cover
Contact Name
Irsal
Contact Email
bengkuluirsal@gmail.com
Phone
+6285381305810
Journal Mail Official
bengkuluirsal@gmail.com
Editorial Address
Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Al-Khair Journal: Management Education
ISSN : 2808828X     EISSN : 28084632     DOI : 10.29300/al-khair.v5i2
Al-Khair Journal: Management Education di tahun 2022 telah merubah institusi/lembaga penerbit dari IAIN Bengkulu menjadi UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu. Hal ini sesuai dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2021 tentang Perubahan status IAIN Bengkulu menjadi UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu. Al-Khair Journal: Management Education di tahun 2024 telah menggantikan/merubah nama dari Al-Khair Journal: Management, Education and Law MENJADI Al-Khair Journal: Management Education. Al-Khair Journal : Management Education pernah mengalami kerusakan servers jurnal secara total (di hack) pada awal tahun 2024, yang mengakibatkan semua artikel yang sudah dipublish mulai Vol.1 No.1 2021 s-d Vol. 3 No.2 2023 hilang semua. Maka untuk menghindari kekosongan artikel tim pengelola Al-Khair Journal : Management Education melakukan upload ulang artikel tersebut secara quicksubmite.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2024): JUNI" : 12 Documents clear
Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Android Game Education dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta Didik SMAN 1 Kedondong Lampung Aryani Dwi Kesumawardani; Agung Nurhidayat Denhi; Raicha Oktafiani
Al-Khair Journal: Management Education Vol 4, No 1 (2024): JUNI
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/al-khair.v4i1.5822

Abstract

Abstract: Android-based learning media game education has not been implemented at SMAN 1 Kedondong Lampung, and the learning process has not developed, so students lack motivation in learning. The purpose of this research is to determine the feasibility of android game education-based learning media and to find out the development of game applications on android devices as a learning medium. Using the Research and Development (R&D) method with the simple software MIAT APP INVENTOR. The results of the study indicate that android-based learning game education in increasing students' learning motivation is very feasible and students are very fond of this android-based learning model which is a new learning model for the students themselves and of course for the school as well with a result of 80.2% of the category is very feasible. Thus, it can be concluded that android game education-based learning media can increase students' learning motivation. So it can be suggested that to increase students' motivation to learn, develop learning media based on android game education in schools. Keywords: Development of Android-Based Learning Media, Game Education, Student Learning Motivation Abstrak: Media pembelajaran berbasis android game education belum diterapkan di SMAN 1 Kedondong Lampung, dan proses pembelajaran belum berkembang, sehingga peserta didik kurang motivasi dalam belajar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kelayakan media pembelajaran berbasis android game education dan ingin mengetahui pengembangan aplikasi game pada perangkat android sebagai media pembelajaran. Menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan software sederhana MIAT APP INVENTOR. Hasil penelitian mengindikasi bahwa pembelajaran berbasis android game education dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik sangat layak dan peserta didik sangat menggemari model pembelajaran berbasis android ini yang merupakan merupakan model pembelajaran baru bagi peserta didik itu sendiri dan tentu terhadap sekolahannya juga dengan hasil 80,2 % kategori sangat layak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran berbasis android game education dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Sehingga dapat disarankan bahwa untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik maka kembangkanlah media pembelajaran berbasis android game education di sekolah. Kata kunci: Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Android, Game Education, Motivasi Belajar Peserta Didik
Implementasi Konseling Kelompok Menggunakan Teknik Self Management untuk Mereduksi Perilaku Kecanduan Bermain Game Online (online game addicted) dan Penggunaan Media Sosial Lesmiatul Aini
Al-Khair Journal: Management Education Vol 4, No 1 (2024): JUNI
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/al-khair.v4i1.4621

