cover
Contact Name
BAYU AJI SISMANTO
Contact Email
sabdaabadinusantara@gmail.com
Phone
+6285712192800
Journal Mail Official
sabdaabadinusantara@gmail.com
Editorial Address
Sabda Abadi Nusantara Publisher AHU-0061364-AH.01.14 Tahun 2025 Jl. Raya Rw. Bugel, RT.009/RW.025, Harapan Jaya, Kec. Bekasi Utara, Kota Bks, Jawa Barat 17124 sabdaabadinusantara@gmail.com | https://bayuaji.org/cv-san/
Location
Kota bekasi,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Nusantara
Published by Sabda Abadi Nusantara
Core Subject : Health,
Jurnal Keperawatan Nusantara (JKN) adalah jurnal Nasional berbasis penelitian ilmiah. JKN mengajak anda para dosen, praktisi, dan mahasiswa untuk mengirimkan artikel ilmiah mereka tentang perkembangan ilmu pengetahuan di bidang Keperawatan dan Kesehatan. Artikel akan ditelaah dengan proses peer review double-blind. e-ISSN: 3110-6455 (Elektronik), Frekuensi: 3 terbitan/tahun (Maret, Agustus, Desember).
Articles 25 Documents
Konsep Model Teori Ramona T. Mercer Pada Asuhan Keperawatan Ibu Melahirkan Yunike Edmaningsih; Irna Nursanti
Jurnal Keperawatan Nusantara Vol 1 No 2 (2025): Desember
Publisher : Sabda Abadi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6594/xymzfc37

Abstract

Teori Maternal Role Attainment–Becoming a Mother oleh Ramona T. Mercer menjelaskan proses adaptasi perempuan menjadi seorang ibu melalui pengaruh faktor individu dan lingkungan. Pada kasus Ny. A, seorang ibu postpartum, teori ini digunakan untuk memahami masalah menyusui tidak efektif, ansietas, serta kesiapan peningkatan peran sebagai orang tua. Pengkajian dilakukan menggunakan model ekologi Mercer (mikro–meso–makro), yang menunjukkan bahwa faktor mikrosistem berupa pelekatan ibu–bayi, pengalaman menyusui awal, dan kecemasan personal berkontribusi pada masalah utama. Mesosistem, seperti dukungan suami dan tenaga kesehatan, menjadi faktor protektif yang memperkuat kesiapan peran ibu. Sementara itu, makrosistem berupa nilai budaya dan harapan sosial terkait keberhasilan menyusui turut mempengaruhi persepsi diri Ny. A. Intervensi berbasis SDKI, SLKI, dan SIKI diberikan melalui konseling menyusui, manajemen ansietas, serta edukasi peran orang tua. Hasil menunjukkan peningkatan kemampuan menyusui, penurunan kecemasan, dan penguatan adaptasi peran ibu. Temuan ini menegaskan bahwa teori Mercer efektif digunakan sebagai pendekatan holistik dalam asuhan keperawatan ibu postpartum.
Penerapan Model Konsep Teori Keperawatan Katherine Kolcaba Suwalgiyah; Irna Nursanti
Jurnal Keperawatan Nusantara Vol 1 No 2 (2025): Desember
Publisher : Sabda Abadi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6594/2a952966

