cover
Contact Name
Irsal
Contact Email
bengkuluirsal@gmail.com
Phone
+6285381305810
Journal Mail Official
bengkuluirsal@gmail.com
Editorial Address
Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Al-Khair Journal: Management Education
ISSN : 2808828X     EISSN : 28084632     DOI : 10.29300/al-khair.v5i2
Al-Khair Journal: Management Education di tahun 2022 telah merubah institusi/lembaga penerbit dari IAIN Bengkulu menjadi UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu. Hal ini sesuai dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2021 tentang Perubahan status IAIN Bengkulu menjadi UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu. Al-Khair Journal: Management Education di tahun 2024 telah menggantikan/merubah nama dari Al-Khair Journal: Management, Education and Law MENJADI Al-Khair Journal: Management Education. Al-Khair Journal : Management Education pernah mengalami kerusakan servers jurnal secara total (di hack) pada awal tahun 2024, yang mengakibatkan semua artikel yang sudah dipublish mulai Vol.1 No.1 2021 s-d Vol. 3 No.2 2023 hilang semua. Maka untuk menghindari kekosongan artikel tim pengelola Al-Khair Journal : Management Education melakukan upload ulang artikel tersebut secara quicksubmite.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2023): JUNI" : 12 Documents clear
Tri Pusat Pendidikan Pendidikan Islam (Tripusat Pendidikan dalam Pengembangan Pendidikan Islam) Fherlia Fherlia; Alimni Alimni
Al-Khair Journal: Management Education Vol 3, No 1 (2023): JUNI
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/al-khair.v3i1.2626

Abstract

Abstrak Pendidikan dan manusia adalah hal yang tidak dapat dipisahkan, pendidikan bagi manusia dimulai bahkan sebelum manusia itu dilahirkan. Pendidikan Islam pertamakali didapatkan oleh manusia di dalam keluarga, mulai dari diajak berbicara dalam kandungan, kemudian diperhatikan tumbuh kembangnya setelah dilahirkan kedunia (Fitri 2012). Karena keluarga merupakan lembaga pendidikan pertama maka orang tua harus menyiapkan bekal pendidikan Islam yang baik untuk anak-anaknya. Kesalahan dalam mendidik anak dalam keluarga akan berakibat fatal dengan bagaimana cara anak tersebut merespon pendidikan yang akan didapatkan di lingkungan yang lebih luas. Lalu kemudian manusia akan mendapatkan pendidikan Islam di lingkungan sekolah, dimana manusia menerima pendidikan Islam secara formal melalui materi pendidikan islam  dan ekstrakulikuler keagamaan dengan segala ketentuan dan struktur yang sudah diatur didalamnya, pendidikan formal di sekolah ini ditempuh selama sembilan tahun secara normalnya yang disusun melalui program SD,SMP, dan SMA. Tidak hanya itu manusia juga dapat merspon pendidikan di lingkungan sekitarnya melalui lembaga-lembaga pendidikan non formal, seperti bimbingan belajar (bimbel), TPQ (Taman Pendidikan Quran), Organisasi dalam masyarakat (Remaja Islam Masjid), dan banyak lembaga pendidikan non formal lainnya yang ada dalam masyarakat.Kata Kunci : Lembaga, Pendidikan Islam, Keluarga, Masyarakat.             [U1] AbstractEducation and humans are inseparable, education for humans begins even before humans are born. Islamic education is first received by humans in the family, starting from being talked to in the womb, then observing its growth and development after being launched into the world. Because the family is the first educational institution, parents must prepare good Islamic education for their children. Mistakes in educating children in the family will have fatal consequences for how these children respond to the education that will be obtained in the wider environment. Then then humans will get Islamic education in the school environment, where humans receive formal Islamic education through Islamic education materials and religious extracurriculars with all the provisions and structures that have been regulated therein, formal education in this school is taken for nine years normally arranged through a program Elementary, Middle and High School. Not only that, humans can also respond to education in their surroundings through non-formal educational institutions, such as tutoring (tutoring), TPQ (Quran Education Park), organizations in the community (Islamic youth mosques), and many other non-formal educational institutions that exist in society.Keywords: Institutions, Islamic Education, Family, Community  
The Function of Institutional Evaluation in the Quality of Madrasah Aliyah Education in Indonesia Khairiah Khairiah; Shafinar Ismail
Al-Khair Journal: Management Education Vol 3, No 1 (2023): JUNI
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/al-khair.v3i1.2617