Abstract

Abstract: It is difficult for students to excel in academics, because of the negative impact of addiction to playing online games, causing students to not focus on studying, to behave badly socially, to withdraw from social interactions in the real world. The aim of the research is to describe the implementation of group counseling self-management techniques in reducing the addictive behavior of playing excessive online games on social media. Using descriptive qualitative methods, a collaborative and participatory classroom action research approach in 3 cycles and 9 meetings where each cycle consists of planning, implementation and observation, and reflection. The sample includes 30 class VII students at MTs Negeri 01 Bengkulu City, academic year 2023-2024, the research focus is on reducing addictive behavior in playing online games (online game addicted) and excessive use of social media for students. Data collection techniques through observation, tests and practice. The results of the research can be concluded that the implementation of selfmanagement technique group counseling can reduce addictive behavior in playing online games and excessive use of social media for students. Thus, it can be suggested that students are not addicted to excessive playing of online games and social media, then implement self-management technique group counseling at school. Keywords: Group Counseling, Self Management Techniques, Reduction, and Social Media Abstrak: Siswa sulit berprestasi dibidang akademik, karena dampak negative kecanduan bermain game online, menyebabkan siswa tidak focus dalam belajar, berperilaku sosial buruk, menarik diri dari interaksi sosial di dunia nyata. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan implementasi konseling kelompok teknik self managemen dalam mereduksi perilaku kecanduan bermain game online berlebih di media sosial. Menggunakan metode kualitatif dekskriptif, pendekatan tindakan kelas (Classroom Action Research) secara kolaboratif dan partisipatif dalam 3 siklus dan 9 pertemuan dimana setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan dan observasi, dan refleksi. Sampel meliputi siswa kelas VII berjumlah 30 siswa di MTs Negeri 01 Kota Bengkulu, Tahun akademik 2023-2024, fokus penelitian pada mereduksi perilaku kecanduan bermain game online (online game addicted) dan penggunaan media sosial berlebihan bagi siswa. Teknik pengumpulan data melalui, obeservasi, tes dan praktek. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa impelentasi konseling kelompok teknik self management dapat mereduksi perilaku kecanduan bermain game online dan penggunaan media sosial berlebihan bagi siswa. Dengan demikian dapat disarankan agar siswa tidak kecanduan bermain game online dan media sosial yang berlebihan, maka implementasikan konseling kelompok teknik self management di sekolah. Kata Kunci: Konseling Kelompok, Teknik Self Management, Mereduksi, dan Media Sosial
Evaluation of Educator Development Program in Improving the Performance of Madrasah Aliyah Teachers in Bengkulu Zaleha Ismail; Shafinar Ismail; Khairiah Khairiah
Al-Khair Journal: Management Education Vol 4, No 1 (2024): JUNI
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/al-khair.v4i1.4634

