cover
Contact Name
Ratu Tsamarah Kusumaning Ayu
Contact Email
ratu.tsamarah@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalkesehatan.stikescrb@gmail.com
Editorial Address
Jalan Brigjen Dharsono No. 12 B, Kedawung, Kabupaten Cirebon
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan
ISSN : 20880278     EISSN : 27219518     DOI : https://doi.org/10.38165/
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Kesehatan is a health scientific journal under Lembaga Pengembangan, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) of Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon. This journal is published as a platform for academics and healthcare practitioners to disseminate information about the development of science and technology in the healthcare sector. The scope of this journal covers: public health, nursing, midwifery, physiotherapy, radiodiagnostic, pharmacy, and health analysis.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 9 No. 1 (2018)" : 10 Documents clear
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN PERILAKU PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN (P3K) PADA KARYAWAN GEDUNG E BAGIAN BENANG Herlinawati Herlinawati; Taufan Azhari
Jurnal Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v9i1.72

Abstract

Dari hasil data kecelakaan kerja yang di peroleh pada 15 Mei 2017. Rekapitulasi kecelakaan kerja periode Januari 2016 s/d Desember 2016 PT. ARIDA sebanyak 30 kasus kecelakaan kerja dan yang paling tinggi angka kecelakaan kerjanya terjadi pada bulan November 2016 sebanyak 7 kasus kecelakaan kerja. sedangkan kecelakaan kerja yang terjadi di gedung E bagian benang terjadi pada bulan Juli 2016 kecelakaan disebabkan oleh faktor tindakan tidak aman dan bulan November 2016 kecelakaan disebabkan oleh faktor kondisi yang tidak aman, dari kedua kasus kecelakaan kerja tersebut korban langsung di larikan ke Rumah Sakit. Hal tersebut terjadi karena faktor tindakan tidak aman salah satunya adalah kelalaian dari para karyawan itu sendiri, karena selama bekerja secara langsung mereka kurang kesadaran akan keselamatan dirinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap dengan  perilaku P3K pada karyawan gedung E bagian benang PT. ARIDA Kota Cirebon Tahun 2017. Rancangan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Cross Sectional.variabel yang diteliti yaitu pengetahuan, sikap dan perilaku P3K. Populasi dalam penelitian ini yaitu semua karyawan gedung E bagian benang PT. ARIDA sebanyak 204 karyawan. Jumlah sampel sebanyak 67 yang di ambil secara sistematik random sampling. Pengumpulan data dengan  menggunakan wawancara. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Data di analisis secara statistik menggunakan Uji Chi Square dengan nilai a sebesar 0,05 (5%).Dari 67 responden yang diteliti, yang memiliki pengetahuan rendah sebanyak 44,8%, sikap negatif sebanyak 37,3% dan yang tidak pernah melakukan tindakan P3K sebanyak 26,9%. Hasil uji statistik didapatkan bahwa pengetahuan (ρ = 0,176) dan sikap (ρ = 0,113) yang tidak ada hubungan antara perilaku P3K pada karyawan gedung E bagian benang PT. ARIDA Kota Cirebon Tahun 2017.Kata Kunci         : Pengetahuan, Sikap dan Perilaku P3K.  ABSTRACKFrom the result of work accident and data obtained on May 15, 2017. Recapitulation of work accident for period January 2016 to December 2016 PT. ARIDA 30 cases of work accidents and the highest number of accidents occurred in November 2016 as many as 7 cases of work accidents. Where as work accidents occurring in the E building section of the yarn occurred in July 2016 accidents caused by unsafe action factors and by November 2016 accidents caused by unsafe conditions factors, of the two cases of work accident are the victims directly on the run to the hospital. This happens because the unsafe action factors of one of them is the negligence of the employees themselves, because during the work directly they are less aware of his safety. The purpose of this research is to know the relationship of knowledge and attitude with first aid behavior  on E building employee of tread PT. ARIDA Cirebon City Year 2017.The design in this research using quantitative approach with cross sectional design. The variables studied are knowledge, attitude and first aid behavior. The population of this research is all E building employee of tread PT. ARIDA as much as 204 employees. Number of samples counted 67 taken in systematic random sampling. Data collection using interview. The instrument used is a questionnaire. The data were analyzed statistically using Chi square test with the a value of 0,005 (5%)From 67 respondents who studied, who have low knowledge as much as 44,8%, negative attitude as much as 37,7% and who never did action behavior firs aid on accidents as much as 26,9%. The result of statistic test shows that knowledge ( p 0,176) and attitude ( p 0,113) which there is no relation between first aid behavior in accident to E building employee of thread PT. ARIDA Cirebon City Year 2017.  Keyword               : knowledge, attitude and first aid behavior on accidents
KUALITAS PENCATATAN ASUHAN KEPERAWATAN KOMUNITAS Diding Sarifudin
Jurnal Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v9i1.73