Abstract

Abstract: Madrasah Aliyah in Indonesia is still difficult to achieve the quality of education, it is marked that there are still some teachers who have not met the minimum education qualification of S1 / D4, teachers teach not according to their field of expertise, there are still many Madrasah Aliyah with non-civil servant status. The general objective is not only to map the quality of Aliyah madrasah education, but also to evaluate institutional difficulties in achieving the quality of Aliyah madrasah education. Using descriptive qualitative methods to explore primary and secondary data sources. Secondary data from madrasah educational institutions. Primary data includes profiling, motivation, types of difficulties and institutional solutions to each difficulty in achieving the quality of madrasah Aliyah education. The results of the study can be concluded that the evaluation function in the quality of madrasah Aliyah education in Indonesia shows that; (1) there is still a gap between planning and program implementation, marked by the Aliyah madrasah has not been able to implement the planned program; (2) there is still a gap between the status of ability and the standards of the world of work, indicated by there are still teachers who are not able to work according to their field of expertise; and (3) there is still a gap in goals in madrasah educational institutions characterized by socioeconomic disparities in the community, thus affecting education equity, creating prolonged conflicts in society, making educational goals difficult to achieve. So it can be suggested that to achieve the quality of madrasah education, it improves the function of institutional evaluation among Aliyah madrasahs in Indonesia. Keywords: Function, Institutional Evaluation, Quality of Education, Madrasah Aliyah Indonesia Abstrak: Madrasah Aliyah di Indonesia masih kesulitan mencapai mutu pendidikan, ditandai masih terdapat sebagian guru belum memenuhi kualifkasi pendidikan minimal S1/D4, guru mengajar belum sesuai bidang keahliannya, masih banyak madrasah Aliyah berstatus non PNS. Tujuan umum selain untuk memetakan bentuk mutu pendidikan madrasah Aliyah, juga mengevaluasi kesulitan kelembagaan dalam mencapai mutu pendidikan madrasah Aliyah. Menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk menggali sumber data primer dan sekunder. Data sekunder dari lembaga pendidikan madrasah. Data primer mencakup profiling, motivasi, tipe kesulitan dan solusi yang ditempuh kelembagaan atas setiap kesulitan dalam mencapai mutu pendidikan madrasah Aliyah. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa fungsi evaluasi dalam mutu pendidikan madrasah Aliyah di Indonesia menunjukkan bahwa; (1) masih terdapat kesenjangan antara perencanaan dengan pelaksanaan program, ditandai dengan madrasah Aliyah belum mampu melaksanakan program yang telah direncanakan; (2) masih terdapat kesenjangan antara status kemampuan dengan standar dunia kerja, ditandai dengan masih terdapat guru belum mampu bekerja sesuai bidang keahliannya; dan (3) masih terdapat kesenjangan tujuan dalam lembaga pendidikan madrasah ditandai dengan kesenjangan sosial ekonomi masyarakat, sehingga mempengaruhi pemerataan pendidikan, menciptakan konflik berkepanjangan dalam masyarakat, sehingga tujuan pendidikan sulit tercapai. Sehingga dapat disarankan bahwa untuk mencapai mutu pendidikan madrasah, maka tingkatkan fungsi evaluasi kelembagaan di madrasah Aliyah.  Kata Kunci: Fungsi, Evaluasi Kelembagaan, Mutu Pendidikan, Madrasah Aliyah Indonesia 
Fungsi Supervisi Klinis Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan di MI AL Ba’ani Kota Bengkulu Fuji Andela; Bambang Haryanto; Sofia Murni; Zipen Apriansyah
Al-Khair Journal: Management Education Vol 3, No 1 (2023): JUNI
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/al-khair.v3i1.2622

