rata global sebesar 73,9. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh proporsi lapangan kerja informal dan tingkat penyelesaian pendidikan menengah atas/sederajat terhadap peningkatan IPM di Indonesia. Dengan menggunakan metode regresi linier berganda, penelitian ini memeriksa pengaruh kedua variabel tersebut sebagai peubah independen terhadap IPM sebagai peubah dependen. Uji asumsi klasik, termasuk normalitas, non-autokorelasi, heteroskedastisitas, dan multikolinieritas, telah dipenuhi, memastikan validitas model yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi lapangan kerja informal dan tingkat penyelesaian pendidikan menengah atas/sederajat berpengaruh signifikan secara parsial dan simultan terhadap IPM. Secara khusus, setiap peningkatan 1% pada proporsi lapangan kerja informal berpotensi meningkatkan IPM sebesar 0,14 poin, sedangkan peningkatan 1% dalam tingkat penyelesaian pendidikan menengah atas/sederajat dapat meningkatkan IPM sebesar 0,19 poin. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya meningkatkan akses pendidikan dan memperkuat sektor lapangan kerja formal untuk mendorong pembangunan manusia di Indonesia.
Analisis Perubahan Garis Pantai Kuri Kabupaten Maros Menggunakan Data Citra Satelit Landsat Tahun 2014-2024 Harianti, Ratri; Malik, Abdul; Mannan, Abdul
LaGeografia Vol 23, No 2 (2025): February
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/lageografia.v23i2.63852

Abstract

Coastline changes are a natural phenomenon that occurs due to various factors, such as ocean currents, waves, wind, and human activities. Monitoring changes in coastlines is essential for the sustainable management of coastal areas. This research aims to analyze changes in the coastline in Kuri, Maros Regency, South Sulawesi, Indonesia, using Landsat satellite image data from 2014 to 2024. The method used in this research is visual interpretation and guided classification of Landsat satellite images. Shoreline changes are analyzed by comparing the position of the shoreline in different years. The research results show that there have been significant coastline changes in the study area during the 2014-2024 period. Analysis shows erosion and accretion along the Kuri coastline. The rate of change in coastlines varies. Factors that influence changes in coastlines in the study area include ocean currents, waves, wind, and human activities such as the development of coastal infrastructure. It is hoped that the results of this research will provide useful information for local governments and other stakeholders in planning and managing the Kuri coastal area sustainably.AbstrakPerubahan garis pantai merupakan fenomena alam yang terjadi akibat berbagai faktor, seperti arus laut, gelombang, angin, dan aktivitas manusia. Pemantauan perubahan garis pantai sangat penting untuk pengelolaan wilayah pesisir yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan garis pantai di Kuri, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Indonesia, menggunakan data citra satelit Landsat dari tahun 2014 hingga 2024. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah interpretasi visual dan klasifikasi terbimbing pada citra satelit Landsat. Perubahan garis pantai dianalisis dengan membandingkan posisi garis pantai pada tahun-tahun yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi perubahan garis pantai yang signifikan di wilayah studi selama periode 2014-2024. Analisis menunjukkan adanya erosi dan akresi di sepanjang garis pantai Kuri. Laju perubahan garis pantai bervariasi Faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan garis pantai di wilayah studi antara lain arus laut, gelombang, angin, dan aktivitas manusia seperti pembangunan infrastruktur pesisir. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya dalam perencanaan dan pengelolaan wilayah pesisir Kuri secara berkelanjutan
Pengaruh Penyadapan Getah Pinus terhadap Ekonomi Masyarakat: sebuah Tinjauan Geoekonomi di Desa Sasakan Siri, Sartika; Zhiddiq, Sulaiman; Hasriyanti, Hasriyanti; Nyompa, Sukri; Mannan, Abdul
LaGeografia Vol 23, No 2 (2025): February
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/lageografia.v23i2.66500

Abstract

Pine resin tapping is a potential economic activity that contributes to increasing rural household income. This study aims to: (1) examine the economic condition of the community before and after engaging in resin tapping, and (2) analyze the impact of resin tapping on the community's economy. A descriptive quantitative method was used, with a sample of 40 respondents who consistently engage in resin tapping. Data were collected through observation, interviews using questionnaires, and documentation. The results show that before engaging in resin tapping, all respondents were in the medium economic category. After the activity, 22.5% remained in the medium category and 77.5% shifted to the high economic category. No respondents were in the low category before or after tapping. A paired sample t-test showed that the calculated t-value was greater than the critical t-value, leading to the acceptance of the alternative hypothesis (Ha) and the rejection of the null hypothesis (Ho). This indicates that pine resin tapping in Sasakan Village has a significant positive impact on the community's economy. It is recommended that resin tapping activities continue to be supported through training and improved market access to enhance their contribution to community welfare.AbstrakPenyadapan getah pinus merupakan kegiatan ekonomi potensial dalam meningkatkan pendapatan masyarakat pedesaan. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui kondisi ekonomi masyarakat sebelum dan setelah melakukan penyadapan, serta (2) menganalisis pengaruh penyadapan terhadap kondisi ekonomi masyarakat. Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan sampel sebanyak 40 responden yang aktif melakukan penyadapan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan kuesioner, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum penyadapan, seluruh responden berada dalam kategori ekonomi sedang. Setelah penyadapan, 22,5% berada dalam kategori ekonomi sedang dan 77,5% meningkat ke kategori ekonomi tinggi. Tidak ada responden yang berada dalam kategori rendah sebelum maupun sesudah penyadapan. Hasil uji paired sample t-test menunjukkan bahwa t-hitung ≥ t-tabel, sehingga Ha diterima dan Ho ditolak. Ini membuktikan bahwa penyadapan getah pinus di Desa Sasakan berpengaruh signifikan terhadap peningkatan ekonomi masyarakat. Disarankan agar kegiatan penyadapan terus didukung melalui pelatihan dan akses pasar yang lebih baik, guna memperkuat kontribusinya terhadap kesejahteraan masyarakat.
Analisis Potensi Rawan Kekeringan Dampak Perubahan Iklim di Kabupaten Gowa Provinsi Sulawesi Selatan Badwi, Nasiah
LaGeografia Vol 23, No 2 (2025): February
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/lageografia.v23i2.67074

