cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
ganendra@batan.go.id
Editorial Address
Jl. Babarsari Kotak Pos 6101 ykbb, Yogyakarta 55281
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Ganendra: Majalah IPTEK Nuklir
ISSN : 14106957     EISSN : 25035029     DOI : https://doi.org/10.17146/gnd
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Iptek Nuklir Ganendra merupakan jurnal ilmiah hasil litbang dalam bidang iptek nuklir, diterbitkan oleh Pusat Teknologi Akselerator dan Proses Bahan (PTAPB) - BATAN Yogyakarta. Frekuensi terbit dua kali setahun setiap bulan Januari dan Juli.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Volume 7 Nomor 2 Juli 2004" : 6 Documents clear
ANALISIS KEKRITISAN ELEMEN BAKAR REAKTOR KARTINI Edi Trijono Budisantoso
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 7 Nomor 2 Juli 2004
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.467 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2004.7.2.192

Abstract

ANALISIS KEKRITISAN ELEMEN BAKAR REAKTOR KARTINI. Telah dilakukan analisis kekritisan elemen bakar reaktor Kartini dengan menggunakan program WIMSD4. Analisis kekritisan dikerjakan dengan mendefinisikan sel bahan bakar sebagai elemen bakar yang dikelilingi air pendingin dengan ruji-ruji yang bervariasi dari 2 cm sampai dengan 5 cm. Kekritisan sel ditentukan berdasarkan pada hasil perhitungan faktor multiplikasi neutron sel oleh program WIMSD4. Dikatakan kritis atau superkritis apabila faktor multiplikasi neutron sel sama dengan 1 atau lebih. Dari variasi ruji-ruji sel dalam input WIMSD4 diperoleh variasi faktor multiplikasi neutron sel yang dihasilkan oleh program WIMSD4. Berdasarkan pada hubungan antara ruji-ruji sel dengan faktor multiplikasi neutron yang dihasilkannya dapat ditetapkan batas ukuran ruji-ruji sel yang menghasilkan kondisi sel subkritis. Dari hasil perhitungan dapat diperoleh kesimpulan bahwa elemen bakar reaktor Kartini akan bersifat subkritis dengan k~ = 0.94 apabila ditempatkan pada kisi-kisi sel yang masing-masing selnya mempunyai ruji-ruji minimum 4.5 cm. Fasilitas tempat penyimpanan elemen bakar di reaktor Kartini seluruhnya mempunyai kisi-kisi sel yang ruji-ruji minimumnya lebih kecil dari hasil perhitungan sub kritikalitas sel, akan tetapi kapasitas elemen bakar dari tiap tempat penyimpanannya jauh dibawah batas massa kritis dari volume tempat penyimpanan elemen bakarnya. Dengan demikian tempat penyimpanan elemen bakar dapat dipandang memenuhi syarat subkritikalitas yang ditetapkan.
SUATU TINJAUAN TENTANG PERALATAN KEDOKTERAN NUKLIR DAN MASALAH PEMELIHARAANNYA Rill Isaris
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 7 Nomor 2 Juli 2004
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.709 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2004.7.2.193

Abstract

SUATU TINJAUAN TENTANG PERALATAN KEDOKTERAN NUKLIR DAN MASALAH PEMELIHARAANNYA. Peralatan Kedokteran Nuklir (PKN) tergolong rumit serta memerlukan perhatian untuk mempertahankan agar tetap berada dalam kondisi operasional yang baik, dan terdapat berbagai kendala dalam melaksanakan perawatannya terutama di negara sedang berkembang. Beberapa kendala yang terdeteksi adalah akibat gangguan kondisi lingkungan, tidak adanya dukungan engineer dari pabrik alat, tidak memadai staf lokal terlatih, kesulitan mendapatkan spareparts, komplikasi administratif, masalah dana, dsb-nya. Dalam makalah ini dikemukakan dan dibahas secara ringkas faktor tersebut berdasarkan pengalaman melaksanakan perawatan peralatan kedokteran nuklir di berbagai rumahsakit, selanjutnya dikemukakan catatan perawatan peralatan Gamma Camera dan kondisi saat ini sebagai ilustrasi. Juga dikemukakan upaya yang harus dilakukan dalam suatu sistem perawatan komprehensif terutama untuk peralatan kedokteran nuklir yang masih operasional dan atau yang baru. Dikemukakan pula organisasi dan manajemen sistem perawatan maju yang meliputi komponen : 1) kesehatan laboratorium, 2) pemeliharaan preventif dan 3) pemeliharaan korektif untuk dapat diadopsi. Berdasarkan review pada pengalaman negara-negara sedang berkembang, mengembangkan kemampuan sendiri dalam melaksanakan perawatan alat adalah sangat penting, karena dengan menggunakan sistem kontrak akan sangat mahal dan selalu tergantung pihak lain. Utuk meningkatkan keandalan dan memperbaiki kualitas PKN perlu dilakukan program kendali kualitas secara rutin di rumahsakit.
RANCANG BANGUN PENGATUR SISTEM AKTUATOR CATU DAYA SUMBER ELEKTRON PADA MBE DENGAN MIKROKONTROLER Taxwim Taxwim; Budi Santoso; Wijananto Wijananto
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 7 Nomor 2 Juli 2004
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.941 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2004.7.2.194