Abstract

Abstract: The quality of education at MI Al Baani is still not optimal, this can be seen from the value of report cards, and student achievement is not optimal, this is related to the role of the clinical supervision function which is still not optimally implemented. This study aims to evaluate the function of clinical supervision in improving the quality of education at MI Al Baani Bengkulu City. The research method used is descriptive qualitative method. Data collection was carried out through direct observation and collecting data from various sources, both online media and print media related to the research discussed. The results of the evaluation of the clinical supervision function carried out show that clinical supervision greatly determines the quality of education at MI Al Baani Bengkulu City, some teachers have not been able to mobilize, facilitate, influence, motivate their students, and have not been able to create conducive learning, planning that has been planned it turns out that the results have not been achieved according to plan, and there are still gaps in the plan with the achievement of the goals that have been set, so that there is still a gap in the achievement of goals with planning in improving the quality of learning. The school principal as a leader in schools also determines the quality of education. So that researchers can suggest, if you want to improve the quality of education at MI Al Baani, then improve the function of clinical supervision at MI Al Baani Bengkulu City. Keywords: Function of Clinic Supervision, Education Quality Abstrak: Mutu Pendidikan di MI Al Baani masih belum optimal, hal ini terlihat dari nilai raport, dan prestasi siswa belum maksimal hal ini berkaitan dengan peran fungsi supervisi klinis masih belum optimal pelaksanaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi fungsi supervisi klinis dalam meningkatkan mutu pendidikan di MI Al Baani Kota Bengkulu. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lansung dan mengumpulkan data dari berbagai sumber baik media online ataupun media cetak yang berkaitan dengan penelitian yang dibahas. Hasil dari evaluasi fungsi supervisi klinis yang dilakukan menunjukkan bahwa supervise klinis sangat menentukan mutu pendidikan di MI Al Baani Kota Bengkulu, sebagian guru yang belum mampu menggerakkan, memfasilitasi, mempengaruhi, memotivasi, siswanya, dan belum mampu menciptakan pembelajaran yang kondusif, perencanaan yang telah direncanakan tersebut ternyata hasilnya belum tercapai sesuai rencana, dan masih terjadi kesenjangan rencana dengan pencapaian tujuan yang telah ditetapkan, sehingga masih terjadi kesenjangan pencapaian tujuan dengan perencanaan dalam meningkatkan mutu pembelajaran Program kepala sekolah sebagai pemimpin di sekolah juga sangat menentukan mutu pendidikan. Sehingga peneliti dapat menyarankan, jika ingin meningkatkan mutu pendidikan di MI Al Baani, maka tingkatkanlah fungsi supervisi klinis di MI Al Baani Kota Bengkulu.Kata Kunci : Fungsi Supervisi Klinis dan Mutu Pendidikan 
Keadilan Gender Dalam Sistem Kewarisan Bilateral Hazairin Yusmita Yusmita
Al-Khair Journal: Management Education Vol 3, No 1 (2023): JUNI
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/al-khair.v3i1.2627