Abstract

Abstract: The purpose of this paper is to evaluate and analyze the educator development program in improving teacher performance. Using descriptive qualitative method with CIPP (Contex, Input, Process, Product) approach. Data sources are obtained from various sources both print and online media, scientific books, scientific articles both nationally and internationally. The results of the study can be concluded that the educator development program has been carried out quite well, but at the contex level teacher performance problems such as professionalism, mastery of technology are still weak, and teachers are less able to meet the demands of global competence, at the input level 20% of teachers teach not according to their fields, 20% are unable to plan learning programs, 40% of evaluations are not in accordance with the plans that have been prepared, the budget is still limited, and the books and information technology facilities are still uneven. Third, the process of implementing the development program is quite good. However, there are times when development is not carried out transparently, meaning that teacher needs are announced and those who have the ability can apply, causing teachers who are plotted to be non-linear, there are still teachers who have not been able to show good performance, due to budget constraints. Fourth, the product of the educator development program in general has been quite good, teachers already have a fairly good responsive, tenggon and trengginas character, but there are still teachers who are not innovative, and teachers still have difficulty improving their performance. So it can be suggested, to improve teacher performance, increase the evaluation of the teacher development program at Madrasah Aliyah. Keywords: Evaluation, Educator Development Program, Teacher Performance, Madrasah Aliyah Abstrak: Tujuan penulisan ini untuk mengevaluasi dan menganalisis program pengembangan tenaga pendidik dalam meningkatkan kinerja guru. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan CIPP (Contex, Input, Proses, Produk). Sumber data diperoleh dari berbagai sumber baik media cetak maupun media online, buku-buku ilmiah, artikel ilmiah baik nasional maupun internasional. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa program pengembangan tenaga pendidik telah dilakukan cukup baik, namun pada tingkat contex permasalahan kinerja guru seperti profesionalitas, penguasaan teknologi masih lemah, dan guru kurang mampu memenuhi tuntutan kompetensi global, tingkat input 20% guru mengajar tidak sesuai bidangnya, 20% tidak mampu merencanakan program pembelajaran, 40% evaluasi tidak sesuai dengan rencana yang telah disusun, anggaran masih terbatas, dan fasilitas buku-buku dan teknologi informasi masih tidak merata. Ketiga, Proses pelaksanaan program pengembangan sudah cukup baik. Namun ada kalanya pengembangan dilakukan secara tidak transparan, maksudnya kebutuhan guru diumumkan dan yang mempunyai kemampuan boleh mengajukan, sehingga menyebabkan guru yang diplot tidak linier, masih terdapat guru belum mampu menunjukkan kinerja baik, karena keterbatasan anggaran. Keempat, Produk program pengembangan tenaga pendidik secara umum telah cukup baik, guru telah memiliki karakter tanggap, tenggon dan trengginas yang cukup baik, namun masih terdapat guru yang tidak inovatif, dan guru masih kesulitan meningkatkan kinerjanya. Sehingga dapat disarankan, untuk meningkatkan kinerja guru maka tingkatkanlah evaluasi terhadap program pengembangan guru pada Madrasah Aliyah. Kata Kunci: Evaluasi, Program Pengembangan Tenaga Pendidik, Kinerja Guru, Madrasah Aliyah
Mispersepsi Evaluasi dalam Pengelolaan Kelembagaan Pendidikan Islam di Indonesia Kardiyo Kardiyo; Ririn Handayani; Vera Nopianti
Al-Khair Journal: Management Education Vol 4, No 1 (2024): JUNI
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/al-khair.v4i1.4622

Abstract

Abstract: Management of educational institutions still has misunderstandings in evaluations, characterized by immature and inconsistent strategic plans because they are not balanced with budget availability, resulting in plans being left to plan, there is no ability to implement the strategic plan. The aim of this research is to evaluate misperceptions in the management of educational institutions. Using descriptive qualitative methods. The sources of information in this research use various sources, both online media data and print media data, including scientific books, national and international scientific articles. The data obtained went through several stages of data collection, data reduction, presentation, and conclusion drawing. The results of the research can be concluded that there has been a misperception of evaluation in the management of Islamic educational institutions due to a lack of understanding of the standards for managing educational institutions, resulting in misunderstanding of the provisions set out, and budget limitations, so that the programs that have been prepared cannot be implemented. Thus, it can be suggested that to avoid misperceptions, increase evaluation in the management of Islamic school education institutions in Indonesia. Keywords: Misperception, Evaluation, Islamic Education Institutions Abstrak: Pengelolaan kelembagaan pendidikan masih terjadi salah persepsi dalam evaluasi, ditandai dengan rencana strategis yang tidak matang dan tidak konsisten disebabkan tidak diimbangi dengan ketersediaan anggaran, sehingga mengakibatkan rencana tinggal rencana, tidak ada kemampuan dalam mengimplementasikan renstra. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi mispersepsi dalam pengelolaan kelembagaan Pendidikan. Menggunakan metode kualitatif deskriptif. Sumber informasi dalam penelitian ini, menggunakan berbagai sumber, baik data media online maupun data media cetak, meliputi buku-buku ilmiah, artikel ilmiah baik nasional maupun internasional. Data yang didapat melalui beberapa tahapan pengumpulan data, reduksi data (data reduction), penyajian, dan penarikan kesimpulan (conclusion drawing). Hasil penelitian dapat disimpulkan telah terjadi mispersepsi evaluasi dalam pengelolaan kelembagaan pendidikan Islam disebabkan karena kurangnya pemahaman tentang standar pengelolaan kelembagaan pendidikan, sehingga terjadi salah dalam memahami ketentuan yang ditetapkan, dan keterbatasan anggaran, sehingga program yang telah disusun tidak bisa diimplementasikan. Dengan demikian dapat disarankan untuk tidak terjadi salah persepsi, maka tingkatkanlah evaluasi dalam pengelolaan kelembagaan pendidikan Islam sekolah di Indonesia. Kata kunci: Mispersepsi, Evaluasi, Kelembagaan Pendidikan Islam
Peran Pendidikan Agama Islam dalam Meningkatkan Karakter Siswa Madrasah Ibtidaiyah di Bengkulu Aida Susanti; Asraf Yasid; Mersi Titi Sari; Dea Meike Dwi Putri; Inndi Sifa Urrohmah; Elisah Veby Alvita
Al-Khair Journal: Management Education Vol 4, No 1 (2024): JUNI
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/al-khair.v4i1.4644

