cover
Contact Name
Firdaus Annas
Contact Email
rumahjurnal@uinbukittinggi.ac.id
Phone
+6282350008708
Journal Mail Official
musafir.uinbukittinggi@gmail.com
Editorial Address
Data Center Building, 2nd floor, State Islamic University of Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Gurun Aua St, Kubang Putih, Banuhampu, Agam - West Sumatra - Indonesia Tel. 0752 33136 | Fax 0752 22871
Location
Kab. agam,
Sumatera barat
INDONESIA
MUSAFIR: Journal of Islamic Tourism and Pilgrimage
ISSN : -     EISSN : 31105602     DOI : 10.30983/musafir
Core Subject : Economy, Social,
Journal of Islamic Tourism and Pilgrimage focuses on field research and literature reviews related to tourism studies, with a special emphasis on Islamic tourism and pilgrimage practices. The journal aims to advance scholarly understanding of tourism from an Islamic perspective, covering both theoretical frameworks and real-world practices in Muslim societies globally, especially within Southeast Asia.
Articles 12 Documents
Strategi Pemasaran Digital Tourism Dalam Meningkatkan Pendapatan Non Aero Di Bandar Udara Internasional Kertajati Jawa Barat Fadhila Seisha Baktir; Ivo Dinasta Yanuar
MUSAFIR : Journal of Islamic Tourism and Pilgrimage Vol. 1 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : Program Studi Pariwisata Syariah - UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukttinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penurunan jumlah penerbangan akibat pandemi COVID-19 telah mendorong sektor kebandarudaraan untuk mengoptimalkan pendapatan non aero. Bandara Internasional Kertajati, sebagai salah satu bandara strategis di Jawa Barat, menghadapi tantangan dalam mengembangkan sumber pendapatan alternatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemasaran digital tourism yang diterapkan dalam rangka meningkatkan pendapatan non aero di Bandara Internasional Kertajati. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap pihak pengelola bandara dan pemangku kepentingan terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media sosial, kerja sama dengan platform digital travel, serta pengembangan konten pariwisata berbasis lokal menjadi strategi utama dalam menarik kunjungan wisatawan dan meningkatkan aktivitas komersial di lingkungan bandara. Strategi ini terbukti berkontribusi terhadap peningkatan trafik pengunjung non penumpang dan optimalisasi ruang komersial di area bandara. Kesimpulannya, pemasaran digital tourism berperan signifikan dalam mendukung pertumbuhan pendapatan non aero melalui pendekatan berbasis destinasi dan kolaborasi digital.AbstractThis study aims to determine the decline in the number of flights due to the COVID-19 pandemic has encouraged the airport sector to optimize non-aero revenue. Kertajati International Airport, as one of the strategic airports in West Java, faces challenges in developing alternative sources of income.This study aims to analyze the digital tourism marketing strategy implemented in order to increase non-aero revenue at Kertajati International Airport. The research method used is a qualitative approach with data collection techniques through in-depth interviews, observations, and documentation of airport management and related stakeholders.The results of the study show that the use of social media, collaboration with digital travel platforms, and the development of locally-based tourism content are the main strategies in attracting tourist visits and increasing commercial activities in the airport environment. This strategy has been proven to contribute to increasing non-passenger visitor traffic and optimizing commercial space in the airport area. In conclusion, digital tourism marketing plays a significant role in supporting the growth of non aero revenue through a destination-based approach and digital collaboration.