Abstract

Kolcaba’s Comfort Theory emphasizes the fulfillment of patient comfort through relief, ease, and transcendence across physical, psychospiritual, sociocultural, and environmental dimensions. This framework is highly relevant for fracture patients who often experience pain, anxiety, and sleep problems. This case study describes the application of Comfort Theory in nursing assessment, intervention, and evaluation for a 65-year-old woman (Mrs. G) with a closed distal radius fracture who underwent ORIF. Assessment was guided by Kolcaba’s comfort taxonomy, and nursing diagnoses were determined using the Indonesian Nursing Diagnosis Standards (SDKI). Interventions were structured into standard comfort measures, coaching, and comfort food for the soul, with outcomes evaluated using pain scores, behavioral observations, and subjective reports. The interventions resulted in a reduction of pain from 5 to 2, decreased anxiety reflected in more relaxed behavior and stable vital signs, and improved sleep quality with about five hours of uninterrupted rest. The patient also showed better participation in light ROM exercises and demonstrated more adaptive coping and optimism. Overall, increases in relief, ease, and transcendence were achieved. In conclusion, applying Kolcaba’s Comfort Theory effectively enhanced multidimensional comfort in a patient with a distal radius fracture. Strengthening nurse competencies, improving the care environment, and institutional support are recommended to optimize comfort-based nursing care.
Konsep Teori Model Keperawatan Madeleine Leininger Pada Asuhan Keperawatan Pasien Tn. T Dengan Diabetes Melitus, CKD di RSU Bhakti Asih Etti Sumyati; Irna Nursanti
Jurnal Keperawatan Nusantara Vol 1 No 2 (2025): Desember
Publisher : Sabda Abadi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6594/je3ct332

Abstract

Keperawatan adalah suatu bentuk pelayanan profesional yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan didasarkan pada ilmu dan kiat keperawatan, berbentuk pelayanan bio-psiko-sosio-spiritual yang komprehensif. Pemahaman yang benar pada diri perawat mengenai budaya klien,baik individu ,keluarga,kelompok maupun Masyarakat,dapat mencegah terjadinya culture shock maupun culture imposition. Perawatan (care) merupakan esensi dari keperawatan,dan perawatan harus kongruen secara budaya  (culturally congruent) untuk mencapai kesehatan yang efektif.Intervensi dan implementasi Tn.T berdasarkan teori model Madeleine Leininger, disesuaikan dengan pedoman keperawatan transkultural yaitu : cultural care accommodation and negotiation ( negosiasi budaya ) intervensi keperawatan ini dilakukan untuk membantu klien beradaptasi terhadap budaya tertentu yang lebih menguntungkan.
Teori Model Keperawatan Nola J Pender Pada Asuhan Keperawatan Dengan TB Paru di Ruang Heliconia RS Grha Permata  Ibu Depok Dwi Ayu Fajar; Irna Nursanti
Jurnal Keperawatan Nusantara Vol 1 No 2 (2025): Desember
Publisher : Sabda Abadi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6594/7c981g37

Abstract

Dalam penelitian ini, Nola J. Pender membuat model Health Promotion (HPM) untuk membantu pasien dengan tuberkulosis paru (TB Paru) di Ruang Heliconia RS Grha Permata Ibu Depok. Dengan mempertimbangkan manusia sebagai makhluk biopsikososial yang berinteraksi secara aktif dengan lingkungannya untuk mencapai kesejahteraan optimal, teori ini menekankan pentingnya promosi kesehatan dan pencegahan primer. Melalui pendekatan HPM, perawat membantu pasien meningkatkan kesadaran diri, motivasi, dan perilaku hidup sehat. Akibat efek samping obat dan kurangnya pemahaman tentang penyakit mereka, pasien tuberkulosis paru-paru dalam studi kasus mengalami ketidakpatuhan minum obat. Faktor-faktor individu, kognitif, dan sosial yang mempengaruhi perilaku kesehatan pasien diidentifikasi melalui penerapan model Pender. Selain itu, dirancang intervensi seperti edukasi kesehatan, dukungan sosial, dan promosi nutrisi. Hasil intervensi menunjukkan peningkatan pengetahuan, kepatuhan pengobatan, dan perbaikan status gizi pasien. Oleh karena itu, dengan menggunakan pendekatan holistik dan promotif, teori Nola J. Pender berhasil meningkatkan perilaku kesehatan dan mempercepat proses penyembuhan pasien TB paru.
Model Teori Konsep Keperawatan Hildegard E. Peplau Interpersonal Process Joko Relo Sutopo; Irna Nursanti
Jurnal Keperawatan Nusantara Vol 1 No 2 (2025): Desember
Publisher : Sabda Abadi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6594/pwm90g76