Abstract

Abstract: Islamic religious education has not played an optimal role, characterized by a moral crisis in students, and the professionalism of teachers is still weak. The purpose of this paper is to map and analyze the role of Islamic religious education in improving students' character. Using a descriptive qualitative method. The data sources are both primary data and secondary data. The results of the study can be concluded that in general, Islamic religious education has played a sufficient role in improving the character of students, Islamic religious education is used as the foundation of moral education for the nation's children, forming the attitude and behavior of student tolerance such as mutual respect, mutual respect, mutual help, mutual cooperation, mutual care, mutual advice, but the role is not optimal, there are still human resources still less professional and lacking quality, the welfare of educators is still low, the learning orientation is more cognitive, the approach to learning methods is still weak, the cost of education is still relatively low, resulting in the character of students not improving and even becoming a serious threat to the next generation which is increasingly uneven. Thus, it can be suggested that to improve the character of students, then increase the role of Islamic religious education in madrasas.Keywords: The Role of Islamic Religious Education, Student Character, Madrasah Ibtidaiyah Abstrak: Pendidikan agama Islam belum berperan secara optimal, ditandai dengan terjadinya krisis moral pada siswa, dan profesionalitas guru masih lemah. Tujuan tulisan ini untuk memetakan dan menganalisis peran pendidikan agama Islam dalam meningkakan karakter siswa. Menggunakan metode kualitatif deskriptif. Sumberdata baik data primer maupuan data skunder. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa secara umum pendidikan agama Islam telah cukup berperan dalam meningkatkan karakter siswa, pendidikan agama Islam dijadikan sebagai pondasi pendidikan moral anak bangsa, membentuk sikap dan perilaku toleransi siswa seperti saling menghormati, saling menghargai, saling tolong menolong, gotong royong, saling menjaga, saling menasehati dalam kebaikan, namun perannya belum optimal, masih terdapat sumberdaya manusia masih kurang professional dan kurang berkualitas, kesejahteraan tenaga pendidik masih rendah, orientasi pembelajaran lebih bersifat kognitif, pendekatan metode pembelajaran masih lemah, biaya pendidikan masih tergolong rendah, sehingga mengakibatkan karakter siswa belum meningkat bahkan menjadi ancaman serius bagi generasi berikutnya yang semakin senjang. Dengan demikian dapat disarankan, bahwa untuk meningkatkan karakter siswa, maka tingkatkan peran pendidikan agama Islam di madrasah.Kata kunci: Peran Pendidikan Agama Islam, Karakter Siswa, Madrasah Ibtidaiyah
Evaluation of Learning Program in Improving Teacher Competence of Madrasah Tsanawiyah in Bengkulu Nadrah Nadrah; Puji Rahayu
Al-Khair Journal: Management Education Vol 4, No 1 (2024): JUNI
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/al-khair.v4i1.4510

