cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi
ISSN : 23026383     EISSN : 25021648     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi & Aplikasi (JPPFA) is interested in comparative studies that lead to new insights and challenge of orthodox theories; that have potential for policy impact; and that apply to broad range of settings, including industrial democracies as well as low and middle income countries, countries in political transition and countries recovering from armed conflict and social unrest. JPPFA also considers papers that look at education and development through the policies and practices of official development assistance and commercial education trade. JPPFA engages these approaches to deepen the understanding of the relationship between education policy and development.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2014)" : 9 Documents clear
KRISIS KARAKTER DALAM PERSPEKTIF TEORI STRUKTURAL FUNGSIONAL Purnomo Sidi
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.406 KB) | DOI: 10.21831/jppfa.v2i1.2619

Abstract

Karakter adalah nilai-nilai yang harus dimiliki suatu bangsa untuk bisa eksis dala persaingan global. Struktur yang ada dalam masyarakat punya peranan dan tugas untuk menjaga nilai dan norma agar dapat menjadi pedoman masyarakat dalam bertindak.  Krisis karakter yang terjadi di Indonesia adalah cermin dari kegagalan struktur sosial yang ada dalam menjalankan peran dan fungsinya. Mengembalikan fungsi struktur masyarakat adalah jawaban untuk menciptakan stabilitas dan keteraturan kehidupan masyarakat, sehingga dapat menghindarkan diri dari krisis karakter.Kata kunci: krisis karakter, nilai dan norma, stuktural fungsional
PRAKTEK DAN PROBLEMATIK PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DI SMK Dewi Indrapangastuti
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.226 KB) | DOI: 10.21831/jppfa.v2i1.2614

Abstract

Pendidikan multikultural adalah sebuah konsep yang dibuat dengan tujuan untuk menciptakan persamaan peluang pendidikan bagi semua siswa yang berbeda-beda ras, etnis, kelas sosial dan kelompok budaya, dan untuk membantu semua siswa agar memperoleh pengetahuan, sikap dan keterampilan yang diperlukan dalam menjalankan peran-peran seefektif mungkin pada masyarakat demokratik-pluralistik serta diperlukan untuk berinteraksi, negosiasi, dan komunikasi dengan warga dari kelompok beragam agar tercipta sebuah tatanan masyarakat bermoral yang berjalan untuk kebaikan bersama. Melalui pendidikan multikultural peserta didik diharapkan memiliki kompetensi yang baik, bersikap dan menerapkan nilai-nilai demokratis, humanisme dan pluralisme di sekolah dan di luar sekolah. Pendidikan multikultural diberikan kepada siswa SMK agar mereka memahami bahwa di dalam lingkungan mereka dan di lingkungan lain terdapat keragaman budaya yang berpengaruh terhadap tingkah laku, sikap, pola pikir manusia sehingga manusia tersebut memiliki cara-cara, kebiasaan, aturan-aturan bahkan adat istiadat yang berbeda satu sama lain. Bila perbedaan itu tidak dapat dipahami dengan baik dan diterima dengan bijaksana, maka konflik akan mudah terjadi baik di lingkungan sekolah maupun di lingkungan masyarakat. Penerapan konsep yang sistematis dalam mengatasi praktek dan problematik pembelajaran pendidikan multikultural yang bisa diterapkan di SMK, yaitu: a) meningkatkan peran seluruh warga sekolah, terutama guru dengan menggunakan panduan lima dimensi pendidikan multikultur dari Banks, b) mengintegrasikan materi pendidikan multikultural ke dalam kurikulum ataupun pembelajaran di sekolah dengan menggunakan panduan empat pendekatan pendidikan multikultural dari Banks, dan c) meningkatkan peran guru dalam pendidikan multikultural yaitu:1) membangun paradigma keberagamaan inklusif di lingkungan sekolah, 2) menghargai keragaman bahasa di sekolah, 3) membangun sikap sensitif gender di sekolah, 4) membangun pemahaman kritis dan empati terhadap ketidakadilan serta perbedaan sosial, 5) membangun sikap anti diskriminasi etnis, 6) menghargai perbedaan kemampuan, dan 7) menghargai perbedaan umur.Kata kunci: praktek dan problematik, pendidikan multikultural, SMK
REVITALISASI PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DALAM PEMBELAJARAN Sudrajat Sudrajat
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.546 KB) | DOI: 10.21831/jppfa.v2i1.2620

