cover
Contact Name
Irsal
Contact Email
bengkuluirsal@gmail.com
Phone
+6285381305810
Journal Mail Official
bengkuluirsal@gmail.com
Editorial Address
Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Al-Khair Journal: Management Education
ISSN : 2808828X     EISSN : 28084632     DOI : 10.29300/al-khair.v5i2
Al-Khair Journal: Management Education di tahun 2022 telah merubah institusi/lembaga penerbit dari IAIN Bengkulu menjadi UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu. Hal ini sesuai dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2021 tentang Perubahan status IAIN Bengkulu menjadi UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu. Al-Khair Journal: Management Education di tahun 2024 telah menggantikan/merubah nama dari Al-Khair Journal: Management, Education and Law MENJADI Al-Khair Journal: Management Education. Al-Khair Journal : Management Education pernah mengalami kerusakan servers jurnal secara total (di hack) pada awal tahun 2024, yang mengakibatkan semua artikel yang sudah dipublish mulai Vol.1 No.1 2021 s-d Vol. 3 No.2 2023 hilang semua. Maka untuk menghindari kekosongan artikel tim pengelola Al-Khair Journal : Management Education melakukan upload ulang artikel tersebut secara quicksubmite.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2025): JUNI" : 12 Documents clear
Peran Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam Membentuk Akhlakul Karimah Perspektif teori Al Ghazali Era Media Sosial Pada Siswa Kelas IV SDN 02 Panggungrejo Khoirotunnisa Khoirotunnisa; Salamun Salamun; Maya Aulia
Al-Khair Journal: Management Education Vol 5, No 1 (2025): JUNI
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/al-khair.v5i1.7206

Abstract

Abstract: The noble character among students has not been formed properly, indicated by the ongoing bullying among students, lying, instant behavior and lack of discipline. The purpose of this study is to describe and analyze the role of Islamic religious education (PAI) teachers in forming noble character from the perspective of Al Ghazali’s theory in the Social Media Era in grade students IV SDN 02 Panggungrejo Lampung. Using qualitative methods with a descriptive approach. Data were collected through interviews, questionnaires, documentation, and literature reviews, and analyzed using data reduction, data display, and verification techniques. The results of the study can be concluded that the role of Islamic religious education (PAI) teachers in forming noble morals from the perspective of Al Ghazali’s theory of social media is very diverse, it is known that students really like the story method (qishah). This method shows results of 54.15% of the opinions of 24 students. So the role of preachers is very relevant, with the use of this method, because preaching is currently trending in society. So it can be suggested that teachers are expected to have spiritual intelligence, to deal with the behavior of students in the social media era. Because the social media era has positive influences, such as increasing students’ creativity and insight, and negative influences, such as decreasing interest in learning and the formation of negative behavior in students at school.Keywords: The Role of Islamic Religious Education Teachers, Akhlakul Karimah, Al Ghazali’s Theory, Social Media Era. Abstrak: Akhlak karimah dikalangan siswa belum terbentuk secara baik, ditandai masih terjadi bulliying diantara siswa, perilaku bohong, instan dan tidak disiplin. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan dan menganalisis peran guru pendidikan agama Islam (PAI) dalam membentuk akhlakul karimah perspektif teori Al Ghazali Era Media Sosial pada siswa kelas IV SDN 02 Panggungrejo Lampung. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, angket, dokumentasi, dan riview literature, serta dianalisis dengan tekhnik reduksi data, display data, dan verifikasi. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa peran guru pendidikan agama Islam (PAI) dalam membentuk akhlak karimah perspektif teori Al Ghazali eram media sosial sangat beragam, diketahui siswa sangat menyukai metode cerita (qishah). Metode ini menunjukkan hasil sebesar 54,15% dari pendapat 24 siswa. Maka peran pendakwah sangat relevan, dengan penggunaan metode ini, karena dakwah saat ini sedang trend di kalangan masyarakat. Sehingga dapat disarankan guru diharapkan memiliki kecerdasan spiritual, untuk menghadapi tingkah laku siswa era media sosial. Karena era media sosial terdapat pengaruh posotif, seperti meningkatkan kreativitas dan wawasan siswa, dan pengaruh negative, seperti menurunnya minat belajar dan terbentuknya prilaku negatif pada siswa di sekolah.Kata kunci: Peran, Guru Pendidikan Agama Islam, Akhlakul Karimah,  Teori Al Ghazali, Era Media Sosial.
Refleksi Filosofi Pendidikan Multikultural dalam Membentuk Akhlakul Karimah Peserta Didik di SMPN 42 Bengkulu Utara Irsal Irsal
Al-Khair Journal: Management Education Vol 5, No 1 (2025): JUNI
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/al-khair.v5i1.8334