Abstract

Makalah ini mengangkat judul "Theory Hildegard E. Peplau" yang disusun menggunakan metode deskriptif dengan sumber primer buku dan jurnal, buku, serta media internet sebagai sekunder (pendukung). Makalah ini disusun sistematis sesuai aturan penulisan makalah pada umumnya. Kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada dosen pembimbing atas dukungan serta saran dalam proses penyusunan makalah ini sehingga makalah ini bisa diselesaikan tepat waktu. Penyusunan makalah ini akan terus disempurnakan. Segala kritik dan saran yang membangun senantiasa kami harapkan demi penyempurnaan makalah ini. Permohonan maaf juga kami haturkan apabila mempunyai kekurangan. Semoga makalah ini dapat bermanfaat dalam eksplorasi di dunia kesehatan khususnya dalam proses penerapan asuhan keperawatan menggunakan Theory Hildegard E. Paplau.
Konsep Teori Model Keperawatan Adaptasi Imogene King Pada Asuhan Keperawatan Pasien Tn. J Dengan Paliatif Kanker Paru Di Rs Kanker Dharmais Ito Iswati; Irna Nursanti
Jurnal Keperawatan Nusantara Vol 1 No 2 (2025): Desember
Publisher : Sabda Abadi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6594/y8gpr174

Abstract

Latar Belakang: Imogene King adalah salah satu pakar dibidang ilmu keperawatan yang dikenal dengan teorinya sebagai teori sistem terbuka. Teori king menjelaskan dan mempelajari sistem manusia berinteraksi dengan merancang sebuah kerangka kerja konseptual tentang variabel saling bergantung dan konsep yang saling terkait. Kerangka konseptual Imogene M.King menjelaskan pandangan yang komprehensif tentang system. Dari tiga sistem yang saling berinteraksi dan berinteraksi secara dinamis, tersebut termasuk: Sistem Individu, Sistem Interpersonal, dan Sistem Sosial yang merupakan Grand Theory. Dari pengembangan teori King ini telah banyak dipergunakan dan dijadikan sebagai dasar dalam pengembangan model praktik keperawatan dan menjadi pedoman dalam melaksanakan, praktik keperawatan, pendidikan keperawatan, administrasi dan manajemen asuhan keperawatan, dan bidang penelitian (Patria ,2023) Metode:Metode penulisan ini menggunakan pendekatan studi kepustakaan (library research) Penerapan kasus dengan konsep teori Imogene King, Tujuan: mendapatkan gambaran model konseptual dari Imogene King.
Model Teori Keperawatan Katharine Kolcaba Pada Asuhan Keperawatan Dengan Selulitis Ayu Sundari; Irna Nursanti
Jurnal Keperawatan Nusantara Vol 1 No 2 (2025): Desember
Publisher : Sabda Abadi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6594/6tcbt595