Abstract

Cakupan kegiatan keperawatan komunitas di Kabupaten Cirebon masih rendah, sedangkan perawat sebagai pelaksananya merupakan tenaga kesehatan terbanyak dibandingkan dengan tenaga kesehatan lainnya. Perawat melakukan asuhan keperawatan komunitas seharusnya dengan pendokummentasian atau pencatatan yang merupakan panduan sehingga kegiatannya terarah dan terpadu sesuai dengan masalah yang ditemukan. Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui kualitas pencatatan asuhan keperawatan komunitas di Kabupaten Cirebon tahun 2006 dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan cross-sectional. Data dikumpulkan dari 71 perawat puskesmas dengan menggunakan perhitungan besar sampel Lot quality assurance sampling (LQAS-Lot) secara sistematic random sampling, selain dilakukan wawancara juga dilakukan pemeriksaan catatan asuhan keperawatan masing-masing responden 5 dokumen. Penelitian dilakukan pada bulan September 2006 dengan menggunakan analisis univariat dan analisis jalur (path analysis). Dari data yang dikumpulkan diperoleh kualitas pencatatan dengan baik sebesar 59,2%. Hasil pemodelan dengan analisis jalur ternyata kepemimpinan merupakan variabel utama yang mempunyai pengaruh sebesar 46,8% terhadap kualitas pencatatan asuhan keperawatan, variabel lain yang mempunyai pengaruh terhadap kualitas pencatatan asuhan keperawatan adalah pengetahuan sebesar 31%, sikap sebesar 17,6 %, imbalan sebesar 11,6%, dan variabel masa kerja melalui sikap sebesar 4%. Kepemimpinan kepala puskesmas mampu meningkatkan kualitas pencatatan asuhan keperawatan yang dilakukan karyawannya, selain itu kepemimpinan dapat meningkatkan pengetahuan, mengatur imbalan yang diberikan, dan dapat merubah sikap karyawannya. Bagi Dinas Kesehatan yang mempunyai kewajiban membina kepala puskesmas maka harus selalu membina dan mengevaluasi kinerja kepala puskesmas.Kata Kunci : Kualitas pencataan Asuhan Keperawatan ABSTRACTScope of community nursing activity in district of Cirebon has undervalued. In fact, number of nurse resources there larger than another medical profession. They to be organized in community nursing activity and nursing activity record-keeping as principal guide, they will working in sistematic way and well integrated according to the problem raised from public health service. This research aim to determine the quality of community nursing activity record-keeping in district of Cirebon for year of 2006 and the influencing factors within. Research belong to quantitative research with cross-sectional design. Data collecting using Lot quality assurance sampling (LQAS-Lot) with sistematic random sampling method by surveying and interviewing 71 nurse from local public health services, including checking of  5 document from each respondent’s nursing record. Research taken during september 2006 and using univariat analysis and path analysis. The result shows the quality of record-keeping which noticed as good are 52,2 % in value. Modelling result from path analysis put leadership as main variable which influence the quality of nursing record-keeping at 46,8%. Another variable which having influence on quality of nursing record-keeping are nurse’s knowledge at 31%, nurse’s attitude at 17,6%, rewards at 11,6% and working period at 4%. Leadership skills of local public service’s head can improve the quality of record-keeping of community nursing activity by its employees (nurses). Besides, leaderships skills direct to improvement of knowledge, remuneration management, and change in attitude. District public health service which has responsibility in training and developing officer to become head of local public health service should  control and monitor their working performance continuously.Key word : quality of community nursing
TINGKAT KEPUASAN MAHASISWA TINGKAT II TERHADAP PELAYANAN BAGIAN KEUANGAN STIKes Indra Karana Napitupulu
Jurnal Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v9i1.74

