cover
Contact Name
Irsal
Contact Email
bengkuluirsal@gmail.com
Phone
+6285381305810
Journal Mail Official
bengkuluirsal@gmail.com
Editorial Address
Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Al-Khair Journal: Management Education
ISSN : 2808828X     EISSN : 28084632     DOI : 10.29300/al-khair.v5i2
Al-Khair Journal: Management Education di tahun 2022 telah merubah institusi/lembaga penerbit dari IAIN Bengkulu menjadi UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu. Hal ini sesuai dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2021 tentang Perubahan status IAIN Bengkulu menjadi UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu. Al-Khair Journal: Management Education di tahun 2024 telah menggantikan/merubah nama dari Al-Khair Journal: Management, Education and Law MENJADI Al-Khair Journal: Management Education. Al-Khair Journal : Management Education pernah mengalami kerusakan servers jurnal secara total (di hack) pada awal tahun 2024, yang mengakibatkan semua artikel yang sudah dipublish mulai Vol.1 No.1 2021 s-d Vol. 3 No.2 2023 hilang semua. Maka untuk menghindari kekosongan artikel tim pengelola Al-Khair Journal : Management Education melakukan upload ulang artikel tersebut secara quicksubmite.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 93 Documents
Manajemen Sarana Dan Prasarana Dalam Upaya Peningkatan Kualitas Pembelajaran Pada Jurusan Teknik Komputer dan Informatika di Smk Negeri 1 Musi Rawas Lilis Merlita; Ilham Syukri
Al-Khair Journal: Management Education Vol 3, No 2 (2023): DESEMBER
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/al-khair.v3i2.2610