Abstract

RANCANG BANGUN PENGATUR SISTEM AKTUATOR CATU DAYA SUMBER ELEKTRON PADA MBE DENGAN MIKROKONTROLER. Telah dilakukan rancang bangun pengatur sistem aktuator catu daya sumber elektron pada MBE dengan mikrokontroler. Sistem pengaturan ini dibuat dengan menggunakan bahasa pemrograman assembler untuk mengendalikan gerakan motor dc yang dikopel dengan trafo variak. Sistem pengaturan tersebut dilakukan dengan menekan tombol UP untuk menaikkan tegangan variak dan tombol DN (down) untuk menurunkan tegangan dan setiap kali penurunan atau kenaikkan (perstep) berkisar antara 5 volt sehingga memudahkan untuk menaikkan atau menurunkan tegangan sumber elektron secara bertahap dengan prioritas tertinggi pada penurunan tegangan. Sistem pemrograman dengan mikrokontroler tersebut dibuat agar lebih memudahkan untuk disesuaikan dengan keperluan dalam pengendalian dengan cara memodifikasi program dan untuk pengembangan selanjutnya dapat dibuat suatu system closed loop atau dapat dikopel dengan sistem kendali yang berbasis komputer dengan menggunakan fasilitas yang tersedia pada mikrokontroler.
PENGARUH TEKANAN DAN WAKTU DEPOSISI SPUTTERING TERHADAP SENSITIVITAS SENSOR GAS SnO2PENGARUH TEKANAN DAN WAKTU DEPOSISI SPUTTERING TERHADAP SENSITIVITAS SENSOR GAS SnO2 Sayono Sayono; Agus Santoso
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 7 Nomor 2 Juli 2004
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.529 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2004.7.2.195

Abstract

PENGARUH TEKANAN DAN WAKTU DEPOSISI SPUTTERING TERHADAP SENSITIVITAS SENSOR GAS SnO2. Telah dilakukan penelitian mengenai pengaruh variasi tekanan dan waktu deposisi sputtering terhadap sensitivitas sensor gas SnO2 yang difabrikasi dengan metode DC sputtering. Variasi tekanan dimulai dari 3×10-2, 4×10-2, 5×10-2, 6×10-2 dan 7×10-2 Torr serta variasi waktu dimulai dari 30, 60, 90 dan 120 menit dengan tegangan tinggi DC sebesar 2 kV dan suhu deposisi 250 °C. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa lapisan tipis SnO2 yang dideposisi dengan parameter sputtering : tegangan 2 kV, arus 10 mA, tekanan 7×10-2 Torr, waktu 120 menit dan suhu 250 °C mempunyai sensitivitas optimun untuk mendeteksi gas C2H5OH, NH3, CO dan HNO3. Dari hasil pengujian sensitivitas menunjukkan bahwa sensor gas dari bahan SnO2 mempunyai sensitivitas tertinggi terhadap gas C2H5OH dengan sensitivitas 46,96 % dan gas NH3 dengan sensitivitas 41,91 % pada konsentrasi 5.529 ppm. Kemudian dari hasil analisa unsur dan tebal lapisan SnO2 pada kondisi optimum menggunakan SEM–EDS diperoleh Sn sebesar 30,68% dan O sebesar 69,32 % dan tebal lapisan SnO2 sebesar ± 4,5 μm.
EFEK IMPLANTASI ELEMEN TERNER DAN KUATERNER TERHADAP KETAHANAN OKSIDASI PADUAN TITANIUM ALUMINIUM (TiAl) Lely Susita; Sudjatmoko Sudjatmoko; Tjipto Sujitno
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 7 Nomor 2 Juli 2004
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.339 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2004.7.2.196