Abstract

Bangsa Indonesia dengan wilayahnya yang sangat luas yang terdiri dari beribu-ribu etnis, bahasa, agama, tradisi dan budaya yang berinteraksi dan berbaur sehingga terbentuklah masyarakat yang multi etnis. Migrasi bangsa Arab, China, dan India ke kepulauan Nusantara menjadikan bangsa Indonesia semakin beragam. Bangsa Indonesia yang multikultura merupakan sebuah potensi yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan serta kemajuan. Namun kondisi tersebut juga berpotensi menimbulkan konflik antaretnis, agama, dan budaya. Konflik horisontal yang terjadi di Sambas, Poso, Sampit, Tasikmalaya, dan lain-lain menunjukkan bahwa multikulturalisme perlu dikelola sedemikian rupa sehingga berdampak positif terhadap kemajuan dan kesejahteraan masyarakat. Dalam konteks Indonesia kesadaran multikulturisme perlu ditanamkan dalam kehidupan berbangsa dan bermasyarakat. Dalam konteks tersebut terdapat pengakuan serta toleransi antaretnis yang bermuara pada terjalinnya kerjasama dan kepercayaan sehingga tercipta kehidupan yang damai dan demokratis. Sebagai bangsa multikultur, Indonesia harus mempunyai kesadaran multikulturalisme agar suku-suku bangsa yang berdiam di wilayah ini menjalin interaksi dan komunikasi yang sehat dan dinamis agar tercipta masyarakat yang demokratis, rukun, dan damai. Dunia pendidikan merupakan the starting point untuk melakukan rekonstruksi budaya multikultur dalam masyarakat yang demokratis. Melalui sekolah, guru dapat menanamkan hakikat dan praktik pluralistis bagi peserta didik. Guru perlu bertindak secara kreatif dalam menjembatani pluralitas menuju budaya yang plural dan damai. Sebagai ujung tombak pendidikan multikultural, guru harus mempunyai pemahaman yang memadai tentang multikulturalisme dan pendidikan multikultural. Di dalam kegiatan pembelajaran, guru mengembangkan iklim yang multiculture-oriented yang mengedepankan keadilan sosial dan budaya bagi murid-muridnya. Dalam kaitan dengan hal tersebut guru perlu melakukan transformasi diri menuju pribadi yang multikultur da mempunyai desain pembelajaran yang berbasis multikultur yang tidak berorientasi pada kognitif semata.Kata kunci: multikulturalisme, pendidikan multikultur.
MEMBANGUN RESILIENSI KOLEKTIF MASYARAKAT TRADISIONAL MELALUI PENDIDIKAN MULTIKULTURAL Ign Y Kristio Budiasmoro
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.463 KB) | DOI: 10.21831/jppfa.v2i1.2615

Abstract

Traditional peoples order with religiosity and spirituality in harmony with nature, often become vulnerable when the quality and carrying capacity decreases due to the economic exploitation. Diversity of perspectives on the diversity of socio-cultural reality there are many causes for miscommunication and the seeds of social conflict. Conditions of such a society will be increasingly vulnerable in the next collective powerlessness and they will easily become the object of the struggle for economic exploitation. Multicultural education plays an important role in the community to raise awareness of the importance of seeking equality of access rights to live more dignifiedly. Strengthening and revealing of traditional culture values would enhance the collective resilience. The implementation of multicultural education and ethnic identity are expected to become increasingly affirmed. Thus multicultural education is able to contribute to society’s in awareness of equality and rights to live more dignifiedly.Keywords: collective resilience, multicultural education, ethnic identity
PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH LOKAL Supardi Supardi
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.974 KB) | DOI: 10.21831/jppfa.v2i1.2621

