Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENGALAMAN MAHASISWA S1 KEPERAWATAN DALAM METODE PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING Indah Sri Wahyuningsih; Agus Santoso
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2013: PROSIDING KONFERENSI NASIONAL PPNI JAWA TENGAH
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.548 KB)

Abstract

Upaya pengembangan sumber daya manusia (SDM) tertuju pada jenjang perguruan tinggi, dengan adanya jenjang yang lebih tinggi diharapkan proses pemahaman akan menjadi lebih berkembang dan dewasa dari pada pendidikan sebelumnya. Penerapan metode student- centered learning dengan pendekatan Problem Based Learning (PBL) telah diterapkan diberbagai pendidikan non kesehatan dan kesehatan. Beberapa penelitian terdahulu menyatakan bahwa PBL dalam diskusi membantu mahasiswa untuk meningkatkan pengetahuan, tetapi banyak mahasiswa yang merasa pembelajaran conventional lebih efektif. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengalaman pengalaman mahasiswa S1 Keperawatan dalam penerapan metode Problem BasedLearning. Metode: Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan purposive sampling dengan jumlah informan 3 mahasiswa di Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Diponegoro Semarang. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tema dari penelitian ini adalah sistem pelaksanaan PBL yang terdiri atas pengetahuan mahasiswa,partisipasi kelompok PBL, pelaksanaan PBL, kelebihan dan kekurangan PBL. Faktor- faktor yang mempengaruhi pelaksanaan PBL antara lain pengalaman mahasiswa dan faktor penghambat pelaksanaan PBL.Penerapan PBL diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan mahasiswa keperawatan terhadap kasus- kasus keperawatan sehingga dapat menghasilkan lulusan yang kreatif, mampu bekerja sama, berpikir ktitis dan memiliki ketrampilan komunikasi. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui efektifitas pelaksanaan metode pembelajaran ISS dan PBL atau seven jump dalam meningkatkan mutu pelayanan keperawatan.Kata kunci : Mahasiswa, Problem Based Learning, Student Centered Learning
Pengembangan Computerized Adaptive Testing untuk Mengukur Hasil Belajar Mahasiswa Universitas Terbuka Agus Santoso
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 14, No 1 (2010)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v14i1.1976

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan ujian berbasis komputer yang diaplikasikan Universitas Terbuka (CBT-UT) ke tes adaptif berbasis komputer (CAT) untuk Mata kuliah Bahasa Indonesia. Penelitian ini mempunyai tiga tahap, yaitu tahap pengembangan bank soal, simulasi algoritma, dan pengembangan program CAT. Pada tahap pertama, butir-butir soal yang memenuhi kriteria dipilih untuk masuk bank soal. Pada tahap kedua, studi simulasi untuk menguji apakah algoritma yang diterapkan berproses dengan baik ataukah tidak, yaitu algoritma desain CAT murni dan CAT yang dikendala modul (CCAT). Pada tahap ketiga, program aplikasi CAT pada sistem ujian UT dikembangkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) 127 butir yang memenuhi kriteria ideal sebagai bank soal CAT, (2) bank soal data empiris akurat untuk mengukur peserta tes dengan kemampuan sedang sampai tinggi, (3) untuk mengestimasi kemampuan peserta tes pada tingkat kemampuan sedang sampai tinggi, pada desain CAT murni diperlukan 8 sampai 15 butir soal, (4) Desain CAT yang dikendala modul (CCAT50) dapat diterapkan oleh UT sebagai bentuk ujian alternatif pada sistem ujian UT. Desain ini dapat juga digunakan oleh lembaga pendidikan lain yang dakm pengujiannya mensyaratkan keseimbangan isi. Kata kunci: tes adaptif berbasis komputer
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW DAN KEMANDIRIAN TERHADAP HASIL BELAJAR KOGNITIF MATEMATIKA SISWA Siti Masitoh; Meriyati; Agus Santoso
Jurnal Pendidikan Dasar Vol. 13 No. 2 (2022): Jurnal Pendidikan Dasar
Publisher : Pendidikan Dasar - Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jpd.v13i2.29411

Abstract

Problems related to the low cognitive learning outcomes of students were also found in SD Negeri 2 Wana, Melinting District, East Lampung Regency. Based on the data obtained through pre-research observations, there are still a lot of students who have not reached the Minimum Completeness Criteria (KKM) for Mathematics subjects, namely 65. This study aims to determine the effect of Jigsaw type cooperative learning on the results of students' cognitive learning outcomes, knowing the effect of independence on students' cognitive learning outcomes and knowing the interaction of the Jigsaw type cooperative learning model and independence on students' cognitive learning outcomes. This research is a research that uses a quantitative approach, with the data collection technique that the researcher chose using purposive sampling technique and the instruments used in this study using test sheets, questionnaires and documentation. Based on the results of the study in Table 4.8 above where the learning model on learning outcomes obtained a sig value of 0.000 where this is less than 0.05 then there is an influence. The results of the ANOVA test where independence on learning outcomes got a sig value of 0.024 where this was less than 0.05 then there was an effect. The interaction of learning models and independence on learning outcomes where a sig value is less than 0.05, i.e. 0.028, means that there is a positive interaction.
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PUZZLE TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PESERTA DIDIK KELAS V: PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PUZZLE TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PESERTA DIDIK KELAS V Herlina; Inge Angelia; Agus Santoso
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 Nomor 02, Juni 2026 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.43961