Abstract

Kepuasan adalah perasaan senang ataupun kecewa seseorang yang berasal dari perbandingan antara kesannya terhadap kinerja (atau hasil) suatu produk dan harapan-harapannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara umum tingkat kepuasan mahasiswa terhadap pelayanan bagian keuangan yang ada di lingkungan STIKes Dharma Husada Bandung. Total responden adalah 102 mahasiswa dari perwakilan seluruh program studi. Instrumen kuisioner terdiri dari 20 pernyataan. Dari semua kuesioner yang telah disebarkan, kuesioner yang masuk/kembali pada tanggal yang telah ditentukan untuk pengolahan data sebanyak 102 kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat. Hasil penelitian tentang tingkat kepuasan pelayanan bagian keuangan di STIKes Dharma Husada Bandung, menunjukkan nilai kepuasan secara umum sebagai berikut : penilaian untuk kuisioner harapan terhadap sampel responden yang ada memberikan hasil skor rata-rata > 5,00 dengan kategori kalsifikasi adalah sangat Pentingsebesar 60 (58,8%) responden artinya adalah mahasiswa menilai pernyataan kuisioner yang diberikan sangat penting untuk diaplikasikan. Sedangkan penilaian untuk kuisioner kenyataan terhadap respon responden memberikan hasil skor rata – rata > 4,00 – < 4,99 dengan kategori klasifikasi adalah puas sebesar 60 (58,8%) responden artinya mahasiswa merasa puas dengan pelayanan bagian keuangan STIKes Dharma Husada Bandung.Kata Kunci : Tingkat Kepuasan, Pelayanan  ABSTRACTSatisfaction is the feeling of pleasure or disappointment of someone who derives from the comparison between his impressions of the performance (or outcome) of a product and its expectations. The studi aims to is to determine the  general level of student satisfaction with the service of the financial department in the STIKes Dharma Husada Bandung. The total respondents were 102 students from representatives of all study programs. The questionnaire instrument consists of 20 statements. Of all the questionnaires that have been distributed, the questionnaire that entered/returned on a predetermined date for processing 102 data questionnaires. Data analysis is done univariat The results of research on the level of satisfaction of financial services in STIKes Dharma Husada Bandung, showed the value of satisfaction in general as follows: assessment for questionnaire expectations of the sample respondents who provide results average score> 5.00 with the category of calcification is very important for 60 (58.8%) of respondents means that students judge the questionnaire statement given is very important to be applied. While the assessment for the questionnaire of the reality of the respondent's response gives the result of the average score> 4.00 - <4.99 with the classification category is satisfied by 60 (58.8%) respondents means that students are satisfied with the financial service STIKes Dharma Husada Bandung.Keywords: Level of Satisfaction, Service
HUBUNGAN PERILAKU PENGGUNAAN LAPTOP DENGAN KELUHAN KESEHATAN AKIBAT PENGGUNAAN LAPTOP Muslimin Ali
Jurnal Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v9i1.75

