cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Gedung Graha Medika Lt. 1, Ruang 104
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Brawijaya
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 02169347     EISSN : 23380772     DOI : http://dx.doi.org/10.21776/ub.jkb
Core Subject : Health,
JKB contains articles from research that focus on basic medicine, clinical medicine, epidemiology, and preventive medicine (social medicine).
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 27, No 2 (2012)" : 13 Documents clear
Pengaruh Sel Limfosit T Regulator CD4 CD25 Foxp3 dan Transforming Growth Factor (TGF) β terhadap Airway Remodelling Bronkiolus Paru pada Model Mencit Asma Faturrachman, Dicky; Barlianto, Wisnu; Mintaroem, Karyono
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 27, No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (850.772 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2012.027.02.4

Abstract

Peran CD4 CD25 Foxp3  dan TGF-β dalam remodeling saluran napas masih didapatkan kontroversi dan perlu diteliti lebih  lanjut. Tujuan dari penelitian  ini adalah membuktikan efek meningkatnya  jumlah  limfosit T Reg CD4 CD25 Foxp3 dan TGF-β terhadap penurunan remodeling saluran napas bronkial paru pada model mencit asma. Mencit Balb/c dibagi menjadi 2 kelompok,  yaitu  dengan  sensitisasi  ovalbumin  dan  tanpa  sensitisasi.  Sensitisasi  dilakukan  selama  9 minggu.  Jumlah limfosit T reg CD4 CD25 Foxp3  diperiksa dengan  flowcytometry dan TGF-β diperiksa dengan ELISA. Parameter remodeling saluran napas  (ketebalan epitel, ketebalan  fibrosis subepitel,  jumlah sel goblet, ketebalan otot polos) diukur dengan analisis  morfometri  dari  pemeriksaan  histopatologi.  Analisis  statistik  dengan  uji  T  berpasangan  dan  analisis  jalur hubungan  (analisis  jalur).  Hasil  menunjukkan  tidak  ada  perbedaan  yang  signifikan  dalam  jumlah  limfosit  T  reg CD4 CD25 Foxp3  (p=0,763) dan TGF-β (p=0,246) dalam 2 kelompok. Ditemukan perbedaan signifikan dalam parameter remodeling pada kedua kelompok (p=0,000). Tidak ada korelasi langsung yang signifikan antara T reg dan TGF-β dengan parameter  remodeling. Tren yang diperoleh dengan peningkatan  jumlah  limfosit  sel T  reg, menunjukkan penurunan parameter remodeling. Didapatkan adanya pengaruh limfosit T reg CD4 CD25 Foxp3  terhadap remodeling saluran napas yang ditunjukkan dengan ketebalan epitel baik secara langsung maupun tidak langsung melalui TGF-β, meskipun tidak signifikan secara statistik.Kata Kunci: Remodeling saluran napas, TGF-β, T  reg CD4 CD25 Foxp3
Perbandingan Konsentrasi IgE Air Mata Penderita Alergi Okuli dengan Pemberian Pemirolast Potassium 0,1% dan Sodium Cromoglycate 4% Moehariadi, Hariwati; Yasmine, Yasmine
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 27, No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.13 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2012.027.02.11