Abstract

Drought conditions are a major problem worldwide, as many regions face severe and prolonged water shortages. Climate change is a global phenomenon, one of which is the increase in the frequency and intensity of extreme weather events and the creation of droughts. The purpose of this study is to explain the potential for drought in Gowa Regency. Remote sensing and geographic information systems are used in this research method. In this study, 7 parameters were used that affect drought potential, including: rainfall, land use, vegetation density, distance from the river, soil type, slope, and place height. The results of the study illustrate that there are 5 classes of drought potential in Gowa Regency, namely: non-vulnerable, low, medium, high, and very high classes. Most of them are prone to high-class drought covering an area of 101,285.47 Ha (56.13 percent), spread across all sub-districts in Gowa Regency, followed by a very high class of 41,845.33 Ha (23.19 percent), spread around the Bili-Bili Dam to the west. The class is not prone to drought with an area of only 98.32 hectares (0.05 percent) spread in Tombolopao and Tompobulu. The determining factor is a combination of all variables, but the most dominant ones are rainfall, land use, slope, and place height.AbstrakKondisi kekeringan merupakan masalah besar di seluruh dunia karena banyak wilayah menghadapi kekurangan air yang parah dan berkepanjangan. Perubahan iklim merupakan fenomena global, salah satunya adalah peningkatan frekuensi dan intensitas kejadian cuaca ekstrim serta terciptanya kekeringan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan potensi rawan kekeringan yang terjadi di Kabupaten Gowa. Penginderaan jauh dan sistem informasi geografis digunakan dalam metode penelitian ini. Dalam penilitian ini digunakan 7 parameter yang mempengaruhi potensi kekeringan, meliputi: curah hujan, penggunaan lahan, kerapatan vegetasi, jarak dari sungai, jenis tanah, kemiringan lereng, dan ketinggian tempat. Hasil penelitian menggambarkan terdapat 5 kelas potensi rawan kekeringan di Kabupaten Gowa yaitu: kelas tidak rawan, rendah, sedang, tinggi, dan sangat tinggi. Sebagian besar berada pada rawan kekeringan kelas tinggi seluas 101.285,47 Ha(56,13 persen), tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Gowa, kemudian diikuti kelas sangat tinggi seluas 41.845,33 Ha (23,19 persen), tersebar di sekitar Bendungan Bili-Bili ke arah barat. Kelas tidak rawan kekeringan hanya seluas 98,32 Ha(0,05 persen) tersebar di Tombolopao dan Tompobulu. Adapun faktor yang menentukan yaitu kombinasi dari seluruh variabel, namun yang paling dominan adalah curah hujan,  penggunaan lahan, kemiringan, dan ketinggian tempat.
Analisis Prioritas Pengembangan Ruang Terbuka Hijau berdasarkan Estimasi Suhu Permukaan (Land Surface Temperature) Khairunnisa, Fatima; Invanni, Ichsan; Abidin, Muh Rais; Yanti, Jeddah; Arfan, Amal
LaGeografia Vol 23, No 2 (2025): February
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/lageografia.v23i2.51532

Abstract

This study aims to: 1) determine the condition of the land surface temperature of Ternate City. 2) Knowing the condition of green open space in Ternate City. 3) Determine the priority of green open space based on land surface temperature. The target in this research is green open space on Ternate Island, Ternate City, with an area of 98.67 km2. This type of research is a quantitative research with a descriptive approach. The method used in this study is the method of spatial analysis and land surface temperature with overlay techniques and scoring on three parameters, namely population density maps, vegetation index maps, and amenity index maps. The results showed that the high priority class had an area of 1248.58 Ha with a percentage of 12.43% and was dominated by built-up land of 10.71%, while the medium priority class had an area of 827.58 Ha with a percentage of 8.24% and was dominated by built-up land as much as 5.0601%, the development of green open space can be adjusted based on the type of land use in Ternate City.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui kondisi suhu permukaan daratan Kota Ternate. 2) mengetahui kondisi ruang terbuka hijau di Kota Ternate. 3) mengetahui penentuan prioritas ruang terbuka hijau berdasarkan land surface temperature. Sasaran dalam penelitian ini adalah RTH di Pulau Ternate Kota Ternate dengan luas 98,67 km2. Jenis Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis spasial dan land surface temperature (LST) dengan teknik overlay dan skoring pada tiga parameter yaitu; peta kepadatan penduduk, peta indeks vegetasi, dan peta indeks kenyamanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelas prioritas tinggi memiliki luas 1248,58 Ha dengan Persentase 12,43% dan didominasi oleh lahan terbangun sebanyak 10,71%, sedangkan pada kelas prioritas sedang memiliki luas 827,5804 Ha dengan Persentase 8,24% dan didominasi oleh lahan terbangun sebanyak 5,06%, pengembangan RTH dapat disesusuaikan berdasarkan jenis penggunaan lahan Kota Ternate.

Page 1 of 1 | Total Record : 5