Abstract

Menguatnya daya beli konsumen berdampak pada penjualan notebook atau laptop. Penggunaan laptop juga menjadi sesuatu yang fenomenal di perguruan tinggi, termasuk dalam lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Subang. Perilaku penggunaan laptop yang kurang baik dapat menimbulkan keluhan kesehatan pada pengguna. Berdasarkan hasil penelitian didapat bahwa Pegawai Dinas Kesehatan Kabupaten Subang mayoritas memiliki keluhan disetiap bagian tubuhnya yaitu pada musculoskeletal dan pada mata. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara perilaku penggunaan laptop dengan keluhan kesehatan akibat penggunaan laptop pada Pegawai Dinas Kesehatan Kabupaten Subang Tahun 2018. Metode pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan instrument penelitian berupa kuesioner. Rancangan penelitian ini adalah desain cross sectional, dengan populasi dan sampel seluruh pegawai Dinas Kesehatan Kabupaten Subang Tahun 2018 sebanyak 65 responden. Data dianalisis secara statistik menggunakan uji chi square pada tingkat kemaknaan 5% (0,05). Hasil penelitian ini menunjukan tidak ada hubungan yang bermakna antara ukuran laptop dengan keluhan kesehatan yang dirasakan akibat penggunaan laptop (Pvalue = 0,961), tidak ada hubungan yang bermakna antara durasi penggunaan laptop dengan keluhan kesehatan yang dirasakan akibat penggunaan laptop (Pvalue = 0,782), tidak ada hubungan yang bermakna antara frekuensi penggunaan laptop dengan keluhan kesehatan yang dirasakan akibat penggunaan laptop (Pvalue = 0,065), ada hubungan yang bermakna antara posisi tubuh saat menggunakan laptop dengan keluhan kesehatan yang dirasakan akibat penggunaan laptop (Pvalue = 0,002). Kata Kunci              : Perilaku Penggunaan Laptop, Keluhan kesehatan  ABSTRACTThe strengthening of consumer purchasing power affects the sales of notebook or laptop. The use of laptops also be something phenomenal in college, including Dinas Kesehatan Kabupaten Subang. Laptop usage behavior can cause adverse health complaints on the user. Based on the results of the study found that regular students of public health studies program Dinas Kesehatan Kabupaten Subang majority of complaints every part of his body is in musculoskeletal and eyes. The purpose of this study was to determine the relationship between the behavior of the use of a laptop with health complaints as a result of the use of laptops in the regular students of public health studies program Dinas Kesehatan Kabupaten Subang 2018. Method of data collection is done with the interview using a research instrument in the form of a questionnaire. The study design was cross-sectional design, with a sample of the entire student population and the Dinas Kesehatan Kabupaten Subang in 2018 as many as 65 respondents. Data were statistically analyzed using chi square test at 5% significance level (0.05). Results of this study showed no significant relationship between the size of a laptop with the perceived health complaints as a result of the use of a laptop (pvalue = 0.961), there was no significant association between duration of use of a laptop with the perceived health complaints as a result of the use of a laptop (pvalue = 0.782), not No significant association between the frequency of the use of a laptop with the perceived health complaints due to the use of a laptop (pvalue = 0.065), there was a significant correlation between the position of the body when using a laptop with perceived health complaints due to the use of a laptop (pvalue = 0.002).  Keywords            : Laptop useg behaviour, health complaints
ANALISIS PERILAKU MEROKOK, PENGGUNAAN ANTI NYAMUK BAKAR DAN PENGGUNAAN BAHAN BAKAR MEMASAK DENGAN KEJADIAN ISPA PADA BALITA Cucu Herawati; Hety Sriwaty
Jurnal Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v9i1.76

Abstract

Menurut WHO dan Kementrian Kesehatan menyebutkan bahwa ISPA merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi pada balita, bahkan sampai saat ini ISPA masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Berdasarkan laporan Puskesmas Beber tahun 2015 di peroleh data bahwa dari 8700 rumah tangga yang di data terdapat 6.555 rumah yang penghuninya merokok di dalam ruangan, masyarakat banyak mengantisipsi gigitan nyamuk aedes agity dengan menggunakan anti nyamuk bakar, keadaan ekonomi penduduk yang masih rendah akhirnya berdampak pada menurunnya kemampuan menyediakan bahan bakar yang memadai, kebanyakan masyarakat menggunakan kayu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara perilaku merokok anggota keluarga, penggunaan anti nyamuk bakar, penggunaan bahan bakar memasak dengan kejadian ISPA pada Balita. Jenis penelitian deskriptif analitik dengan desain Cross sectional, populasi adalah seluruh balita yang ada di wilayah kerja Puskesmas Beber tahun 2015 sebanyak 2593 balita, jumlah sampel sebanyak 100 balita yang diambil secara random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner, pengujian hipotesis menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukan ada hubungan yang bermakna antara perilaku merokok anggota keluarga dengan kejadian ISPA (p=0.00), antara penggunaan bahan bakar memasak dengan kejadian ISPA (p = 0,00),  serta tidak ada hubungan antara penggunaan anti nyamuk bakar dengan kejadian ISPA (p=0,184). Kata kunci : ISPA, perilaku merokok, penggunaan  anti nyamuk bakar, penggunaan bahan bakar  memasak.   ABSTRACTAccording to WHO and the Ministry of Health stated that ARI is one of the leading causes of death in infants, even to date the ISPA is still a public health problem in Indonesia. Based on the Beber Puskesmas report 2015 obtained data that from 8700 households in the data there are 6,555 houses that smokers in the room, many people anticipate the bite of mosquito aedes agity by using anti mosquito fuel, low economic condition of the population finally have an impact on the decrease ability to provide adequate fuel, most people use wood. The purpose of this study to determine the relationship between smoking family members' behavior, the use of anti-mosquito fuel, the use of cooking fuel with the incidence of ARI in Toddlers. The type of descriptive analytic research with cross sectional design, the population is all under five in the work area of Puskesmas Beber in 2015 as many as 2593 children, the number of samples is 100 balita taken by random sampling. The data were collected by interview using questionnaire. hypothesis testing using chi square test.The result of the research showed that there was a significant correlation between the smoking behavior of family members and the incidence of ARI (p = 0.00), between the use of cooking fuel with the incidence of ARI (p = 0,00), and there was no correlation between the use of mosquito repellent with the incidence of ARI p = 0.184).  Keywords: ARI, smoking behavior, use of mosquito repellent, use of cooking fuel.
MANAJEMEN RISIKO K3 MENGGUNAKAN HAZARD IDENTIFICATION RISK ASSESSMENT AND RISK CONTROL (HIRARC) Suzana Indragiri; Triesda Yuttya
Jurnal Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v9i1.77

