cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
SIGMA EPSILON - Majalah Ilmiah Teknologi Keselamatan Nuklir
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
SIGMA EPSILON adalah majalah ilmiah yang menyajikan makalah hasil kegiatan riset dan kegiatan teknis penunjang riset lainnya yang dilaksanakan di Pusat Reaktor dan Keselamatan Nuklir (PTRKN) Badan Tenaga Nuklir Nasional.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 21, No 2 (2017): November 2017" : 5 Documents clear
KARAKTERISTIKA TERAS RSG-GAS DENGAN BAKAR BAKAR SILISIDA Purwadi Purwadi
SIGMA EPSILON - Buletin Ilmiah Teknologi Keselamatan Reaktor Nuklir Vol 21, No 2 (2017): November 2017
Publisher : Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (727.806 KB) | DOI: 10.17146/sigma.2017.21.2.4062

Abstract

KARAKTERISTIKA TERAS RSG-GAS DENGAN BAHAN BAKAR SILISIDA. RSG-GAS sudah beroperasi 30 tahun sejak kritis pertama tahun 1987. Pada desain awal RSG-GAS menggunakan bahan bakar uranium oksida dengan pengayaan rendah. Pada tahun 1996, bahan bakar RSG-GAS diganti menjadi uranium silisida dengan pengayaan dan densitas yang sama yaitu 19,75 % dan 2,96 gU/cm3. Selanjutnya dilakukan pengkajian untuk penggantian bahan bakarnya dengan jenis yang sama namun densitasnya ditingkatkan menjadi 3,55 gU/cm3. Kini ada kemungkinan juga di- lakukan penggantian menjadi uranium molybdenum dengan densitas 3,55 gU/cm3. Dalam makalah ini akan dibahas karakteristika teras reaktor RSG-GAS dengan material bahan bakar yang berbeda namun pengkayaan dan densitas yang sama. Pengujian karakteristik teras reaktor dilakukan berdasar- kan hasil perhitungan maupun eksperimen yang ada. Dari hasil pengujian diperoleh karakteristiknya bahwa untuk teras RSG-GAS dengan bahan bakar uranium oksida dengan densitas 2,96 gU/cm3 dan uranium silisida dan molybdenum dengan densitas 3,55 gU/cm3 memiliki parameter kinetic yang relatif sama namun paramater neutroniknya berbeda. Dari hasil kajian ini diperoleh kesimpulan bah- wa karakteristika teras RSG-GAS sangat dipengaruhi oleh jenis bahan bakarnya. Kata kunci: karakteristika teras, bahan bakar silisida, reaktor RSG-GAS, parameter neutronik 
CLASSIFICATION OF MISSING VALUES HANDLING METHOD DURING DATA MINING: REVIEW Entin Hartini
SIGMA EPSILON - Buletin Ilmiah Teknologi Keselamatan Reaktor Nuklir Vol 21, No 2 (2017): November 2017
Publisher : Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (909.09 KB) | DOI: 10.17146/sigma.2017.21.2.4058

Abstract

CLASSIFICATION OF MISSING VALUES HANDLING METHOD DURING DATA MINING: REVIEW. Missing data often occurs in researchs or surveys. Many real datasets or data mining have missing data, thus affecting the quality of the data. There are various causes resulting in incomplete data, such as: manual data entry procedure, incorrect measurement, equipment error, and many others. Any errors causing data missing make it difficult in a data analysis. This is due to the algorithms of data analysis that only work if the data is complete. Missing data analysis may help resolving missing data. Missing data can be replaced with a value based on the possibility of other information available, so that the data set can be analyzed. Many specialists have been working on this issue to present more modern techniques. Many strategies are available for handling the missing data, however investigator has difficulty in finding the right technique in the absence of information about strategy and implementation. The purpose of this research paper is to classify methods of miss- ing data handling based on statistical method and machine learning. Results from this study are clas- sification methods of missing data handling by ignoring technique, model base technique and impu- tation technique , which are complemented with the advantages and disadvantages of each method. Keywords: missing value, statistic, machine learning, classification, method 
PERFORMANCE ANALYSIS OF RANKINE CYCLE USING SUPERCRITICAL STEAM FOR ENERGY CONVERSION SYSTEM OF RDE Ignatius Djoko Irianto
SIGMA EPSILON - Buletin Ilmiah Teknologi Keselamatan Reaktor Nuklir Vol 21, No 2 (2017): November 2017
Publisher : Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.464 KB) | DOI: 10.17146/sigma.2017.21.2.4059

Abstract

PERFORMANCE ANALYSIS OF RANKINE CYCLE USING SUPERCRITICAL STEAM FOR ENERGY CONVERSION SYSTEM OF RDE. The energy conversion system in the experi- mental power reactor (RDE) is designed using a steam turbine or in a cogeneration configuration with a Rankine cycle. This energy conversion system also functions as a reactor coolant system that implements an indirect cycle. Between the primary cooling system and the secondary cooling system is mediated by a heat exchanger that acts as a steam generator (SG). The temperature of the reactor outlet is 700 oC and the temperature of the steam generator outlet is 530 oC with the pressure of 60 bar. One of the performance parameters for energy conversion systems is thermal efficiency. This research aims to study the possibility of increasing thermal efficiency by conditioning the supercriti- cal vapor in the turbine inlet. The analysis and calculation of cooling thermodynamic parameters and coolant system performance parameters are performed using ChemCAD computer software. A simu- lation using ChemCAD for the RDE energy conversion system by conditioning the supercritical va- por at various pressure variations obtained that the highest thermal efficiency of 29.41 % occurred at supercritical vapor conditions with a pressure of 270 bar. This thermal efficiency is about 2.5 % higher than thermal efficiency at a pressure of 60 bar. Therefore a pressure of 270 bar can be consi- dered as an operating parameter for the Rankine cycle on RDE. Keywords: experimental power reactor, cooling system, ChemCAD, thermal efficiency 
STUDI KOMPARASI SIFAT CREEP TAHAP SEKUNDER PADA LOGAM INDUK DAN LOGAM LAS-LASAN SA516 Gr.70 Sri Nitiswati; Sudarno Sudarno; Kussigit Santosa; Agus Nur Rahman
SIGMA EPSILON - Buletin Ilmiah Teknologi Keselamatan Reaktor Nuklir Vol 21, No 2 (2017): November 2017
Publisher : Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1063.227 KB) | DOI: 10.17146/sigma.2017.21.2.4060

