cover
Contact Name
Detha Sekar Langit Wahyu Gutama
Contact Email
detha.gutama@ustjogja.ac.id
Phone
+6282133922038
Journal Mail Official
detha.gutama@ustjogja.ac.id
Editorial Address
Department of Civil Engineering Faculty of Engineering, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Miliran Street #16, Muja Muju, Umbulharjo Yogyakarta 55165
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
REKAYASA DAN INOVASI TEKNIK SIPIL
ISSN : 24433187     EISSN : 29619599     DOI : https://doi.org/10.30738
Core Subject : Social, Engineering,
RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil is a national journal published by the Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa. Jurnal RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil is published twice a year, in April and October, and consists of eight articles for each issue. This journal accepts and publishes paper on civil and environmental engineering related scope, including (1) Structures, (2) Geotechnics, (3) Transportation, (4) Environment, (5) Water Resources, (6) Hydraulic, (7) Hydrology, (8) Construction Materials, and (9) Construction Management. The article published in Jurnal RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil is written in Bahasa Indonesia and will be reviewed using a double blind review system.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 1 (2018)" : 6 Documents clear
Analisis Mikroskopis Pengaruh Tekanan Kempa Pada Balok Bambu Laminasi Iskandar Yasin
RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil Vol 3 No 1 (2018)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineer, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bambu laminasi sebagai aternatif bahan bangunan pengganti kayu, mempunyai prospek yang bagus dalam pemenuhan kebutuhan konstruksi. Tanaman bambu cepat tumbuh, tidak memerlukan perlakuan khusus ketika ditanam dan mampu tumbuh diberbagai kondisi lahan. Bilah-bilah bambu pada balok bambu laminasi yang mengalami pengempaan diperkirakan mengalami kerusakan pada seratnya sehingga berpengaruh terhadap kekuatan garis perekat maupun kekuatan balok bambu laminasi. Pengamatan serat bambu dianalisis menggunakan SEM (Scanning Electron Microscopy). Pengujian sifat fisika dan mekanika bambu dengan perlakuan variasi tekanan kempa 0 MPa, 1,5 MPa, 2 MPa dan 2,5 MPa diamati perubahan struktur seratnya. Pengempaan dengan besaran 1,5 MPa sampai dengan 2,5 MPa tidak mempengaruhi sifat fisika bambu. Pengamatan mikroskopis menunjukan sel parenkim mengalami keretakan linier dengan besarnya pengempaan. Pengamatan mikroskopis menggunakan alat SEM.
Peningkatan Kinerja Drainase Untuk Penanganan Banjir Menggunakan Sumur Resapan (Studi Kasus Kelurahan Temindung Permai Kota Samarinda) Ezra H. Pongtuluran; R. Jayadi; Sunjoto .
RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil Vol 3 No 1 (2018)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineer, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada penelitian ini dilakukan kajian dampak penggunaan sumur resapan sebagai upaya konservasi air terhadap kinerja sistem drainase di wilayah permukiman. Analisis diawali menghitung perubahan tata guna lahan selama 10 tahun (2006-2015) menggunakan program ArcGIS 10.2 dan menentukan beberapa tipe bangunan dominan pada kawasan tersebut. Tahap analisis selanjutnya menghitung kedalaman efektif sumur resapan pada setiap tipe bangunan dengan analisis intensitas hujan menggunakan metode intensitas-durasi-frekuensi(IDF) Mononobe dan pola distribusialternating block method (ABM). Penggunaan sumur resapan pada setiap bangunan permukiman dan perkantoran akan merubah besar debit limpasan yang akan masuk pada saluran drainase dikarenakan aliran dari atap bangunan tersebut akan masuk pada sumur resapan sehingga berpengaruh terhadap kapasitas tampungan drainase yang telah ada. Hasil penelitian menunjukkan selama 10 tahun luas permukiman telah meningkat dengan persentase sebesar 2,38% sedangkan daerah vegetasi menurun sebesar 4,17%. Dimensi sumur resapan pada tipe rumah kecil menggunakan intensitas hujan metode IDF Mononobe memerlukan kedalaman efektif sebesar 1,06 meter, sedangkan metode ABM memerlukan kedalaman efektif  sebesar  1,97 meter. Perubahan debit puncak limpasan permukaan akibat adanya sumur resapan pada kawasan cukup signifikan, penurunan mencapai 70,67%. Penurunan debit limpasan permukaan mempengaruhi kapasitas suatu saluran drainase dimana dimensi saluran drainase yang ada masih mampu menampung aliran debit yang akan masuk.