Abstract

Abstract: Most Muslims understand that the law of inheritance is a law whose formulation cannot be changed so that reforms regarding inheritance law in Islam are not carried out by many Muslims, for example, the formula regarding the division of 1: 2 for men and women which most of them regard as a definite conclusion. This research is a literature study with data analysis techniques using content analysis. Sources of data come from books that discuss inheritance law and scientific journals that are in line with this research. Therefore, the renewal of inheritance law is not much done, this is different from Islamic family law which has undergone many reforms. Even so, it does not mean that all Muslims consider it a rule that cannot be changed, but some figures think that inheritance laws in Islam can change according to existing social conditions. This social condition can have an influence on the enactment of a law, including the law of inheritance in Islam. This can be found in the thoughts of national figures, namely Hazairin, who offers new ideas regarding inheritance law in Islam. Keywords: Gender Justice, Bilateral Inheritance, Hazairin's Thought Abstrak: Sebagian besar umat Islam memahami bahwa hukum waris adalah hukum yang tidak dapat diubah, sehingga banyak umat islam yang tidak mereformasi hukum waris islam, misalnya rumus pembagian 1 : 2 untuk pria dan wanita, yang merupakan formula sederhana bagi kebanyakan orang. Penelitian ini merupakan penelitian kajian pustaka dengan menggunakan teknik analisis data melalui analisis isi. Sumber informasi berasal dari buku-buku tentang hukum waris dan jurnal ilmiah yang relevan dengan penelitian ini. Hasil kajian temuan pada penelitian ini yakni pembaharuan hukum kewarisan ini tidak banyak dilakukan, hal ini berbeda dengan hukum keluarga Islam yang mengalami banyak pembaharuan. Meskipun demikian, tidak berarti semua umat Islam menganggapnya sebagai aturan yang tidak boleh diubah, melainkan sebagai individu meyakini bahwa hukum waris Islam dapat berubah sesuai dengan kondisi sosial yang ada. Kondisi sosial ini dapat mempengaruhi pelaksanaan hukum, termasuk juga hukum kewarisan dalam Islam. Hal ini tercermin dari pemikiran tokoh-tokoh bangsa, khususnya Hazairin, yang mengajukan gagasan-gagasan baru tentang warisan Islam. Katakunci : Keadilan Gender, Kewarisan Bilateral, Pemikiran Hazairin
Peran Kepemimpinan dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru Madrasah Aliyah di Bengkulu Heri Kurniawan; Irma Yofita Sari; Fatimah Nurlatifah; Desta Zalza Bellah; Fariza Nur Utami; Muhammad Irvan Hamidi
Al-Khair Journal: Management Education Vol 3, No 1 (2023): JUNI
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/al-khair.v3i1.2618

Abstract

Abstract: The leadership role of madrasah has created difficulties in improving teacher professionalism, marked by some Aliyah madrasah teachers having difficulty in carrying out their main duties, functions and responsibilities as professional teachers and some other teachers are able to carry them out professionally. The purpose of this study is to map and describe the role of leadership in improving the professionalism of Aliyah madrasah teachers in Bengkulu. Using descriptive qualitative methods, with information sources in this study, using various sources, both online media data and print media data. Includes scientific books, scientific articles both national and international related about the role of leadership in improving teacher professionalism. The results of the study can be concluded that there are still some madrasah leadership that has not played an optimal role, it can be seen that decision making has not been brave and not decisive, has not focused on work programs, communication and leadership management of the head of the madrasah is not good, and control is still not continuous, so that there are still teachers who are less professional in learning, it can be seen that there are still some teachers who do not master their fields of knowledge,  His teaching materials, learning methods, lack of motivation, lack of skill and his insight is still narrow. Thus, it can be suggested to improve teacher professionalism, then increase the leadership role optimally.Keywords: Role, Leadership, Teacher Professionalism, Madrasah Aliyah.                                                                                                       Abstrak: Peran kepemimpinan madrasah telah menciptakan kesulitan dalam meningkatkan profesionalisme guru, ditandai dengan sebagian guru madrasah Aliyah mengalami kesulitan dalam melaksanakan tugas pokok, fungsi dan tanggungjawabnya sebagai guru professional dan sebagian guru yang lain mampu melaksanakannya secara profesional. Tujuan penelitian ini untuk memetakan dan mendeskripsikan peran kepemimpinan dalam meningkatkan profesionalisme guru madrasah Aliyah di Bengkulu. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan sumber informasi dalam penelitian ini, menggunakan berbagai sumber, baik data media online maupun data media cetak. Meliputi buku-buku ilmiah, artikel ilmiah baik nasional maupun internasional yang terkait tentang peran kepemimpinan dalam meningkatkan profesionalisme guru. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa masih terdapat sebagian  kepemimpinan madrasah belum berperan secara optimal, terlihat dalam pengambilan keputusan belum berani dan belum tegas, belum fokus pada program kerja, komunikasi dan manajemen kepemimpinan kepala madrasah kurang baik, serta pengontrolan masih kurang kontinyu, sehingga masih terdapat guru yang kurang professional dalam pembelajaran, terlihat masih terdapat sebagian guru kurang menguasai bidang ilmunya, bahan ajarnya, metode pembelajarannya, kurang motivasi, kurang terampil dan wawasannya masih sempit. Dengan demikian dapat disarankan untuk meningkatkan profesionalisme guru maka tingkatkanlah peran kepemimpinan secara optimal.Kata kunci: Peran, Kepemimpinan, Profesionalisme Guru, Madrasah Aliyah. Halamnan nanti, biar tim pengelola jurnal yang urus.
Tradisi Pembayaran Maskawin Di Kampung Sosiri Jayapura Papua Indonesia B.S.F Indah; Muhammad G.G.S Saputro; Jaenap Rumatiga; Ade Yamin
Al-Khair Journal: Management Education Vol 3, No 1 (2023): JUNI
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/al-khair.v3i1.2623

