cover
Contact Name
Hesti Fitriana
Contact Email
midadunajournal@gmail.com
Phone
+6281391626393
Journal Mail Official
midadunajournal@gmail.com
Editorial Address
Jalan Raya Trajaya, Palasah, Kabupaten Majalengka, West Java, Indonesia, 45475
Location
Kab. majalengka,
Jawa barat
INDONESIA
Midaduna: Journal of Islamic Studies
Published by Edupedia Publisher
ISSN : -     EISSN : 30902606     DOI : -
MIDADUNA Journal of Islamic Studies is a periodical scientific journal published by Edupedia Publisher. This journal specializes in Islamic studies. FOCUS MIDADUNA Journal of Islamic Studies focuses on providing readers with a clear understanding of Islamic studies from various perspectives including Islamic Philosophy, Islamic Thought and Literature, Islam and Peace, Science and Civilization in Islam, Islam in Local Area, Muslim Community, Islamic Education, Islamic Law, Islamic Economics and Business, Quran and Hadith Studies. SCOPE MIDADUNA Journal of Islamic Studies covers studies from various perspectives including Islamic Philosophy, Islamic Thought and Literature, Islam and Peace, Science and Civilization in Islam, Islam in Local Area, Muslim Community, Islamic Education, Islamic Law, Islamic Economics and Business, Quran and Hadith Studies.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (2025): Islamic Studies Journal" : 5 Documents clear
ANALISIS MAKNA GENDER DALAM Q.S. AN-NISA' AYAT 7 DAN 11: PERSPEKTIF HAK DAN KEWAJIBAN Aslinda, Aslinda
Midaduna: Journal of Islamic Studies Vol. 2 No. 1 (2025): Islamic Studies Journal
Publisher : Edupedia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis makna gender dalam teks Al-Qur'an, dengan fokus pada pengaturan hak dan kewajiban sebagaimana tercermin dalam QS. An-Nisa' ayat 7 dan 11. Penelitian ini menggunakan metode analisis isi berbasis tafsir tematik, dengan pendekatan kontekstual dan maqashid al-syari'ah sebagai kerangka interpretasi. Kajian terhadap QS. An-Nisa' ayat 7 menunjukkan bahwa Al-Qur'an memberikan pengakuan eksplisit terhadap hak perempuan atas warisan, suatu revolusi sosial dibandingkan dengan budaya pra-Islam yang mendiskriminasi perempuan. Sementara itu, QS. An-Nisa' ayat 11 mengatur proporsi pembagian warisan berdasarkan tanggung jawab sosial yang diemban laki-laki, bukan berdasarkan superioritas gender. Hasil analisis mengungkapkan bahwa perbedaan dalam pembagian waris mencerminkan keadilan proporsional, di mana hak dan kewajiban diseimbangkan secara rasional. Artikel ini menegaskan bahwa prinsip keadilan substantif merupakan inti ajaran Islam dalam relasi gender. Dengan demikian, pendekatan kontekstual dan etis diperlukan untuk memahami ayat-ayat warisan agar tetap relevan dalam masyarakat modern. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkaya pemahaman terhadap prinsip keadilan sosial dalam Islam serta memberikan landasan bagi reinterpretasi hukum waris dengan perspektif keadilan gender.
KESETARAAN GENDER DALAM AL-QUR'AN: STUDI ATAS HAK DAN KEWAJIBAN Pani Dias, Hendri
Midaduna: Journal of Islamic Studies Vol. 2 No. 1 (2025): Islamic Studies Journal
Publisher : Edupedia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Isu kesetaraan gender dalam Islam sering kali menjadi perhatian serius dalam studi-studi keagamaan dan sosial. Dalam konteks al-Qur'an, pembahasan mengenai hak dan kewajiban antara laki-laki dan perempuan mendapat tempat yang penting. Surah an-Nisa ayat 7 dan ayat 11 menjadi titik tolak untuk memahami bagaimana Islam mengatur hak-hak gender secara adil dan proporsional, terutama dalam pembagian harta warisan. Kajian ini mencoba mengeksplorasi sejauh mana al-Qur'an memberikan pengakuan terhadap hak-hak perempuan setara dengan laki-laki dalam aspek tertentu. Metodologi yang digunakan dalam artikel ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode tafsir tematik (maudhu'i). Penulis mengkaji teks al-Qur'an secara langsung, didukung dengan tafsir para ulama klasik dan kontemporer seperti Tafsir al-Maraghi, Tafsir al-Misbah, dan pendapat cendekiawan muslim modern. Data dikumpulkan melalui studi pustaka dan dianalisis untuk memahami makna mendalam dari ayat-ayat yang berkaitan dengan hak waris laki-laki dan perempuan. Hasil kajian menunjukkan bahwa al-Qur'an mengakui hak perempuan atas harta warisan yang sebelumnya diabaikan dalam tradisi Arab pra-Islam. Surah an-Nisa ayat 7 secara eksplisit menyatakan bahwa baik laki-laki maupun perempuan memiliki bagian yang telah ditentukan dari peninggalan keluarga mereka. Walaupun secara proporsi bagian warisan antara laki-laki dan perempuan bisa berbeda, prinsip keadilan tetap menjadi landasan utamanya. Hal ini membuktikan bahwa al-Qur'an membawa reformasi sosial yang signifikan terhadap sistem patriarki yang berlaku saat itu. Kesimpulannya, kesetaraan gender dalam al-Qur'an harus dipahami dalam kerangka keadilan, bukan sekadar persamaan matematis. Al-Qur'an tidak menghapus perbedaan peran antara laki-laki dan perempuan, namun menegaskan bahwa keduanya memiliki hak dan tanggung jawab yang sama bernilai di hadapan Allah. Temuan ini memberikan kontribusi penting dalam membangun pemahaman yang lebih adil dan moderat tentang relasi gender dalam Islam.
