cover
Contact Name
Firdaus Annas
Contact Email
rumahjurnal@uinbukittinggi.ac.id
Phone
+6282350008708
Journal Mail Official
musafir.uinbukittinggi@gmail.com
Editorial Address
Data Center Building, 2nd floor, State Islamic University of Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Gurun Aua St, Kubang Putih, Banuhampu, Agam - West Sumatra - Indonesia Tel. 0752 33136 | Fax 0752 22871
Location
Kab. agam,
Sumatera barat
INDONESIA
MUSAFIR: Journal of Islamic Tourism and Pilgrimage
ISSN : -     EISSN : 31105602     DOI : 10.30983/musafir
Core Subject : Economy, Social,
Journal of Islamic Tourism and Pilgrimage focuses on field research and literature reviews related to tourism studies, with a special emphasis on Islamic tourism and pilgrimage practices. The journal aims to advance scholarly understanding of tourism from an Islamic perspective, covering both theoretical frameworks and real-world practices in Muslim societies globally, especially within Southeast Asia.
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 2 (2025): Desember 2025" : 4 Documents clear
Strategi Experience Marketing pada Objek Wisata Panorama dan Lubang Jepang Bukittinggi Muhammad Ilhaam Defaz; Himmatul Khairi
MUSAFIR : Journal of Islamic Tourism and Pilgrimage Vol. 1 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Program Studi Pariwisata Syariah - UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukttinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/musafir.v1i2.10518

Abstract

Penelitian ini membahas strategi experience marketing pada Objek Wisata Panorama Ngarai Sianok dan Lubang Jepang Bukittinggi sebagai upaya meningkatkan kualitas pengalaman wisatawan dan kontribusi destinasi terhadap ekonomi lokal. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi penerapan lima dimensi experiential marketing yaitu sense, feel, think, act, relate serta mengevaluasi efektivitasnya dalam membentuk pengalaman yang berkesan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif eksploratif melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi, dengan informan pengelola, pemandu, UMKM, dan wisatawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa elemen visual, narasi sejarah, dan interaksi sosial telah hadir, namun implementasinya belum terintegrasi dan belum didukung infrastruktur, aktivitas partisipatif, serta strategi digital yang optimal. Pemandu wisata terbukti memiliki peran sentral sebagai pembentuk pengalaman emosional dan edukatif. Kesimpulan utama menyatakan perlunya standarisasi narasi, peningkatan fasilitas, pengembangan aktivitas interaktif, dan penguatan strategi digital untuk memaksimalkan pengalaman wisatawan dan mendorong kunjungan ulang. This study examines the experience marketing strategy implemented at the Panorama Ngarai Sianok and Lubang Jepang tourist attractions in Bukittinggi, aiming to enhance visitor experience and strengthen the destination’s contribution to the local economy. The research seeks to identify the application of the five dimensions of experiential marketing—sense, feel, think, act, and relate—and to evaluate their effectiveness in creating memorable tourism experiences. A qualitative descriptive-exploratory approach was used, involving in-depth interviews, field observations, and documentation with informants such as managers, tour guides, local MSMEs, and visitors. The findings indicate that visual appeal, historical storytelling, and social interaction are present, yet the implementation remains partial and not fully integrated. Limitations include insufficient interpretive materials, limited participatory activities, suboptimal infrastructure, and the absence of a structured digital strategy. Tour guides play a crucial role in shaping emotional and educational experiences. The study concludes that standardized narratives, improved facilities, enhanced interactive activities, and strengthened digital engagement are essential to optimize visitor satisfaction and encourage repeat visits.
Festival Religius Kultural Wisata Warisan: Mauluik Gadang dan Pengembangan Destinasi Berbasis Komunitas di Padang Pariaman Faisal Hidayat; Miftahurrahmah
MUSAFIR : Journal of Islamic Tourism and Pilgrimage Vol. 1 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Program Studi Pariwisata Syariah - UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukttinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/musafir.v1i2.10532