Abstract

Pendidikan multikultural merupakan konsep pendidikan yang  mengakui perbeda-an/keberagaman dalam suatu bingkai kebersamaan dan kesederajatan. Konsep pendidikan multikultural relevan dalam konsep negara yang mempunyai keanekaragaman budaya seperti Indonesia. Pendidikan merupakan salah satu media efektif untuk mengembangkan kesadaran multikulturalis. Pendidikan sejarah, merupakan salah satu konsep pendidikan yang bertujuan untuk membangun sikap demokrasi dan nasionalisme dan kesadaran multikultural. Salah satu unit sejarah yang mengkaji heterogenitas bangsa Indonesia adalah sejarah lokal. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui 1) peranan pendidikan sejarah lokal dalam mengembangkan kesadaran multikultural; dan 2) konsep pengajaran sejarah lokal yang efektif untuk mengembangkan kesadaran multikultural. Kajian sejarah lokal mampu memberikan kesadaran sejarah keberagaman masyarakat padaa siswa. Melalui kajian perbedaan masa lalu setiap masyarakat,  kesadaran multikultural dapat terbentuk. Pengajaran sejarah lokal dapat dilakukan melalui tiga model: 1) mempelajari tentang pengalaman masa lalu; 2) studi kasus berbagai perbedaan; 3) pengembangan strategi pembelajaran; 4) pengembangan kurikulum; dan 5)menyisipkan pengajaran sejarah lokal dalam materi yang berhubungan dengan sejarah nasional.Kata kunci: sejarah lokal, pendidikan
KEMAJUAN TEKNOLOGI DAN POLA HIDUP MANUSIA DALAM PERSPEKTIF SOSIAL BUDAYA Muhamad Ngafifi
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.337 KB) | DOI: 10.21831/jppfa.v2i1.2616

Abstract

Makalah ini bertujuan untuk: (1) mengetahui proses perkembangan kemajuan teknologi, (2) mengetahui perubahan pola hidup manusia akibat kemajuan teknologi, (3) mengetahui pengaruh kemajuan teknologi di bidang sosial budaya, dan (4) mendapatkan solusi dalam mengatasi dampak negatif dari kemajuan teknologi. Makalah ini merupakan hasil studi pustaka yang bersumber pada buku, artikel, jurnal, dan dilengkapi dengan hasil survei tentang penggunaan teknologi modern yang digunakan sebagai teknik pengumpulan datanya. Data yang diperoleh dianalisis deskriptif secara kritis oleh penulis dengan menggunakan pendekatan teori perubahan sosial budaya. Hasil pembahasan dalam makalah ini menunjukkan sebagai berikut: (1) kemajuan teknologi terus berkembang sangat pesat dan melahirkan masyarakat digital; (2) terjadi perubahan pola hidup manusia akibat kemajuan teknologi sehingga menjadi lebih pragmatis, hedonis, sekuler, dan melahirkan generasi instan namun juga mengedepankan efektifitas dan efisiensi dalam tingkah laku dan tindakannya; (3) kemajuan teknologi berwajah ganda karena menimbulkan pengaruh positif dan negatif bagi kehidupan manusia; (4) upaya untuk menekan dan mengatasi dampak negatif dari kemajuan teknologi dapat dilakukan dengan mensinergiskan peran keluarga, pendidikan, masyarakat, dan negara.Kata kunci: teknologi, pola hidup, dan perubahan sosial budaya
PERKEMBANGAN TEKNOLOGI DAN PERILAKU MENYIMPANG DALAM MASYARAKAT MODERN Muzaini Muzaini
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.749 KB) | DOI: 10.21831/jppfa.v2i1.2617