Abstract

Abstract: Teacher competence in learning still got difficulties in terms of pedagogical competence, personality competence, social competence and professional competence. The aim of this research was to evaluate and analyze learning programs in improving teacher competency. This research used the Context, Input, Process, and Product (CIPP) method with primary and secondary data sources. The research results showed that (1) in context, teacher competency is generally quite good, but there were still teachers who could not display their professionalism; (2) learning program input, 20% was not appropriate, 20% teacher competency was not able to make plans. The learning implementation level of 40% had not been implemented according to the program. The learning outcomes evaluation level of 40%  was not in accordance with the plans that had been prepared, the budget and facilities were generally quite available, but they were still quite limited; (3) the process of implementing learning in general was quite good, but there were still teachers whose punctuality was still weak, the application of learning methods, evaluation and monitoring, human resource development, teacher recruitment, and services and innovative creative behavior were still found to be not optimal and there were still obstacles ; and (4) The products or achievements of the learning program were generally quite good, but there were still teachers who had not been able to demonstrate their professionalism. Therefore, it can be concluded that the results of the learning program evaluation in general revealed that teacher competence was quite good, but there were some teachers whose competence was not optimal. Thus, teachers were advised to improve teacher competency and improve evaluation of teacher learning programs in schools.Keywords: Evaluation of Learning Program, Teacher Competence, Madrasah Tsanawiyah Abstrak: Abstrak: Kompetensi guru dalam pembelajaran masih mengalami kesulitan baik dari segi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi professional. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi dan menganalisis program pembelajaran dalam meningkatkan kompetensi guru. Penelitian ini menggunakan metode Context, Input, Process, and Product (CIPP) dengan sumber data primer maupun data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) context. Kompetensi guru secara umum cukup baik, namun masih ada guru yang belum dapat menampilkan keprofesionalannya; (2) input program pembelajaran, 20% belum sesuai. Kompetensi guru 20% belum mampu membuat rencana. Tingkat pelaksanaan pembelajaran 40% belum dilaksanakan sesuai program. Tingkat evaluasi hasil pembelajaran 40% tidak sesuai rencana yang telah disusun, anggaran, dan fasilitas secara umum cukup tersedia, namun masih cukup terbatas; (3) proses pelaksanaan pembelajaran secara umum cukup baik, namun masih ada guru masih lemah ketepatan waktu, penerapan metode pembelajaran, evaluasi dan monitoring, pengembangan sumberdaya manusia, rekrutmen tenaga guru, dan pelayanan serta perilaku kreatif inovatif masih ditemukan belum maksimal dan masih terdapat hambatan; dan (4) Produk atau capaian dari program pembelajaran secara umum cukup baik, namun masih ada guru yang belum dapat menunjukkan profesionalitasnya. Sehingga dapat dsimpulkan bahwa hasil evaluasi program pembelajaran secara umum kompetensi guru cukup baik, namun terdapat sebagian guru kompetensinya belum optimal. Dengan demikian guru disarankan untuk meningkatkan kompetensi guru dan meningkatkan evaluasi program pembelajaran guru di sekolah.Kata Kunci: Evaluasi Program Pembelajaran, Kompetensi Guru, Madrasah Tsanawiyah
Supervisi Klinis Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran SMAN Musi Rawas Lilis Merlita; Angga Pratama; Rahmuje Emawanalu; Desi Eka Citra Dewi
Al-Khair Journal: Management Education Vol 4, No 1 (2024): JUNI
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/al-khair.v4i1.4623

