cover
Contact Name
Detha Sekar Langit Wahyu Gutama
Contact Email
detha.gutama@ustjogja.ac.id
Phone
+6282133922038
Journal Mail Official
detha.gutama@ustjogja.ac.id
Editorial Address
Department of Civil Engineering Faculty of Engineering, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Miliran Street #16, Muja Muju, Umbulharjo Yogyakarta 55165
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
REKAYASA DAN INOVASI TEKNIK SIPIL
ISSN : 24433187     EISSN : 29619599     DOI : https://doi.org/10.30738
Core Subject : Social, Engineering,
RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil is a national journal published by the Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa. Jurnal RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil is published twice a year, in April and October, and consists of eight articles for each issue. This journal accepts and publishes paper on civil and environmental engineering related scope, including (1) Structures, (2) Geotechnics, (3) Transportation, (4) Environment, (5) Water Resources, (6) Hydraulic, (7) Hydrology, (8) Construction Materials, and (9) Construction Management. The article published in Jurnal RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil is written in Bahasa Indonesia and will be reviewed using a double blind review system.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 2 (2017)" : 6 Documents clear
Analisa Kinerja Simpang Bersinyal Pingit Yogyakarta Febriana Ramadhani, Widarto Sutrisno, Iskandar Yasin
RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil Vol 2 No 2 (2017)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineer, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan sarana transportasi yang tidak seimbang dibandingkan dengan laju pertambahan kepemilikan kendaraan bermotor merupakan salah satu faktor penyebab menurunnya kinerja suatu ruas jalan dan simpang. Salah satu simpang yang mengalami permasalahan kinerjanya adalah simpang bersinyal Pingit Yogyakarta. Pada simpang ini sering terjadi kemacetan dan antrian yang panjang akibat volume lalu lintasnya yang tinggi dan adanya banyak kendaraan bermotor yang parkir di sekitar pendekat simpang. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian dengan tujuan untuk mendapatkan gambaran kondisi simpang untuk mengatasi permasalahan yang terjadi, terutama yang berkaitan dengan kondisi operasional simpang yang ditunjukkan dengan nilai kapasitas, derajat kejenuhan, panjang antrian, kendaraan terhenti serta tundaan yang terjadi. Penelitian yang di lakukan diharapkan dapat memperbaiki tingkat kinerja simpang tersebut. Hasil yang didapatkan dari analisa ini dengan menggunakan metode MKJI 1997 melalui survey traffic counting pada Selasa, 8 November 2016 pukul 06.00-18.00, maka didapatkan jam puncak pada 06.45-07.45 WIB, nilai derajat kejenuhan (DS) pada lengan Utara sebesar 0,895, lengan Timur sebesar 0,943, lengan Selatan sebesar 0,783 dan lengan barat sebesar 0,683. Panjang antrian (QL) lengan Utara sebesar 171 meter, lengan Timur 184 meter, lengan Selatan 225 meter, dan lengan barat 126 meter, tundaan rata-rata simpang sebesar 83,21 det/smp. Pada simpang Pingit Yogyakarta dikategorikan mempunyai tingkat pelayanan lalu lintas F (buruk sekali). Untuk memperbaiki kinerja simpang tersebut maka dilakukan beberapa perbaikan berupa alternative (skenario) perancangan ulang volume jam puncak, pengaturan ulang satu jam rata-rata dan pelebaran ruas jalan. Pada penelitian ini hasil analisa simpang dimodelkan pada software VISSIM 8.0 dengan hasil skenario terbaik berupa pelebaran ruas jalan pada lengan utara dan lengan timur sehingga tingkat tundaan rata-rata simpang yang semula 83,21 det/smp menjadi 49,78 det/smp.