Pengimplementasian Sustainable Tourism di Hotel Alila Seminyak Berdasarkan Indikator Earth Check Mochammad Henfi Abdul Khoir; Ni Made Dya Wilasita; Dinar Sukma Pramesti
MUSAFIR : Journal of Islamic Tourism and Pilgrimage Vol. 1 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : Program Studi Pariwisata Syariah - UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukttinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai bentuk tanggung jawab sektor akomodasi terhadap pelestarian lingkungan dalam industri pariwisata, Hotel Alila Seminyak, Bali, mengadopsi standar Earth Check untuk mendukung konsep pariwisata berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan prinsip-prinsip sustainable tourism di hotel tersebut menggunakan indikator Earth Check, meliputi Energy Use, Water Use, Carbon Emissions, Chemicals, Community and Employee impact, Paper Use, Waste, dan Custom Indicators. Penelitian dilakukan dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara dengan karyawan hotel, studi pustaka, dan dokumentasi. Data dikumpulkan menunjukkan komitmen Hotel Alila Seminyak dalam efisiensi energi dan air, pengurangan emisi karbon dan limbah bahan kimia, dukungan terhadap komunitas lokal dan program pengembangan karyawan, pengelolaan sampah dan kertas secara inovatif, serta penciptaan indikator ramah lingkungan yang bersifat unik. Hasil implementasi ditunjukkan melalui raihan sertifikat Earth Check kategori bronze, relevan dengan standar keberlanjutan internasional. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa program berkelanjutan di Hotel Alila Seminyak berjalan dengan baik meskipun dibutuhkan perbaikan untuk mencapai sertifikasi yang lebih tinggi, dan penelitian lanjutan terkait persepsi tamu sangat direkomendasikan untuk menilai efektivitas praktik green hotel secara menyeluruh. Abstract As a form of responsibility for the accommodation sector towards environmental preservation in the tourism industry, Hotel Alila Seminyak, Bali, adopted the Earth Check standard to support the concept of sustainable tourism. This study aims to determine the implementation of sustainable tourism principles at the hotel using Earth Check indicators, including Energy Use, Water Use, Carbon Emissions, Chemicals, Community and Employee impact, Paper Use, Waste, and Custom Indicators. The study was conducted using a qualitative descriptive approach through observation, interviews with hotel employees, literature review, and documentation. Data collected demonstrates Hotel Alila Seminyak's commitment to energy and water efficiency, carbon emission and chemical waste reduction, support for local communities and employee development programs, innovative waste and paper management, and the creation of unique environmentally friendly indicators. The implementation results are demonstrated by achieving the Earth Check bronze certificate, relevant to international sustainability standards. The study's conclusion confirms that the sustainability program at Hotel Alila Seminyak is running well although improvements are needed to achieve higher certification, and further research on guest perceptions is highly recommended to assess the effectiveness of the hotel's green practices comprehensively
Analisis Pengaruh Motivasi Kerja Dan Lingkungan Kerja Dalam Meningkatkan Kinerja Karyawan Di The Balcone Hotel And Resort Aerlangga Satria
MUSAFIR : Journal of Islamic Tourism and Pilgrimage Vol. 1 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : Program Studi Pariwisata Syariah - UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukttinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan bisnis pariwisata, khususnya di bidang akomodasi perhotelan di Sumatera Barat, terutama di Kabupaten Agam, yang memerlukan Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, dengan pengambilan sampel sebanyak 82 responden. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner dan observasi. Analisis data diolah menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Prosedur analisis yang dilaksanakan dalam penelitian ini mencakup uji validitas, uji  reliabilitas,  uji  normalitas,  uji  multikolinearitas,  uji  heteroskedastisitas,  analisis  regresi  linear berganda, analisis koefisien determinan (R²), uji T (parsial), dan uji F (simultan). Berdasarkan pengujian hipotesis yang dilakukan, diperoleh hasil output dari SPSS pada uji T (X1) untuk variabel yang dianalisis, menunjukkan nilai sebesar 10,014, yang lebih besar dari 1,990 (T tabel), dengan nilai signifikansi sebesar 0,000. Selain itu, nilai signifikansi pada uji T kedua memperoleh nilai 0,003, yang juga menunjukkan hasil yang signifikan.   Abstract This research is driven by the growth of the tourism industry, specifically in the hotel accommodation sector within West Sumatra, particularly in Agam Regency. This development is closely linked to the presence of competent Human Resources (HR). The study employs a descriptive quantitative approach, utilizing a sample of 82 respondents. Data collection is conducted through the distribution of questionnaires and observational methods.The analytical technique applied in this research is multiple linear regression, facilitated by the Statistical Package for the Social Sciences (SPSS). The data analysis procedures include validity testing, reliability testing, normality testing, multicollinearity testing, heteroscedasticity testing, multiple linear regression analysis, and determination coefficient analysis (R²). Additionally, both T-tests (partial) and F-tests (simultaneous) are conducted.The examination of hypotheses yielded significant results; specifically, the output from the SPSS T-test indicates a value of 10. 014, which exceeds the critical value of 1. 990 (T-table) at a significance level of 0. 000. Furthermore, a second comparison yielded a greater value of 1. 990 (T-table) with a significance level of 0. 003.
