cover
Contact Name
BAYU AJI SISMANTO
Contact Email
sabdaabadinusantara@gmail.com
Phone
+6285712192800
Journal Mail Official
sabdaabadinusantara@gmail.com
Editorial Address
Sabda Abadi Nusantara Publisher AHU-0061364-AH.01.14 Tahun 2025 Jl. Raya Rw. Bugel, RT.009/RW.025, Harapan Jaya, Kec. Bekasi Utara, Kota Bks, Jawa Barat 17124 sabdaabadinusantara@gmail.com | https://bayuaji.org/cv-san/
Location
Kota bekasi,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Nusantara
Published by Sabda Abadi Nusantara
Core Subject : Health,
Jurnal Keperawatan Nusantara (JKN) adalah jurnal Nasional berbasis penelitian ilmiah. JKN mengajak anda para dosen, praktisi, dan mahasiswa untuk mengirimkan artikel ilmiah mereka tentang perkembangan ilmu pengetahuan di bidang Keperawatan dan Kesehatan. Artikel akan ditelaah dengan proses peer review double-blind. e-ISSN: 3110-6455 (Elektronik), Frekuensi: 3 terbitan/tahun (Maret, Agustus, Desember).
Articles 33 Documents
Penerapan Konsep Teori Betty Neuman “System Model” Pada Asuhan Keperawatan Pasien Hemodialisa Alni Lisarni; Irna Nursanti
Jurnal Keperawatan Nusantara Vol 1 No 2 (2025): Desember
Publisher : Sabda Abadi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6594/r8gnmk45

Abstract

Teori keperawatan merupakan usaha-usaha untuk menguraikan atau menjelaskan Fenomena mengenai keperawatan. Melalui teori keperawatan dapat dibedakan apakah termasuk disiplin ilmu atau aktifitas lainnya. Teori keperawatan selain digunakan untuk menyusun suatu model yang berhubungan dengan konsep keperawatan, juga memiliki karakteristik yang diantaranya: teori keperawatan mengidentifikasi dan menjelaskan konsep khusus yang berhubungan dengan hal-hal nyata dalam keperawatan. Konsep utama yang diidentifikasi dalam pendekatan teori betty neuman adalah pendekatan holistik, sistem terbuka (termasuk fungsi, input dan output, umpan balik, negent- copy, dan stabilitas), lingkungan (termasuk lingkungan yang dibuat), sistem klien (termasuk lima variabel klien, struktur dasar, garis resistensi, normal garis pertahanan, dan garis pertahanan yang fleksibel), kesehatan (kebugaran hingga penyakit), pemicu stres, derajat reaksi, pencegahan sebagai intervensi (tiga tingkat), dan pemuliha
Teori Model Keperawatan Callista Roy Pada Asuhan Keperawatan Pasien Dengan Fraktur Muniroh; Irna Nursanti
Jurnal Keperawatan Nusantara Vol 1 No 2 (2025): Desember
Publisher : Sabda Abadi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6594/3546st90