Abstract

 Abstract: Good morals among students are still difficult to develop, it is seen that students still like to bully, tease, and find it difficult to appreciate diversity. The purpose of this study is to describe and analyze the reflection of the philosophy of multicultural education in forming the noble character of students at SMPN 42 Bengkulu Utara. Using a qualitative descriptive method with a library research approach. The results of the study show that reflection on multicultural education can form noble morals, because philosophically multicultural education is in line with the Islamic view that upholds the values of brotherhood, peace, and civility in life. The formation of noble morals through multicultural education that teaches the values of tolerance, justice, equality, mutual respect and mutual appreciation for diversity. Reflection on the philosophy of multicultural education seeks to carry out learning, self-development of students, and understanding in the learning process by instilling multicultural values, for personal and professional growth of students. So by reflecting on the experience of the multicultural education learning process, a person can learn, develop and become a better person with noble morals. Thus it can be concluded that multicultural education reflection can form students' noble morals. So it can be suggested to form students' noble morals then increase multicultural education reflection in schools.Keywords: Philosophical Reflection, Multicultural Education, Students' Morals. Abstrak: Akhlak karimah di kalangan peserta didik masih terasa sulit, terlihat peserta didik masih suka membuly, mengejek, sulit menghargai keberagaman. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan dan menganalisis refleksi filosofi pendidikan multikultural dalam membentuk akhlak karimah peserta didik di SMPN 42 Bengkulu Utara. Menggunakan metode kualitatif deskriftif pendekatan library research. Hasil penelitian menunjukan bahwa refleksi pendidikan multikultural dapat membentuk akhlak karimah, karena secara filosofis pendidikan multikultural sejalan dengan pandangan Islam yang menjunjung tinggi nilai persaudaraan, perdamaian, dan keadaban dalam kehidupan. Pembentukan akhlak karimah melalui pendidikan multikultural yang mengajarkan nilai-nilai toleransi, keadilan, kesetaraan, saling menghormati dan saling menghargai atas keberagaman. Refleksi filosofi pendidikan multikultural berupaya melakukan pembelajaran, pengembangan diri pseserta didik, dan pemahaman dalam proses pembelajaran dengan menanamkan nilai-nilai multicultural, untuk pertumbuhan pribadi, dan professional peserta didik. Sehingga dengan merefleksikan pengalaman dari proses pembelajaran pendidikan multikultural, maka seseorang dapat belajar, berkembang dan menjadi pribadi yang lebih baik dan berakhlak karimah. Dengan demikian dapat disimpulakn bahwa refleksi pendidikan multikultural dapat membentuk akhlak karimah peserta didik. Sehingga dapat disarankan untuk membentuk akhlak karimah peserta didik maka tingkatkan refleksi pendidikan multikultural di sekolah.Kata kunci: Refleksi Filosofis, Pendidikan Multikultural, Akhlakul Karimah Peserta Didik.
Pengaruh Penggunaan Metode Pembelajaran Aktif Terhadap Peningkatan Pemahaman Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di MAN 2 Kota Bengkulu Ilvia Anggun Dwi Mutiara; Verly Tri Seftiani; Intan Meida Ababil; Qolbi Khoiri
Al-Khair Journal: Management Education Vol 5, No 1 (2025): JUNI
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/al-khair.v5i1.8298