Upaya Pemasaran Rumah Makan Simpang Raya Dalam Meningkatkan Jumlah Pelanggan Derizal
MUSAFIR : Journal of Islamic Tourism and Pilgrimage Vol. 1 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : Program Studi Pariwisata Syariah - UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukttinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/musafir.v1i1.9944

Abstract

Persaingan bisnis kuliner di Kota Bukittinggi semakin ketat seiring bertambahnya jumlah rumah makan yang menyajikan hidangan khas Minangkabau. Dalam situasi ini, Rumah Makan Simpang Raya berupaya mempertahankan eksistensinya sebagai ikon kuliner melalui penerapan strategi pemasaran yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi pemasaran yang diterapkan serta menganalisis pengaruhnya terhadap peningkatan jumlah pelanggan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam dengan manajer, karyawan, dan pelanggan, serta dokumentasi. Data dianalisis melalui pendekatan induktif untuk memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai praktik pemasaran yang dijalankan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Simpang Raya mengimplementasikan strategi marketing mix (4P), yang meliputi: produk berupa menu masakan Minangkabau autentik dengan variasi luas; harga kompetitif yang sesuai dengan kualitas; tempat yang strategis, nyaman, dan mudah diakses; serta promosi melalui media sosial, kolaborasi dengan influencer, dan penyediaan layanan pesan antar maupun takeaway. Selain itu, pelayanan yang cepat, ramah, serta responsif terhadap masukan pelanggan menjadi faktor penting dalam membangun loyalitas konsumen. Kontribusi penelitian ini terletak pada pemahaman bahwa keberhasilan sebuah rumah makan tidak hanya bergantung pada kualitas produk, tetapi juga pada kemampuan beradaptasi dengan kebutuhan pasar melalui bauran pemasaran yang terpadu. Temuan ini dapat menjadi acuan bagi pelaku usaha kuliner lain dalam merancang strategi pemasaran yang efektif untuk meningkatkan daya saing. Abstract This study aims to determine the decline in the number of flights due to the COVID-19 pandemic has encouraged the airport sector to optimize non-aero revenue. Kertajati International Airport, as one of the strategic airports in West Java, faces challenges in developing alternative sources of income.This study aims to analyze the digital tourism marketing strategy implemented in order to increase non-aero revenue at Kertajati International Airport. The research method used is a qualitative approach with data collection techniques through in-depth interviews, observations, and documentation of airport management and related stakeholders.The results of the study show that the use of social media, collaboration with digital travel platforms, and the development of locally-based tourism content are the main strategies in attracting tourist visits and increasing commercial activities in the airport environment. This strategy has been proven to contribute to increasing non-passenger visitor traffic and optimizing commercial space in the airport area. In conclusion, digital tourism marketing plays a significant role in supporting the growth of non aero revenue through a destination-based approach and digital collaboration
Peran Public Relation dalam Mengoptimalkan Eksistensi Wisata Panorama Baru melalui Media Sosial Siska Sri Dewi; Habibatur Ridhah
MUSAFIR : Journal of Islamic Tourism and Pilgrimage Vol. 1 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : Program Studi Pariwisata Syariah - UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukttinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi dengan fenomena viralitas destinasi wisata panorama baru Bukittinggi pada media sosial. Tujuan dari kajian ini untuk mengetahui informasi mengenai bagaimana peranan Public Relations/Humas Destinasi Panorama Baru dalam mengelola media sosial yang digunakan sebagai alat komunikasi dan promosi destinasi. Adapun penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori peranan Public Relations/Humas menurut Dozier and Broom , yaitu sebagai Penasehat Ahli (Expert Prescriber), Fasilitator Komunikasi (Communication Fasilitator), Fasilitator Proses Pemecahan Masalah (Problem Solving Process Fasilitator), Teknisi Komunikasi (Communican Technician). Metode pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Temuan dari penelitian ini mengindikasikan adanya peranan public relations/Humas pada destinasi Panorama Baru. Hasil penelitian ditemukan bahwa Public Relations/Humas Panorama Baru berperan aktif dalam memanfaatkan media sosial sebagai publikasi destinasi wisata Panorama Baru Bukitinggi. Praktisi public relations/humas juga menjadi perantara antara publik internal dan ekstenal. Jika dikaji dari teori peran public relation oleh Dozier and Broom didapatkan bahwa peranan public relations/humas Destinasi Panorama Baru sebagai teknisi komunikasi, fasilitator komunikasi serta sebagai fasilitator proses pemecahan masalah. Dengan adanya pelayanan yang baik dari public relations/Humas maka eksistensi Panorama Baru dapat dioptimalkan sesuai dengan tujuan organisasi. This research