Abstract

people in Sosiri Village still carry out the tradition of paying maskawin in the form of beads and stone axes (tomako). Originally the beads were imported from Kalimantan, along with the times, and the people in Sosiri Village, then the beads are no longer imported from Kalimantan, but they have found them in their own area, which is in the forest under the trees. Included in choosing beads, certain skills are needed. As for stone axes, at first they looked for stones at times, then they sculpted them into axes, along with the times too, they no longer carve the stone but they used carving machines. In carrying maskawin stone axes and beads, specifically for the children of the head of the hamlet must give both, namely axes and beads, while for the community it can be enough to only bring axe stones. Keywords: Tradition, Maskawin Payment, Sosiri Village Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk melengkapi data dan dokumen yang belum terlihat pada penelitian sebelumnya, dengan melihat proses pelaksanaan tradisi pembayaran mas kawin di Kampung Sosiri Kabupaten Jayapura Provinsi Papua Indonesia. Tradisi tersebut dilakukan sebelum calon mempelai laki-laki dan calon mempelai perempuan dinikahkan secara sah agama dan negara. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kerja Etnografi, dengan menunjukkan proses pelaksanaan tradisi pembayaran mas kawin. Hasilnya menemukan bahwa masyarakat di Kampung Sosiri masih melakukan tradisi pembayaran maskawin berupa manik-manik dan kapak batu (tomako). Awalnya manik-manik tersebut didatangkan dari Kalimantan, seiring perkembangan zaman, dan masyarakat di Kampung Sosiri ini, maka manik-manik tersebut tidak lagi didatangkan dari Kalimantan, namun mereka telah menemukannya di daerah mereka sendiri yaitu terdapat dalam hutan di bawah pohon. Termasuk dalam memilih manik-manik, dibutuhkan keahlian tertentu. Sedangkan kapak batu, awalnya mereka mencari batu di kali, kemudian mereka memahatnya menjadi kapak, seiring perkembangan zaman juga, mereka tidak lagi memahat batu tersebut tetapi mereka menggunakan mesin pahat. Dalam membawa maskawin kapak batu dan manik-manik, khusus untuk anak kepala dusun harus memberikan kedua-duanya yaitu batu kapak dan manikmanik, sedangkan untuk masyarakat bisa cukup hanya membawa batu kapak saja. Kata Kunci: Tradisi, Pembayaran Maskawin, Kampung Sosiri
Instrumen Zakat Sebagai Sumber Penerimaan dan Pengeluaran Keuangan Negara Onti Laura Citra; Yuyun Yuniara; Idia Jonionda Piolita; Andi Cahyono
Al-Khair Journal: Management Education Vol 3, No 1 (2023): JUNI
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/al-khair.v3i1.2628