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the influence of the use of active learning methods on improving the understanding of Islamic religious education subjects in MAN 2 Bengkulu City. Using a quantitative method with a pseudo-experimental design approach. The research sample of 60 students was divided into two groups, namely the experimental group and the control group. The results of the study showed that the use of active learning methods had a positive and significant influence on the improvement of understanding of Islamic religious education subjects, as seen from the results of the experiment as follows: the average posttest score for the experimental group using the active learning method was 82.5, while the control group that used the traditional lecture method only obtained an average post-test score of 65.2. And the results of the ttest showed a value of p = 0.001 (p<0.05), this means that there was a significant difference between the experimental group and the control group in the understanding of Islamic religious education subjects. So it can be suggested, to improve the understanding of Islamic religious education subjects, increase the use of active learning methods in madrasas.Keywords: The use of active learning methods, understanding Islamic religious education materials, MAN 2 Kota Bengkulu.Abstak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan metode pembelajaran aktif terhadap peningkatan pemahaman mata pelajaran pendidikan agama Islam di MAN 2 Kota Bengkulu. Menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan desain eksperimen semu. Sampel penelitian 60 siswa dibagi dalam dua kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan metode pembelajaran aktif memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap peningkatan pemahaman mata pelajaran pendidikan agama Islam, terlihat dari hasil eksperimen sebagai berikut rata-rata nilai post-test untuk kelompok eksperimen yang menggunakan metode pembelajaran aktif adalah 82,5, sementara kelompok kontrol yang menggunakan metode ceramah tradisional hanya memperoleh rata-rata nilai post-test sebesar 65,2. Dan hasil uji t-test menunjukkan nilai p = 0,001 (p<0,05), ini berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dalam pemahaman mata pelajaran pendidikan agama Islam. Sehingga dapat disarankan, untuk meningkatkan pemahaman mata pelajaran pendidikan agama Islam, maka tingkatkanlah penggunaan metode pembelajaran aktif di madrasah.Kata kunci: Penggunaan Metode Pembelajaran Aktif, Pemahaman Materi Pendidikan Agama Islam, MAN 2 Kota Bengkulu.
Implementasi Kurikulum Merdeka dalam Pembelajaran Bahasa Inggris di SMKN 02 Kota Bengkulu Basinun Basinun; Ivanda Tegar; Muhammad Yusuf Afif; Haruwan Lupiarto Reza Susangkut
Al-Khair Journal: Management Education Vol 5, No 1 (2025): JUNI
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/al-khair.v5i1.8330

Abstract

Abstract: The implementation of the independent curriculum has not been effective, as indicated by the fact that educators have not been able to provide freedom to students and educators have not been able to determine the methods, objectives, and models of learning. The purpose of this study was to evaluate the implementation of the independence curriculum in English learning at SMKN 02 Bengkulu City. Using a descriptive qualitative method with information sources obtained through observation, surveys, and literature studies. The results of the study show that the implementation of the independent curriculum in general has been carried out but is still not effectively implemented by the school. The implementation of the independent curriculum does not meet the learning expectations that should be implemented by focusing more on students, but in the field the role of teachers still dominates the classroom. In this curriculum, students are still less free to learn English well. Thus, it can be concluded that the implementation of the independent curriculum in general has been carried out but has not been effective. The recommendation of this study is to conduct an assessment of the use of the independent curriculum implemented at SMKN 2 Kota Bengkulu.Keywords: Implementation of Independent Curriculum, English Language Learning.Abstrak: Implementasi kurikulum merdeka beluf efektif ditandai bahwa tenaga pendidik belum mampu memberikan keleluasaan kepada peserta didik dan tenaga pendidik belum mampu menentukan cara, tujuan, dan model pembelajaran. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi implementasi kurikulum merdeka dalam pembelajaran Bahasa Inggris di SMKN 02 Kota Bengkulu. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan sumber informasi yang didapat melalui pengamatan, survei, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kurikulum merdeka secara umum sudah dilakukan namun masih belum efektif di laksanakan oleh pihak sekolah. Pelaksanaan kurikulum merdeka tidak memenuhi ekspetasi pembelajaran yang seharusnya dilaksanakan dengan lebih memfokuskan kepada siswa, namun pada lapangan peran guru masih mendominasi ruang kelas. Dalam kurikulum ini, siswa masih kurang leluasa mempelajari Bahasa Inggris dengan baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa implementasi kurikulum merdeka secara umum sudah dilakukan namun belum efektif. Rekomendasi penelitian ini adalah untuk melakukan penilaian terhadap penggunaan kurikulum merdeka yang dilaksanakan di SMKN 2 Kota Bengkulu.Kata kunci: Implementasi Kurikulum Merdeka, Pembelajaran Bahasa Inggris.
Efektivitas Penggunaan Media Pembelajaran Interaktif Quiziz dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Kelas VIII SMPN 18 Kota Bengkulu Asmara Yumarni; Geon Protomo; Sarah Wulandari; Musamah Al Jaenab; Pardi Pardi
Al-Khair Journal: Management Education Vol 5, No 1 (2025): JUNI
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/al-khair.v5i1.8329