Abstract

Fraktur menyebabkan perubahan fisik dan psikologis signifikan, menuntut adaptasi pasien. Teori Roy menyediakan kerangka kerja untuk memfasilitasi adaptasi ini. Teori Adaptasi Callista Roy lahir dari pemikiran Sister Callista Roy, seorang perawat sekaligus akademisi Katolik yang memiliki perhatian besar terhadap bagaimana manusia beradaptasi terhadap perubahan lingkungan. Roy mulai mengembangkan teorinya pada akhir tahun 1960-an ketika ia menjadi mahasiswa pascasarjana di Universitas California, Los Angeles (UCLA) di bawah bimbingan Dorothy E. Johnson, salah satu tokoh teori perilaku dalam keperawatan teori ini kemudian dikenal sebagai Roy Adaptation Model (RAM) yaitu suatu model konseptual yang menggambarkan manusia sebagai sistem adaptif dengan empat model adaptasi utama, yakni:Mode Fisiologis,Mode Konsep Diri (Self-Concept),Mode Fungsi Peran (Role Function), dan Mode Interdependensi (Interdependence). Keempat mode ini digunakan perawat untuk mengkaji respons adaptasi pasien terhadap stimulus yang dialaminya. Stimulus tersebut dikategorikan menjadi focal, contextual, dan residual. Teori Roy memiliki tujuan utama untuk membantu perawat memahami perilaku adaptif pasien dan merancang intervensi yang dapat memperkuat proses adaptasi tersebut. Model ini sangat berpengaruh dalam pendidikan, penelitian, dan praktik keperawatan di seluruh dunia karena menekankan keseimbangan antara aspek biologis, psikologis, sosial, dan spiritual manusia. Kata Kunci : Asuhan Keperawatan, Teori Adaptasi Callista Roy, Teori Roy Adaptation Model (RAM, Tujuan: Menerapkan model adaptasi Roy untuk meningkatkan kemampuan adaptasi pasien fraktur, mengatasi masalah seperti nyeri, keterbatasan gerak, dan dampak psikososial. Metode : Studi kasus/deskriptif, mengkaji pasien fraktur menggunakan proses keperawatan (pengkajian, diagnosis, perencanaan, implementasi, evaluasi) dengan fokus pada mode adaptasi Roy. Hasil : diharapkan Pasien menunjukkan perilaku adaptif (misal: manajemen nyeri efektif, mobilitas meningkat, konsep diri positif) dan mencapai tingkat adaptasi yang lebih baik (kompensatori/integratif). Kesimpulan: Model Roy efektif membimbing perawat dalam memberikan asuhan komprehensif, fokus pada kekuatan pasien untuk beradaptasi terhadap stres fraktur, bukan hanya pada penyakitnya. 
Penerapan Teori Virginia Henderson Pada Asuhan Keperawatan Pasien dengan Intracerebral Hemoragik Ana Rif’atus Sakinah Surosa; Irna Nursanti
Jurnal Keperawatan Nusantara Vol 1 No 2 (2025): Desember
Publisher : Sabda Abadi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6594/tjysc519

Abstract

Virginia Henderson seorang nursing theorist terkenal di abad 19. Virginia memprakarsai grand theory yaitu teori Needs (Kebutuhan). Virginia membagi kebutuhan menjadi 14 kebutuhan dasar manusia. Kebutuhan tersebut diklasifikasikan dalam 4 (empat) kebutuhan yaitu kebutuhan fisiologi, psikologis, sosial dan spiritual. Teori Needs dapat diaplikasikan pada asuhan keperawatan pasien yang dirawat di rumah sakit. Pada makalah ini dibahas paradigma keperawatan, kekuatan dan kekurangan teori Needs dan penerapan teori Needs pada pasien dengan intracerebral hemoragik yang dirawat di rumah sakit. Virginia membagi peran perawat dalam memenuhi kebutuhan dasar pasien menjadi 3 (tiga), yaitu sebagai substitusi, sebagai helper, dan sebagai partner.
Konsep Teori Model Keperawatan Florence Nightingale Pada Pasien Dengan Ulkus Diabetikum Rawat Inap Arafah 2 Rs Islam Jakarta Cempaka Putih Edy Prayitno; Irna Nursanti
Jurnal Keperawatan Nusantara Vol 1 No 2 (2025): Desember
Publisher : Sabda Abadi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6594/6pqtfm21

Abstract

Latar Belakang: Keperawatan adalah kegiatan pemberian asuhan kepada individu, keluarga, kelompok, atau masyarakat, baik dalam keadaan sakit maupun sehat (Permenkes, 2019). Florence Nightingale dikenal sebagai pendiri keperawatan modern. Teori Florence Nightingale tentang lingkungan menjelaskan konsep dan dasar-dasar lingkungan yang sehat dan bersih. Teori lingkungan Florence Nightingale berfokus pada lingkungan yang bersih untuk pasien. Konsep dalam teorinya adalah udara murni, cahaya, kebersihan, drainase yang efisien, dan air murni (Alligood, 2017). Teori keperawatan Nightingale sangat bermanfaat bagi dunia keperawatan, yang meletakan dasar teori keperawatan melalui filosofi keperawatan yakni dengan mengidentifikasi peran perawat dalam menemukan kebutuhan dasar manusia pada klien serta pentingnya pengaruh lingkungan di dalam perawatan orang sakit yang dikenal dengan teori lingkungannya. Tujuan: Menganalisis penerapan teori lingkungan Florence Nightingale dalam asuhan keperawatan. Metode: Pendekatan Studi kasus digunakan untuk mengevaluasi kondisi fisik, psikologis dan sosial pasien dengan ulkus diabetikum, DM tipe 2 di ruang rawat inap. Data di analisis berdasarkan konsep teori lingkungan Florence Nightingale dan proses keperawatan yang meliputi diagnosis, intervensi, implementasi dan evaluasi. Hasil: Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan teori lingkungan Florence Nightingale penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung pemulihan kondisi pasien. Perubahan  sistem ventilasi, kebersihan, pengendalian kebisingan,pendidikan tentang perilaku hidup bersih dan sehat meningkatkan efektivitas keperawatan. Kesimpulan: Penerapan teori lingkungan Florence Nightingale tetap relevan diterapkan pada pasien ulkus diabetikum di ruang rawat inap dengan menyesuaikan dengan perkembangan teknologi terkini.Perawat berfungsi  dalam pengendalian lingkungan untuk menciptakan kondisi yang optimal untuk penyembuhan pasien.
Becoming A Mother: Pendekatan Keperawatan Berbasis Mercer Pada Ibu Pascaoperasi Tumor CPA Agnes Elisabeth; Irna Nursanti
Jurnal Keperawatan Nusantara Vol 1 No 2 (2025): Desember
Publisher : Sabda Abadi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6594/p6390p21