Abstract

Abstract“This study discusses the essence of zakat as an Islamic financial instrument in the view of Muhammad Nejatullah Siddiqi. The results of this study show that Muhammad Nejatullah Siddiqi is one of the contemporary Islamic economists from the mainstream class. Thoughts about zakat are always related to Islamic economics. Zakat is the obligation of the rich, the right of the poor, and the state has an important role in managing it. It contains moral, social, and economic aspects. Zakat is the axis and center of state finance. Its position on the one hand can be a potential source of poverty alleviation, on the other hand it can be a working capital for the poor so they can open up jobs. It can even be used as the last shield for the economy so that it does not sink when consumption capacity stagnates. Keywords; Muhammad Nejatullah Siddiqi, Zakat, and Islamic Economics Abstrak“Studi  ini  membahas tentang  esensi  zakat  sebagai  instrumen  finansial Islami  dalam  pandangan  Muhammad  Nejatullah  Siddiqi.  Hasil  studi  ini memperlihatkan  bahwa Muhammad  Nejatullah  Siddiqi  merupakan  salah satu  ekonomi  Islam  kontemporer  dari  golongan  mainstrem.  Pemikiran tentang  zakat senantiasa  terkait  dengan  ekonomi  Islam. Zakat  merupakan kewajiban   orang-orang   kaya,   hak   orang-orang   miskin,   dan   negara mempunyai    peran    penting    dalam    pengelolaannya. Di    dalamnya mengandung  aspek  moral,  sosial,  dan  ekonomi. Zakat adalah  poros  dan pusat  keuangan  negara.  Kedudukannya satu  sisi  dapat  menjadi  sumber potensial  untuk  mengentaskan  kemiskinan  di  sisi  lain  dapat  menjadi  modal kerja bagi orang miskin agar dapat membuka lapangan pekerjaan. Bahkan dapat dipergunakan sebagai perisai terakhir bagi perekonomian agar tidak terpuruk ketika kemampuan konsumsi mengalami stagnasi. Kata Kunci; Muhammad Nejatullah Siddiqi, Zakat, dan Ekonomi Islam 
Optimalisasi Evaluasi dalam Meningkatkan Kualitas Pengelolaan Pendidikan Di SDN 16 Lintang Kanan Pebri Yanti; Aprilia Fitrotun; Ilham Syukri; Ainul Fitri
Al-Khair Journal: Management Education Vol 3, No 1 (2023): JUNI
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/al-khair.v3i1.2619

Abstract

Abstract: Evaluation in education management has not been optimally carried out, because there are still some schools that have not been evaluated optimally, resulting in poor quality education management. The purpose of this research is to map and evaluate the optimization of evaluation in improving the quality of education management at SDN 16 Lintang Kanan. Using a qualitative descriptive method, with the CIPP model approach (Context, Input, Process and Product). Information obtained through observation, interviews, and documentation. The results of the study concluded that management at the Contex level had carried out planning, organizing, actuating and controlling. The input level includes students, curriculum, teaching materials, and human resources, financing and educational infrastructure. The process level is directly related to educational activities, the use of learning media, the use of facilities and infrastructure and the assignment of types of assignments. As well as from product/output assessments related to the results of the implementation of education management where the research results show that the output of education management is good and the results are visible.Keywords: Optimization, Evaluation, Quality of Education Management Abstrak: Evaluasi dalam pengelolaan pendidikan belum optimal dilakukan, karena masih terdapat sebagian sekolah belum dilakukan evaluasi secara optimal sehingga mengakibatkan pengelolaan pendidikan belum berkualitas. Tujuan dari penelitian ini untuk memetakan dan mengevaluasi optmalisasi evaluasi dalam meningkatkan kualitas pengelolaan pendidikan di SDN 16 Lintang Kanan. Menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan pendekatan model CIPP (Conteks, Input, Proses dan Produk). Informasi diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pengelolaan pada tingkat Contex telah dilaksanakan planning, organizing, actuating dan controlling. Tingkat input meliputi peserta didik, kurikulum, bahan ajar, dan sumber daya manusia, pembiayaan serta sarana prasarana pendidikan. Tingkat proses berkaitan langsung dengan, aktivitas pendidikan, penggunaan media pembelajaran, kemanfaatan sarana dan prasarana dan pemberian jenis tugas. Serta dari penilaian produk/output yang berhubungan dengan hasil pelaksanaan pengelolaan pendidikan dimana hasil penelitian menunjukkan bahwa output dari pengelolaan pendidikan sudah baik dan Nampak hasilnya.Kata Kunci: Optimalisasi, Evaluasi, Kualitas Pengelolaan Pendidikan
فاعلية برنامج مقترح لتنمية المهارات البلاغية لطلاب الشهادة الدينية العالية الماليزية عصام علي منصور الأشوح; نور عاشقين بنت عثمان; السيد محمد سالم
Al-Khair Journal: Management Education Vol 3, No 1 (2023): JUNI
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/al-khair.v3i1.2624