Abstract

Kegiatan di Rumah Sakit mempunyai risiko berasal dari faktor fisik, kimia,  biologi, ergonomi  dan  psikososial, variasi, ukuran, tipe dan kelengkapan Rumah Sakit  menentukan tingkat risiko K3. RSD Gunung Jati sebagai sarana pelayanan kesehatan tempat berkumpulnya orang sakit maupun orang sehat yang memungkinkan terjadinya risiko timbulnya kecelakaan akibat kerja dan penyakit akibat kerja. Sumber bahaya yang ada di Rumah Sakit harus diidentifikasi dan dinilai untuk menentukan tingkat risiko, yang merupakan tolak ukur kemungkinan terjadinya kecelakaan akibat kerja dan penyakit akibat kerja. Dari hasil rekapitulasi insiden di ruang rawat inap Pangeran Suryanegara (Psikiatri) pada Desember 2015 sampai Juni 2017 terdapat 20 insiden. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui manajemen risiko K3 menggunakan Hazard Identification Risk Assessment And Risk Control (HIRARC). Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu observasi lapangan, telaah dokumen, dan wawancara mendalam. Analisis data diawali dengan mengidentifikasi bahaya potensial dengan metode HIRARC untuk menganalisa potensi bahaya dari aktivitas kerja serta memberikan penilaian risiko, dan melakukan upaya pengendalian risiko.Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa terdapat 10 aktivitas kerja di ruang rawat inap psikiatri yang memiliki potensi bahaya, identifikasi bahaya yaitu pencahayaan, disinfektan, tertular penyakit HIV/AIDS, Hepatitis A, Hepatitis B, Tuberkulosis, postur tubuh yang salah, melakukan pekerjaan berulang, mendapat  serangan pasien, sering kontak dengan pasien, panik, dan kerja berlebih. Penilaian risiko diketahui 1 aktivitas kerja dengan risiko extreme, 7 aktivitas kerja dengan risiko high, 1 aktivitas kerja moderate dan 1 aktivitas kerja low.Kata Kunci : Manajemen Risiko K3, HIRARC   ABSTRACTActivities in hospital have a risk which comes from physical factor, chemistry, biology, ergonomics, and psychosocial, variety, size, type, and completeness of hospital determine the OHS risk degree. Regional Gunung Jati hospital as a health service facility is a gathering place for sick people or healthy people where it is possible a risk occurs due to working accidence and disease due to working. The dangerous source which exists in hospital must be identified and measured to determine the risk level which is measuring basis for the possibility of accidence occurs due to working and disease due to working. From the recapitulation result of incidence in overnight-patient room Pangeran Suryanegara (psychiatry) from Des 2015 to June 2017 has 20 incidences. The goal of this research is to know the OHS risk management uses HIRARC. This research is a qualitative research. The technique used to collect data is observing field, analyzing data begins by identifying the potential danger using HIRARC method, analyzing potential danger from working activities and risk measurement and do the effort for controlling the risk.According to the research's result, it is known that there are 10 working activities in overnight-psychiatry patient room which have potential danger, identifying danger such as lightning, desinfectan, infected HIV/Aids, hepatitis A, hepatitis B, tuberculosis, wrong body from, doing repetitive work, getting patients attack, contacting patient frequently, panic, and workaholic. The risk measurement is known 1 working activity with the extreme risk, 7 working activities with high risk, 1 moderate working activity and 1 low working activity.Keywords : OHS Risk Management, HIRARC
EFEKTIFITAS PEMBERIAN TERAPI MUSIK KLASIK TERHADAP PENURUNAN GEJALA INSOMNIA PADA LANSIA Medina Reggyanti; Tantri Wenny Sitanggang
Jurnal Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v9i1.78

