cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
SIGMA EPSILON - Majalah Ilmiah Teknologi Keselamatan Nuklir
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
SIGMA EPSILON adalah majalah ilmiah yang menyajikan makalah hasil kegiatan riset dan kegiatan teknis penunjang riset lainnya yang dilaksanakan di Pusat Reaktor dan Keselamatan Nuklir (PTRKN) Badan Tenaga Nuklir Nasional.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 17, No 2 (2013): Mei 2013" : 6 Documents clear
PENENTUAN KAPASITAS PRODUKSI HIDROGEN DARI PERENGKAHAN AIR BERDASARKAN DISTRIBUSI KALOR RGTT-KOGENERASI Nurul Huda
SIGMA EPSILON - Buletin Ilmiah Teknologi Keselamatan Reaktor Nuklir Vol 17, No 2 (2013): Mei 2013
Publisher : Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/sigma.2013.17.2.1345

Abstract

PENENTUAN KAPASITAS PRODUKSI HIDROGEN DARI PERENGKAHAN AIR BERDASARKAN DISTRIBUSI KALOR RGTT-KOGENERASI. Hidrogen adalah molekul penting untuk energi dan pangan. Penggunaan hidrogen untuk energi dapat mengatasi sekaligus dua masalah, yaitu susutnya cadangan bahan bakar minyak dan pemanasan global. Di bidang pangan, hidrogen dibutuhkan sebagai bahan baku pembuatan amonia untuk pupuk nitrogen. Senyawa yang mengandung hidrogen dengan kelimpahan tinggi dan murah adalah air. Sumber energi primer diperlukan untuk merengkah molekul air dan menghasilkan hidrogen. Sumber energi potensial untuk tujuan tersebut adalah nuklir. Melalui sistem kogenerasi, reaktor nuklir gen-IV (generasi IV) merupakan sumber kalor strategis untuk produksi hidrogen dari air karena sifat gen-IV yang berkelanjutan dan mampu menghasilkan kalor temperatur tinggi dengan sistem keselamatan melekat yang andal. Tujuan makalah ini adalah menentukan kapasitas produksi hidrogen dari perengkahan air berdasarkan distribusi kalor RGTT (Reaktor berpendingin Gas Temperatur Tinggi) Kogenerasi. Dua teknik termokimia perengkahan air, yaitu siklus-SI (Sulfur-Iodium) dan siklus-I (Iodium) disimulasikankan dengan Aspen HYSYS. Hasil simulasi menunjukkan bahwa kalor 200 MW dari RGTT200K yang teralokasikan untuk produksi hidrogen adalah 59 MW. Daya kalor tersebut setara dengan laju produksi hidrogen 683 kg/jam (siklus-SI) atau 1.054 kg/jam (siklus-I). Siklus-SI dan siklus-I berada pada tahap pengembangan skala laboratorium dan ditujukan untuk produksi hidrogen dari air dengan energi nuklir tanpa pasokan gas alam.Kata Kunci : hidrogen, energi, pangan, reaktor nuklir, kogenerasi
ANALISIS PENGARUH UKURAN BUTIR KARBON AKTIF TERHADAP ADSORPSI GAS N2 DAN O2 PADA KONDISI KRIOGENIK Rahayu Kusumastuti
SIGMA EPSILON - Buletin Ilmiah Teknologi Keselamatan Reaktor Nuklir Vol 17, No 2 (2013): Mei 2013
Publisher : Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/sigma.2013.17.2.1348

Abstract

ANALISIS PENGARUH UKURAN BUTIR KARBON AKTIF TERHADAP ADSORPSI GAS N2 DAN O2 PADA KONDISI KRIOGENIK. RGTT200K merupakan reaktor generasi IV yang panasnya dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik dan produksi hidrogen. Dalam sistem pengoperasian RGTT 200K, helium sebagai pendingin di prediksikan mengandung beberapa pengotor diantaranya adalah H2O, CO2, CO, CH4, N2, O2, H2. Oksigen dan nitrogen merupakan salah satu jenis pengotor yang harus dipisahkan dari pendingin helium karena berpotensi terhadap degradasi sistem struktur dan komponen. Karbon aktif merupakan salah satu kandidat adsorben yang mempunyai kemampuan memisahkan gas N2 dan O2 pada pendingin RGTT 200K. Oleh karena itu dilakukan analisis pengaruh ukuran butir karbon aktif terhadap adsorpsi gas N2 dan O2 pada kondisi kriogenik dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh ukuran butir karbon aktif terhadap kapasitas adsorpsi karbon aktif dengan pemodelan unit adsorpsi Langmuir. Analisis dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak ChemCad. Hasil analisis menunjukkan bahwa ukuran butir mempunyai pengaruh yang signifikan. Kenaikan ukuran butir dari 0,5 mm sampai 10 mm akan menurunkan kapasitas serap oksigen dan nitrogen dari 1,12 gr/sec menjadi 0,2821 gr/sec terjadi penurunan sebesar 74,8125 % . Dengan ukuran butir 0,5 mm, mempunyai kapasitas adsorpsi paling maksimal. Namun pada ukuran butir semakin kecil maka presure drop nya semakin tinggi.Kata Kunci : Adsorpsi, Ukuran Butir, Karbon Aktif, Kriogenik
ANALISIS TEGANGAN PADA BELOKAN PIPA HOT LEG SISTEM PRIMER PWR MENGGUNAKAN PRINSIP MEKANIKA TEKNIK Abdul Hafidz
SIGMA EPSILON - Buletin Ilmiah Teknologi Keselamatan Reaktor Nuklir Vol 17, No 2 (2013): Mei 2013
Publisher : Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/sigma.2013.17.2.1351