Abstract

Abstrak: Manajemen adalah proses kerjasama dengan mendayagunakan sumber daya manusia dan sumber daya non-manusia dengan menerapkan fungsi manajemen yang terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan untuk mencapai tujuan yang efektif dan efisien. Dalam proses pembelajaran sarana dan prasarana sangat diperlukan dalam rangka menunjang kelancaran proses kegiatanya, sehingga pengelolaan sarana dan prasarana sangat diperlukan oleh setiap sekolah. Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan: (1) pengadaan dan perencanaan sarana dan prasarana dalam upaya peningkatan kualitas pembelajaran, (2) pendistribusian sarana dan prasarana dalam upaya peningkatan kualitas pembelajaran, (3) penggunaan dan pemeliharaan sarana dan prasarana dalam upaya peningkatan kualitas pembelajaran, (4) inventarisasi sarana dan prasarana dalam upaya peningkatan kualitas pembelajaran, (5) penghapusan sarana dan prasarana dalam upaya peningkatan kualitas pembelajaran (6) usaha-usaha yang dilakuakan dalam upaya peningkatan kualitas pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan, meliputi: (1) observasi partisipan, (2) wawancara mendalam, dan (3) studi dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, verifikasi data. Teknik keabsahan data menggunakan kredibilitas, transferbilitas, dependabilitas dan konfiirmabilitas. Hasil-hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pengadaan dan perencanaan sarana dan prasarana di Smk Negeri 1 Musi Rawas yaitu dilakukan dengan tujuan agar mengetahui semua kebutuhan sarana dan prasarana sekoah, direncanakan sejak awal tahun dengan melihat hasil evaluasi pada tahun sebelumnya (2) pendistribusian sarana dan prasarana di Smk Negeri 1 Musi Rawas yaitu dilakukan dengan cara menyeleksi sesuai kebutuhan, selanjutnya barang yang dibeli kemudian disalurkan kepada tiap program jurusana dan kelas. (3) penggunaan dan pemeliharaan sarana dan prasarana di di Smk Negeri 1 Musi Rawas yaitu disesuaikan dengan kebutuhan guru dan siswa, ada tat tertib yang harus dipatuhi, diserahkan pada masing-masing program jurusan dan kelas. (4) inventaris sarana dan prasarana di Smk Negeri 1 Musi Rawas yaitu ada staf semdiri yang diberi tugas untuk pencatatan barang yang telah diadakan. (5) penghapusan sarana dan prasarana Smk Negeri 1 Musi Rawas yaitu terlebih dahulu membuat berita acara kepada kepala sekolah, dilakukan karena sarana dan prasarana tersebut sudah rusak. (6) usahausaha yang dilakukan di Smk Negeri 1 Musi RawasKeywords: manajemen sarana dan prasarana, upaya peningkatan kualitas pembelajaran Abstract: Management is the process of cooperation by utilizing human resources and non-human resources to implement the management functions of planning, organizing, implementing and monitoring to achieve the objectives of effective and efficient. In learning activities facilities and infrastructure is needed in order to support the smooth process of its activities, so that the management infrastructure is required by each school. The focus of this research are: (1) procurement and planning of facilities and infrastructure in order to improve the quality of learning, (2) the distribution of facilities and infrastructure in order to improve the quality of learning, (3) the use and maintenance of facilities and infrastructure in order to improve the quality of learning, (4) an inventory of facilities and infrastructure in order to increase quality of learning, (5) elimination of facilities and infrastructure in order to improve the quality of learning (6) Some efforts which are made by the principal to improve the quality of learning. The approach that is used in this research is qualitative approach, while the research design is case study. To collect the data, the researcher uses some techniques, such; (1) Participant observation, (2) In-dep itnterview, and (3) Documentation study. Analysis using reduction, presentation, verification In addition, the researcher uses credibility, transferability, dependability, and confirmability as techniques to verify the data. The result of this research can be explained as follows: 10 (1) the procurement and infrastructure planning in Smk Negeri 1 Musi Rawas is done so that you know all the needs of school infrastructure, planned since the beginning of the year to see the results of the evaluation in the previous year (2) the distribution of the means and infrastructure in Smk Negeri 1 Musi Rawas is done by selecting as needed, subsequent items purchased and then distributed to each program jurusana and class. (3) the use and maintenance of facilities and infrastructure in Smk Negeri 1 Musi Rawas that is tailored to the needs of teachers and students, there are rules that must be obeyed tat, delivered in each program majors and classes. (4) inventory of facilities and infrastructure in Smk Negeri 1 Musi Rawas is no semdiri staff were given the task of recording the goods that have been held. (5) elimination of facilities and infrastructure Smk Negeri 1 Musi Rawas is to first make an official report to the principal, because the infrastructure has been damaged. (6) the efforts made in Smk Negeri 1 Musi Rawas that has expert staff and good administration, the support from the school community.Kata kunci: infrastructure management, improve the quality of learning
Implementasi Pendidikan Multikultural dalam Membangun Harmonisasi dan Toleransi di Tengah Keberagaman Masyarakat Indonesia Abd. Amri Siregar
Al-Khair Journal: Management Education Vol 5, No 2 (2025): DESEMBER
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/al-khair.v5i2.10452

Abstract

Abstract: Multicultural education plays a crucial role in building harmony and tolerance, ensuring a peaceful and respectful life in a multicultural society. This study aims to describe and analyze the implementation of multicultural education in building harmony and tolerance amidst the diversity of Indonesian society. Using a descriptive qualitative approach and content analysis to collect data from various sources, the research findings indicate that harmonization involves recognizing and respecting cultural, religious, and value diversity within society. Meanwhile, tolerance involves an open attitude and appreciation for differences, without compromising individual human rights. The importance of multicultural education and a better understanding of each individual's culture and religion are recognized as key factors in creating harmony and tolerance. Thus, it can be concluded that the implementation of multicultural education can build harmony and tolerance amidst the diversity of Indonesian society. Therefore, it is recommended that to build harmony and tolerance amidst the diversity of Indonesian society, the implementation of multicultural education in Indonesian schools should be increased.Keywords: Implementation of Multicultural Education, Harmonization, Tolerance, and Community Diversity.Abstrak: Pendidikan multikultural memiliki peran penting dalam membangun harmonisasi dan toleransi dalam memastikan kehidupan yang damai dan saling menghormati di dalam masyarakat multikultural. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis tentang implementasi pendidikan multikultural dalam membangun harmonisasi dan toleransi di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan analisis konten untuk mengumpulkan data dari berbagai sumber. Temuan penelitian menunjukkan bahwa harmonisasi melibatkan pengakuan dan penghargaan terhadap keragaman budaya, agama, dan nilai-nilai di dalam masyarakat. Sementara itu, toleransi melibatkan sikap terbuka dan penghargaan terhadap perbedaan, tanpa mengorbankan hak asasi individu. Pentingnya pendidikan multikultural dan pemahaman yang lebih baik tentang budaya dan agama masing-masing individu diakui sebagai faktor kunci dalam menciptakan harmoni dan toleransi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa implementasi pendidikan multikultural dapat membangun harmonisasi dan toleransi di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. Sehingga dapat disarankan untuk dapat membangun harmonisasi dan toleransi di tengah keberagaman masyarakat Indonesia, maka tingkatkan implementasi pendidikan multikultural di sekolah Indonesia.Kata Kunci: Implementasi Pendidikan Multikultural, Harmonisasi, Toleransi, Keberagaman Masyarakat.
Peran Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam Membentuk Akhlakul Karimah Perspektif teori Al Ghazali Era Media Sosial Pada Siswa Kelas IV SDN 02 Panggungrejo Khoirotunnisa Khoirotunnisa; Salamun Salamun; Maya Aulia
Al-Khair Journal: Management Education Vol 5, No 1 (2025): JUNI
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/al-khair.v5i1.7206