Abstract

Religious and cultural festivals are increasingly positioned as important tools for diversifying tourism products and supporting the sustainability of intangible cultural heritage (ICH) in various predominantly Muslim destinations. This article examines Mauluik Gadang, a large-scale celebration of the Prophet's birthday that was recently institutionalized as a district-level festival in Padang Pariaman, West Sumatra, as an example of heritage tourism development rooted in Minangkabau Islamic traditions. Using a mixed methods design with a qualitative orientation, this study combines visitor surveys, semi-structured interviews with community leaders, religious scholars, local government officials, women's and youth groups, and three days of participatory observation during the festival. The analysis is based on an integrated framework linking the experience economy and memorable tourism experiences (MTEs), community-based tourism and social capital, and authenticity/place attachment in WBTb tourism. Findings indicate that visitors are simultaneously motivated by religious impulses, cultural nostalgia, and social experience motives. Rituals such as marhaban, Syarafal Anam, badikie, and makan bajamba, combined with market activities and creative performances, produced layered experiences that combined sacredness and a festive atmosphere. The festival strengthens social cohesion, encourages local micro-enterprises and MSMEs, and reinforces place attachment for residents and migrants, but at the same time raises tensions related to commodification, visitor density, and the protection of sacred meanings. This study contributes to the literature on festivals and religious tourism by interpreting Mauluik Gadang as a hybrid sacred tourism space where WBTb continues to be negotiated through state-community collaboration. Practically, this article presents policy and management implications for local governments and community organizations seeking to develop WBTb-based heritage destinations in Indonesia and other Muslim-majority contexts, while maintaining religious and cultural integrity Festival religiuskultural semakin diposisikan sebagai instrumen penting untuk mendiversifikasi produk pariwisata dan menopang keberlanjutan warisan budaya takbenda (WBTb) di berbagai destinasi mayoritas Muslim. Artikel ini mengkaji Mauluik Gadang perayaan Maulid Nabi skala besar yang barubaru ini dilembagakan sebagai festival tingkat kabupaten di Padang Pariaman, Sumatera Barat sebagai kasus pengembangan wisata warisan yang berakar pada tradisi Islam Minangkabau. Dengan menggunakan desain mixed-methods yang berorientasi kualitatif, penelitian ini memadukan survei pengunjung, wawancara semiterstruktur dengan tokoh komunitas, ulama, pemerintah daerah, kelompok perempuan dan pemuda, serta pengamatan partisipan selama tiga hari penyelenggaraan festival. Analisis didasarkan pada kerangka terintegrasi yang menghubungkan ekonomi pengalaman dan memorable tourism experiences (MTEs), pariwisata berbasis komunitas dan modal sosial, serta otentisitas/kelekatan tempat dalam pariwisata WBTb. Temuan menunjukkan bahwa pengunjung termotivasi secara simultan oleh dorongan religius, nostalgia kultural, dan motif social eksperiensial. Ritualitas seperti marhaban, Syarafal Anam, badikie, dan makan bajamba, yang berpadu dengan aktivitas bazar dan pertunjukan kreatif, menghasilkan pengalaman berlapis yang menggabungkan kesakralan dan suasana pesta. Festival ini memperkuat kohesi sosial, mendorong usaha mikro dan UMKM lokal, serta meneguhkan kelekatan tempat bagi warga maupun perantau, namun sekaligus memunculkan ketegangan terkait komodifikasi, kepadatan pengunjung, dan perlindungan makna sakral. Studi ini berkontribusi pada literatur festival dan pariwisata religi dengan memaknai Mauluik Gadang sebagai ruang hibrid sacral turistik di mana WBTb terus dinegosiasikan melalui kolaborasi komunitas negara. Secara praktis, artikel ini menyajikan implikasi kebijakan dan manajerial bagi pemerintah lokal dan organisasi komunitas yang ingin mengembangkan destinasi warisan berbasis WBTb di Indonesia dan konteks mayoritas Muslim lainnya, dengan tetap menjaga integritas religius dan kultural.
Strategi Pengelolaan Brand Image pada Objek Wisata Museum Rumah Kelahiran Bung Hatta di Kota Bukittinggi Defriyeni; Himmatul Khairi
MUSAFIR : Journal of Islamic Tourism and Pilgrimage Vol. 1 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Program Studi Pariwisata Syariah - UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukttinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/musafir.v1i2.10538