Abstract

Abstract: Die Lernergebnisse des Islamischen Religionsunterrichts (PAI) sind nach wie vor schwer zu verbessern, da der Einsatz von Lernmedien nicht voll wirksam ist, was sich dadurch auszeichnet, dass es immer noch Schüler gibt, die beim Erlernen von PAI übersättigt und gelangweilt sind. Der Zweck dieser Studie ist es, die Wirksamkeit des Einsatzes von interaktiven Quiz-Lernmedien bei der Verbesserung der Lernergebnisse der Schüler in der islamischen Religionspädagogik Klasse VIII SMPN 18 Bengkulu City zu kartieren und zu analysieren. Mit einer deskriptiven qualitativen Methode. The results of the study show that the use of quizizz interactive learning media can improve student learning outcomes in PAI subjects, this can be seen to increase the understanding of PAI material and student learning participation increases, the PAI learning process is more fun and interactive. Thus, it can be concluded that the effective use of quizizz interactive learning media can improve the learning outcomes of PAI subjects in grade VIII students of SMPN 8 Bengkulu City. So that it can be suggested to improve PAI learning outcomes, so effectively use qizizz interactive learning media in PAI subjects in schools.Keywords: Effectiveness of Using Interactive Learning Media Quizizz, Islamic Religious Education Learning Outcomes, SMPN 18 Bengkulu City.  Abstrak: Hasil belajar belajar Pendidikan Agama Islam (PAI) masih sulit ditingkatkan dikarenakan penggunaan media pembelajaran belum sepenuhnya efektif, ditandai masih terdapat siswa jenuh dan bosan dalam belajar PAI. Tujuan penelitian ini untuk memetakan dan menganalisis efektivitas penggunaan media pembelajaran interaktif quizizz dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam kelas VIII SMPN 18 Kota Bengkulu. Menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran interaktif quizizz dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PAI, hal ini terlihat terjadi peningkatan pemahaman materi PAI dan partisipasi belajar siswa menjadi meningkat, proses pembelajaran PAI lebih menyenangkan dan interaktif. Dengan demikian, dapat disimpulkan penggunaan media pembelajaran interaktif quizizz yang efektif dapat meningkatkan hasil belajar mata pelajaran PAI pada siswa kelas VIII SMPN 8 Kota Bengkulu. Sehingga dapat disarankan untuk meningkatkan hasil belajar PAI, maka efektifkan penggunaan media pembelajaran interaktif qizizz pada mata pelajaran PAI di sekolah.Kata kunci: Efektivitas Penggunaan Media Pembelajaran Interaktif Quizizz, Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam, SMPN 18 Kota Bengkulu.
Strategi Guru Dalam Pengembangan Pola Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berwawasan Pendidikan Multikultural di Sekolah Dasar IT Harapan Mulia Palembang Abd. Amri Siregar
Al-Khair Journal: Management Education Vol 5, No 1 (2025): JUNI
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/al-khair.v5i1.8305