Stabilisasi Tanah Lempung Ekspansif Dengan Campuran Abu Sekam Padi Dan Kapur Padam Terhadap Uji Batas-Batas Atterberg Rika Ardianti, Zainul Faizien Haza, Dewi Sulistyorini
RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil Vol 3 No 1 (2018)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineer, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah lempung ekspansif atau tanah yang mudah mengalami kembang susut banyak dijumpai di daerah Indonesia. Tanah ekspansif (expansive soil) adalah istilah yang sering digunakan pada tanah yang mempunyai potensi pengembangan dan penyusutan yang tinggi oleh pengaruh perubahan kadar air. Tanah ekspansif akan menyusut bila kondisi kadar airnya berkurang, dan sebaliknya akan mengembang jika kadar air nya bertambah.Stabilisasi tanah menjadi hal yang penting dan harus dilaksnakan dalam persiapan tanah dasar. Salah satu metode stabilisasi adalah dengan mencampur dengan bahan tambah yang mampu merubah sifat sifat tanah secara kimiawi. Abu sekam padi mengandung silika dan material pozzolan yang merupakan hasil dari pembakaran kulit padi yang umumnya hanya dibuang dan tidak dimanfaatkan.Oleh karena sifat fisis dan mekanis tanah ekspansif tersebut, maka harus diperbaiki. Perbaikan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah mencampur bahan stabilisasi abu sekam padi dan kapur dengan presentase penambahan abu sekam  0%, 5%, 10% dan 15% sedangkan kapur 0%, 5%, 8% dan 10% dengan pengujian Atterberg limits.Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan abu sekam padi dan kapur terbukti mengubah karakteristik sifat fisis tanah lempung ekspansif menjadi lebih baik dari kondisi awal. Presentase optimal didapat dari variasi campuran (tanah lempung ekspansif + abu sekam padi 10% + 8% kapur).
Perencanaan Stabilitas Lapis Lindung Tertapond Pada Pemecah Gelombang Di Pantai Glagah Kulon Progo Lutfi Aqil, Ida Bagus Agung, Dewi Sulistyorini
RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil Vol 3 No 1 (2018)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineer, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejak dibangunnya pemecah gelombang di pantai Glagah yang bertujuan sebagai pencegah terjadinya banjir akibat kenaikan muka air, stabilitas muara sungai sebagai pintu masuk kapal ke plabuhan, mencegah endapan sedimen di sungai akibat tertutupnya mulut muara, perlu adanya perencanaan yang berkelanjutan untuk tercapainya tujuan pembangunan tersebut, perbaikan-perbaikan dan pemeliharaan yang baik mengingat mulai pembangunan pemecah gelombang dari tahun 2003 hingga saat ini 2017. Dalam penelitian ini digunakan data gelombang bersumber dari BMKG daerah Istimewa Yogyakarta dan data perencanaan awal pada konstruksi pemecah gelombang pantai Glagah. Data tersebut akan dimasukkan pada rumus Hudson dengan mempergunakan tinggi gelombang rencana dari data gelombang dan tinggi gelombang rencana ditentukan, kemiringan lereng pemeccah yang digunakan adalah cot É‘= 1,5, cot É‘= 2, cot É‘= 3.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tinggi gelombang rencana dan kemiringan lereng bangunan pemecah gelombang berpengaruh terhadap berat lapis lindung yang digunakan, semakin tinggi gelombang rencana yang digunakan akan semakin berat juga lapis lindung yang digunakan. Pada tinggi gelombang rencana 1,87 m berat yang di dapat 0,318 ton. Pada kemiringan semakin landai akan mengurangi berat lapis lindung pemecah gelombang tersebut.