Abstract

Latar belakang: Teori Maternal Role Attainment–Becoming a Mother Ramona T. Mercer menjelaskan proses perkembangan identitas maternal melalui interaksi ibu, bayi, ayah, dan lingkungan. Ibu dengan kondisi kesehatan khusus, seperti tumor cerebellopontine angle (CPA), menghadapi hambatan fisik dan psikososial yang dapat mengganggu pencapaian peran keibuan. Tujuan: Mengkaji konsep teori Mercer dan menerapkan pendekatannya dalam asuhan keperawatan pada pasien dengan tumor CPA untuk mendukung pencapaian identitas keibuan. Metode: Studi analisis kasus dilakukan di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RSPON) pada seorang ibu pascaoperasi kraniotomi pengangkatan tumor CPA. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan telaah rekam medis. Analisis menggunakan kerangka teori Mercer yang mencakup mikrosistem, mesosistem, dan makrosistem serta tahapan becoming a mother. Diagnosa dan intervensi keperawatan disusun berdasarkan SDKI, SIKI, dan SLKI. Hasil: Pasien mengalami kecemasan, kelelahan, keterbatasan interaksi ibu–bayi, dan risiko pengasuhan tidak efektif akibat kondisi pascaoperasi serta keterpisahan fisik dari bayi. Intervensi berbasis teori Mercer, seperti peningkatan dukungan emosional, edukasi menyusui, manajemen kecemasan, serta fasilitasi keterlibatan suami dan keluarga, meningkatkan kepercayaan diri maternal, keterikatan ibu–bayi, serta kesiapan menjalankan peran keibuan. Kesimpulan: Teori Mercer efektif digunakan sebagai kerangka asuhan keperawatan pada ibu dengan kondisi neurologis kompleks. Pendekatan ini membantu perawat memfasilitasi identitas maternal melalui intervensi yang berfokus pada dukungan emosional, fungsi keluarga, dan adaptasi peran. Penerapan teori ini memiliki implikasi penting dalam praktik keperawatan maternitas, terutama pada populasi berisiko tinggi.
Pendekatan Asuhan Keperawatan Komprehensif dalam Meningkatkan Kualitas Hidup Pasien dengan Massa Kolorektal: Studi Kasus Bayu Aji Sismanto
Jurnal Keperawatan Nusantara Vol 2 No 1 (2026): Juni
Publisher : Sabda Abadi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Massa kolorektal merupakan masalah kesehatan global yang signifikan dengan tren peningkatan kasus pada kelompok usia produktif dan lanjut usia di Indonesia. Kondisi ini menyebabkan gangguan eliminasi dan nyeri kronis yang kompleks, sehingga membatasi kemampuan perawatan diri pasien. Tujuan: Studi kasus ini bertujuan untuk mengeksplorasi asuhan keperawatan komprehensif pada pasien lanjut usia dengan massa kolorektal menggunakan pendekatan Teori Self-Care Dorothea Orem. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif kualitatif pada seorang pasien laki-laki (Tn. X, 82 tahun). Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi klinis, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis berdasarkan proses keperawatan SDKI, SIKI, dan SLKI yang diintegrasikan dengan sistem keperawatan Orem. Hasil: Pengkajian menemukan adanya nyeri abdomen kronis dan perubahan pola defekasi (feses menyerupai kotoran kambing) yang memicu self-care deficit. Intervensi diterapkan melalui wholly compensatory, partly compensatory, dan supportive-educative system. Evaluasi menunjukkan penurunan skala nyeri dan peningkatan self-care agency pasien dalam mengelola kebutuhan terapeutiknya. Kesimpulan: Penerapan Teori Orem efektif dalam mengorganisasi asuhan keperawatan yang adaptif bagi pasien lanjut usia, memastikan kebutuhan dasar terpenuhi sambil tetap mengoptimalkan kemandirian pasien di tengah keterbatasan fisik akibat massa kolorektal.
Hubungan Penerapan Bundle Phlebitis dengan Kejadian Phlebitis di Rumah Sakit X Bekasi Titik Sukamti; Nur Miladiyah Rahmah; Muftadi
Jurnal Keperawatan Nusantara Vol 2 No 1 (2026): Juni