Abstract

Abstract: School principals still have difficulty improving the quality of learning, marked by difficulties in conducting clinical supervision such as leading teachers to improve programs and process implementation as well as evaluating learning outcomes. The purpose of the study was to describe the clinical supervision of school principals in an effort to improve the quality of learning. Using descriptive qualitative methods, data collection through observation, interviews, documentation. The results of the study can be concluded that teachers have been accustomed to issuing complaints in learning with peers and leaders and hope to get solutions through clinical supervision, Efforts to improve the quality of teacher learning have been carried out by the principal through clinical supervision through three stages, namely the initial stage, the observation stage and the follow-up stage including planning, implementing, and evaluating learning programs. Obstacles encountered in clinical supervision are changes in curriculum and lack of activity of principals, supervisors and the Office of Education in improving clinical supervision capabilities. The solution carried out by the principal is to form a Supervision Team consisting of senior civil servant teachers and build intensive and effective communication regarding the importance of clinical supervision. So that it can be suggested to improve the quality of learning, then increase the clinical supervision of the principal of the principal. Keywords: Clinical supervision, principal, quality of learning, Musi Rawas State High School Abstrak: Kepala sekolah masih kesulitan meningkatkan kualitas pembelajaran ditandai dengan masih kesulitan melakukan supervisi klinis seperti memimpin guru memperbaiki program dan pelaksanaan proses serta evaluasi hasil pembelajaran. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan supervisi klinis kepala sekolah dalam upaya peningkatan kualitas pembelajaran. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa guru telah terbiasa mengeluarkan keluh kesahnya dalam pembelajaran dengan teman sejawat maupun pimpinan serta berharap mendapat solusi melalui supervisi klinis, Upaya peningkatan kualitas pembelajaran guru telah dilakukan oleh kepala sekolah melalui supervisi klinis melalui tiga tahapan yaitu tahap awal, tahap observasi dan tahap tindaklanjut meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program pembelajaran. Kendala yang ditemui pada supervisi klinis yaitu adanya perubahan kurikulum dan kurang aktifnya kepala sekolah, pengawas dan Kantor Dinas pendidikan dalam meningkatkan kemampuan supervisi klinik. Adapun solusi yang dilakukan kepala sekolah yaitu membentuk Tim Supervisi yang anggotanya terdiri dari guru PNS senior dan membangun komunikasi yang intensif dan efektif terkait pentingnya supervisi klinis. Sehingga dapat disarankan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, maka tingkatkanlah supervisi klinik kepala sekolah kepala sekolah.Kata Kunci: Supervisi klinis, Kepala sekolah, kualitas pembelajaran, Sekolah Menengah Atas Negeri Musi Rawas
Analisis Penerapan Sistem Informasi Tenaga Ahli Perusahaan (SIGAP) dalam mencapai Good Governance PT Virama Karya (Persero) di Jakarta Firdaus Muttaqin
Al-Khair Journal: Management Education Vol 4, No 1 (2024): JUNI
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/al-khair.v4i1.5745