STABILITAS TANAH MENGGUNAKAN SERABUT KELAPA MELALUI UJI GESER LANGSUNG (DIRECT SHEAR TEST) DI LABORATORIUM Linuwih Jalu Lastiko Zainul Faizin Haza Dewi Sulistyorini
RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil Vol 2 No 2 (2017)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineer, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kuat geser merupakan salah satu faktor yang diperhitungkan untuk mencari daya dukung tanah.Stabilitas tanah adalah suatu cara untuk memperbaiki atau mengubah sifat dari suatu kondisi tanah dasar yang kurang menguntungkan menjadi lebih baik dalam hal kemampuan daya dukung tanah dasar terhadap konstruksi yang akan dibangun diatasnya.Serabut kelapa yang digunakan adalah serabut kelapa hijau. Pasir yang digunakan berasal dari kali opak.Benda uji yang dibutuhkan dalam penelitian ini sebanyak 12 sampel. Dua belas benda uji mempunyai kerapatan relatif dan kadar serabut kelapa yang berbeda. Kerpatan relatif ditentukan 30%, 50% dan 80 % dan untuk serabut kelapa ditentukan 0%, 0.5%, 1% dan 1.5%.Kadar serabut kelapa mampu  menaikkan kuat geser tanah pasir, dengan kadar serabut kelapa 0.5% kenaikkan kuat geser + 9.14%, untuk kadar serabut kelapa 1% kenaikkan kuat geser +9.49% dan untuk kadar serabut kelapa 1.5% kenaikkan kuat geser 10.30%.Kuat geser merupakan salah satu faktor yang diperhitungkan untuk mencari daya dukung tanah.Stabilitas tanah adalah suatu cara untuk memperbaiki atau mengubah sifat dari suatu kondisi tanah dasar yang kurang menguntungkan menjadi lebih baik dalam hal kemampuan daya dukung tanah dasar terhadap konstruksi yang akan dibangun diatasnya.Serabut kelapa yang digunakan adalah serabut kelapa hijau. Pasir yang digunakan berasal dari kali opak.Benda uji yang dibutuhkan dalam penelitian ini sebanyak 12 sampel. Dua belas benda uji mempunyai kerapatan relatif dan kadar serabut kelapa yang berbeda. Kerpatan relatif ditentukan 30%, 50% dan 80 % dan untuk serabut kelapa ditentukan 0%, 0.5%, 1% dan 1.5%.Kadar serabut kelapa mampu  menaikkan kuat geser tanah pasir, dengan kadar serabut kelapa 0.5% kenaikkan kuat geser + 9.14%, untuk kadar serabut kelapa 1% kenaikkan kuat geser + 9.49% dan untuk kadar serabut kelapa 1.5% kenaikkan kuat geser 10.30%.
Pengaruh BahanTambah Serbuk Kaca Pada Mortar Widarto Sutrisno
RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil Vol 2 No 2 (2017)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineer, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mencari alternative bahan tambah pada mortar yang akan diaplikasikan pada dinding bangunan sebagai elemen isolator non struktur yang lebih tahan air. Selama ini hujan sering menyebabkan dinding rumah menjadi lembab dan membuat warna cat memudar. Air hujan dengan mudah masuk ke permukaan dinding bangunan karena plesteran tidak tahan air dan tidak bekerja dengan baik setelah terjadi penguapan disertai efek sinar matahari yang terus menerus. Dalam penelitian ini, pemakaian serbuk kaca dijadikan pilihan sebagai tambahan adukan mortar. Mortar kaca kemudian dibakar sampai 700°C dimana bubuk kaca mulai bermetamorfosis dan terjadi proses sintering (ikatan partikel pada suhu tinggi atau proses untuk membentuk massa padat dengan pemanasan) yang diharapkan dapat menutup pori-pori mortar. Pada aplikasinya jika air hujan turun mengenai permukaan dinding secara langsung, diharapkan air tidak akan menyusup ke sisi dinding yang lain, sehingga dinding tidak akan menjadi berjamur dan lembab. Hasilnya dibandingkan dengan cat dasar Sika Top 144 sebagai produk yang telah beredar di pasaran. Hasilnya membuktikan bahwa dengan penambahan serbuk kaca ke dalam mortar kemudian dibakar sampai 700°C menunjukkan kinerja mortar yang lebih baik untuk menghindari infiltrasi air ke dalam mortar. Dengan penambahan serbuk kaca akan memberikan nilai ekonomis sekaligus lebih menguntungkan dibanding menggunakan Sika Top 144.
UJI EKSPERIMENTAL KUAT LENTUR PELAT BONDEK BETON KONVENSIONAL DENGAN MENGGUNAKAN MATERIAL RECYCLE Rian Rustopo Dewi Sulistyorini Dimas Langga Chandra Galuh
RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil Vol 2 No 2 (2017)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineer, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelat lantai merupakan salah satu komponen struktur konstruksi pada suatu bangunan, baik itu gedung perkantoran, gedung sekolah, rumah sakit, maupun rumah tinggal biasa. Umumnya, pelat lantai dibangun dengan konstruksi beton bertulang sebagai dasar utamanya. Pelat lantai adalah struktur yang pertama kali menerima beban, baik itu beban mati maupun beban hidup yang kemudian akan mendistribusikan beban tersebut pada struktur yang ada di bawahnya.Penelitian ini dilakukan di laboratorium dengan tahapan perencanaan 4 varian campuran benda uji, yaitu beton normal, beton dengan material recycle 10%, beton dengan material recycle 20%, dan beton dengan material recycle 30%, dimana material recycle disubstitusikan sebagai agregat kasar yang masing – masing varian campurannya yaitu 3 buah silinder dengan dimensi berdiameter 15 cm dengan tinggi 30 cm dan 3 buah pelat bondek dengan dimensi ukuran 50x26x10 cm, dengan total keseluruhan 24 benda uji silinder dan pelat.Berdasarkan hasil pengujian, nilai kuat lentur pelat bondek beton konvensional dengan menggunakan material recycle mendapatkan nilai rata – rata pada setiap campurannya adalah SCN : 8,31 MPa, SC-R10% : 8,54 MPa, SC-R20% : 8,3 MPa, dan SC-R30% : 7,61 MPa, pada umur beton 28 hari.