Publisher : Sabda Abadi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Angka kejadian infeksi terkait pelayanan kesehatan (HAIs) di Indonesia masih tinggi, dengan salah satu bentuk yang sering terjadi adalah phlebitis. Prevalensi phlebitis mencapai 2,2%, menunjukkan perlunya perhatian terhadap pencegahan komplikasi akibat pemasangan infus. Tujuan: untuk mengetahui hubungan penerapan bundle phlebitis dengan kejadian phlebitis di Rumah Sakit X Bekasi. Metode: Penelitian ini akan menggunakan pendekatan analitik dengan metode cross sectional. Penelitian telah dilakukan di RS X Bekasi. Populasi dalam penelitian ini yaitu perawat pelaksana yang berdinas di ruangan X Rumah Sakit X Bekasi sebanyak 95 perawat dengan jumlah sampel sebanyak 34 responden menggunakan tehnik Purposive sampling. Instrumen yang digunakan yaitu lembar observasi penerapan bundle Phlebitis dan lembar observasi kejadian phlebitis yang telah dilakukan uji kappa dengan hasil 1,000 dengan kategori sangat baik. Analisa data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji Chi Square. Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa mayoritas responden penerapan bundle phlebitis patuh sebanyak 88,2% dan tidak phlebitis sebanyak 88,2%. Hasil uji chi square menunjukan bahwa nilai p value 0,003 (p value ≤ 0,05) yang artinya ada hubungan penerapan bundle phlebitis dengan kejadian phlebitis. Kesimpulan: ada hubungan penerapan bundle phlebitis dengan kejadian phlebitis di Rumah Sakit X. Penerapan bundle phlebitis yang optimal dapat dijadikan sebagai strategi penting dalam upaya menurunkan angka kejadian phlebitis dan meningkatkan mutu pelayanan keperawatan, khususnya pada pasien dengan terapi intravena. Peneliti selanjutnya diharapkan dapat meneliti dengan variabel paling signifikan yang terkait dengan kejadian phlebitis.
Pengalaman Pasien Hipertensi Yang Mengikuti Senam Prolanis di UPTD Puskesmas Pejuang : Studi Fenomenologi Fitri Widianingsih; Nur Miladiyah Rahmah; Achmad Fauji; Desrinah Harahap
Jurnal Keperawatan Nusantara Vol 2 No 1 (2026): Juni
Publisher : Sabda Abadi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi sering disebut sebagai silent killer karena bersifat tanpa gejala namun berisiko menimbulkan komplikasi serius. Angka kejadian hipertensi di Kota Bekasi mengalami peningkatan, khususnya di Puskesmas Pejuang. Upaya penanggulangan dilakukan melalui kolaborasi pemerintah dan BPJS dalam program Prolanis, salah satunya kegiatan senam prolanis yang diikuti oleh 35 peserta, dengan perbedaan manfaat yang dirasakan antara peserta yang rutin dan tidak rutin mengikuti kegiatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengalaman pasien hipertensi yang mengikuti senam prolanis. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Partisipan terdiri dari 5 informan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan pedoman wawancara terbuka serta alat bantu berupa perekam suara, alat tulis, dan buku catatan. Hasil: Penelitian mengidentifikasi lima tema utama, yaitu faktor keikutsertaan dalam senam prolanis, manfaat yang dirasakan, dukungan dan hambatan, dampak senam prolanis, serta antusiasme peserta dalam mengikuti kegiatan. Kesimpulan: Senam prolanis yang dilakukan secara optimal dapat meningkatkan kesehatan dan kebugaran pasien hipertensi; perawat berperan penting dalam meningkatkan partisipasi dan kepatuhan pasien melalui edukasi, motivasi, pemantauan kondisi kesehatan, serta kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain guna mengoptimalkan pengendalian tekanan darah.
Pelatihan Promosi Kesehatan GERMAS dalam Meningkatkan Pengetahuan Pencegahan Kolesterol pada Karyawan Mayapada Hospital Bogor Ari Sunari; Rizky Rachmatullah
Jurnal Keperawatan Nusantara Vol 2 No 1 (2026): Juni