Abstract

Latar Belakang: Katharine Kolcaba awalnya menulis kenyamanan dengan pasien Alzheimer dan demensia.  Kolcaba telah menulis beberapa artikel tentang cakupan keperawatan terkait teorinya. Ketika kolcaba mengembangkan teorinya, ia menggunakan penalaran logis, kolcaba menggunakan kerangka yang sudah ada sebelumnya untuk mensintesis atau mengidentifikasi jenis kenyamanan dan berdasar pengalaman, beliau melakukan pengembangan teori keperawatan untuk mengembangkan teori kenyamanan dan praktik, sebuah visi untuk perawatan dan riset kesehatan holistik. Ia juga memulai konsep analisis istilah, “comfort”. Katherine kolcaba mengumpulkan definisi, “kenyamanan” dari berbagai disiplin ilmu. Sejak itulah Katherine Kolcaba melandaskan kembali bahwa dalam pelayanan kesehatan harus ada suatu kenyamanan hingga ia membuat teori yang disebut “Comfort Theory and Practice: a Vision for Holistic Health Care And Research”. Tujuan: untuk memahami teori middle range Katharine kolcaba tentang kenyamanan dan mengaplikasikan dalam asuhan keperawatan. Metode: Pada penelitian ini menggunakan jenis pendekatan penelitian dengan Studi Kepustakaan (Library Research). Studi Kepustakaan adalah mempelajari berbagai buku referensi serta hasil penelitian sebelumnya yang sejenis dan berguna untuk mendapatkan landasan teori mengenai masalah yang akan diteliti menurut Sarwono (dalam Yeni 2024). Pada penelitian ini menggunakan buku, jurnal, makalah serta biografi tentang Katharine Kolcaba. Hasil Penelitian: Setelah dilakukan asuhan keperawatan nyeri sudah berkurang dan pasien dapat mengontrol nyeri. Kesimpulan: Dalam bidang penelitian, kolcaba menciptakan suatu instrumen penelitian dalam melakukan pengukuran level kenyamanan pada seorang pasien sebagai suatu tolak ukur capaian dengan menggunakan skala pengukuran kenyamanan pada lingkup rumah sakit dan lingkungan.
Konsep Teori Model Keperawatan Dorothea Orem Pada Asuhan Keperawatan Pasien Pasca Hospitalisasi Rival Wastu Kencana; Irna Nursanti
Jurnal Keperawatan Nusantara Vol 1 No 2 (2025): Desember
Publisher : Sabda Abadi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6594/6nar0191

Abstract

Pelayanan keperawatan profesional memerlukan penerapan model konseptual. Self-Care Deficit Theory oleh Dorothea Orem relevan bagi pasien pasca hospitalisasi yang sering mengalami defisit perawatan diri dan kecemasan. Teori ini berfokus pada peningkatan kemampuan individu untuk melakukan perawatan diri secara mandiri guna mencapai kesehatan optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep Self-Care Deficit Nursing Theory Orem, keterkaitannya dengan paradigma keperawatan, dan menguraikan penerapannya dalam asuhan keperawatan pasien pasca hospitalisasi. Penelitian ini menggunakan studi konseptual dan analisis kasus. Pengkajian dilakukan berdasarkan tiga pilar Orem: Basic Conditioning Factors, Therapeutic Self-Care Demand, dan Self-Care Agency. Kasus yang dianalisis adalah seorang pasien pasca hospitalisasi dengan Anemia yang mengalami defisit seperti intoleransi aktivitas, ansietas, dan risiko jatuh. Terdapat Self-Care Deficit yang jelas akibat ketidakseimbangan antara Self-care Agency yang rendah dan Therapeutic Self-care Demand yang tinggi. Sistem keperawatan yang diterapkan bervariasi: Partly Compensatory System untuk Intoleransi Aktivitas dan Supportive-Educative System untuk Ansietas dan Risiko Jatuh. Evaluasi menunjukkan bahwa intervensi berhasil meningkatkan kemampuan perawatan diri pasien dan mengurangi keluhan, didukung oleh peran penting dukungan keluarga. Penerapan Self-Care Deficit Nursing Theory Orem adalah kerangka kerja yang efektif untuk menilai kemandirian, mengidentifikasi defisit, dan merancang intervensi spesifik. Tujuannya adalah membantu pasien pasca hospitalisasi mencapai kemandirian dalam perawatan diri, mengurangi ketergantungan, dan mengoptimalkan perawatan di rumah.
Implementasi Bundle Pencegahan Infeksi Daerah Operasi dalam Menurunkan Kejadian Infeksi Daerah Operasi di Ruang Operasi : Literatur Review Yusmaidalena Harahap; Dadang Hendi Apandi; Fuji Ekawati
Jurnal Keperawatan Nusantara Vol 1 No 2 (2025): Desember
Publisher : Sabda Abadi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6594/xqx53b02