Abstract

Insomnia adalah suatu keadaan dimana seseorang mengalami kesulitan tidur, terutama tidur malam hari. Insomnia sering terjadi pada Lansia akibat penurunan jumlah neuron. Di dunia diperkirakan 40-50% orang menderita insomnia, salah satu cara untuk mengatasinya adalah dengan terapi musik klasik.Penelitian bertujuan untuk menentukan efektifitas pemberian terapi musik klasik terhadap penurunan gejala insomnia pada Lansia di  Posbindu Dahlia dan Karang Mekar Puskesmas Pisangan tahun 2017.Penelitian ini menggunakan rancangan Quasi Eksperiment dengan menggunakan teknik purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah 60 responden dibagi ke dalam 2 kelompok, yaitu 30 responden kelompok kontrol dan 30 responden kelompok intervensi. Pengumpulan data menggunakan instrumen pengukuran insomnia yang berupa kuesioner Insomnia Severity Index (ISI). Data dianalisa menggunakan uji wilcoxon test.Hasil dari analisa univariat menunjukkan bahwa usia kelompok kontrol adalah 60-74 (86,7%), 75-90 (13,3%), sedangkan usia kelompok intervensi adalah 60-74 (83,3%), 75-90 (16,7%) dan jenis kelamin kelompok kontrol adalah 6,7% laki-laki, 93,3% perempuan dan kelompok intervensi adalah 20% laki-laki, 80% perempuan. Hasil dari analisa bivariat uji wilcoxon test, pretest pada kedua kelompok ɑ > 0.05 dan posttest pada kedua kelompok ɑ <0,05. Terapi musik klasik dibutuhkan untuk menurunkan gejala insomnia pada Lansia.Kata kunci : Lansia, Insomnia, Terapi music    ABSTRACT                                                                                                                                                         Insomnia is a condition where a person has difficulty falling asleep, especially at night. Insomnia often occurs in the elderly due to a decrease in the number of neurons. It is estimated there are 40-50% of people around the world suffering from insomnia, one way to overcome it is to do classical music therapy. Research aims to determine the effectiveness of classical music therapy to decreased symptoms of insomnia in elderly in Posbindu Dahlia and Karang Mekar Puskesmas Pisangan in 2017. This research uses Quasi Experiment using purposive sampling. Sample in this research there are 60 respondents divide into 2 groups, 30 in the experiment group and 30 in the control group, Data collection using measuing instruments insomnia in the form of Insomnia Severity Index (ISI) questionnaires. Data were analized using wixolcom test. The result of the univariate analysis showed that the age of the control group is 60-74(86,7%), 75-90(13,3%), experiment group 60-74 (83,3%), 75-90(16,7%) and gender of control group is6,7% man, 93,3% woman while in the experiment group is 20% man and 80% woman. The result of bivariat wilcoxon test, pretest in both group ɑ > 0.05 and the posttest ɑ < 0,05. Classical music therapy is needed to reduce symptoms of insomnia in the elderly. Ederly should learn more about how to cope with insomnia with classical music therapyKeywoard : Elderly, Insomnia, Music Therapy
HUBUNGAN KEMATANGAN EMOSI DENGAN KINERJA PERAWAT PELAKSANA DI RUANG PERAWATAN Rokhmatul Hikhmat; Zahrotul Laily Luthfiyani
Jurnal Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v9i1.79