Publisher : Sabda Abadi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Penyakit tidak menular, khususnya hiperkolesterolemia, masih menjadi masalah kesehatan utama yang meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Faktor gaya hidup dan rendahnya pengetahuan menjadi penyebab meningkatnya kasus, termasuk pada karyawan rumah sakit. Promosi kesehatan berbasis Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan pencegahan kolesterol tinggi di lingkungan kerja. Tujuan: Mengetahui efektivitas pelatihan promosi kesehatan berbasis GERMAS terhadap peningkatan pengetahuan karyawan mengenai pencegahan kolesterol tinggi di Mayapada Hospital Bogor. Metode: Penelitian menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan one-group pretest-posttest pada 25 karyawan yang dipilih melalui total sampling. Instrumen berupa kuesioner 20 item pilihan ganda yang telah diuji validitas (r > 0.361) dan reliabilitas (α = 0.82). Pengumpulan data dilakukan melalui pretest dan posttest, kemudian dianalisis menggunakan uji Paired Sample t-test dengan SPSS 26 setelah uji normalitas Shapiro-Wilk. Hasil: Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 12.48 ± 2.11 menjadi 17.84 ± 1.43. Terdapat peningkatan signifikan sebesar 5.36 ± 2.16 dengan nilai p <0.001. Kesimpulan: Pelatihan promosi kesehatan berbasis GERMAS efektif dalam meningkatkan pengetahuan karyawan mengenai pencegahan hiperkolesterolemia. Hasil ini mendukung penerapan program promosi kesehatan di lingkungan kerja sebagai strategi preventif PTM.  
Pengaruh Pelatihan Kewaspadaan Standar dalam Meningkatkan Pengetahuan Bundle Pencegahan Healthcare-Associated Infections Pada IPCLN, PJ Shift, Preceptor, Dan PSQO Mayapada Hospital Bogor Ari Sunari; Rizky Rachmatullah; Ratna Magdalena; Khanifurosyid; Florencia Eny Agustin
Jurnal Keperawatan Nusantara Vol 2 No 1 (2026): Juni
Publisher : Sabda Abadi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Healthcare Associated Infections (HAIs) masih menjadi tantangan utama dalam keselamatan pasien dan mutu pelayanan kesehatan. Salah satu faktor yang berkontribusi terhadap tingginya risiko HAIs adalah belum optimalnya pemahaman tenaga kesehatan mengenai prinsip kewaspadaan standar dan bundle pencegahan infeksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pelatihan kewaspadaan standar terhadap peningkatan pengetahuan bundle pencegahan HAIs pada Infection Prevention and Control Link Nurse (IPCLN), Penanggung Jawab (PJ) Shift, Preceptor, dan Patient Safety Quality Officer (PSQO) di Mayapada Hospital Bogor. Penelitian menggunakan desain quasi-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Sampel penelitian berjumlah 47 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Intervensi berupa pelatihan kewaspadaan standar melalui ceramah interaktif, diskusi kasus, demonstrasi, dan simulasi praktik berdasarkan pedoman WHO dan CDC. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner terstruktur sebelum dan sesudah pelatihan, kemudian dianalisis dengan uji normalitas Shapiro-Wilk dan uji paired t-test dengan tingkat signifikansi p<0.05. Hasil penelitian menunjukkan data berdistribusi normal (p>0,05). Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 68.45±8.12 sebelum pelatihan menjadi 85.67±6.45 setelah pelatihan. Hasil uji paired t-test menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah pelatihan kewaspadaan standar (p=0.0001). Disimpulkan bahwa pelatihan kewaspadaan standar efektif meningkatkan pengetahuan tenaga kesehatan mengenai bundle pencegahan HAIs. Implementasi pelatihan secara berkelanjutan, disertai supervisi dan penguatan budaya keselamatan pasien, direkomendasikan untuk mendukung keberhasilan program Infection Prevention and Control (IPC) di rumah sakit.

Page 3 of 4 | Total Record : 33