cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Sains Materi Indonesia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Sains Materi Indonesia (Indonesian Journal of Materials Science), diterbitkan oleh Pusat Teknologi Bahan Industri Nuklir - BATAN. Terbit pertama kali: Oktober 1999, frekuensi terbit: empat bulanan.
Arjuna Subject : -
Articles 56 Documents
Search results for , issue "EDISI KHUSUS: OKTOBER 2006" : 56 Documents clear
SINTESIS LAPISAN TIPIS TiO2 DAN ANALISIS SIFAT FOTOKATALISNYA Tuti Setiawati S.; Amalia I. S.; Sulistioso G. S.; Wisnu A. A.
Jurnal Sains Materi Indonesia EDISI KHUSUS: OKTOBER 2006
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.963 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2006.0.0.5075

Abstract

SINTESIS LAPISAN TIPIS TiO2 DAN ANALISIS SIFAT FOTOKATALISNYA. Telah dilakukan pembuatan lapisan tipis TiO2 dengan cara sol-gel dengan fasa anatase, dipermukaan plat baja sebagai substrat. Tujuan pembentukan TiO2 dengan fasa anatase, karena fasa anatase mempunyai luas serapan cahaya, yang lebih besar dari fasa TiO2 yang lain. Lapisan tipis TiO2 tersebut dianalisis sifat fotokatalisnya, untuk mereduksi Cr(VI), pada pH 7 dan pH 2. Hasil karakterisasi fasa TiO2 yang terbentuk dengan XRD, menunjukkan bahwa fasa yang terjadi adalah fasa anatase. Sifat katalis TiO2 diukur dengan fotospektrometer, didapat hasil sebagai berikut, untuk uji katalis TiO2 tanpa UV, pada pH 7 dapat mereduksi Cr(VI) sebesar 5,07% dan pada pH 2, mereduksi Cr(VI) sebesar 26,75%, sedangkan dengan disinari UV dapat mereduksi Cr(VI) sebesar 18,41% pada pH7 dan 53,39% pada pH 2.
PENGEMBANGAN KUNINGAN TAHAN DEZINSIFIKASI/ KOROSI DARI SKRAPLOKAL Nurul Taufiqu Rochman
Jurnal Sains Materi Indonesia EDISI KHUSUS: OKTOBER 2006
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.116 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2006.0.0.4942

Abstract

PENGEMBANGAN KUNINGAN TAHAN DEZINSIFIKASI/ KOROSI DARI SKRAPLOKAL. Kuningan memiliki sifat mampu bentuk yang baik dan harganya relatif murah, sehingga banyak digunakan untuk peralatan pensuplai air. Namun demikian, karena penggunaan air panas, dan meningkatnya penggunaan ion khlor dalam air untuk membunuh kuman, menyebabkan permasalahan serius pada dezinsifikasi (korosi hanya unsur Zn) yang dapat menyebabkan kecelakaan fatal. Untuk meningkatkan daya tahan dezinsifikasi pada peralatan pensuplai air yang terbuat dari skrap kuningan lokal, dilakukan rekayasa dengan penambahan unsur Sn pada kuningan. Skrap kuningan dicairkan dengan menggunakan tungku arang. Kemudian ditambahkan Sn dalam variasi kadar yang berbeda ke dalam kuningan cair sebelum dituangkan ke dalam cetakan yang terbuat dari baja. Sampel dikarakterisasi dengan mikroskop optik, EPMA (Electron Probe Micro Analysis) dan tes dezinsifikasi dengan menggunakan standar Australia No. AS 2345-1980. Dezinsifikasi/korosi dapat diturunkan secara signifikan dengan penambahan Sn sampai pada konsentrasi 0,1% massa. Sementara itu, penambahan berikutnya akan meningkatkan kembali dezinsifikasi/korosi.
POSSIBLE NONCOLLINEAR MAGNETIC STRUCTURES ON CAMNO3 AND LaMNO3 Agus Purwanto
Jurnal Sains Materi Indonesia EDISI KHUSUS: OKTOBER 2006
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.497 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2006.0.0.5182