Pengaruh Penambahan Kapur Padam Dan Abu Sekam Padi Pada Tanah Lempung Ekspansif Terhadap Nilai Pemadatan Riki Uning, Zainul Faizien Haza, Dimas Langga Chandra Galuh
RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil Vol 3 No 1 (2018)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineer, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah lempung ekspansif adalah tanah yang memiliki sifat kembang susut yang besar dan perilakunya sangat dipengaruhi oleh air. Uji pemadatan sering digunakan untuk menentukan hubungan kadar air dan berat volume, dan untuk mengevaluasi tanah agar memenuhi syarat kepadatan, maka pada umumnya dilakukan uji pemadatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan kapur padam dan abu sekam padi yang digunakan sebagai bahan stabilisasi tanah lempung yang berasal dari Godong, Grobogan, Jawa Tengah, terhadap nilai pemadatan, kemudian dicari prosentase variasi campuran kapur padam dan abu sekam padi yang menghasilkan nilai kepadatan maksimum. Pengujian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah sifat-sifat fisis dan pengujian pemadatan. Prosentase campuran yang digunakan adalah 0%, 5%, 8%, 10%,15% untuk kapur padam sedangkan 0%, 10%, 12%, 15%, 18% untuk abu sekam padi. Hasil pengujian sifat-sifat fisis yaitu diperoleh berat jenis 2,498gr/cm3 dan lolos saringan No.200 adalah 96,71%. Adapun hasil menurut sistem klasifikasi AASHTO tanah ini termasuk dalam kelompok A-6, sedangkan menurut klasifikasi USCS tanah tanpa campuran tergolong dalam tanah lempung tak organik. Prosentase campuran kapur padam dan abu sekam padi yang optimal untuk stabilisasi tanah ekspansif adalah 5% kapur dan 10% abu sekam padi dengan perolehan nilai berat volume kering maksimum sebesar 2,292gr/cm3 dan kadar air optimum sebesar 28,079%. 
Pengaruh Komposisi Agregat Kasar Terhadap Campuran Asphalt Concrete-Wearing Course (AC-WC) Desi Ariyanti, Widarto Sutrisno, Zainul Faizien Haza
RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil Vol 3 No 1 (2018)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineer, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aspal material utama pada konstruksi lapis perkerasan lentur (flexible pavement) jalan raya, yang memiliki fungsi sebagai bahan campuran bahan pengikat agregat karena mempunyai daya lekat yang kuat, mempunyai sifat adhesive yaitu kedap air dan mudah untuk dikerjakan. Aspal merupakan bahan yang plastis yang dengan kelenturannya akan mudah untuk dicampur dengan agregat. Aspal sangat tahan terhadap asam, alkali dan juga garam-garam, pada suhu atmosfir aspal akan berupa benda padat atau semi padat dan bersifat termoplastis. Jadi aspal akan mudah mencair jika dipanaskan dengan temperatur tertentu dan kembali jika temperatur turun, pada saat aspal menjadi lunak atau cair aspal akan mudah untuk membungkus partikel agregat pada pembuatan aspal beton.Agregat adalah salah satu dari bahan material beton yang berupa sekumpulan batu pecah, kerikil, pasir baik berupa hasil alam atau lainnya. Agregat merupakan material yang digunakan dalam adukan beton yang membentuk suatu semen hidrolis. Agregat yang digunakan dalam campuran beton dapat berupa agregat alam atau buatan.Oleh karena itu pengujian agregat yang dilakukan penelitian ini adalah keausan, berat jenis dan penyerapan kelekatan terhadap aspal. penelitian ini adalah mencampur bahan agregat dan aspal dengan presentase 40%, 40%, 42% dan kadar aspal 5%, 5,5%, 5,8%, 6%, dan 7% dengan pengujian marshall.Hasil penelitian menunjukan bahwa pengaruh proporsi agregat mengakibatkan  mengubah karakteristik marshall naik tetap baik dari kondisi awal. Campuran terbaik didapat dai variasi campuran (agregat kasar + kadar aspal 42% + 5,8%) campuran ini mampu menurunkan rongga didalam agregat (VMA).

Page 1 of 1 | Total Record : 6