Abstract

البحث استهدف البحث تنمية المهارات البلاغية لدى طلاب الشهادة الدينية العالية الماليزية الناطقين بغير العربية، عن طريق برنامج مقترح يقوم على طرائق تدريس حديثة لمادة البلاغة، وقد اختار الباحث كلية اللغة والدين السلطان أبو بكرـ بكان، بهانج؛ لتكون مجتمعا لبحثه، وتكونت عينة البحث من    ( 112 ) طالبا، وتم تقسيم العينة إلى مجموعتين إحداهما تجريبية والأخرى ضابطة ؛ ولتحقيق أهداف البحث استخدم الباحث الأدوات الآتية:1. إعداد قائمة المهارات البلاغية اللازمة لطلاب الشهادة الدينية العالية الماليزية (STAM  ).2. إعداد استبانة لمعرفة اتجاهات الطلاب نحو مادة البلاغة، وقياس المهارات البلاغية لديهم، ومعرفة أسباب ضعفهم في هذه المهارات من وجهة نظرهم.3. برنامج تنفيذي مقترح قائم على طرائق تدريس حديثة للبلاغة لتنمية المهارات البلاغية لدى طلاب (STAM  ).4. اختبار تحصيلي لقياس المهارات البلاغية لدى طلاب (STAM[U1]   ) بعد تطبيق البرنامج المقترح؛ لمعرفة مدى فاعلية هذا البرنامج.وقد أظهرت نتائج الدّراسة وجود فروق ذات دلالة إحصائيّة عند مستوى الدلالة (α= 0.05) بين المجموعتين ترجع إلى فاعلية البرنامج المقترح لصالح المجموعة التجريبية وفي ضوء نتائج البحث، أوصت الدراسة باعتماد البرنامج المقترح الذي يستند على طرائق تدريس حديثة للبلاغة.الكلمات المفتاحية: ( الفاعلية ـــــــــ البرنامج ـــــــــ المهارات البلاغية ــــــــ الشهادة الدينية العالية الماليزية). Abstract : The research aims to develop the rhetorical skills of students of the Malaysian high religious certificate who speak non-Arabic, through a proposed program based on modern teaching methods for rhetoric, The researcher chose the College of Language and Religion, Sultan Abu Bakr, Bekan, Pahang; To be a community for his research, and the research sample consisted of (112) students. To achieve the objectives of the research, the researcher used the following tools: 1. Preparing a list of rhetorical skills required for students of the Malaysian Higher Religious Certificate (STAM). 2. Preparing a questionnaire to find out students' attitudes towards rhetoric, measure their rhetorical skills, and find out the reasons for their weakness in these skills from their point of view. 3. A proposed executive program based on modern teaching methods for rhetoric to develop rhetorical skills among students (STAM). 4. An achievement test to measure the rhetorical skills of (STAM) students after applying the proposed program; To find out the effectiveness of this program. The results of the study showed that there were statistically significant differences at the significance level (α = 0.05) between, The two groups are due to the effectiveness of the proposed program in favor of the experimental group and in the light of the research results, the study was recommended, By adopting the proposed program, which is based on modern teaching methods of rhetoric.   
Evaluasi Peran Kepemimpinan Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan di Pesantren Qur’an Al Fida Ahmad Baihaqi M; Minallahi Ramadhan; Edi Ahmadi
Al-Khair Journal: Management Education Vol 3, No 1 (2023): JUNI
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/al-khair.v3i1.2620