Abstract

ANALISIS TEGANGAN PADA BELOKAN PIPA HOT LEG SISTEM PRIMER PWR MENGGUNAKAN PRINSIP MEKANIKA TEKNIK. Analisis tegangan pipa merupakan metoda yang tepat untuk memberikan jaminan bahwa sistem pipa instalasi dapat bekerja aman. Tujuan dilakukannya analisis tegangan adalah untuk memastikan bahwa beban-beban yang bekerja tidak melebihi batas tegangan maksimal seperti yang diatur oleh code dan standar khususnya pada daerah belokan pipa hot leg. Sebagai akibat dari pembelokan arah aliran air pendingin primer di belokan pipa maka aliran air terbagi yang menyebabkan terjadinya pusaran air, kavitasi dan getaran. Hal ini mengakibatkan tegangan yang ditahan oleh pipa pada daerah belokan besar. Setelah dilakukan analisis dan perhitungan diperoleh bahwa besar tegangan akibat aliran air tanpa efek termal mencapai 86 MPa dalam arah tangensial sedangkan jika efek termal diberikan dengan temperatur lebih dari 3210 C diperoleh nilai tegangan maksimum hingga 175,8 MPa. Dari hasil perbandingan perhitungan syarat batas yang diperoleh menunjukkan bahwa pipa hot leg dengan sudut belok 510 adalah sangat aman untuk dioperasikan.Kata Kunci : analisis tegangan, hot leg, belokan perpipaan, mekanika teknik.
ANALISIS THERMAL-FLOW RGTT DENGAN PROGRAM THERMIX Sudarmono Sudarmono
SIGMA EPSILON - Buletin Ilmiah Teknologi Keselamatan Reaktor Nuklir Vol 17, No 2 (2013): Mei 2013
Publisher : Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/sigma.2013.17.2.1341

Abstract

ANALISIS THERMAL-FLOW RGTT DENGAN PROGRAM THERMIX. Analisis 2 dimensi (2D) diperlukan untuk mempelajari karakteristik thermal-flow reaktor di dalam kondisi tunak. Dibandingkan dengan code termal-hidraulik 3D yang telah mapan ATTICA3D (Advanced Thermal Hydraulics Tool for In-vessel & Core Analysis in 3D), code analisis sistem 2D yang baru THERMIX, yang dikembangkan oleh IKE dari University of Stuttgart berbasis TH2D, digunakan untuk melakukan kalkulasi dan analisis thermal-flow RGTT kondisi tunak. Suatu kalkulasi 2D untuk kondisi tunak diterapkan pada dasarnya untuk menunjukkan kemampuan simulasi 2D dari THERMIX, yang akan sangat bermanfaat pada tahap desain selanjutnya untuk konseptual desain RGTT. Berdasarkan perhitungan pada distribusi daya, perbandingan kalkulasi dua dimensi antara ATTICA3D dan THERMIX menunjukkan bahwa hasil-hasil utama yang meliputi penurunan tekanan dan distribusi temperatur berada dalam kesesuaian yang baik. Hasil simulasi 2D yang ditunjukkan dalam makalah ini masih hasil awal, dan pekerjaan penelitian lebih lanjut, seperti perbandingan dengan data eksperimental atau dengan beberapa code CFD komersial, perlu dilaksanakan dalam rangka untuk memvalidasi lebih lanjut code THERMIX dan mempelajari karakteristik 2D dari RGTT di masa mendatang.Kata Kunci : thermal-flow, RGTT, THERMIX, ATTICA3D, kondisi tunak
PENGEMBANGAN SISTEM AKUISISI DATA TEKANAN DAN TEMPERATUR PADA FESPeCo MENGGUNAKAN NI cRIO 9074 Kussigit Santosa
SIGMA EPSILON - Buletin Ilmiah Teknologi Keselamatan Reaktor Nuklir Vol 17, No 2 (2013): Mei 2013
Publisher : Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/sigma.2013.17.2.1354