Abstract

STUDI KOMPARASI SIFAT CREEP TAHAP SEKUNDER PADA LOGAM INDUK DAN LOGAM LAS-LASAN SA516 Gr.70. Sifat atau perilaku creep dari suatu bahan sangat penting terutama untuk digunakan dalam analisa integritas struktur pada komponen reaktor yang beroperasi pada temperatur tinggi. Bahan SA516 Gr.70 adalah jenis baja karbon rendah yang digunakan sebagai bahan bejana tekan HTR-10. Salah satu fokus penelitian pada komponen ini adalah penelitian ter- hadap sifat creep bahan khususnya pada sambungan las-lasannya. Pada penelitian ini dilakukan pen- gujian creep pada temperatur 450 °C dan tegangan konstan 100 MPa. Pengujian dilakukan pada ba- han logam induk dan logam las-lasan SA516 Gr.70. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mem- peroleh sifat creep meliputi regangan creep, laju regangan creep, model patahan, dan creep cavity. Metode yang digunakan adalah dengan melakukan pengujian accelerated dan interrupted creep sampai tahap akhir creep sekunder. Hasil pengujian creep sampai tahap akhir sekunder untuk logam induk dicapai setelah diuji creep selama ± 12.800,6 jam adalah diperoleh regangan creep 0,0633 (mm/mm) dan laju regangan creep nya 4,95 x 10-6 (mm/mm/jam). Untuk logam las-lasan tahap akhir sekunder dicapai setelah diuji creep selama ± 11.400,6 jam adalah diperoleh regangan creep 0,0630 (mm/mm) dan laju regangan creep nya 5,53 x 10-6 (mm/mm/jam). Model bidang patahannya bersifat ulet dan creep cavity belum jelas terlihat. Disimpulkan bahwa antara logam induk dengan logam las- lasan SA516 Gr.70 yang dilakukan pengujian creep pada temperatur 450 °C dan tegangan konstan 100 MPa sampai pengujian mencapai tahap akhir creep sekunder, tidak ditemukan perbedaan yang signifikan dalam aspek perilaku creep untuk keduanya. Kata kunci: creep tahap sekunder, laju creep, creep cavity, SA516 Gr.70, 
ANALISIS KEKUATAN MEKANIK UNTUK FASILITAS FASE-PRHRS MENGGUNAKAN PERANGKAT LUNAK ANALISIS STRUKTUR Dedy Haryanto; Mulya Juarsa; Almira Citra Amelia; Dinan Andiwijayakusuma
SIGMA EPSILON - Buletin Ilmiah Teknologi Keselamatan Reaktor Nuklir Vol 21, No 2 (2017): November 2017
Publisher : Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (865.503 KB) | DOI: 10.17146/sigma.2017.21.2.4061

Abstract

ANALISIS KEKUATAN MEKANIK UNTUK FASILITAS FASE-PRHRS MENGGUNAKAN PERANGKAT LUNAK ANALISIS STRUKTUR. Station Black Out (SBO) di Fukushima Daiichi Jepang terjadi karena tidak adanya catu daya listrik bagi sistem aktif untuk mendinginkan teras reaktor, sehingga panas peluruhan di teras reaktor tidak dapat dibuang ke sistem pengambilan sisa panas dan kelingkungan. Untuk itu diperlukan sistem keselamatan pasif untuk membuang sisa panas hasil peluruhan yang dihasilkan ketika SBO terjadi atau sebab-sebab lain yang mengakibatkan sistem aktif tidak berfungsi. FASE-PRHRS (Fasilitas Eksperimen-Passive Residual Heat Removal System) merupakan suatu fasilitas eksperimen keselamatan sistem pasif yang direncanakan akan dibuat dengan skala tinggi 1/1 dan ditujukan untuk penelitian pengambilan panas sisa pada teras reaktor dan beroperasi secara alamiah tanpa membutuhkan catu daya listrik. Fasilitas tersebut menggunakan struktur Untai Uji Termohidrolika Reaktor (UUTR) sebagai penopang komponen-komponennya se- hingga struktur mengalami penambahan beban selain beban dari komponen-komponen UUTR. Un- tuk mengetahui keamanan penggunaan struktur UUTR sebagai penopang maka dilakukan pengujian secara simulasi menggunakan perangkat lunak analisis struktur. Hasil pengujian mendapatkan tegan- gan mekanik terbesar yang terjadi yaitu 4,41 x 106 N/m2, sedangkan translation displacement terbesar yaitu 0,1150 mm. Tegangan mekanik yang terjadi masih lebih kecil dibandingkan dengan yield strength material dari Carbon Steel ASTM A36 dan masih dalam daerah elastis material. Se- dangkan translation displacement yang terjadi sangat kecil sehingga tidak mengakibatkan perubahan bentuk pada struktur UUTR. Dengan demikian struktur UUTR dalam kondisi aman dengan adanya pembebanan berupa komponen UUTR dan FASE-PRHRS. Kata kunci: struktur UUTR, FASE-PRHRS, tegangan mekanik, translation displacement 

Page 1 of 1 | Total Record : 5