Abstract

Abstract: Teachers' strategies in developing multicultural-oriented learning patterns are not optimal, as indicated by ongoing brawls between students, inter-ethnic conflicts, and religious blasphemy. The purpose of this study was to analyze teachers' strategies in developing multicultural-oriented Islamic religious education learning patterns in schools. Using descriptive qualitative methods. The results of the study show that teacher strategies in developing Islamic religious education learning patterns with a multicultural perspective are a series of activities designed and developed by teachers in instilling values of tolerance, encouraging students to appreciate differences in culture, customs, ethnicity and religion, building an understanding of diversity and forming an Islamic personality among students. Thus it can be concluded that the teacher's strategy in developing a multicultural Islamic religious education learning pattern includes teachers providing knowledge, understanding, attitudes and actions in developing conditions of differences and similarities in gender, race, culture, customs, ethnicity and religion, and teachers are able to provide knowledge, attitudes and behavior in implementing educational interactions and social interactions based on multicultural values to students. So it can be suggested in developing a multicultural Islamic religious education learning pattern, then improve teacher strategies in schools.Keywords: Teacher Strategy, Learning Pattern Development, Multicultural Education. Abstrak: Strategi guru dalam pengembangan pola pembelajaran berwawasan multikultural belum optimal, ditandai masih terjadi tawuran antar pelajar, konflik antar etnis, dan penistaan agama. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis strategi guru dalam pengembangan pola pembelajaran pendidikan agama Islam berwawasan pendidikan multikultural di sekolah. Menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru dalam pengembangan pola pembelajaran pendidikan agama Islam berwawasan multikultural merupakan segala rangkaian kegiatan yang dirancang dan dikembangkan oleh guru dalam menanamkan nilai-nilai toleransi, mendorong peserta didik untuk menghargai perbedaan budaya, adat istiadat, etnis dan agama, membangun pemahaman tentang keberagaman serta membentuk kepribadian islami di kalangan peserta didik. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa strategi guru dalam pengembangan pola pembelajaran pendidikan agama Islam berwawasan multikultural antara lain guru memberikan pengetahuan, pemahaman, sikap dan tindakan dalam mengembangkan kondisi perbedaan jenis kelamin, ras, budaya, adat istiadat, etnik dan agama, serta memberikan pengetahuan, sikap dan perilaku dalam mengimplementasikan interaksi edukatif dan interaksi sosial berdasarkan nilai-nilai multikultural kepada peserta didik. Sehingga dapat disarankan dalam pengembangan pola pembelajaran PAI berwawasan multicultural, maka tingkatkan strategi guru di sekolah.Kata kunci: Strategi Guru, Pengembangan Pola Pembelajaran, Pendidikan Multikultural.
Efektifitas Penggunaan Metode Pembelajaran Bercerita dalam Meningkatkan Perilaku Sosial Siswa Madrasah Ibtidaiyah di Kota Bengkulu Diana Riyanti; Faisal Ahmad Akbar; Kamal Karazi; Iin Nurjanah; Deko Rio Putra
Al-Khair Journal: Management Education Vol 5, No 1 (2025): JUNI
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/al-khair.v5i1.8306