Abstract

Abstract: The noble character among students has not been formed properly, indicated by the ongoing bullying among students, lying, instant behavior and lack of discipline. The purpose of this study is to describe and analyze the role of Islamic religious education (PAI) teachers in forming noble character from the perspective of Al Ghazali’s theory in the Social Media Era in grade students IV SDN 02 Panggungrejo Lampung. Using qualitative methods with a descriptive approach. Data were collected through interviews, questionnaires, documentation, and literature reviews, and analyzed using data reduction, data display, and verification techniques. The results of the study can be concluded that the role of Islamic religious education (PAI) teachers in forming noble morals from the perspective of Al Ghazali’s theory of social media is very diverse, it is known that students really like the story method (qishah). This method shows results of 54.15% of the opinions of 24 students. So the role of preachers is very relevant, with the use of this method, because preaching is currently trending in society. So it can be suggested that teachers are expected to have spiritual intelligence, to deal with the behavior of students in the social media era. Because the social media era has positive influences, such as increasing students’ creativity and insight, and negative influences, such as decreasing interest in learning and the formation of negative behavior in students at school.Keywords: The Role of Islamic Religious Education Teachers, Akhlakul Karimah, Al Ghazali’s Theory, Social Media Era. Abstrak: Akhlak karimah dikalangan siswa belum terbentuk secara baik, ditandai masih terjadi bulliying diantara siswa, perilaku bohong, instan dan tidak disiplin. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan dan menganalisis peran guru pendidikan agama Islam (PAI) dalam membentuk akhlakul karimah perspektif teori Al Ghazali Era Media Sosial pada siswa kelas IV SDN 02 Panggungrejo Lampung. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, angket, dokumentasi, dan riview literature, serta dianalisis dengan tekhnik reduksi data, display data, dan verifikasi. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa peran guru pendidikan agama Islam (PAI) dalam membentuk akhlak karimah perspektif teori Al Ghazali eram media sosial sangat beragam, diketahui siswa sangat menyukai metode cerita (qishah). Metode ini menunjukkan hasil sebesar 54,15% dari pendapat 24 siswa. Maka peran pendakwah sangat relevan, dengan penggunaan metode ini, karena dakwah saat ini sedang trend di kalangan masyarakat. Sehingga dapat disarankan guru diharapkan memiliki kecerdasan spiritual, untuk menghadapi tingkah laku siswa era media sosial. Karena era media sosial terdapat pengaruh posotif, seperti meningkatkan kreativitas dan wawasan siswa, dan pengaruh negative, seperti menurunnya minat belajar dan terbentuknya prilaku negatif pada siswa di sekolah.Kata kunci: Peran, Guru Pendidikan Agama Islam, Akhlakul Karimah,  Teori Al Ghazali, Era Media Sosial.
Optimalisasi Supervisi Pengawas Dalam Meningkatkan Mutu Pembelajaran Di Sekolah Dasar A. Tsabat Izzudin; Sri Susilowardani
Al-Khair Journal: Management Education Vol 2, No 2 (2022): DESEMBER
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/al-khair.v2i2.2647