Abstract

POSSIBLE NONCOLLINEAR MAGNETIC STRUCTURES ON CAMNO3 AND LaMNO3. CAMNO3 and LaMNO3 ceramics crystallize in the orthorhombic Pnma and monoclinic P1121/a space group, respectively. It has been reported that the ceramics order collinear antiferromagnetically below T=140K and 130K, respectively. The manganese magnetic atoms in CAMNO3 are located in the 4(b) site, while those in LaMnO3 are in 2(c) and 2(d). As the manganese atoms are neither located in the rotation axis or the mirror plane of the crystallographic symmetry, the noncollinear arrangements should not be excluded. This paper reports the derivation of the possible magnetic structures of CAMNO3 and LaMnO3. The derivation is based on the magnetic(Shubnikov) space group and the group theory. The result is that all of the possible models allow for three moment components in the noncollinear arrangements. The possible magnetic structures for CAMNO3 are noncollinear antiferromagnetic, noncollinear ferromagnetic in the a-direction, noncollinear ferromagnetic in the b-direction, noncollinear ferromagnetic in the c-direction. The possible magnetic structures for LaMnO3 are noncollinear ferromagnetic in the c-direction and in the ab-plane.
KEBIJAKAN DITJEN DIKTI DALAM BIDANG PENELITIAN Moh. Munir
Jurnal Sains Materi Indonesia EDISI KHUSUS: OKTOBER 2006
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (45.22 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2006.0.0.4932

Abstract

KEBIJAKAN DITJEN DIKTI DALAM BIDANG PENELITIAN
KARAKTERISASIGUGUSFOSFATDANKARBONATDALAMTULANGTIKUSDENGAN FOURIER TRANSFORM INFRARED (FT-IR) SPECTROSCOPY K. Dahlan; Y. W. Sari; E. Yuniarti; D. S. Soejoko
Jurnal Sains Materi Indonesia EDISI KHUSUS: OKTOBER 2006
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.352 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2006.0.0.5173

Abstract

KARAKTERISASIGUGUSFOSFATDANKARBONATDALAMTULANGTIKUSDENGAN FOURIER TRANSFORM INFRARED (FT-IR) SPECTROSCOPY. Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui karakteristik kalsium fosfat dalam tulang tikus menggunakan spektroskopi FT-IR. Sampel tulang femur dan tibia diperoleh dari tikus jenis Sprague-Dawley. Variasi umur yang diambil yaitu 1bulan hingga 8 bulan. Untuk menghilangkan komponen organik, sampel diberi perlakuan menggunakan hidrazin. Maksimal pita absorpsi 3 fosfat spektrum FT-IR tulang tikus berada disekitar 1036 cm-1.Pita absorpsi 4 fosfat dalam mineral tulang tikus terpecah dengan puncak sekitar 566 cm-1 dan 599 cm-1. Keberadaan pita absorpsi 1, 3, dan 4 karbonat menunjukkan kalsium fosfat mineral tulang hadir dalam bentuk apatit karbonat. Peningkatan umur mengakibatkan penurunan kandungan fosfat dan karbonat dalam mineral tulang tikus.
PENUMBUHAN LAPISAN TIPIS OKSIDA TIMAH DENGAN TEKNIK CVD-PENGKABUT ULTRASONIK Dwi Bayuwati; Suryadi Suryadi
Jurnal Sains Materi Indonesia EDISI KHUSUS: OKTOBER 2006
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.587 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2006.0.0.5089