ANALISIS PERBANDINGAN KUDA KUDA BAJA RINGAN DENGAN BETON BERTULANG MENGGUNAKAN PROGRAM SAP 2000 V.18 Ahmad Efendi Dewi Sulistyorini Dimas Langga Chandra Galuh
RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil Vol 2 No 2 (2017)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineer, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Secara umum struktur rangka atap adalah salah satu bagian penting dalam konstruksi bangunan. Atap berfungsi melindungi bangunan yang ada dibawahnya dari pengaruh cuaca seperti hujan dari sengatan matahari dan lain-lain. Sehingga diperlukannya konstruksi yang kuat dan efisien biaya. Dalam penulisan tugas akhir ini, dibahas mengenai analisis perbandingan penggunaan rangka atap baja ringan dengan rangka atap beton bertulang menggunakan program SAP 2000. Dan menghitung deviasi standar yang dari hasil analisis metode ritter. Pada penelitian ini kontruksi kuda-kuda baja ringan dan beton bertulang yang dipakai adalah tipe howe dengan menggunakan bentang 10 m. Dimensi yang digunakan untuk kuda-kuda beton yaitu balok 35cm x 20cm, balok 20cm x20cm, kolom 20cm x 20cm, sedangkan untuk kuda-kuda baja ringan profil L75x35x1mm. Berdasarkan  analisis program SAP 2000 diperoleh momen nominal  untuk beton 245 kg-m sedangkan baja ringan 20,05 kg-m sehingga momen yang dikeluarkan lebih besar beton daripada baja ringan. Dari hasil analisis, biaya pembuatan rangka kuda-kuda baja ringan yaitu Rp.2.449.000,00 relatif lebih murah dari pada biaya pembuatan rangka kuda-kuda beton bertulang yaitu Rp.5.451.622,00 biaya ini berselisih Rp.3.002.622,00 atau sekitar 45%. Selain itu juga beton bertulang memiliki kelebihan yang tidak dimiliki oleh baja ringan. Kelebihan atap beton bertulang antara lain ruangan di bawah atap bisa dipergunakan. Dan deviasi standar yang diperoleh yaitu 232,05 kg.
ANALISIS GELAGAR PRESTRESS PADA PERENCANAAN JEMBATAN AKSES PULAU BALANG I MENGGUNAKAN SOFTWARE SAP 2000 v.14 Dwi Harmono Rully Irawan Widarto Sutrisno
RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil Vol 2 No 2 (2017)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineer, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jembatan sebagai salah satu prasarana perhubungan pada hakekatnya merupakan unsur penting dalam usaha pengembangan kehidupan bangsa. Salah satu contoh komponen struktur jembatan yang berkembang dan sangat diminati saat ini adalah “Gelagar Prestress /Balok Girder Pratekan”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil analisis struktur sesuai ukuran (dimensi) standar dari pabrik pembuatan PCI Girder menggunakan program SAP2000 v. 14. Perhitungan manual balok prategang (PCI Girder) dihitung dengan mengacu kepada Perencanaan Struktur Betonuntuk Jembatan (SNI T-12 2004), Pembebanan untuk Jembatan (SNI T-02 2005), Bridge Management System (BMS) dan ACI. Kabel prestress pada desain PCI Girder digunakan 4 tendon yang masing-masing terdiri atas 19 kawat jenis uncoated 7wire super strands ASTM A-416 grade 270. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penggunaan balok prategang dengan bentang 39.80 meter dalam perhitungan manual didapat gaya prategang awal 9740.628 kN, mengalami kehilangan prategang total sebesar 30%. Tulangan memanjang balok yang digunakan pada bagian bawah 12 D13, bagian atas 10D13, bagian badan 14 D13. Digunakan tegangan efektif 70% gaya prategang awal, sebesar  6818.440 kN. Pada keadaan transfer, balok mengalami lendutan sebesar -0.06262 meter ke arah atas, lendutan setelah loss of prestress sebesar -0.02386 meter kearah atas. Saat balok menjadi komposit lendutan yang dialami sebesar -0.01440 meter ke atas.

Page 1 of 1 | Total Record : 6