Abstract

Abstract: Many companies often ignore the level of information technology investment that is spent with benefits to the company, marked by the success rate of IT projects is only 35%, the rest fail partially and totally. The purpose of this study is to analyze the application of the company's expert information system (SIGAP) in achieving goog governance. Using quantitative methods of descriptive approach of field analysis, primary and secondary data through observation, interviews and documentation. The results of the analysis can be concluded that the results of the SIGAP evaluation analysis calculation using the Information Economics method obtained a project score of 80.8 for 3 years of investment that has been made. With the results of the identification of corporate value weighting, it can place PT Virama Karya (Persero) in the Strategic Quadrant (Quadrant B). With a maximum score of 99 and a minimum score of -10, the predicate value of the SIGAP Investment project is included in the category of very feasible to be developed to achieve good governance, so it can be suggested to achieve good governance of PT Virama Karya (Persero), then apply the company expert information system (SIGAP) in the company. Keywords: Analysis, Implementation of Corporate Expert Information System (SIGAP) Good Governance, PT VIrama Karya (Persero) Abstak: Banyak perusahaan sering tidak menghiraukan tingkat investasi teknologi informasi yang dikeluarkan dengan manfaat kepada perusahaan ditandai tingkat kesuksesan proyek TI hanya 35%, sisanya gagal parsial dan total. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis penerapan sistem informasi tenaga ahli perusahaan (SIGAP) dalam mencapai good governance. Menggunakan metode kuantitatif pendekatan deskriptif analisis lapangan, data primer dan sekunder melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil analisis dapat disimpulkan bahwa hasil perhitungan analisa evaluasi SIGAP menggunakan metode Information Economics diperoleh skor proyek sebesar 80,8 selama 3 tahun investasi yang telah dilakukan. Dengan hasil identifikasi pembobotan corporate value sehingga dapat menempatkan PT Virama Karya (Persero) berada pada Kuadran Strategic (Kuadran B). Dengan skor maksimum sebesar 99 dan skor minimum sebesar -10 maka nilai predikat proyek Investasi SIGAP termasuk dalam kategori sangat Layak dikembangkan untuk mencapai good governance, Sehingga dapat disarankan untuk mencapai good governance PT Virama Karya (Persero), maka terapkan sistem informasi tenaga ahli perusahaan (SIGAP) di perusahan. Kata kunci: Analisis, Penerapan Sistem Informasi Tenaga Ahli Perusahaan (SIGAP) Good Governance, PT VIrama Karya (Persero)
Evaluasi Manajemen Kepemimpinan dalam Meningkatkan Profesionalitas Guru di SMP Pancasila Kota Bengkulu Muhammad Shidiq; Dimas Sartika; Try Widyanto
Al-Khair Journal: Management Education Vol 4, No 1 (2024): JUNI
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/al-khair.v4i1.4512

Abstract

Abstract: The purpose of this study was to evaluate the principal's leadership management in improving teacher professionalism at SMP Pancasila Kota Bengkulu. Using qualitative descriptive methods CIPP approach. The subjects in this study were the principal, vice principal of the curriculum, and teachers at SMP Pancasila. The results of the study can be concluded as follows; (1) Leadership has created a conducive school climate, provided advice and encouragement to school residents and implemented an attractive learning model that is contextual; (2) Input evaluation, that human resources still do not meet the standards, because this school lacks educators, while supporting facilities for the teaching and learning process are also still lacking. Funds sourced from foundations, BOS and third party assistance that are considered insufficient for school needs; (3) process evaluation, it can be seen that the principal's managerial program has been implemented based on management functions, namely: planning, organizing, supervising, and assessing well, but the level of implementation is still lacking both in quantity and quality and teacher motivation is also still lacking, it can be seen that curriculum development is still weak, at the time of conducting PBM there are still teachers who teach not in accordance with the existing material or theme,  So they don't understand the material yet. RPP does not match the learning theme; and (4) product evaluation, In general, leadership management has been achieved, although not optimally, so that the results of the evaluation can be suggested that it is necessary to improve the implementation of learning through leadership management evaluationKeywords: Evaluation, Leadership Management, Teacher Professionalism Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi manjemen kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan profesionalitas guru di SMP Pancasila Kota Bengkulu. Menggunakan metode deskriptif kualitatif pendekatan CIPP. Subjek dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah kurikulum, dan guru di SMP Pancasila. Hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut; (1) Kepemimpinan telah menciptakan iklim sekolah yang kondusif, memberikan nasehat dan dorongan kepada warga sekolah serta melaksanakan model pembelajaran yang menarik yang merupakan kontek; (2) Evaluasi input, bahwa SDM masih belum memenuhi standar, karena sekolah ini kekurangan tenaga pendidik, sedang fasilitas pendukung proses belajar mengajar juga masih kurang. Dana bersumber dari yayasan, BOS dan bantuan pihak ketiga yang dirasa belum mencukupi kebutuhan sekolah; (3) evaluasi proses, terlihat program manajerial Kepala Sekolah telah dilaksanakan berdasarkan fungsi–fungsi manajemen yakni: perencanaan, pengorganisasian, pengawasan, dan penilaian secara baik, namun tingkat implementasi masih kurang baik kuantitas maupun kualitas dan motivasi guru juga masih kurang, terlihat pada pengembangan kurikulum masih lemah, pada saat melakukan PBM masih ada guru yang mengajar belum sesuai dengan materi atau tema yang ada, sehingga belum memahami materi. RPP tidak sesuai tema pembelajaran; dan (4) evaluasi produk, Secara umum manajemen kepemimpinan sudah tercapai, meskipun belum maksimal, sehingga hasil evaluasi dapat disarankan perlu perbaikan pelaksanaan pembelajaran melalui evaluasi manajemen kepemimpinanKata Kunci : Evaluasi, Manjemen Kepemimpinan, Profesionalitas Guru
Miskonsepsi Evaluasi Kelembagaan Pendidikan Islam Dalam Sistem Pendidikan Nasional di Indonesia Damas Ahmad Yunus; Hermansyah Hermansyah; Lia Kurniati
Al-Khair Journal: Management Education Vol 4, No 1 (2024): JUNI
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/al-khair.v4i1.4624