Abstract

PENUMBUHAN LAPISAN TIPIS OKSIDA TIMAH DENGAN TEKNIK CVD-PENGKABUT ULTRASONIK. Lapisan tipis konduktif – anti reflektif Oksida Timah/SnO2 dengan ketebalan sekitar 100 nm telah ditumbuhkan pada substrat silikon orientasi kristal (100) menggunakan teknik CVD/Chemical Vapour Deposition-pengkabut ultrasonik. Pada sistem pelapisan menggunakan pengkabut ultrasonik ini, suatu transduser piezoelektrik dicelupkan ke dalam tabung berisi cairan pembentuk lapisan/precursor untuk menggetarkan dan memecah partikel cairan sehingga menjadi kabut/fog yang kemudian dialirkan ke suatu ruang terisolasi dengan sistem pemanas tempat cuplikan substrat diletakkan; melalui suatu nozzle atau bisa juga suatu reduced tube. Proses pelapisan dilakukan pada rentang suhu 300 oC sampai dengan 397 oC. dengan Nitrogen sebagai gas pembawa. Proses karakterisasi dilakukan dengan mengamati sifat listrik dan optis dengan four point probe dan spektrometer optik; memeriksa struktur kristal dengan difraksi sinar-X serta mengamati morfologi permukaan lapisan dengan SEM. Hasil karakterisasi menghasilkan harga resistivitas dalam orde 10-2 ohm-cm, penurunan refleksi dari 26% ke 2% setelah pelapisan serta terbentuknya struktur polikristalin oksida timah diatas substrat silikon.
PENGARUH ATMOSFER DAN SUHU SINTERING TERHADAP KOMPOSISI PELET HIDROKSIAPATITYANG DIBUAT DARI SINTESAKIMIA DENGAN MEDIAAIR DAN SYNTETHIC BODY FLUID (SBF) Arifianto Arifianto; Siti Nikmatin; Ratih Langenati
Jurnal Sains Materi Indonesia EDISI KHUSUS: OKTOBER 2006
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (963.617 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2006.0.0.5080

Abstract

PENGARUH ATMOSFER DAN SUHU SINTERING TERHADAP KOMPOSISI PELET HIDROKSIAPATITYANG DIBUAT DARI SINTESAKIMIA DENGAN MEDIAAIR DAN SYNTETHIC BODY FLUID (SBF). Penggunaan hidroksiapatit(HAp) sebagai bahan implantasi tulang sintetis telah banyak digunakan. Salah satu penerapannya adalah sebagai bahan pelapis logam yang akan diimplantasikan ke dalam tubuh sebagai pengganti tulang. Masalah yang timbul pada saat pelapisan adalah pada suhu yang tinggi, HAp dapat terdekomposisi menjadi β-TCP, α-TCP, CaO ataupun senyawa lain yang tidak diinginkan. Pada penelitian ini digunakan variasi jenis pelarut pada saat pembuatan HAp yakni pelarut air dan pelarut SBF (Syntethic Body Fluid). Pelarut SBF menyumbangkan gugus karbonat dan ion-ion lain pada HAp yang menyebabkannya stabil. Sintering dilakukan untuk mendapatkan HAp dengan densitas tinggi yang stabil. Variasi suhu sintering yang digunakan adalah 900 oC, 1000 oC, 1100 oC dan 1150 oC. Variasi atmosfer yang digunakan adalah gas Ar dan gas CO2. Dari hasil karakterisasi dengan XRD (X-Ray Diffraction) diperoleh hasil bahwa secara umum HAp yang disinter dengan gas Ar maupun CO2 tidak mengalami dekomposisi sampai suhu 1150 oC. Pengamatan terhadap foto SEM (Scanning Electron Microscope) HAp menunjukkan perbedaan bentuk morfologi HAp dengan pelarut air memiliki bentuk butir yang bulat dan berdempetan satu sama lain sedangkan morfologi HAp dengan pelarut SBF menunjukkan bentuk seperti jaring yang lebar. Pengukuran volume dan massa tiap sampel menunjukkan perubahan densitas, yakni semakin tinggi suhu sinter maka densitas pelet HAp semakin besar.
ANALISIS PENURUNAN EFISIENSI SEL SURYA YANG DISEBABKAN PERLUASAN SEL PADA STRUKTUR P-I-N PECVD a-Si-H Agung Budiono; Eddy Yahya
Jurnal Sains Materi Indonesia EDISI KHUSUS: OKTOBER 2006
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.424 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2006.0.0.5187