Abstract

Penyakit alergi okuli adalah penyakit alergi pada konjungtiva atau kulit kelopak mata, berhubungan dengan reaksi inflamasi karena menempelnya immunoglobulin  E (IgE) di sel mast. Penatalaksanaan penyakit alergi okuli meliputi meminimalkan kontak dengan alergen dan pemberian obat-obatan (antihistamin, stabilisator sel mast  (sodium cromoglycate, pemirolast potassium, lodoxamide, nedocromil sodium), kombinasi antihistamin dan stabilisator sel mast (kortikosteroid, siklosporin). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penurunan konsentrasi IgE dan perbedaan penurunan konsentrasi IgE penderita alergi okuli sesudah diterapi dengan pemirolast potassium 0,1% atau sodium cromoglycate 4%.Penelitian ini merupakan pre and post clinical trial design pada 32 penderita alergi okuli. Sebanyak 16 penderita mendapatkan tetes mata pemirolast potassium  0,1% dan 16 lainnya mendapatkan tetes mata sodium cromoglycate 4%. Air mata penderita diambil saat datang dan satu minggu setelah terapi untuk pemeriksaan konsentrasi IgE dan diperiksa menggunakan ELISA reader. Penurunan konsentrasi IgE sebelum dan setelah terapi pada masing-masing obat diuji menggunakan uji T-test dependent, sedangkan perbandingan penurunan konsentrasi IgE antara kedua obat diuji menggunakan uji T-test independent. Pada kelompok pemirolast potassium 0,1%, konsentrasi IgE awal 730,73 ± SD 40,17 IU/ml dan menurun menjadi 678,61 ± SD 56,20 IU/ml. Kelompok sodium cromoglycate 4%, konsentrasi IgE awal 731,16 ± SD 32,13 IU/ml dan menurun menjadi 686,73 ± SD 43,08 IU/ml(p=0,000). Perbedaan penurunan konsentrasi IgE pada kelompok pemirolast potassium 0,1% sebesar 52,12 ± SD 41,00 IU/ml, kelompok sodium cromoglycate 4% sebesar 44,43 ± SD 32,63 IU/ml. Perbedaan penurunan konsentrasi IgE antara kedua obat tidak bermakna (p=0,561). Dapat disimpulkan  tidak didapatkan perbedaan bermakna efek pemirolast potassium 0,1% dan sodium cromoglycate 4% dalam menurunkan konsentrasi IgE air mata penderita alergi okuli.
Ekspresi Hypoxia-Inducible Factor-1α menginduksi Ekspresi Eritropoietin Intraseluler, dan Vascular Endothelial Growth Factor pada Penderita Kanker Payudara dengan Anemia Darwin P, Muhammad; Kalim, Handono; Wahono S, Djoko; W Sudoyo, Aru; Fatchiyah, Fatchiyah
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 27, No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (643.499 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2012.027.02.5

Abstract

 Anemia merupakan faktor prognostik independen untuk pertahanan hidup pasien kanker. Penurunan kapasitas oksigen pada darah dapat menyebabkan terjadinya kondisi hipoksia pada jaringan kanker . Hipoksia pada jaringan kanker dapat mengaktivasi faktor transkripsi hypoxia-inducible factor-1α (HIF-1α) yang kemudian akan mentranskripsi banyak gen lain yang terlibat dalam invasi sel, angiogenesis, metabolisme anaerobik dan siklus sel, seperti gen eritropoietin (Epo) dan vascular endothelial growth  factor  (VEGF). Penelitian  ini menggunakan sampel berupa 120 slide peraparat  jaringan kanker payudara (60 anemi dan 60 non anemi) dengan melakukan pewarnaan secara  imunofluoresen double staining untuk protein HIF1α dengan VEGF dan Epo dengan EpoR. Sampel dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu anemi (Hb 5,5-10,7) dan non anemi (Hb 11-14,9). Hasil imunofluoresen di analisis dengan menggunakan Confocal Laser Scanning Microscope untuk mengetahui ekspresi protein target. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan pada ekspresi   HIF1α pada jaringan kanker penderita kanker payudara yang   anemi dan   non anemi namun sebaliknya ada perbedaan ekspresi VEGF yang signifikan (p=0,013) antara pasien anemi (754,4±316) dan non anemi (555,1±276,9). Pada kelompok sampel anemi dan non anemi ada hubungan negatif antara Hb dan HIF1α   (p=0,000; r=-0,522) dan hubungan positif  antara HIF1α dengan EPO (p=0,000; r= 0,697), antara HIF1α dengan VEGF (p=0,000; r=0,644), antara Epo dan VEGF (p=0,001; r=0,433). Pada pasien kanker anemi dan non anemi telah terjadi kondisi hipoksia pada lingkungan tumornya sehingga menyebabkan ekspresi HIF1α tidak berbeda signifikan namun hubungan HIF1α dengan EPO dan VEGF sangat kuat.  Kata Kunci: Anemi, epo, HIF1α, hipoksia, VEGF

Page 2 of 2 | Total Record : 13