Abstract

Abstract: School superintendents have created difficulties in optimizing supervision in improving the quality of learning in schools. The purpose of the study is to map and analyze the optimization of supervisory supervision in improving the quality of learning in elementary schools. Using descriptive qualitative methods, research sources include scientific books, and scientific articles both nationally and internationally related to the optimization of supervising supervision in improving the quality of learning in elementary schools. The results of the study can be concluded that supervisory supervision has not been optimal in improving the quality of learning, it can be seen that the quality of students and teachers is not optimal, the quality of the learning process taking place effectively and efficiently is not optimal, the quality of output from student graduates and student absorption is not optimal. Therefore, the quality of learning can be seen from the quality assurance of inputs, processes, and products produced. Thus, it can be suggested, if you want to improve the quality of learning in elementary schools, then optimize supervision in elementary schools.Keywords: Optimization, Supervisory Supervision, Learning Quality Abstrak: Pengawas sekolah telah menciptakan kesulitan supervisi yang belum optimal dalam meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah. Tujuan penelitian untuk memetakan dan menganalisis optimalisasi supervisi pengawas dalam meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah dasar. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, Sumber penelitian meliputi buku-buku ilmiah, artikel ilmiah baik nasional maupun internasional yang terkait tentang optimalisasi supervivi pengawas dalam meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah dasar. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa supervisi pengawas belum optimal dalam meningkatkan mutu pembelajaran terlihat mutu siswa dan guru belum optimal, mutu proses pembelajaran berlangsung secara efektif dan efisien belum optimal, mutu output dari lulusan siswa dan serapan siswa belum optimal. Oleh karena itu mutu pembelajaran terlihat dari jaminan kualitas input, proses dan produk yang dihasilkan. Dengan demikian dapat disarankan, jika ingin meningkatkan mutu pembelajaran pada sekolah dasar, maka lakukan optimalisasi supervisi di sekolah dasar.Kata Kunci : Optimalisasi,  Supervisi Pengawas, Mutu Pembelajaran
Fungsi Administrasi Peserta Didik dalam Meningkatkan Mutu Lulusan Siswa di Madrasah Tsanawiyah An-Najiha Seluma Hendra Saputra; Retno Ambar Wati
Al-Khair Journal: Management Education Vol 4, No 2 (2024): DESEMBER
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/al-khair.v4i2.6549

Abstract

Abstract: Student administration has not functioned optimally, characterized by the fact that there are still students who are not able to continue their education to a higher level, there are still students who choose to work rather than continue their education. The purpose of this study is to describe and analyze the administrative function of education in improving the quality of graduates in Madrasah Tsanawiyah An-Najiha Seluma. Using descriptive qualitative methods, data collection techniques using descriptive qualitative methods, data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The data analysis technique uses Huberman's theory. The results of the study can be concluded that the administration of students in improving the quality of graduates in Madrasah Tsanawiyah An-Najiha Not functioning optimally, student administration practices are inseparable from various challenges, such as limited resources, both human resources and learning facility resources. To overcome this challenge, the madrasah has adopted a collaborative approach by involving all school residents, including teachers, students, and parents/guardians of students. Therefore, it can be suggested that to overcome the quality problem of student graduates, the Madrasah adopts a collaborative approach with all school residents, including teachers, students, and parents of students, in preparing the planning and implementation of student programs in an effort to improve the quality of student graduates in Madrasah.Keywords: Student Administration Function, Student Graduate Quality, Madrasah Tsanawiyah An-Najiha Seluma. Abstak: Administrasi peserta didik belum berfungsi secara optimal, ditandai dengan masih terdapat siswa belum mampu melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, masih ada siswa memilih bekerja daripada melanjutkan pendidikan. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan dan menganalisis fungsi administrasi psesrta didik dalam meningkatkan mutu lulusan di Madrasah Tsanawiyah An-Najiha Seluma. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, teknik pengumpulan data menggunakan metode kualitatif deskriptif, teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teori Huberman. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa administrasi peserta didik dalam meningkatkan mutu lulusan di Madrasah Tsanawiyah An-Najiha belum berfungsi secara optimal, praktik-praktik administrasi peserta didik tidak terlepas dari berbagai tantangan, seperti keterbatasan sumber daya, baik sumber daya manusia maupun sumberdaya fasilitas pembelajaran. Untuk mengatasi tantangan ini, madrasah telah mengadopsi pendekatan kolaboratif dengan melibatkan seluruh warga sekolah, termasuk guru, siswa, dan orang tua/ wali siswa. Oleh karena itu, dapat disarankan bahwa untuk mengatasi masalah mutu lulusan siswa, maka Madrasah mengadopsi pendekatan kolaboratif dengan seluruh warga sekolah, termasuk guru, siswa, dan orang tua siswa, dalam menyususn perencanaan dan pelaksanaan program kesiswaan dalam upaya meningkatkan mutu lulusan siswa di Madrasah.Kata kunci: Fungsi Administrasi Peserta Didik, Mutu   Lulusan Siswa, Madrasah Tsanawiyah An-Najiha Seluma.
Pengaruh Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) Terhadap Kinerja Bendahara Pengeluaran Nurrahmah Putry
Al-Khair Journal: Management Education Vol 1, No 2 (2021): DESEMBER
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/al-khair.v1i2.2637