Abstract

ANALISIS PENURUNAN EFISIENSI SEL SURYA YANG DISEBABKAN PERLUASAN SEL PADA STRUKTUR P-I-N PECVD a-Si-H. Makalah ini menganalisis penurunan efisiensi yang disebabkan perluasan sel struktur p-i-n dengan metode kausal komparatif. Analisis lebih ditekankan pada PECVD a-Si-h lapisan-i yang dalam struktur p-i-n berfungsi sebagai media aktif, sedangkan lapisan-p dan lapisan n berfungsi sebagai media pasif. Hasil pengukuran I-V konduktivitas dalam gelap dan di bawah iluminasi, baik menggunakan teknik 2-probe dan 4-probe, PECVD a-Si:H lapisan-i berfungsi sebagai media aktif dengan beda hampir mencapai 7 orde. Dalam pengukuran sifat absorpsi ditemukan bahwa ikatan antar atom Si dan atom H masih didominasi oleh ikatan (SiH2)n dengan nomor-gelombang 792 cm-1 sampai dengan 2089 cm-1. Hal ini menunjukkan keberadaan dangling bond pada PECVD a-Si:H lapisan-i. Dengan penerapan konsep dasar Iptek Bahan, pemrosesan metode PECVD perlu ditentukan rasio efektif aliran gas (H2/SiH4) dengan pertumbuhan lambat, bila dipandang perlu suhu deposisi Td juga harus diturunkan dibawah 275 oC.
STUDI DIFRAKSI SINAR-X PADUAN Mg-Co-Ni YANG DIBUAT DENGAN METODE PEMADUAN MEKANIK (MECHANICAL ALLOYING) Andon Insani; Hadi Suwarno; Johny Wahyuadi; Wisnu Ari Adi; Eddy S. Siradj
Jurnal Sains Materi Indonesia EDISI KHUSUS: OKTOBER 2006
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.918 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2006.0.0.4937

Abstract

STUDI DIFRAKSI SINAR-X PADUAN Mg-Co-Ni YANG DIBUAT DENGAN METODE PEMADUAN MEKANIK. Telah dilakukan pembuatan paduan Mg-Co-Ni berskala nano sebagai bahan penyerap hidrogen dengan metode pemaduan mekanik. Paduan dibuat dari serbuk logam magnesium, kobalt dan nikel murni dengan menggunakan SPEX 8000 High Energy Milling (HEM). Vial dan bola yang digunakan terbuat dari bahan SS. Rasio berat bola terhadap sampel (B/S) yang digunakan adalah 1:1. Intensitas puncak-puncak difraksi dan fraksi volume dari Mg berkurang dengan bertambahnya waktu milling, yang disebabkan terbentuknya fasa amorf MgO, MgNi2 dan Mg. Perubahan fraksi volume yang cukup signifikan terjadi pada Mg dari 62,52 % pada 0 jam menjadi 23,91 % pada 40 jam, sedangkan Co dan Ni berubah berturut-turut dari 7,63 % ke 8,61 % dan dari 25,23 % ke 31,24 %. Kecuali Mg, parameter kisi Co dan Ni relatif stabil. Sedangkan ukuran kristal berkurang dengan bertambahnya waktu milling, yaitu Mg dari 29,7 nm pada 0 jam menjadi 6 nm pada 40 jam, Co dari 11 nm menjadi 9,8 nm dan Ni dari 24,5 nm menjadi 22,8 nm. Tetapi paduan Mg3CoNi2 yang diinginkan belum terbentuk yang kemungkinan disebabkan oleh rendahnya energi tumbukan.
KARAKTERISTIK ARUS FILM TIPIS CeO2 DAN Nd-CeO2 YANG DIDEPOSISIKAN DI ATAS SUBSTRAT Si(100) MENGGUNAKAN TEKNIK PULSED-LASER ABLATION DEPOSITION (PLAD) Iis Nurhasanah; Khairurrijal Khairurrijal; Mikrajudin Abdullah; Bambang Ariwahjoedi; Maman Budiman; Sukirno Sukirno
Jurnal Sains Materi Indonesia EDISI KHUSUS: OKTOBER 2006
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.13 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2006.0.0.5178

Abstract

KARAKTERISTIK ARUS FILM TIPIS CeO2 DAN Nd-CeO2 YANG DIDEPOSISIKAN DI ATAS SUBSTRAT Si(100) MENGGUNAKAN TEKNIK PULSED-LASER ABLATION DEPOSITION (PLAD). Karakteristik arus film tipis CeO2 dan Nd-CeO2 yang dideposisikan di atas substrat p-Si(100) menggunakan teknik Pulsed-Laser Ablation Deposition (PLAD) telah diamati melalui pengukuran arus-tegangan (I-V). Film tipis CeO2 memiliki rapat arus yang lebih besar 2 orde dari film tipis Nd-CeO2. Perbedaan rapat arus dapat dijelaskan berdasarkan perbedaan orientasi kristal, keadaan trap dan tinggi potensial penghalang. Mekanisme konduksi yang terjadi terutama adalah Space-Charge Limited Current (SCLC) pada tegangan rendah dan emisi Schottky pada tegangan tinggi. Diketahui pula bahwa potensial penghalang film tipis Nd-CeO2 lebih besar dari film tipis CeO2 dan memberikan kontribusi terhadap penurunan rapat arus.