Abstract

Perkembangan teknologi yang pesat dewasa ini telah menjadikan negara-negara yang sedang berkembang mengalami perubahan-perubahan dalam aspek sosial dan ekonomi. Proses modernisasi di bidang ekonomi dan sosial mengakibatkan perubahan bentuk  masyarakat dari bentuk tradisional menuju ke bentuk modern. Di satu sisi perkembangan teknologi dalam masyarakat modern memberikan kemudahan-kemudahan bagi kita dalam berbagai hal, seperti dalam transportasi dan berkomunikasi. Akan tetapi, perubahan-perubahan teknologi dan modernisasi ternyata dalam sisi lain berdampak negatif. Masyarakat yang sedang berubah merasakan seperti dalam keterasingan di dalam menghadapi perubahan yang terjadi. Dampak dari berbagai perubahan dirasa tidak semua menguntungkan.bagi masyarakat Hal ini dapat dilihat dari berbagai perilaku menyimpang yang muncul dalam masyarakat modern. Munculnya banyak perilaku menyimpang dalam masyarakat modern perlu diwaspadai agar tidak mengancam kehidupan masyarakat modern, sehingga terbentuk masyarakat kekotaan yang teratur, tertib dan nyaman, serta memberikan harapan kehidupan masa depan yang lebih baik.Kata kunci: perkembangan teknologi, masyarakat modern, dan perilaku menyimpang
DAMPAK PERGESERAN PERAN DAN FUNGSI KELUARGA PADA PERILAKU MENYIMPANG REMAJA Nunung Sri Rochaniningsih
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jppfa.v2i1.2618

Abstract

Salah satu masalah sosial yang dikategorikan dalam perilaku menyimpang adalah pergaulan bebas. Pergaulan bebas dikalangan remaja telah mencapai titik yang mengkhawatirkan. Dari hasil penelitian di beberapa kota besar menyatakan bahwa sebagian besar remaja telah melakukan hubungan seks pranikah. Maraknya perilaku menyimpang di kalangan remaja terjadi karena tidak berfungsinya sistem sosial di dalam keluarga dan ketidakharmonisan hubungan anak dengan orang tua. Beberapa peran dan fungsi dalam keluarga telah mengalami pergeseran seiring perkembangan zaman. Hal ini menyebabkan remaja mencari fungsi tersebut di luar lingkungan keluarga. Oleh karena itu perlu diupayakan bagaimana cara untuk membangun kembali peran dan fungsi tersebut dalam keluarga. Kata kunci: perilaku meyimpang, pergaulan bebas, peran dan fungsi keluarga, pergeseran peran dan fungsi keluarga
PERAN SENI MUSIK DALAM PENDIDIKAN MULTIKULTURAL Desyandri Desyandri
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jppfa.v2i1.2613

Abstract

Indonesia merupakan negara yang multikultural, memiliki beragam kebudayaan daerah yang tersebar dari Sabang sampai Merauke, tersebar di beribu-ribu pulau dengan beragam kultur. Tatanan tersebut mengalami perubahan dengan adanya globalisasi dan pengembangan Ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni (IPTEKS). Hal ini berdampak pada ketidaksetaraan, dan ketidakadilan dalam dunia pendidikan. Pendidikan secara umum merupakan pemberian pengetahuan, pengalaman dan keterampilan kepada peserta didik sehingga dapat membentuk perilaku positif dan dapat membangun karakter mulia dalam upaya membentuk peradaban bangsa dengan memperhatikan nilai-nilai keragaman budaya. Pendidikan seni musik memberikan pengetahuan, pengalaman, dan kompetensi melalui 5 komponen dasar, yakni: ekspresi, apresiasi, kreasi, harmoni, dan keindahan yang diintegrasikan dengan pendidikan multikultural. Artikel ini menggambarkan peran seni musik dalam pendidikan multikultural yang dapat menumbuhkan kesadaran dan kepedulian dalam membangun masyarakat belajar yang multikultur di sekolah.Kata kunci: globalisasi, seni musik, multikultur, transformasi, pendidikan

Page 1 of 1 | Total Record : 9