cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan
ISSN : 26857111     EISSN : 23386061     DOI : 10.21831
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan memuat dan menyebarluaskan hasil-hasil penelitian pendidikan dosen, dan penelitian disertasi mahasiswa S3 dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Hasil-hasil penelitian yang disampaikan pada jurnal ini tidak terbatas pada bidang evaluasi pendidikan tetapi juga hasil penelitian dan evaluasi pendidikan dalam arti luas, seperti bidang teknologi dan kejuruan, ilmu pengetahuan sosial, pendidikan luar sekolah, linguistik terapan, teknologi pembelajaran, manajemen pendidikan, pendidikan sains, dan pendidikan matematika. Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan dengan Nomor ISSN cetak 1410-4725 dan ISSN online 2338-6061 telah terakreditasi kembali dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 040/P/2014 yang berlaku selama 5 (lima) tahun sejak ditetapkan pada tanggal 18 Februari 2014
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (1998)" : 12 Documents clear
Evaluasi Sistem Penjurusan Siswa SMU Sumadi, Sumadi
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 1, No 1 (1998)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v1i1.2115

Abstract

Penelitian evaluasi ini bertujuan untuk mengungkap masalah pelaksanaan penjurusan siswa SMU tahun ajaran 1996/1997, yang meliputi: (1) upaya sekolah dalam memenuhi data pribadi siswa untuk kepentingan penjurusan; (2) peran pelaksana dalam pelaksa­naan penjurusan siswa; (3) peran Kepala Sekolah sebagai penanggung jawab dalam pelaksanaan penjurusan siswa; (4) tingkat kebaikan proses penjurusan siswa; (5) kehandalan prestasi belajar dipakai sebagai salah satu dasar penjurusan siswa; (6) pencapaian prestasi belajar siswa setelah penjurusan; (7) tingkat kepuasan siswa terhadap hasil penjurusan; dan (8) keefektifan proses pelaksanaan penjurusan siswa SMU tahun ajaran 1996/1997. Hasil evaluasi pelaksanaan penjurusan siswa SMU tahun ajaran 1996/1997 menunjukkan, bahwa: (1) upaya sekolah dalam meme­nuhi data pribadi siswa untuk kepentingan penjurusan dalam kategori cukup baik; (2) peran pelaksana penjurusan dalam kategori baik; (3) peran Kepala Sekolah sebagai penanggung jawab penjurus­an dalam kategori cukup baik; (4) proses pelaksanaan penjurusan dalam kategori cukup baik; (5) prestasi belajar siswa termasuk handal dipakai sebagai salah satu dasar penjurusan; sumbangan efektif prestasi belajar siswa sebagai prediktor penjurusan sebesar 23,65%; (6) prestasi belajar siswa setelah penjurusan tenyata lebih baik dan pada sebelum penjurusan; (7) sebagian besar siswa (92 %) merasa minimal cukup puas terhadap hasil penjurusan; dan (8) keefektifan proses pelaksanaan penjurusan siswa SMU tahun ajaran 1996/1997 berhasil secara efektif. Meskipun pelaksanaan penjurusan siswa SMU tahun ajaran 1996/1997 berhasil secara efektif, namun dalam hal tertentu masih perlu upaya peningkatan dari semua pihak yang terkait dengan pelaksanaan penjurusan terutama dalam komponen/sub-komponen yang belum mencapai kategori baik. Prestasi belajar siswa sebagai prediktor penjurusan meskipun sudah dianggap handal, namun sumbangan efektifnya baru 23,65%. Jadi, untuk meningkatkan kehandalan prediktor penjurusan, perlu menggunakan sumber data siswa khususnya tes bakat dan tes minat dan SMU tidak hanya terpusat pada tradisi mengandalkan data dari tes hasil belajar siswa saja. Di samping itu, dalam menempatkan siswa ke jurusan tertentu diusahakan sesuai dengan kecenderungan kemampuan siswa, serta menghindari sistem kuota.
Penananamn Kemampuan Mengevaluasi Lukisan di Pendidikan Seni Rupa IKIP Yogyakarta Giri, Edin Shaedin Purnama
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 1, No 1 (1998)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v1i1.2110

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang penanaman kemampuan mengevaluasi karya seni lukis pada mahasiswa. Dengan pendekatan kualitatif dan metode etnografik peneli­tian dilakukan di Pendidikan Seni Rupa IKIP Yogyakarta. Data dikumpulkan dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan: analisis domain, taksonomi, komponensial, dan tema. Obyektivitas dan keabsahan data penelitian dilakukan dengan melihat validitas yang ditentukan oleh kredibilitas temuan dan interpretasinya, yang dicapai dengan cara memperpanjang observasi, triangulasi data, menggunakan balian referensi dan reliabilitas sinkronik. Hasil analisis data menunjukkan bahwa penanaman kemampuan mengevaluasi karya seni lukis sangat dibutuhkan, baik berdasarkan kurikulum. dosen, maupun mahasiswa. Ke-butulian ini sebenarnya dipengaruhi oleh orientasi pendidikan seni rupa yakni: pendidikan guru dan pendidikan seni rupa wan. Penanaman dilakukan dengan sistem aturan klasikal dan indivi­dual, sistem individual lebih banyak digunakan. Dalam proses penanamannya situasi lingkungan kurang mendukung, terutama lingkungan fisik dan sosial. Perilaku dosen yang diterima adalah weruh, ngerti, dan nglakoni, baik dalam penggunaan metode mengajar, evaluasi. maupun ungkapannya tentang penanaman. Sedangkan mahasiswa sebagai obyek dalam pembelajaran hams memiliki kemampuan awal, baik berupa wawasan dan kemampuan berkarya. Kedua kemampuan tersebut dipenga­ruhi oleh lingkungan, budaya. dan pendidikan asalnya. Pola yang sering muncul pada perilaku mahasiswa adalah berkarya-konsultasi, berkarya-mendiskusikannya, atau berkarya-mempresentasikannya. Artinya bahwa setiap mahasiswa berkarya akan selalu mengevaluasi karyanya, baik oleh dirinya, sesama maha­siswa, maupun oleh dosennya. Penanaman dilakukan melalui model self-evaluation, model bimbingan atau konsultasi secara individual. Model diskusi baik antar mahasiswa, maupun bebe-rapa mahasiswa dengan dosen.

Page 2 of 2 | Total Record : 12