Abstract

Kematangan emosi merupakan kemampuan individu untuk dapat mengendalikan emosi serta mengontrol diri secara sadar, menekankan pengekspresian, tidak meledakkan emosi, menilai situasi secara kritis dan mampu memiliki reaksi emosional secara stabil. Kematangan emosi yang baik dapat mempengaruhi kinerja perawat pelaksana dalam memberikan pelayanan keperawatan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisa hubungan kematangan emosi dengan kinerja perawat pelaksana di ruang perawatan Rumah Sakit Ciremai Kota Cirebon.  Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif non eksperimental dengan rancangan penelitian deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional terhadap 22 perawat pelaksana yang diambil secara total sampling. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini berupa kuesioner. Analisa dilakukan untuk mengetahui hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen digunakan tekhnik analisis korelasi chi square.Hasil penelitian diperoleh  22 responden dengan kematangan emosi kurang sebanyak 8 orang. Dari 8 orang tersebut 87,5% mempunyai kinerja kurang dan 12,5% mempunyai kinerja baik. Sedangkan 14 orang responden tingkat kematangan emosinya baik, dari 14 orang tersebut 21,4% mempunyai kinerja kurang dan 78,6% mempunyai kematangan emosi dan kinerja yang baik. Hasil uji statistik dengan menggunakan chi square didapatkan ρ value = 0,006 < 0,05 berarti Ha gagal ditolak, hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara kematangan emosi dengan kinerja perawat pelaksana di ruang perawatan Rumah Sakit Ciremai Kota Cirebon. Kata Kunci          : Kematangan Emosi, Kinerja Perawat Pelaksana   ABSTRACTEmotion maturity represent ability of individual to can control emotion  and also controlling x'self consciously, emphasizing expression do not explode emotion, assessing situation critically and can owning reaction emotional stablely.good Emotion maturity can influence performance nurse of executor in giving service of treatment. Target of this research to analyse Emotion maturity relation with performance nurse of executor in treatment room of  ciremai hospital  in town of cirebon. Research type the used is quantitative non eksperimental with research device descriptive of correlation with approach sectional cross to 22 nurse of executor which taken totally sampling. The research instrument used in this research is a questionnaire. The analysis was conducted to find out the correlation between independent variable and dependent variable used chi square correlation analysis technique.Result of research in obtaining  22 responder with emotion maturity less counted 8 people, From 8 people 87,5% having performance less and 12,5% having good performance. While 14 responder people good emotion maturity level, from 14 people 21,4% having performance less and 78,6% having emotion maturity and good performance . Result of statistical test by using square chi in can ρ value = 0,006 < 0,05 meaning Ha fail to be refused, this matter indicating that there is relation  between emotion maturity with nurse performance executor in treatment room of ciremai hospital in  town of cirebon Keyword : Maturity Emotion, Performance Nurse of Executor
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN LABORATORIUM TERHADAP TINGKAT KEPUASAN PASIEN Destu Satya Widyaningsih; Novi Maryani
Jurnal Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v9i1.80

Abstract

Kepuasan pasien merupakan penilaian pasien berdasarkan pelayanan yang diberikan. Indikator kepuasan pasien terhadap kualitas pelayanan dapat dilihat dari segi kinerja tenaga dokter, kinerja tenaga medis dan non medis, dan system administrasi. Pasien yang datang untuk periksa ke laboratorium Puskesmas Kotagede II mempunyai kaitan yang erat dengan hasil pelayanan kesehatan, baik secara medis maupun non medis. Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang telah dilakukan oleh peneliti pada tanggal 31 desember 2016 didapatkan data rata-rata kunjungan pasien ke laboratorium Puskesmas Kotagede II dalam bulan November 2016 sebanyak 30 pasien perhari dan pada bulan desember 2017 rata-rata sebanyak 25 pasien perhari, terjadi penurunan kira-kira 16% kunjungan pasien di laboratorium Puskesmas Kotagede II. Hal ini dapat mengindikasikan terjadinya penurunan kualitas pelayanan laboratorium di Puskesmas Kotagede II Kota Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien di UPT Puskesmas Kotagede II Kota Yogyakarta. Jenis penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif dengan pendekatan crossectional. Sampel penelitian berjumlah 122 responden. Analisa data menggunakan uji statistik korelasi rangking spearman yang ditinjau dari lima dimensi yaitu: Kehandalan (Realibility), Daya Tanggap (Responvinsiveness), Jaminan (Assurance), Empati (Empaty) dan Tampilan fisik (Tangible). Hasil penelitian pengaruh kualitas pelayanan laboratorium terhadap tingkat kepuasan pasien di UPT Puskesmas Kotagede II Kota Yogyakarta didapatkan hasil bahwa terdapat pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan pasien yang dibuktikan dengan nilai korelasi 0,417 dan nilai signifikansi 0,022 yang lebih kecil dari 0,05. Kata Kunci: Kualitas Pelayanan Laboratorium, Kepuasan Pasien.  ABSTRAKPatient satisfaction is defined as patient assessment towards the service they received. Indicators for patient satisfaction regarding quality of service can be observed from the performance of medical doctors and other health professionals, as well as administration system. Patients seeking services from laboratory unit of Kotagede II Primary Health Care (PHC) is highly associated with the results of health service, both medical and non-medically. According to preliminary study conducted by the author on 31 December 2016, average number of patients visiting Kotagede II PHC were 30 patients and 25 patients per day on November and December 2016, respectively. The results demonstrated approximately 16% decline in patient visits to the laboratory unit. This may be due to decrease in quality of service in Kotagede II PHC. The research was conducted to understand the level of patient satisfaction in laboratory integrated service unit of Kotagede II PHC, Yogyakarta, in year 2017. The research was a quantitative study with cross sectional approach. Total number of respondents was 122 persons. Data analysis was performed by using Spearman's rank correlation statistical test, analyzed from five aspects: reliability, responsiveness, assurance, empathy, and tangible.The results showed that there was a correlation between quality of health service with patient satisfaction in laboratory integrated service unit of Kotagede II PHC, as shown by correlation value of 0.417 and significance level of 0.022 (<0.05). Keywords: quality service, laboratory, patient satisfaction
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TERJADINYA PENINGKATAN TEKANAN DARAH PADA KEHAMILAN R. Nur Abdurakhman
Jurnal Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v9i1.81