Abstract

Abstract: This research aim to examine the effect of government internal control system (gics) on financial administrator performances. The sample of this research is financial administrator and financial administrator assistant of OPD Bengkulu City who has two years experience, a total of 82 respondents. This research data collection technique was obtained through a questionnaire given to financial administrator and financial administrator assistant. The result shows that government internal control system (gics) has a positive and significant effect to financial administrator performances.Key words: Government Internal Control System, Financial Administrator Performance. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh sistem pengendalian intern pemerintah (SPIP) terhadap kinerja bendahara pengeluaran. Sampel penelitian ini adalah Bendahara pengeluaran dan Bendahara pengeluaran pembantu pada OPD yang telah mempunyai pengalaman sebagai bendahara selama 2 tahun sebanyak 82 orang. Teknik pengumpulan data penelitian ini diperoleh melalui kuesioner yang diberikan kepada Bendahara Pengeluaran dan Bendahara Pengeluaran Pembantu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pengendalian intern pemerintah (SPIP) berpengaruh positif terhadap kinerja bendahara pengeluaran.Kata Kunci: Sistem Pengendalian Intern Pemerintah, Kinerja Bendahara Pengeluaran.
Rencana Strategis Dan Rencana Operasional Dalam Lembaga Pendidikan Islam Eri Samsidar; Ahmad Nazir
Al-Khair Journal: Management Education Vol 1, No 1 (2021): JUNI
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/al-khair.v1i1.2492

Abstract

Abstract: Strategic plans are still weak in managing current conditions and projected future conditions, such as long-term or medium-term planning in determining strategic goals and objectives, and operational plans are still weak at the human resource level. Using descriptive qualitative method. The purpose of this paper is to map and analyze strategic plans and operational plans in Islamic educational institutions. The results show; First, the strategic plan as an important policy as the basis for making institutional programs in formulating vision, mission and goals by involving stakeholders. Strategic plan as a systematic and formal effort of an institution to clarify the main objectives, policies and strategies. Second, the operational plan as the implementation of the program to achieve the vision, mission and goals in the form of concrete steps in the operation of an Islamic educational institution, and Third, the relationship between the strategic plan and the operational plan is an integral part and cannot be separated in the development of educational institutions. The author can suggest in this paper to involve the perspective of leadership and management elements by accommodating the experiences and problems encountered in managing strategic plans and operational plans in Islamic educational institutions, so that a comprehensive solution can be found.Keywords: Strategic Plan, Operational Plan, Islamic Educational Institution. Abstrak: Rencana strategis masih lemah dalam mengelola kondisi saat ini dan proyeksi kondisi masa depan, seperti perencanaan jangka panjang atau jangka menengah dalam menentukan tujuan dan sasaran strategis, dan rencana operasional masih lemah pada tingkat sumberdaya manusia. Menggunakan metode kualitatif deskriptif. Tujuan tulisan ini memetakan dan menganalisis rencana strategis dan rencana operasional dalam lembaga pendidikan Islam. Hasilnya menunjukkan; Pertama, rencana strategis sebagai kebijakan penting sebagai dasar dalam membuat program kelembagaan dalam merumuskan visi, misi dan tujuan dengan melibatkan stakeholders. Rencana strategis sebagai usaha sistematis dan formal suatu lembaga untuk memperjelas sasaran utama, kebijakan-kebijakan dan strategi. Kedua, Rencana operasional sebagai penerapan program pencapaian visi, misi dan tujuan berupa langkah nyata dalam pengoperasionalan sebuah lembaga pendidikan Islam, dan Ketiga, Hubungan rencana strategis dengan rencana operasional merupakan satu kesatuan dan tidak dapat dipisahkan dalam pengembangan lembaga pendidikan. Penulis dapat menyarankan dalam penulisan ini untuk melibat perspektif unsur kepemimpinan dan pengelola dengan mengakomodasi pengalaman dan masalah yang dihadapi dalam mengelola rencana strategis dan rencana operasional dalam lembaga pendidikan Islam, sehingga solusi yang menyeluruh dapat ditemukan.  Kata Kunci: Rencana Strategis, Rencana Operasional, Lembaga Pendidikan Islam.
Evaluasi Program Kinerja Guru dalam Pembelajaran Bahasa Arab di Sekolah Dasar Quran Bakti Ilaahi Bengkulu Hilman Nugraha; Leppe Firmansyah
Al-Khair Journal: Management Education Vol 5, No 2 (2025): DESEMBER
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/al-khair.v5i2.8301