is motivated by the virality phenomenon of the new Bukittinggi panoramic tourist destination on social media. T he purpose of this study is to find out information about the role of New Panorama Destination Public Relations/PR in managing social media which is used as a communication and destination promotion tool. This research uses a qualitative descriptive method. The theory used in this research is the theory of the role of Public Relations according to Dozier and Broom, namel y as an Expert Prescriber, Communication Facilitator, Problem Solving Process Facilitator, Communication Technician). Data collection methods in this research were carried out using interviews, observation and documentation methods. The findings fr om this research indicate the role of public relations/PR in the New Panorama destination. The research results found that Panorama Baru Public Relations/Public Relations plays an active role in utilizing social media as a publication for the Panorama Baru Bukitinggi tourist destination. Public relations practitioners also act as intermediaries between internal and external publics. If we examine the theory of the role of public relations by Dozier and Broom, it is found that the role of public relations/public relations at the New Panorama Destination is as a communication technician, communication facilitator and as a facilitator of the problem solving process. The results of this research also show a good response or image from the public . With good service from public relations/PR, the existence of Panorama Baru can be optimized in accordance with organizational goals.
Mengungkap Potensi Pariwisata Candi Bahal: Antara Warisan Budaya dan Tantangan Pengembangan: Pariwisata Muhtadina Hasibuan
MUSAFIR : Journal of Islamic Tourism and Pilgrimage Vol. 1 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : Program Studi Pariwisata Syariah - UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukttinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap faktor-faktor yang menyebabkan penurunan popularitas Candi Bahal sebagai salah satu ikon wisata budaya di Sumatera Utara serta merumuskan strategi pengembangannya. Candi Bahal merupakan peninggalan sejarah bercorak Buddha Tantrayana dari abad ke-11 hingga ke-13 yang memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata budaya, sejarah, dan edukasi. Namun, dalam satu dekade terakhir, keberadaannya mulai tertinggal akibat persaingan dengan destinasi wisata baru yang lebih atraktif dan didukung infrastruktur memadai. Selain itu, minimnya fasilitas pendukung seperti akses jalan, pusat informasi, dan sarana publik turut memperlemah daya tarik Candi Bahal. Faktor lain yang berperan adalah rendahnya partisipasi masyarakat lokal dalam pengelolaan pariwisata serta lemahnya strategi promosi dan branding, sehingga Candi Bahal kurang dikenal secara luas di tingkat regional maupun nasional. Penelitian ini menggunakan studi literatur dengan pendekatan kualitatif untuk menelaah kondisi terkini, membandingkan dengan studi kasus serupa, dan merumuskan rekomendasi pengembangan. Hasil analisis menunjukkan bahwa penguatan infrastruktur, penerapan community-based tourism (CBT), serta strategi promosi berbasis digital dengan storytelling sejarah dan identitas budaya merupakan langkah kunci untuk menghidupkan kembali Candi Bahal. Dengan strategi terpadu tersebut, Candi Bahal dapat bertransformasi menjadi destinasi unggulan yang tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga mendukung pelestarian warisan budaya bangsa.   Abstract This study aims to reveal the factors behind the declining popularity of Bahal Temple as one of the cultural tourism icons in North Sumatra and to formulate appropriate development strategies. Bahal Temple is a historical Buddhist Tantrayana heritage from the 11th–13th centuries, holding significant potential as a cultural, historical, and educational tourism destination. However, in the last decade, its prominence has faded due to competition from newer and more attractive tourist sites supported by better infrastructure. The lack of supporting facilities, such as road access, visitor information centers, and public amenities, has further weakened Bahal Temple’s appeal. Another major issue lies in the low participation of local communities in tourism management and the absence of consistent promotion and branding strategies, resulting in limited recognition of Bahal Temple at regional and national levels. This research employs a literature review with a qualitative approach to examine current conditions, compare with similar case studies, and propose development recommendations. Findings indicate that improving infrastructure, implementing community-based tourism (CBT), and adopting digital promotion strategies emphasizing historical storytelling and cultural identity are essential steps to revitalize Bahal Temple. With an integrated strategy, Bahal Temple has the potential to be transformed into a leading tourism destination that not only generates economic benefits but also contributes to the preservation of Indonesia’s cultural heritage.