Abstract

Penelitian ini mengkaji strategi pengelolaan citra (brand image) pada Museum Rumah Kelahiran Bung Hatta di Bukittinggi sebagai destinasi heritage dan edukatif. Latar belakang penelitian menyoroti potensi museum sebagai ikon branding kota yang kuat, namun masih terbatasnya promosi digital, pengalaman interaktif, dan storytelling terstruktur menghambat pemanfaatannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif studi kasus, dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif dan non-partisipatif, serta dokumentasi arsip, brosur, dan konten digital. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles, Huberman, & Saldaña melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan museum memiliki modal heritage otentik dan lokasi strategis, namun memerlukan penguatan komunikasi digital, desain pengalaman pengunjung, dan integrasi narasi brand. Strategi brand image yang integratif diharapkan meningkatkan daya tarik, loyalitas pengunjung, serta kontribusi ekonomi lokal. Temuan menegaskan pentingnya modernisasi pengelolaan citra museum agar tetap relevan di era pariwisata kontemporer. This study examines the brand image management strategy of the Bung Hatta Birthplace Museum in Bukittinggi as a heritage and educational tourism destination. The study is motivated by the museum’s potential as a strong city branding icon, yet limited digital promotion, interactive experiences, and structured storytelling constrain its full utilization. A descriptive qualitative case study approach was employed, with data collected through in-depth interviews, participatory and non-participatory observations, and documentation of archives, brochures, and digital content. Data analysis followed the Miles, Huberman, & Saldaña (2014) model through data reduction, presentation, and conclusion drawing. Findings indicate that the museum possesses authentic heritage assets and a strategic location but requires strengthened digital communication, visitor experience design, and integrated brand narrative. An integrative brand image strategy is expected to enhance visitor appeal, loyalty, and local economic contributions. The study underscores the importance of modernizing museum image management to maintain relevance in contemporary tourism.
Pengaruh City Branding dan Muslim Friendly terhadap Keputusan Berkunjung Wisatawan ke Kota Bukittinggi Ade Febriani Tanjung; Cahya Agung Mulyana
MUSAFIR : Journal of Islamic Tourism and Pilgrimage Vol. 1 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Program Studi Pariwisata Syariah - UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukttinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/musafir.v1i2.10540

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh city branding dan destinasi ramah Muslim terhadap keputusan wisatawan untuk berkunjung ke Kota Bukittinggi, yang telah memposisikan diri sebagai destinasi dengan identitas pariwisata “Great Bukittinggi” sekaligus sebagai kawasan pariwisata ramah Muslim yang sedang berkembang di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan 100 responden yang dipilih melalui teknik accidental sampling. Teknik ini dipilih karena kepraktisannya dalam menangkap persepsi wisatawan secara langsung di lokasi, meskipun berpotensi menimbulkan bias sampel sebagai keterbatasan metodologis. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan regresi linier berganda untuk menguji pengaruh parsial dan simultan dari variabel independen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa city branding berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan berkunjung wisatawan (β = 0,578), sementara destinasi ramah Muslim juga memberikan pengaruh positif dan signifikan (β = 0,325). Secara simultan, kedua variabel tersebut memiliki daya jelaskan yang kuat dengan kontribusi sebesar 57,0% terhadap variasi keputusan berkunjung wisatawan (R² = 0,570). Hasil uji F juga menegaskan adanya pengaruh bersama yang signifikan (F = 65,378; p < 0,05). Temuan ini memberikan kontribusi bagi kajian pariwisata dengan menegaskan pentingnya sinergi antara destination branding dan atribut ramah Muslim dalam membentuk perilaku wisatawan, serta menawarkan implikasi praktis bagi pengelola destinasi dan pengembangan strategis Bukittinggi sebagai destinasi pariwisata ramah Muslim yang kompetitif dan berkelanjutan.   This research targets to examine the impact of city branding and muslim – friendly destinations on tourists’ decisions to visit Bukittinggi. The research involved 100 respondents selected using accidental sampling. Statisitcs were collected through the distribution of questionnaires and interviews. The study employed multiple linear regression analysis, revealling that city branding has a positive and significant influence on tourists’ to visit Bukittinggi, while muslim friendly destination also has a advantageous and substantial impact on that decision. The test result show that city branding and muslim-friendly destination together have a positive and significant impact on tourists’ decision to visit Bukittinggi city. These findings are based on the F-test results, showing that the calculated Fvalue of 65,378 > the tabulated F 3,09 with a significance value of 0.00 < 0.05.

Page 1 of 1 | Total Record : 4