EPISTEMOLOGI ISLAM: INTEGRASI BAYANI, BURHANI, IRFANI, DAN TAJRIBI DALAM MENJAWAB TANTANGAN PERADABAN MODERN Nasrul Umam; Ika Zafira ‘Ulfiana; Arya Ivan Fuadi
Midaduna: Journal of Islamic Studies Vol. 2 No. 1 (2025): Islamic Studies Journal
Publisher : Edupedia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas epistemologi Islam sebagai pendekatan integratif dalam memahami kebenaran melalui empat model utama: bayani, burhani, irfani, dan tajribi. Latar belakang studi ini adalah kebutuhan akan paradigma pengetahuan yang mampu menjembatani dikotomi antara sains dan spiritualitas di tengah krisis epistemologis modern. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan integratif melalui studi literatur dan analisis komparatif atas pemikiran Al-Ghazali, Ibn Khaldun, dan Fazlur Rahman. Hasilnya menunjukkan bahwa epistemologi Islam menawarkan sintesis pengetahuan yang aplikatif dalam konteks sosial, teknologi, dan pendidikan. Temuan ini menegaskan relevansi epistemologi Islam dalam merespons disrupsi nilai dan fragmentasi ilmu pengetahuan, serta memberikan dasar filosofis dan metodologis untuk pengembangan ilmu berbasis etika spiritual. Artikel ini berkontribusi pada pengembangan epistemologi Islam kontemporer dengan menawarkan kerangka teoritis untuk rekonstruksi peradaban berbasis integrasi wahyu, akal, intuisi, dan pengalaman.
MEMBANGUN PENDIDIKAN INKLUSIF: ANALISIS ISU-ISU MULTIKULTURAL DALAM DUNIA PENDIDIKAN INDONESIA Aslinda, Aslinda; Amrizon
Midaduna: Journal of Islamic Studies Vol. 2 No. 1 (2025): Islamic Studies Journal
Publisher : Edupedia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Multicultural education has become a crucial discourse in addressing the challenges of ethnic, religious, cultural, and linguistic diversity in Indonesia. Although various efforts have been made to integrate multicultural principles into curricula and educational practices, several issues still hinder the creation of inclusive and equitable education. This article aims to analyze key issues in multicultural education, including discrimination, curriculum bias, unequal access, and the lack of teacher training in managing diversity. This study employs a descriptive qualitative method with literature review and policy document analysis as its main approach. The analysis reveals that although national policies support multicultural values, implementation at the grassroots level still shows significant gaps, particularly in peripheral schools and conflict-prone areas. Educational reform and competency-based multicultural teacher training are urgently needed to create a learning environment that respects diversity. This article is expected to contribute to academic discourse in promoting the development of just and equitable education amid Indonesia's diverse society.
KONSEP KEBERLANJUTAN LINGKUNGAN DALAM AL- QUR’AN Wahda, Laila Muthia; Pria Rika Saputri
Midaduna: Journal of Islamic Studies Vol. 2 No. 1 (2025): Islamic Studies Journal
Publisher : Edupedia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas Isu keberlanjutan lingkungan telah menjadi perhatian global di tengah meningkatnya krisis ekologi yang mengkhawatirkan. Dalam konteks ini, Islam sebagai agama yang membawa rahmat bagi seluruh alam memberikan panduan yang komprehensif untuk menjaga keseimbangan dan kelestarian alam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep keberlanjutan lingkungan berdasarkan nilai-nilai yang terdapat dalam Al-Qur’an. Dengan menggunakan metode studi kepustakaan dan pendekatan tafsir tematik, kajian ini mengeksplorasi ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan penciptaan alam semesta, peran manusia sebagai khalifah, serta perintah untuk menghindari kerusakan (fasād) di bumi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur’an tidak hanya memandangalamsebagai ciptaanTuhan, tetapi jugasebagai tanda-tanda (āyāt) kebesaran-Nya yang perlu dihormati dan dilindungi. Konsep keberlanjutan dalam Al-Qur’an mencakup prinsip keseimbangan (mīzān), pemeliharaan (ḥifẓ), dan tanggung jawab (mas'ūliyyah). Manusia diberikan mandat sebagai khalifah bukan untuk mengeksploitasi, melainkan untuk mengelola dan melestarikan lingkungan dengan bijaksana. Kerusakan alam dianggap sebagai bentuk pengingkaran terhadap amanah ilahi dan memiliki konsekuensi spiritual. Oleh karena itu, keberlanjutan lingkungan menurut Al-Qur’an bukan hanya isu ekologis, tetapi juga merupakan bagian integral dari etika dan akhlak Islami yang menyeluruh. Temuan ini menegaskan bahwa ajaran Islam memiliki potensi besar dalam membangun kesadaran ekologis umat manusia di era modern.

Page 1 of 1 | Total Record : 5