Abstract

Infeksi Daerah Operasi (IDO) masih menjadi salah satu komplikasi pasca bedah yang paling sering terjadi dan berkontribusi signifikan terhadap peningkatan morbiditas, lama rawat inap, serta beban biaya pelayanan kesehatan. Tingginya angka kejadian IDO, khususnya di negara berkembang, menjadikan pencegahan infeksi sebagai isu yang mendesak dan relevan dalam upaya peningkatan mutu pelayanan bedah dan keselamatan pasien. Pendekatan pencegahan berbasis bundle pencegahan infeksi telah direkomendasikan secara luas, namun efektivitas dan tantangan implementasinya di ruang operasi masih memerlukan kajian yang komprehensif. Artikel ini bertujuan untuk menelaah secara sistematis implementasi bundle pencegahan infeksi daerah operasi dalam menurunkan kejadian IDO di ruang operasi. Kajian ini menggunakan metode literature review sistematis dengan pendekatan kualitatif-deskriptif berbasis evidence-based practice. Data diperoleh melalui penelusuran artikel ilmiah pada basis data PubMed, ScienceDirect, Scopus, dan Google Scholar menggunakan kata kunci yang relevan. Artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis melalui sintesis tematik untuk mengidentifikasi efektivitas, komponen utama, serta faktor pendukung dan penghambat implementasi bundle pencegahan infeksi. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan bundle pencegahan infeksi secara konsisten mampu menurunkan kejadian IDO secara signifikan. Komponen utama seperti pemberian antibiotik profilaksis yang tepat, persiapan kulit pre operatif, pemeliharaan normotermia, dan kepatuhan terhadap prinsip aseptik berperan penting dalam keberhasilan pencegahan IDO. Selain itu, tingkat kepatuhan tenaga kesehatan, budaya keselamatan pasien, dan dukungan manajerial terbukti mempengaruhi efektivitas implementasi bundle di ruang operasi. Kesimpulannya, implementasi bundle pencegahan infeksi daerah operasi merupakan strategi yang efektif dan berkelanjutan dalam menurunkan kejadian IDO serta meningkatkan mutu pelayanan bedah. Temuan ini memiliki implikasi praktis bagi penguatan kebijakan pencegahan infeksi di rumah sakit dan implikasi akademik dalam pengembangan kajian berbasis keselamatan pasien. Penelitian lanjutan disarankan untuk mengeksplorasi faktor perilaku dan organisasi secara lebih mendalam serta mengevaluasi efektivitas bundle dalam konteks pelayanan kesehatan yang beragam.
Pendekatan Evidence-Based dalam Penggunaan Minyak Zaitun Topikal untuk Pencegahan dan Perawatan Luka Dekubitus Azmi Sulintya Syahwa; Manggala Putra; Trisni Handayani; Meyta Maryani
Jurnal Keperawatan Nusantara Vol 1 No 2 (2025): Desember
Publisher : Sabda Abadi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6594/vrx2tc90

Abstract

Luka dekubitus merupakan komplikasi yang sering terjadi pada pasien dengan keterbatasan mobilitas dan berdampak pada peningkatan morbiditas serta beban pelayanan kesehatan. Oleh karena itu, diperlukan intervensi pencegahan dan perawatan yang efektif, aman, dan berbasis bukti. Artikel ini bertujuan untuk mensintesis bukti ilmiah mengenai penggunaan minyak zaitun topikal dalam pencegahan dan perawatan luka dekubitus. Kajian ini menggunakan desain literature review dengan pendekatan kuantitatif-deskriptif terhadap sepuluh artikel penelitian yang meliputi uji acak terkontrol, studi kuasi-eksperimental, serta satu systematic review dan meta-analisis. Data dikumpulkan melalui telaah dokumentasi ilmiah dan dianalisis secara naratif berdasarkan luaran klinis utama. Hasil kajian menunjukkan bahwa aplikasi minyak zaitun topikal secara konsisten menurunkan insidensi luka dekubitus, memperbaiki parameter penyembuhan luka, serta menunjukkan profil keamanan yang baik. Kesimpulannya, minyak zaitun topikal berpotensi menjadi intervensi yang efektif dan berbiaya rendah dalam pencegahan dan perawatan luka dekubitus. Penelitian lanjutan dengan desain dan protokol yang lebih terstandar direkomendasikan.

Page 2 of 3 | Total Record : 25