Pendidikan Agama Islam dan Sustainable Muslim Tourism: Analisis Nilai Religiusitas dalam Praktik Wisata Religi di Padangsidimpuan Aisahrani Ritonga; Susinawari Ritonga
MUSAFIR : Journal of Islamic Tourism and Pilgrimage Vol. 1 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : Program Studi Pariwisata Syariah - UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukttinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan pesat industri wisata halal di Indonesia mengindikasikan kebutuhan akan integrasi nilai-nilai Islam dalam praktik pariwisata berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membentuk etika wisatawan Muslim, khususnya aspek berpakaian, konsumsi halal, dan kepedulian lingkungan dalam konteks wisata religi berkelanjutan. Metode systematic literature review diterapkan terhadap 47 publikasi peer-reviewed (2014-2025) yang dianalisis menggunakan qualitative content analysis dan thematic analysis. Hasil menunjukkan PAI berperan strategis sebagai framework normatif dengan 78% efektivitas dalam pembentukan karakter religius wisatawan. Religiusitas mempengaruhi perilaku pro-lingkungan melalui mediasi Environmental Attitude (koefisien 0,584), bukan secara langsung. Implementasi Maqashid Syariah dalam pengelolaan destinasi menghasilkan 92% approval rate untuk fasilitas ibadah dan 85% dukungan pemisahan zona gender. Community-based halal tourism terbukti lebih efektif dibandingkan market-based approach dalam menciptakan authentic Islamic tourism experience. Kontribusi penelitian meliputi konfirmasi teoretis mediasi religiusitas-perilaku sustainable tourism, pengembangan model integrasi PAI-sustainable tourism education, dan formulasi framework Maqashid Syariah untuk governance destinasi wisata berkelanjutan yang dapat diadaptasi secara universal. Abstract The rapid growth of Indonesia's halal tourism industry indicates the need for integrating Islamic values into sustainable tourism practices. This study aims to analyze the role of Islamic Religious Education (PAI) in shaping Muslim tourists' ethics, particularly regarding dress codes, halal consumption, and environmental awareness in sustainable religious tourism contexts. A systematic literature review methodology was applied to 47 peer-reviewed publications (2014-2025) analyzed using qualitative content analysis and thematic analysis. Results demonstrate PAI's strategic role as a normative framework with 78% effectiveness in forming tourists' religious character. Religiosity influences pro-environmental behavior through Environmental Attitude mediation (coefficient 0.584), not directly. Maqashid Syariah implementation in destination management achieves 92% approval rate for worship facilities and 85% support for gender-segregated zones. Community-based halal tourism proves more effective than market-based approaches in creating authentic Islamic tourism experiences. Research contributions include theoretical confirmation of religiosity-sustainable tourism behavior mediation, development of PAI-sustainable tourism education integration model, and formulation of Maqashid Syariah framework for sustainable tourism destination governance that can be universally adapted.