Abstract

EFEK IMPLANTASI ELEMEN TERNER DAN KUARTENER TERHADAP KETAHANAN OKSIDASI PADUAN TITANIUM ALUMINIUM (TiAl). Tujuan utama penelitian ini adalah menyelidiki efek implantasi ion Si dan Mo serta menentukan kondisi optimum implantasi elemen reaktif tersebut untuk meningkatkan ketahanan oksidasi paduan biner TiAl dan paduan terner TiAl-Si serta TiAl-Mo selama siklus termal. Untuk maksud tersebut ion Si diimplantasikan pada paduan biner TiAl dan terner TiAl-Mo pada energi 45 keV, sedangkan ion Mo diimplantasikan pada paduan biner TiAl dan terner TiAl-Si pada energi 100 keV. Selama proses implantasi, arus ion dibuat tetap yaitu sebesar 10 μA, sedangkan dosis ion divariasi yaitu 1,5×1015 ion/cm2, 3,0×1015 ion/cm2, dan 4,5×1015 ion/cm2. Untuk pengujian dengan kondisi siklus termal, maka selanjutnya setiap cuplikan dioksidasi pada temperatur 8000C dengan waktu pemanasan selama 5 jam dan pendinginan pada suhu kamar selama 19 jam. Proses oksidasi dilakukan dalam lingkungan oksigen, dan kondisi ini diperoleh dengan cara mengalirkan gas oksigen ke dalam tabung oksidasi dengan laju alir 0.021 cc/min, dan tekanan 2 kgf/cm2. Laju oksidasi ditentukan dari pengukuran perubahan berat cuplikan sebelum dan sesudah dioksidasi. Berdasarkan analisis data hasil penelitian menunjukkan bahwa implantasi ion Si pada paduan biner TiAl dan implantasi ion Mo pada paduan biner TiAL dan terner TiAl-Si mampu meningkatkan ketahanan oksidasi paduan tersebut selama siklus termal pada temperatur 8000C. Sedangkan implantasi ion Si pada paduan terner TiAl-Mo cenderung menurunkan ketahanan oksidasinya. Kondisi optimum implantasi ion Si untuk meningkatkan ketahanan oksidasi paduan biner TiAL selama siklus termal dicapai pada dosis ion 4,5×1015 ion/cm2. Sedangkan kondisi optimum implantasi ion Mo untuk meningkatkan ketahanan oksidasi paduan biner TiAl dan terner TiAl-Si selama siklus termal dicapai pada dosis 1,5×1015 ion/cm2
KARAKTERISTIK DIAMETER AEROSOL LURUHAN THORON DENGAN IMP AKTOR BERTINGKA T Eko Mulyadi
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 7 Nomor 2 Juli 2004
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (722.705 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2004.7.2.1284

Abstract

Telah dikembangkan penelitian tentang Thoron dan luruhannya. Pada penelitianini telah dilakukan pengukuran diameter aerosol luruhan Thoron dalam ruang tertutup denganperlakuan chamber tertutup dan terbuka. Pengukuran diameter aerosol luruhan Thoron dilakukanmenggunakan impaktor Andersen 13 tingkat dengan laju alir 3 liter permenit. Setiap tingkatimpaktor dicacah dengan spektrometri gamma HP-Ge pada energi 238.6 keV (isotop Pb-2I2). Hasilstudi menunjukkan bahwa ikatan aerosol luruhan Thoron terdistribusi bimodal dengan ActivityMedian Aerodynamic Diameter (AMAD) adalah (0. I :t 0.004) j.lm fraksi 36% dan (7.0 :t 5.6) j.lmfraksi 6% dengan perlakuan chamber tertutup dan AMAD (0.1 :t 0.006) j.lm fraksi 39% dan (4.0±3.0) j.lm fraksi 8% dengan perlakuan chamber terbuka.

Page 1 of 1 | Total Record : 6