Abstract

Abstract: Leadership has experienced difficult roles such as educators, managers, administrators, supervisors, and motivators in improving the quality of education, characterized by difficulties recruiting new students even schools are closed or schools disband. The purpose of this study is to evaluate the role of leadership in improving the quality of education in Pesantren Qur'an Al Fida. Using descriptive-qualitative methods, with a CIPP (Context, Input, Process and Product) model approach. Primary data sources obtained through direct observation in the field, and secondary data obtained through pesantren leadership report documents, representatives, teachers, and pesantren administration personnel through interviews, observations, and documentation. Data analysis using library research, by studying, collecting and processing data from various literature sources, both journals and books. The results of the study concluded that the evaluation of the role of leadership in improving the quality of education in the Qur'an Al-fia Islamic Boarding School. The contex stage has been carried out its leadership role. The input stage of pesantren leaders has a good influence, namely, providing life examples, paying attention, developing the potential of education staff and teachers, through education and training both seminars, workshops, webinars, providing motivation and a better vision and mission for the future. At the stage of the process, pesantren leaders make adjustments between programs that have been planned to improve the quality of education including improving teacher performance, involving students. The product stage, has implemented a teacher performance improvement program, comfortable learning for students, so that students excel both provincially and nationally. So it can be suggested that if you want to improve the quality of Qur'an Al Fida pesantren education, then increase the role of leadership.Keywords: Evaluation, Leadership Role, Quality of Education, Pesantren Qur'an Al Fida. Abstrak: Peran kepemimpinan telah mengalami kesulitan sebagai educator, manajer, administrator, supervisor, dan motivator dalam meningkatkan mutu pendidikan, ditandai dengan sebagian kepemimpinan mampu berperan secara baik, dan sebagian yang lain tidak mampu menjalankan perannya seperti kesulitan merekrut murid baru bahkan sekolah mengalami penutupan atau sekolah bubar. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi peran kepemimpinan dalam meningkatkan mutu pendidikan di Pesantren Qur’an Al Fida. Menggunakan metode deskriptif- kualitatif, dengan pendekatan model CIPP (Conteks, Input, Proses dan Produk). Sumber data primer yang diperoleh melalui pengamatan langsung di lapangan, dan data sekunder yang diperoleh melalui dokumen laporan kepemimpinan pesantren, para wakil, guru-guru, dan tenaga administrasi pesantren melalui wawancara, observasi (pengamatan), dan dokumentasi. Analisis data menggunakan library research, dengan mengkaji, menggumpulkan dan mengolah data dari berbagai sumber literatur, baik jurnal maupun buku. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa evaluasi peran kepemimpinan dalam meningkatkan mutu pendidikan di Pesantren Qur’an Al-fia. Tahap contex telah di laksanakan peran kepemimpinannya. Tahap input pimpinan pesantren memberikan pengaruh baik yaitu, memberikan keteladanan hidup, memperhatikan, mengembangkan potensi tenaga kependidikan dan guru, melalui pendidikan dan pelatihan baik seminar, workshop, webinar, memberikan motivasi dan visi misi kedepan yang lebih baik. Tahap proses, pimpinan pesantren melakukan penyesuaian antara program-program yang telah di rencanakan untuk meningkatkan mutu pendidikan di antaranya adalah peningkatan kinerja guru, melibatkan siswa. Tahap produk, telah melaksanakan program peningkatan kinerja guru, belajar yang nyaman bagi siswa, sehingga siswa berprestasi baik provinsi maupun nasional. Sehingga dapat disarankan jika ingin meningkatkan mutu pendidikan pesantren Qur’an Al Fida, maka tingkatkan peran kepemimpinan.Kata kunci: Evaluasi, Peran Kepemimpinan, Mutu Pendidikan, Pesantren Qur’an Al Fida.

Page 1 of 2 | Total Record : 12