Analisis Customer Segment dan Customer Relationship untuk Pengembangan Objek Wisata pada Tapian Tabiang Barasok Kota Bukittinggi Himmatul Khairi; Defriyeni
MUSAFIR : Journal of Islamic Tourism and Pilgrimage Vol. 1 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : Program Studi Pariwisata Syariah - UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukttinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/musafir.v1i1.10162

Abstract

Penelitian ini menganalisis segmentasi pelanggan dan hubungan pelanggan dalam pengembangan objek wisata Tapian Tabiang Barasok di Kota Bukittinggi. Penelitian dilatarbelakangi potensi wisata alam unggulan yang menghadapi kendala pemasaran, segmentasi pasar, dan interaksi dengan pengunjung. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi terhadap wisatawan, pengelola, pelaku usaha, serta Dinas Pariwisata. Analisis data dilakukan secara tematik dengan triangulasi sumber untuk validitas. Hasil menunjukkan terdapat tiga segmen utama: wisatawan lokal 25–50 tahun untuk rekreasi keluarga, wisatawan luar daerah 25–45 tahun untuk menikmati alam dan fotografi, serta komunitas muda (pelajar/mahasiswa) berorientasi pada aktivitas sosial dan konten digital. Strategi hubungan pelanggan masih informal dengan pendekatan personal assistance, community engagement, online support, engagement & co-creation, dan kemitraan jangka panjang bersama UMKM. Kesimpulannya, pemahaman mendalam terhadap karakteristik pengunjung dan penerapan strategi hubungan pelanggan berbasis digital menjadi kunci untuk mengoptimalkan daya tarik serta keberlanjutan pengembangan wisata Tapian Tabiang Barasok   This study analyzes customer segmentation and customer relationship management in the development of the Tapian Tabiang Barasok tourist attraction in Bukittinggi City. The study is motivated by the potential of this prominent natural tourism destination, which faces challenges in marketing, market segmentation, and visitor interaction. A descriptive qualitative approach was employed, with data collected through in-depth interviews, direct observation, and document studies involving tourists, managers, local business actors, and the Bukittinggi Tourism Office. Data were analyzed thematically with source triangulation to ensure validity. The results identified three main visitor segments: local tourists aged 25–50 seeking family recreation, out-of-town tourists aged 25–45 motivated by nature and photography, and young communities (students) oriented toward social activities and digital content creation. Customer relationship strategies remain informal, using approaches such as personal assistance, community engagement, online support, engagement & co-creation, and long-term partnerships with local SMEs. In conclusion, a deep understanding of visitor characteristics and the implementation of digital-based customer relationship strategies are key to enhancing appeal and sustainable development of Tapian Tabiang Barasok tourism.
Strategi Experience Marketing pada Objek Wisata Panorama dan Lubang Jepang Bukittinggi Muhammad Ilhaam Defaz; Himmatul Khairi
MUSAFIR : Journal of Islamic Tourism and Pilgrimage Vol. 1 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Program Studi Pariwisata Syariah - UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukttinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/musafir.v1i2.10518

Abstract

Penelitian ini membahas strategi experience marketing pada Objek Wisata Panorama Ngarai Sianok dan Lubang Jepang Bukittinggi sebagai upaya meningkatkan kualitas pengalaman wisatawan dan kontribusi destinasi terhadap ekonomi lokal. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi penerapan lima dimensi experiential marketing yaitu sense, feel, think, act, relate serta mengevaluasi efektivitasnya dalam membentuk pengalaman yang berkesan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif eksploratif melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi, dengan informan pengelola, pemandu, UMKM, dan wisatawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa elemen visual, narasi sejarah, dan interaksi sosial telah hadir, namun implementasinya belum terintegrasi dan belum didukung infrastruktur, aktivitas partisipatif, serta strategi digital yang optimal. Pemandu wisata terbukti memiliki peran sentral sebagai pembentuk pengalaman emosional dan edukatif. Kesimpulan utama menyatakan perlunya standarisasi narasi, peningkatan fasilitas, pengembangan aktivitas interaktif, dan penguatan strategi digital untuk memaksimalkan pengalaman wisatawan dan mendorong kunjungan ulang. This study examines the experience marketing strategy implemented at the Panorama Ngarai Sianok and Lubang Jepang tourist attractions in Bukittinggi, aiming to enhance visitor experience and strengthen the destination’s contribution to the local economy. The research seeks to identify the application of the five dimensions of experiential marketing—sense, feel, think, act, and relate—and to evaluate their effectiveness in creating memorable tourism experiences. A qualitative descriptive-exploratory approach was used, involving in-depth interviews, field observations, and documentation with informants such as managers, tour guides, local MSMEs, and visitors. The findings indicate that visual appeal, historical storytelling, and social interaction are present, yet the implementation remains partial and not fully integrated. Limitations include insufficient interpretive materials, limited participatory activities, suboptimal infrastructure, and the absence of a structured digital strategy. Tour guides play a crucial role in shaping emotional and educational experiences. The study concludes that standardized narratives, improved facilities, enhanced interactive activities, and strengthened digital engagement are essential to optimize visitor satisfaction and encourage repeat visits.