Abstract

Abstract: The use of the storytelling learning method is still difficult among students, because students' interest in reading is still relatively low. The purpose of this study is to analyze the effectiveness of the use of storytelling learning methods in improving the social behavior of Madrasah Ibtidaiyah students in Bengkulu City. Using a descriptive qualitative method. The results of the study show that the storytelling method is one of the ways of speaking, providing learning experiences and honing students' literacy skills orally which is designed in play activities and fun for students, useful in the formation of character and good behavior for students. Social behavior is a person's action in the form of the result of relationships between individuals and the surrounding environment. Thus, it can be concluded that the storytelling method is considered effective in improving students' social behavior, because storytelling can make students comfortable, calm and happy and can help students in their imagination. By listening to stories, students do not feel advised and dictated by parents and teachers, but the moral messages conveyed in stories are strongly imprinted in the memory of students and students can behave and behave according to the content of the story. So that it can be suggested to improve students' social behavior, then increase the effectiveness of the use of storytelling methods in learning at madrasas.Keywords: Effectiveness, Storytelling Learning Methods, Social Behavior, Madrasah Ibtidaiyah in Bengkulu City. Abstrak: Penggunaan metode pembelajaran bercerita masih sulit dikalangan siswa, karena minat baca siswa masih tergolong rendah. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis efektifitas penggunaan metode pembelajaran bercerita dalam meningkatkan perilaku sosial siswa Madrasah Ibtidaiyah di Kota Bengkulu. Menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode bercerita merupakan salah satu cara bertutur kata, pemberian pengalaman belajar dan mengasah keterampilan literasi siswa secara lisan yang dirancang dalam kegiatan bermain dan menyenangkan bagi siswa, berguna dalam pembentukan karakter dan perilaku baik bagi siswa. Perilaku sosial merupakan suatu tindakan seseorang berupa hasil hubungan antar individu dengan lingkungan sekitarnya. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa metode bercerita dianggap efektif dalam meningkatkan perilaku sosial siswa, karena bercerita dapat membuat siswa nyaman, tenang sekaligus senang dan dapat membantu siswa dalam berimajinasi. Dengan mendengarkan cerita, siswa tidak merasa dinasehati dan di dekte oleh orang tua dan guru, namun pesanpesan moral yang disampaikan dalam cerita kuat terpatri dalam ingatan siswa dan siswa dapat bersikap dan berperilaku sesuai isi cerita. Sehingga dapat disarankan untuk meningkatkan perilaku sosial siswa, maka tingkatkan efektifitkan penggunaan metode bercerita dalam belajar di madrasah.Kata kunci: Efektifitas, Metode Pembelajaran Bercerita, Perilaku Sosial, Madrasah Ibtidaiyah di Kota Bengkulu.
Penggunaan Model Pembelajaran Wordwall dalam Meningkatkan Minat Belajar Matematika Materi Bangun Ruang Pada Siswa Kelas 2 MI Nurul Huda Kota Bengkulu Annisa Nur Hasanah; Fadilah Fadilah; Siti Kholifah; Windamayanti Pohan
Al-Khair Journal: Management Education Vol 5, No 1 (2025): JUNI
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/al-khair.v5i1.8302

Abstract

Abstract: Math is still considered difficult, and tends to be less interesting for students, so it requires the development of the use of interactive learning models such as wordwall. The purpose of this study is to map and analyze the use of the wordwall learning model in increasing interest in learning mathematics in space building materials in 2nd grade students of MI Nurul Huda, Bengkulu City. Using the classroom action research method (PTK) approach involving 25 students, it was carried out in two cycles, each cycle consisted of planning, implementation/action, observation, and reflection. The results of the study show that the use of the wordwall learning model can increase interest in learning mathematics in building materials, this can be seen in pre-cycle activities the interest in learning mathematics in students' building materials is only 62.4%, in the first cycle it increases to 72%, and in the second cycle it increases to 80%. The increase in interest in learning mathematics in this space-building material shows that the wordwall learning model is able to change the learning atmosphere more fun and interactive, so that there is an increase in interest in learning mathematics in students. Therefore, it can be suggested that, to increase interest in learning mathematics in building materials, increase the use of the wordwall learning model in madrasah.Keywords: Usage, Wordwall Learning Model, Interest in Learning Mathematics Spatial Building Materials, Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurul Huda Bengkulu City. Abstrak: Matematika masih dianggap sulit, dan cenderung kurang menarik bagi siswa, sehingga membutuhkan pengembangan penggunaan model pembelajaran yang interaktif seperti wordwall. Tujuan penelitian ini untuk memetakan dan menganalisis penggunaan model pembelajaran wordwall dalam meningkatkan minat belajar matematika materi bangun ruang pada siswa kelas 2 MI Nurul Huda Kota Bengkulu. Menggunakan pendekatan metode penelitian tindakan kelas (PTK) dengan melibatkan 25 siswa, dilaksanakan dalam dua siklus, setiap siklusnya terdiri dari perencanaan, pelaksanaan/tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran wordwall dapat meningkatkan minat belajar matematika materi bangun ruang, hal ini terlihat pada kegiatan pra siklus minat belajar matematika materi bangun ruang siswa hanya sebesar 62,4%, pada siklus I meningkat menjadi 72%, dan pada siklus II meningkat menjadi 80%. Peningkatan minat belajar matematika materi bangun ruang ini menunjukkan bahwa model pembelajaran wordwall mampu mengubah suasana belajar lebih menyenangkan dan interaktif, sehingga terjadi peningkatan minat belajar matematika pada siswa. Oleh karena itu dapat disarankan bahwa, untuk meningkatkan minat belajar matematika materi bangun ruang, maka tingkatkanlah penggunaan model pembelajaran wordwall di madrasah.Kata kunci: Penggunaan, Model Pembelajaran Wordwall, Minat Belajar Matematika Materi Bangun Ruang, Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurul Huda Kota Bengkulu.
Evaluasi Penggunaan Model Kahoot dalam proses Pembelajaran Berbasis Digital di Madrasah Tsanawiyah Negeri Kota Bengkulu Zazali Juwita; Salsabila Salsabila; Bayu Nugraha; Nurniswah Nurniswah
Al-Khair Journal: Management Education Vol 5, No 1 (2025): JUNI
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/al-khair.v5i1.8331