Abstract

PENGEMBANGAN SISTEM AKUISISI DATA TEKANAN DAN TEMPERATUR PADA FESPeCo MENGGUNAKAN NI cRIO 9074. Telah dilakukan pembuatan sistem akuisisi data tekanan dan temperatur pada sarana eksperimen pendinginan sungkup reaktor. FESPeCo (Fasilitas Eksperimen Pendingin Containtment) merupakan sarana simulasi untuk mendalami perilaku pembebanan internal yaitu berupa perubahan tekanan dan temperatur didalam sungkup reaktor PLTN jenis PWR yang diakibatkan karena kehilangan pendingin air. Tekanan gas yang berasal proses pelepasan hasil fisi serta uap air direpresentasikan dengan tekanan gas Helium (He) dan disimulasikan dengan mengatur mengatur laju alir gas He kedalam sungkup. Untuk mengamati fenomena ini diperlukan suatu sistem akusisi data untuk mencatat perubahan tekanan dan temperatur yang sangat cepat terjadi. Tujuan dari pembuatan sistem akuisisi data temperatur dan tekanan ini ada lah untuk mempermudah dan membantu pengumpulan data temperatur dan tekanan pada sungkup yang disebabkan karena pendinginan semburan air dengan kondisi tertentu. Dalam kegiatan ini, dilakukan perangkaian modul-modul berupa perangkat keras dan pengembangan perangkat lunak. Perangkat keras utamanya terdiri Modul cRIO 9074, modul Ni 9213 , modul Ni 9203 dan komputer. Perangkat lunak yang digunakan adalah LabVIEW 2011. Sensor yang digunakan pada pengukuran laju alir gas menggunakan digital mass flow meters tipe FMA 6600 dari Omega dan sensor tekanan menggunakan pressure transducer tipe M5100. Dari hasil uji coba dapat disimpulkan bahwa pembuatan sistem akuisisi data temperatur dan tekanan dapat berjalan dengan baik dan dapat dipergunakan untuk keperluan akuisisi data tekanan dan temperatur serta laju alir gas He pada FESPeCo. Kata Kunci : Akuisisi data, Temperatur, Tekanan dan Modul Ni cRIO 9074
PENENTUAN KAPASITAS PRODUKSI HIDROGEN DARI PERENGKAHAN AIR BERDASARKAN DISTRIBUSI KALOR RGTT-KOGENERASI Nurul Huda
SIGMA EPSILON - Buletin Ilmiah Teknologi Keselamatan Reaktor Nuklir Vol 17, No 2 (2013): Mei 2013
Publisher : Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/sigma.2013.17.2.1344

Abstract

PENENTUAN KAPASITAS PRODUKSI HIDROGEN DARI PERENGKAHAN AIR BERDASARKAN DISTRIBUSI KALOR RGTT-KOGENERASI. Hidrogen adalah molekul penting untuk energi dan pangan. Penggunaan hidrogen untuk energi dapat mengatasi sekaligus dua masalah, yaitu susutnya cadangan bahan bakar minyak dan pemanasan global. Di bidang pangan, hidrogen dibutuhkan sebagai bahan baku pembuatan amonia untuk pupuk nitrogen. Senyawa yang mengandung hidrogen dengan kelimpahan tinggi dan murah adalah air. Sumber energi primer diperlukan untuk merengkah molekul air dan menghasilkan hidrogen. Sumber energi potensial untuk tujuan tersebut adalah nuklir. Melalui sistem kogenerasi, reaktor nuklir gen-IV (generasi IV) merupakan sumber kalor strategis untuk produksi hidrogen dari air karena sifat gen-IV yang berkelanjutan dan mampu menghasilkan kalor temperatur tinggi dengan sistem keselamatan melekat yang andal. Tujuan makalah ini adalah menentukan kapasitas produksi hidrogen dari perengkahan air berdasarkan distribusi kalor RGTT (Reaktor berpendingin Gas Temperatur Tinggi) Kogenerasi. Dua teknik termokimia perengkahan air, yaitu siklus-SI (Sulfur-Iodium) dan siklus-I (Iodium) disimulasikankan dengan Aspen HYSYS. Hasil simulasi menunjukkan bahwa kalor 200 MW dari RGTT200K yang teralokasikan untuk produksi hidrogen adalah 59 MW. Daya kalor tersebut setara dengan laju produksi hidrogen 683 kg/jam (siklus-SI) atau 1.054 kg/jam (siklus-I). Siklus-SI dan siklus-I berada pada tahap pengembangan skala laboratorium dan ditujukan untuk produksi hidrogen dari air dengan energi nuklir tanpa pasokan gas alam.Kata Kunci : hidrogen, energi, pangan, reaktor nuklir, kogenerasi

Page 1 of 1 | Total Record : 6