Festival Religius Kultural Wisata Warisan: Mauluik Gadang dan Pengembangan Destinasi Berbasis Komunitas di Padang Pariaman Faisal Hidayat; Miftahurrahmah
MUSAFIR : Journal of Islamic Tourism and Pilgrimage Vol. 1 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Program Studi Pariwisata Syariah - UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukttinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/musafir.v1i2.10532

Abstract

Religious and cultural festivals are increasingly positioned as important tools for diversifying tourism products and supporting the sustainability of intangible cultural heritage (ICH) in various predominantly Muslim destinations. This article examines Mauluik Gadang, a large-scale celebration of the Prophet's birthday that was recently institutionalized as a district-level festival in Padang Pariaman, West Sumatra, as an example of heritage tourism development rooted in Minangkabau Islamic traditions. Using a mixed methods design with a qualitative orientation, this study combines visitor surveys, semi-structured interviews with community leaders, religious scholars, local government officials, women's and youth groups, and three days of participatory observation during the festival. The analysis is based on an integrated framework linking the experience economy and memorable tourism experiences (MTEs), community-based tourism and social capital, and authenticity/place attachment in WBTb tourism. Findings indicate that visitors are simultaneously motivated by religious impulses, cultural nostalgia, and social experience motives. Rituals such as marhaban, Syarafal Anam, badikie, and makan bajamba, combined with market activities and creative performances, produced layered experiences that combined sacredness and a festive atmosphere. The festival strengthens social cohesion, encourages local micro-enterprises and MSMEs, and reinforces place attachment for residents and migrants, but at the same time raises tensions related to commodification, visitor density, and the protection of sacred meanings. This study contributes to the literature on festivals and religious tourism by interpreting Mauluik Gadang as a hybrid sacred tourism space where WBTb continues to be negotiated through state-community collaboration. Practically, this article presents policy and management implications for local governments and community organizations seeking to develop WBTb-based heritage destinations in Indonesia and other Muslim-majority contexts, while maintaining religious and cultural integrity Festival religiuskultural semakin diposisikan sebagai instrumen penting untuk mendiversifikasi produk pariwisata dan menopang keberlanjutan warisan budaya takbenda (WBTb) di berbagai destinasi mayoritas Muslim. Artikel ini mengkaji Mauluik Gadang perayaan Maulid Nabi skala besar yang barubaru ini dilembagakan sebagai festival tingkat kabupaten di Padang Pariaman, Sumatera Barat sebagai kasus pengembangan wisata warisan yang berakar pada tradisi Islam Minangkabau. Dengan menggunakan desain mixed-methods yang berorientasi kualitatif, penelitian ini memadukan survei pengunjung, wawancara semiterstruktur dengan tokoh komunitas, ulama, pemerintah daerah, kelompok perempuan dan pemuda, serta pengamatan partisipan selama tiga hari penyelenggaraan festival. Analisis didasarkan pada kerangka terintegrasi yang menghubungkan ekonomi pengalaman dan memorable tourism experiences (MTEs), pariwisata berbasis komunitas dan modal sosial, serta otentisitas/kelekatan tempat dalam pariwisata WBTb. Temuan menunjukkan bahwa pengunjung termotivasi secara simultan oleh dorongan religius, nostalgia kultural, dan motif social eksperiensial. Ritualitas seperti marhaban, Syarafal Anam, badikie, dan makan bajamba, yang berpadu dengan aktivitas bazar dan pertunjukan kreatif, menghasilkan pengalaman berlapis yang menggabungkan kesakralan dan suasana pesta. Festival ini memperkuat kohesi sosial, mendorong usaha mikro dan UMKM lokal, serta meneguhkan kelekatan tempat bagi warga maupun perantau, namun sekaligus memunculkan ketegangan terkait komodifikasi, kepadatan pengunjung, dan perlindungan makna sakral. Studi ini berkontribusi pada literatur festival dan pariwisata religi dengan memaknai Mauluik Gadang sebagai ruang hibrid sacral turistik di mana WBTb terus dinegosiasikan melalui kolaborasi komunitas negara. Secara praktis, artikel ini menyajikan implikasi kebijakan dan manajerial bagi pemerintah lokal dan organisasi komunitas yang ingin mengembangkan destinasi warisan berbasis WBTb di Indonesia dan konteks mayoritas Muslim lainnya, dengan tetap menjaga integritas religius dan kultural.

Page 1 of 2 | Total Record : 12