Abstract

Abstract:In Arabic language learning, many students struggle with practicing daily conversational skills. This study aims to evaluate the teacher performance program in Arabic language instruction at Quran Bakti Ilaahi Elementary School in Bengkulu. The research employs a qualitative approach using a case study method. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The findings reveal that, in general, teachers have prepared lesson plans in accordance with the existing curriculum. Furthermore, improvement efforts have been made by providing Arabic language instruction for non-Arabic teachers and training in Arabic teaching methods for Arabic language teachers. Therefore, it can be concluded that in order to succeed in both theoretical and practical aspects of Arabic learning, the school must create a supportive environment for Arabic conversation. It must also be supported by other teachers who can encourage students to engage in Arabic speaking activities.Keywords: evaluation, teacher performance, Arabic language, Quranic elementary school Abstrack : Dalam pembelajaran Bahasa Arab banyak anak yang lemah dalam praktek  percakapan dalam keseharian. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi program kinerja guru dalam pembelajaran Bahasa Arab di Sekolah Dasar Quran Bakti Ilaahi Bengkulu. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum guru telah menyusun perencanaan pembelajaran sesuai dengan kurikulum yang berlaku. Selanjutnya telah dilaksanakan Upaya perbaikan dengan mengadakan pembelajaran Bahasa arab untuk guru non Bahasa arab dan pelatihan metode pembelajaran Bahasa arab untuk guru Bahasa Arab. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa agar sukses dalam  pembelajaran Bahasa Arab baik teori maupun praktek, sekolah harus memiliki lingkungan yang mendukung untuk percakapan bahsa Arab. Serta harus didukung guru lain untuk merangsang anak-anak agar mau percakapan menggunakan Bahasa Arab.Kata Kunci : Evaluasi, kinerja guru, Bahasa Arab, Sekolah Dasar Quran
Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Android Game Education dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta Didik SMAN 1 Kedondong Lampung Aryani Dwi Kesumawardani; Agung Nurhidayat Denhi; Raicha Oktafiani
Al-Khair Journal: Management Education Vol 4, No 1 (2024): JUNI
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/al-khair.v4i1.5822