Abstract

Berdasarkan studi pendahuluan yang telah dilakukan di Puskesmas Mayung, data dari bulan Januari-Mei 2015 jumlah ibu hamil keseluruhan 313 orang, kasus ibu dengan peningkatan tekanan darah dalam kehamilan sebanyak 16 orang. Peningkatan tekanan darah dalam kehamilan merupakan peningkatan sistolik sebesar 30 mmHg atau diastolic sebesar 15 mmHg di atas nilai dasar tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuinya faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya peningkatan tekanan darah dalam kehamilan berdasarkan pengetahuan, Usia Ibu dan Paritas di Puskesmas Mayung  Kabupaten Cirebon tahun 2017. Metode yang digunakan di dalam penelitian ini metode survey analitik dengan pendekatan cross secrtional. Data yang digunakan adalah primer dan sekunder, pengukuran data menggunakan kuesioner yang diberikan kepada responden. Hasil penelitian didapatkan 76 responden yang berusia <20 terdapat 8 orang (10,5%), yang berusia 20-35 tahun terdapat 50 orang (65,8%), dan yang berusia >35 tahun terdapat 18 orang (23,7%). Responden berdasarkan tingkat pengetahuan dengan criteria kurang berjumlah 19 orang (25%), dengan criteria cukup terdapat 37 orang (48,7%), dan responden dengan kriteria baik terdapat 20 orang (26,3%). Hasil uji tentang pengaruh terjadinya peningkatan tekanan darah dalam kehamilan yaitu factor pengetahuan, factor umur, dan factor paritas adahubungan yang bermakna. Kata Kunci :  Tekanan darah dalam kehamilan   ABSTRACTBased on preliminary studies that have been done in Public health Mayung , data from January to May 2015 the number of pregnant women overall 313 people, the case of women with hypertension in pregnancy as many as 16 people. Hypertension in pregnancy is an increase of 30 mmHg in systolic or diastolic pressure of 15 mmHg above the baseline blood pressure. This study aims to find out the factors that influence the occurrence of hypertension in pregnancy based on knowledge, age of mother and parity in Public health Mayung  Cirebon 2017. The method used in this research survey method analytic approach cross secrtional. The data used are primary and secondary, measurement data using questionnaires given to respondents. The result showed 76 respondents aged <20 there are eight people (10.5%), aged 20-35 years there were 50 people (65.8%), and those aged> 35 years there were 18 people (23.7%), Respondents based on the level of knowledge with less criteria amounted to 19 (25%), with sufficient criteria are 37 people (48.7%), and respondents with good criteria there are 20 people (26.3%). The test results on the effect of hypertension in pregnancy is the knowledge factor, the factor of age, and parity reliationship significant factor. Keywords: Hypertension In Pregnancy

Page 1 of 1 | Total Record : 10