Abstract

Abstract: The digital-based learning process still creates difficulties for students to see that students are not interested and bored in learning, so it requires an active, effective and fun kahoot learning model. The purpose of this study is to evaluate the use of the kahoot model in the digital-based learning process at Madrasah Tsanawiyah Negeri Bengkulu City. Using a descriptive qualitative method of the CIPP approach (context, input, process and product). The results of the study show that digital-based learning programs are generally good, but the kahoot model program in the digital learning process cannot be applied by all teachers and students, because there are still teachers and students who have limited equipment and optimal technological literacy. The input of the kahoot model in the digital-based learning process in general is good, but there are still some student teachers and teachers who are not ready with digital learning, financing, infrastructure facilities and curriculum. The process of using the kahoot model in the digital-based learning process in general is good such as fun and game-based learning, encouraging active participation, accelerating material understanding, and motivating students to focus more on learning, and keeping the learning atmosphere interesting and dynamic. However, there are still teachers who seem less interesting and boring in learning because they are not able to implement digital-based learning. Meanwhile, the product of using the kahoot model in the digital-based learning process in general is good, seeing the many achievements obtained by students, both academic and non-academic achievements, and 100% of student graduates can continue their education to a higher level. So it can be concluded that the results of the evaluation of the use of the kahoot model can improve the digitalbased learning process in madrasas. Thus, it can be suggested that to improve the digital-based learning process, increase the use of the kahoot learning model in madrasah.Keywords: Evaluation, Use of Kahoot Model, Digital-Based Learning Process, Madrasah Tsanawiyah Negeri Bengkulu City. Abstrak: Proses pembelajaran berbasis digital masih menciptakan kesulitan bagi siswa terlihat siswa tidak tertarik dan bosan dalam pembelajaran, sehingga membutuhkan model pembelajaran kahoot yang bersifat aktif, efektif dan menyenangkan. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi penggunaan model kahoot dalam proses pembelajaran berbasis digital di Madrasah Tsanawiyah Negeri Kota Bengkulu. Menggunakan metode kualitatif deskriptif pendekatan CIPP (conteks, input, proses dan produk). Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pembelajaran berbasis digital secara umum sudah bagus, namun program model kahoot dalam proses pembelajaran digital tidak semua guru dan siswa dapat diterapkan, karena masih terdapat guru dan siswa memiliki keterbatasan peralatan dan literasi teknologi secara optimal. Input model kahoot dalam proses pembelajaran berbasis digital secara umu sudah bagus, namun masih terdapat beberapa guru siswa dan guru tidak siap dengan pembelajaran digital, pembiayaan, sarana prasarana dan kurikulum. Proses penggunaan model kahoot dalam proses pembelajaran berbasis digital secara umum sudah bagus seperti pembelajaran menyenangkan dan berbasis permainan, mendorong partisipasi aktif, mempercepat pemahaman materi, serta memotivasi siswa untuk lebih focus belajar, dan menjaga suasana pembelajaran tetap menarik dan dinamis. Namun masih terdapat guru terkesan kurang menarik dan membosankan dalam pembelajaran karena tidak mampu menerapkan pembelajaran berbasis digital. Sedangkan produk penggunaan model kahoot dalam proses pembelajaran berbasis digital secara umum sudah bagus terlihat banyaknya prestasi yang didapatkan oleh siswa baik prestasi akademik maupun non akademik, dan lulusan siswa 100 % dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang satu tingkat lebih tinggi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa hasil evaluasi penggunaan model kahoot dapat meningkatkan proses pembelajaran berbasis digital di madrasah. Dengan demikian dapat disarankan bahwa untuk meningkatkan proses pembelajaran berbasis digital, maka tingkatkan penggunaan model pembelajaran kahoot di madrasah.Kata kunci: Evaluasi, Penggunaan Model Kahoot, Proses Pembelajaran Berbasis Digital, Madrasah Tsanawiyah Negeri Kota Bengkulu.
Problematika Siswa dalam Proses Pembelajaran Mata Pelajaran Bahasa Arab di Kelas 5 Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 01 Kota Bengkulu Maryam Maryam; Sri Sundari; Citra Adelina; Randi Akbar; Fery Ramadhan
Al-Khair Journal: Management Education Vol 5, No 1 (2025): JUNI
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/al-khair.v5i1.7160