Abstract

Abstract: The evaluation of Islamic education institutions in the national education system in Indonesia often occurs misconceptions, marked by some people still consider that the concept of evaluation used by Islamic educational institutions is still wrong. The purpose of this study is to describe and analyze misconceptions of institutional evaluation of Islamic education in the national education system. Using descriptive qualitative methods. The results of the study can be concluded that the misconception of institutional evaluation of Islamic education in the national education system is an assessment technique for the behavior of students based on comprehensive calculation standards and all aspects of mental, psychological and spiritual life, religion. The Indonesian education system consists of several levels according to the level of development, ability and goals achieved by students. Starting from basic education (SD), (SMP), (SMA), and higher education. Misconceptions about the evaluation of Islamic educational institutions in the national education system are misconceptions about the purpose of evaluation because there are some people who consider that the main purpose of evaluation is to assess the success of individuals or schools in achieving academic achievement only, so it can be suggested that to improve the understanding of the concept of evaluation in Islamic educational institutions so that there are no misconceptions in the national education system in Indonesia.Keywords: Misconception, Evaluation, Islamic education institutions, national education system  Abstrak: Evaluasi kelembagaan pendidikan Islam dalam sistem pendidikan nasional di Indonesia sering terjadi miskonsepsi, ditandai dengan beberapa orang masih menganggap bahwa konsep evaluasi yang digunakan Lembaga pendidikan Islam masih keliru. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan dan menganalisis miskonsepsi evaluasi kelembagaan pendidikan Islam dalam system pendidikan nasional. Menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa miskonsepsi evaluasi kelembagaan pendidikan Islam dalam system pendidikan nasional merupakan teknik penilaian terhadap tingkah laku anak didik berdasarkan standar perhitungan yang bersifat komprehensip dan seluruh aspek-asepk kehidupan mental psikologi dan spiritual religius. Sistem pendidikan Indonesia terdiri atas beberapa tingkatan sesuai dengan level perkembangan, kemampuan dan tujuan yang di raih peserta didik. Mulai dari pendidikan dasar (SD), (SMP), (SMA), dan Pendidikan tinggi. Miskonsepsi tentang evaluasi Lembaga pendidikan Islam dalam sistem pendidikan nasional yaitu miskonsepsi tentang tujuan evaluasi disebabkan terdapat beberapa orang yang menganggap bahwa tujuan utama dari evaluasi adalah untuk menilai keberhasilan individu atau sekolah dalam mencapai prestasi akademik saja, sehingga dapat disarankan bahwa untuk meningkatkan pemahaman konsep evaluasi dalam kelembagaan pendidikan Islam agar tidak terjadi miskonsepsi dalam system pendidikan nasional di Indonesia.Kata Kunci: Miskonsepsi, Evaluasi, Kelembagaan pendidikan Islam, system pendidikan nasional

Page 1 of 2 | Total Record : 12