Filter by Year

2006 2006


Filter By Issues
All Issue Vol 24, No 1: OCTOBER 2022 Vol 23, No 2: APRIL 2022 Vol 23, No 1: OCTOBER 2021 Vol 22, No 2: APRIL 2021 Vol 22, No 1: OCTOBER 2020 Vol 21, No 4: JULY 2020 Vol 21, No 3: APRIL 2020 Vol 21, No 2: JANUARY 2020 Vol 21, No 1: OCTOBER 2019 Vol 20, No 4: JULY 2019 Vol 20, No 3: APRIL 2019 Vol 20, No 2: JANUARY 2019 Vol 20, No 1: OCTOBER 2018 Vol 19, No 4: JULI 2018 Vol 19, No 3: APRIL 2018 Vol 19, No 2: JANUARI 2018 Vol 19, No 1: OKTOBER 2017 Vol 18, No 4: JULI 2017 Vol 18, No 3: APRIL 2017 Vol 18, No 2: JANUARI 2017 Vol 18, No 1: OKTOBER 2016 Vol 17, No 4: JULI 2016 Vol 17, No 3: APRIL 2016 Vol 17, No 2: JANUARI 2016 Vol 17, No 1: OKTOBER 2015 Vol 16, No 4: JULI 2015 Vol 16, No 3: APRIL 2015 Vol 16, No 2: JANUARI 2015 Vol 16, No 1: OKTOBER 2014 Vol 15, No 4: JULI 2014 Vol 15, No 3: APRIL 2014 Vol 15, No 2: JANUARI 2014 Vol 15, No 1: OKTOBER 2013 Vol 14, No 4: JULI 2013 Vol 14, No 3: APRIL 2013 Vol 14, No 2: JANUARI 2013 Vol 14, No 1: OKTOBER 2012 Vol 13, No 3: JUNI 2012 Vol 13, No 2: FEBRUARI 2012 VOL 13, NO 1: OKTOBER 2011 Vol 12, No 3: JUNI 2011 Vol 12, No 2: FEBRUARI 2011 Vol 12, No 1: OKTOBER 2010 Vol 11, No 2: FEBRUARI 2010 Vol 11, No 1: OKTOBER 2009 Vol 10, No 1: OKTOBER 2008 Vol 9, No 3: JUNI 2008 Vol 9, No 2: FEBRUARI 2008 Vol 9, No 1: OKTOBER 2007 Vol 8, No 3: JUNI 2007 Vol 8, No 2: FEBRUARI 2007 EDISI KHUSUS: OKTOBER 2007 Vol 8, No 1: OKTOBER 2006 Vol 7, No 3: JUNI 2006 Vol 7, No 2: FEBRUARI 2006 EDISI KHUSUS: OKTOBER 2006 Vol 7, No 1: OKTOBER 2005 Vol 6, No 3: JUNI 2005 Vol 6, No 2: FEBRUARI 2005 Vol 6, No 1: OKTOBER 2004 Vol 5, No 3: JUNI 2004 Vol 5, No 2: FEBRUARI 2004 Vol 5, No 1: OKTOBER 2003 Vol 4, No 3: JUNI 2003 Vol 4, No 2: FEBRUARI 2003 Vol 4, No 1: OKTOBER 2002 Vol 3, No 3: JUNI 2002 Vol 3, No 2: FEBRUARI 2002 Vol 3, No 1: OKTOBER 2001 Vol 2, No 3: JUNI 2001 Vol 2, No 2: FEBRUARI 2001 Vol 2, No 1: OKTOBER 2000 Vol 1, No 3: JUNI 2000 Vol 1, No 2: FEBRUARI 2000 Vol 13, No 4: Edisi Khusus Material untuk Kesehatan More Issue