Abstract

Pembelajaran matematika di sekolah dasar masih menghadapi berbagai tantangan, antara lain rendahnya kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar peserta didik. Pembelajaran konvensional yang cenderung satu arah membuat siswa kurang aktif dan terbatas dalam mengonstruksi pemahaman konsep secara mandiri.Salah satu alternatif solusi adalah pemanfaatan media pembelajaran inovatif, seperti media puzzle, yang berpotensi meningkatkan motivasi, keterlibatan, serta kemampuan berpikir kritis siswa melalui aktivitas manipulatif dan kolaboratif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan pembelajaran menggunakan media puzzle terhadap kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar matematika peserta didik kelas V Sekolah Dasar Negeri 39 Kajai Pisik Kabupaten Agam, menganalisis pengaruh penggunaan media puzzle terhadap kemampuan berpikir kritis, serta menganalisis pengaruh penggunaan media puzzle terhadap hasil belajar matematika peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain pretest–posttest control group. Populasi penelitian adalah seluruh peserta didik kelas V SD di Gugus VI Kecamatan Lubuk Basung Kabupaten Agam Tahun Pelajaran 2024/2025.Sampel dipilih secara acak, yaitu kelas V SD Negeri 39 Kajai Pisik sebagai kelas eksperimen dan kelas V SD Negeri 44 Padang Mardani sebagai kelas kontrol.Instrumen penelitian berupa tes kemampuan berpikir kritis dan tes hasil belajar matematika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media puzzle secara signifikan meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar matematika peserta didik. Hal ini dibuktikan melalui uji t dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 untuk kemampuan berpikir kritis dan uji korelasi Pearson dengan nilai signifikansi 0,009 < 0,05 untuk hasil belajar. Temuan ini menegaskan bahwa media puzzle efektif digunakan dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar.
Preferensi Jemaat terhadap Kehadiran Gereja: Sebuah Tinjauan Literatur Komprehensif: Congregational Preferences on Church Attendance: A Comprehensive Literature Review Renssy Onni; Agus Santoso
KINAA: Jurnal Teologi Vol 11 No 2 (2026): KINAA: Jurnal Teologi
Publisher : Publikasi dan UKI Press UKI Toraja.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/kinaa.v11.i2.2980

Abstract

Church attendance has been a subject of extensive scholarly inquiry, with declining participation observed across various cultural and geographical contexts. The factors influencing attendance are multifaceted, encompassing theological, sociological, psychological, and practical dimensions. Understanding these factors is crucial for the sustainability and vitality of religious communities worldwide. This study aims to synthesize and critically analyze existing literature on how congregational preferences influence church attendance, integrating findings from diverse global contexts to develop a comprehensive framework for church management. A qualitative systematic literature review approach was employed, analyzing peer-reviewed articles from multiple countries including the United States, United Kingdom, Ghana, Uganda, Kenya, Germany, Thailand, and Indonesia. Thematic analysis was used to identify recurring patterns and themes. The findings reveal that congregational preferences significantly influence attendance, with key factors including worship style and music, preaching quality, leadership effectiveness and accountability, facility comfort, social support systems, and cultural relevance. Charismatic worship styles, interactive preaching, strong leadership, and family support emerged as particularly influential drivers of attendance. Understanding and adapting to congregational preferences is a strategic imperative for church leaders seeking to enhance participation and engagement. This study provides a comprehensive framework bridging sociological theories of religious choice with practical implications for church management, offering insights for both academic discourse and practical ministry.   Kehadiran gereja telah menjadi subjek penyelidikan ilmiah yang ekstensif, dengan penurunan partisipasi yang diamati di berbagai konteks budaya dan geografis. Faktor-faktor yang memengaruhi kehadiran bersifat multifaset, mencakup dimensi teologis, sosiologis, psikologis, dan praktis. Memahami faktor-faktor ini sangat penting untuk keberlanjutan dan vitalitas komunitas religius di seluruh dunia. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis dan menganalisis secara kritis literatur yang ada tentang bagaimana preferensi jemaat memengaruhi kehadiran gereja, mengintegrasikan temuan dari berbagai konteks global untuk mengembangkan kerangka kerja komprehensif bagi manajemen gereja. Pendekatan tinjauan literatur sistematis kualitatif digunakan, menganalisis artikel-artikel yang telah ditelaah sejawat dari berbagai negara termasuk Amerika Serikat, Inggris, Ghana, Uganda, Kenya, Jerman, Thailand, dan Indonesia. Analisis tematik digunakan untuk mengidentifikasi pola dan tema yang berulang. Temuan mengungkapkan bahwa preferensi jemaat secara signifikan memengaruhi kehadiran, dengan faktor kunci termasuk gaya ibadah dan musik, kualitas khotbah, efektivitas dan akuntabilitas kepemimpinan, kenyamanan fasilitas, sistem dukungan sosial, dan relevansi budaya. Gaya ibadah karismatik, khotbah interaktif, kepemimpinan yang kuat, dan dukungan keluarga muncul sebagai pendorong yang sangat berpengaruh terhadap kehadiran. Memahami dan mengadaptasi preferensi jemaat adalah keharusan strategis bagi pemimpin gereja yang berupaya meningkatkan partisipasi dan keterlibatan. Penelitian ini menyediakan kerangka kerja komprehensif yang menjembatani teori sosiologis tentang pilihan religius dengan implikasi praktis untuk manajemen gereja, menawarkan wawasan untuk wacana akademis dan pelayanan praktis.