Abstract

Abstract: Students still experience problems in the learning process of Arabic subjects, it can be seen that students are not interested in taking Arabic subjects. The purpose of this study is to map and analyze student problems in the learning process of Arabic subjects in grade 5 MIN 1 Bengkulu City. Using a descriptive qualitative method. The results of the study show that Arabic learning for class V MIN 1 Bengkulu City faces several problems. The most common problems encountered are that students are not interested in learning Arabic, do not master Arabic vocabulary, and have an environment that does not support students' learning progress, teachers are not able to explain the goals and benefits of learning Arabic, students do not have the desire and motivation to learn Arabic, madrassas do not provide opportunities and infrastructure to students to develop their Arabic language skills. So it can be concluded that the learning process of Arabic subjects is still experiencing problems for students, such as students are not interested, and students have no motivation to learn Arabic in madrassas.Keywords: Student Learning Problems, Arabic Language Subjects, Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 01 Bengkulu City. Abstrak: Siswa masih mengalami problematika dalam proses pembelajaran mata pelajaran Bahasa Arab, terlihat siswa tidak tertarik mengikuti mata pelajaran Bahasa Arab. Tujuan penelitian ini untuk memetakan dan menganalisis problematika siswa dalam proses pembelajaran mata pelajaran Bahasa Arab di kelas 5 MIN 1 Kota Bengkulu. Menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran bahasa Arab bagi kelas V MIN 1 Kota Bengkulu menghadapi beberapa problematika yaitu lingistik dan non linguistik. Problematika yang paling umum dijumpai adalah siswa tidak tertarik untuk belajar bahasa Arab, tidak menguasai kosa kata bahasa Arab, dan lingkungan tidak mendukung kemajuan siswa belajar, sebagian guru juga tidak mampu menjelaskan karakter siswa dan tujuan serta manfaat pembelajaran bahasa Arab, siswa tidak memiliki keinginan dan motivasi untuk belajar bahasa Arab, madrasah tidak memberikan kesempatan dan sarana prasarana kepada siswa untuk mengembangkan kemampuan berbahasa Arab mereka. Sehingga dapat disimpulkan bahwa proses pembelajaran mata pelajaran Bahasa Arab masih mengalami problematika bagi siswa, seperti siswa tidak tertarik, dan siswa tidak ada motivasi untuk belajar Bahasa Arab di madrasah.Kata kunci: Problematika Belajar Siswa, Mata Pelajaran Bahasa Arab, Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 01 Kota Bengkulu.

Page 1 of 2 | Total Record : 12