Abstract

Abstract: Android-based learning media game education has not been implemented at SMAN 1 Kedondong Lampung, and the learning process has not developed, so students lack motivation in learning. The purpose of this research is to determine the feasibility of android game education-based learning media and to find out the development of game applications on android devices as a learning medium. Using the Research and Development (R&D) method with the simple software MIAT APP INVENTOR. The results of the study indicate that android-based learning game education in increasing students' learning motivation is very feasible and students are very fond of this android-based learning model which is a new learning model for the students themselves and of course for the school as well with a result of 80.2% of the category is very feasible. Thus, it can be concluded that android game education-based learning media can increase students' learning motivation. So it can be suggested that to increase students' motivation to learn, develop learning media based on android game education in schools. Keywords: Development of Android-Based Learning Media, Game Education, Student Learning Motivation Abstrak: Media pembelajaran berbasis android game education belum diterapkan di SMAN 1 Kedondong Lampung, dan proses pembelajaran belum berkembang, sehingga peserta didik kurang motivasi dalam belajar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kelayakan media pembelajaran berbasis android game education dan ingin mengetahui pengembangan aplikasi game pada perangkat android sebagai media pembelajaran. Menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan software sederhana MIAT APP INVENTOR. Hasil penelitian mengindikasi bahwa pembelajaran berbasis android game education dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik sangat layak dan peserta didik sangat menggemari model pembelajaran berbasis android ini yang merupakan merupakan model pembelajaran baru bagi peserta didik itu sendiri dan tentu terhadap sekolahannya juga dengan hasil 80,2 % kategori sangat layak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran berbasis android game education dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Sehingga dapat disarankan bahwa untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik maka kembangkanlah media pembelajaran berbasis android game education di sekolah. Kata kunci: Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Android, Game Education, Motivasi Belajar Peserta Didik
Tri Pusat Pendidikan Pendidikan Islam (Tripusat Pendidikan dalam Pengembangan Pendidikan Islam) Fherlia Fherlia; Alimni Alimni
Al-Khair Journal: Management Education Vol 3, No 1 (2023): JUNI
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/al-khair.v3i1.2626

Abstract

Abstrak Pendidikan dan manusia adalah hal yang tidak dapat dipisahkan, pendidikan bagi manusia dimulai bahkan sebelum manusia itu dilahirkan. Pendidikan Islam pertamakali didapatkan oleh manusia di dalam keluarga, mulai dari diajak berbicara dalam kandungan, kemudian diperhatikan tumbuh kembangnya setelah dilahirkan kedunia (Fitri 2012). Karena keluarga merupakan lembaga pendidikan pertama maka orang tua harus menyiapkan bekal pendidikan Islam yang baik untuk anak-anaknya. Kesalahan dalam mendidik anak dalam keluarga akan berakibat fatal dengan bagaimana cara anak tersebut merespon pendidikan yang akan didapatkan di lingkungan yang lebih luas. Lalu kemudian manusia akan mendapatkan pendidikan Islam di lingkungan sekolah, dimana manusia menerima pendidikan Islam secara formal melalui materi pendidikan islam  dan ekstrakulikuler keagamaan dengan segala ketentuan dan struktur yang sudah diatur didalamnya, pendidikan formal di sekolah ini ditempuh selama sembilan tahun secara normalnya yang disusun melalui program SD,SMP, dan SMA. Tidak hanya itu manusia juga dapat merspon pendidikan di lingkungan sekitarnya melalui lembaga-lembaga pendidikan non formal, seperti bimbingan belajar (bimbel), TPQ (Taman Pendidikan Quran), Organisasi dalam masyarakat (Remaja Islam Masjid), dan banyak lembaga pendidikan non formal lainnya yang ada dalam masyarakat.Kata Kunci : Lembaga, Pendidikan Islam, Keluarga, Masyarakat.             [U1] AbstractEducation and humans are inseparable, education for humans begins even before humans are born. Islamic education is first received by humans in the family, starting from being talked to in the womb, then observing its growth and development after being launched into the world. Because the family is the first educational institution, parents must prepare good Islamic education for their children. Mistakes in educating children in the family will have fatal consequences for how these children respond to the education that will be obtained in the wider environment. Then then humans will get Islamic education in the school environment, where humans receive formal Islamic education through Islamic education materials and religious extracurriculars with all the provisions and structures that have been regulated therein, formal education in this school is taken for nine years normally arranged through a program Elementary, Middle and High School. Not only that, humans can also respond to education in their surroundings through non-formal educational institutions, such as tutoring (tutoring), TPQ (Quran Education Park), organizations in the community (Islamic youth mosques), and many other non-formal educational institutions that exist in society.Keywords: Institutions, Islamic Education, Family, Community  

Page 1 of 10 | Total Record : 93