cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Sains Materi Indonesia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Sains Materi Indonesia (Indonesian Journal of Materials Science), diterbitkan oleh Pusat Teknologi Bahan Industri Nuklir - BATAN. Terbit pertama kali: Oktober 1999, frekuensi terbit: empat bulanan.
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 3: JUNI 2011" : 14 Documents clear
PREPARASI KOLOID NANOSILVER DENGAN BERBAGAI JENIS REDUKTOR SEBAGAI BAHAN ANTI BAKTERI Asep Handaya Saputra; Agus Haryono; Joddy Arya Laksmono; M. Hilman Anshari
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 12, No 3: JUNI 2011
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.717 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2011.12.3.4615

Abstract

PREPARASI KOLOID NANOSILVER DENGAN BERBAGAI JENIS REDUKTOR SEBAGAI BAHAN ANTI BAKTERI. Partikel nanosilver diketahui memiliki kemampuan anti bakteri yang baik dan dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Terdapat beberapa metode dalam sintesis partikel nanosilver salah satu yang digunakan adalah metode reduksi kimia. Pada penelitian ini koloid nanosilver dipreparasi dengan variasi konsentrasi umpan AgNO3 sebesar 250 ppm, 500 ppm dan 750 ppm, jenis reduktor yang digunakan meliputi asam askorbat, asam sitrat, dan trisodium sitrat dengan Polivinil Alkohol sebagai stabilizer. Uji anti bakteri menggunakan metode difusi cakram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampel dengan konsentrasi umpan AgNO3 250 ppm dengan reduktor asam sitrat menghasilkan aktivitas anti bakteri yang paling optimal dengan nilai hambatan yang paling besar untuk bakteri Staphylococcus aureus dan Eschericia coli. Besar diameter hambatan sama dengan larutan standar yaitu 8 mm pada konsentrasi yang sama. Dari hasil analisis spektrofotometer didapat panjang gelombang maksimum (λmaks) sebesar 421 nm. Berdasarkan analisis ukuran partikel, didapatkan ukuran partikel rata-rata sebesar 55 nm dengan indeks bias 1,3328, viskositas koloid nanosilver 0,8878 dan indeks polidispersitas 0,3.
SUPERBASORBEN POLI(AKRILAMIDA-KO-ASAMAKRILAT)-KITOSAN HASILIRADIASI GAMMA UNTUK ADSORPSI ION LOGAM Cu2+ DAN Fe3+ Erizal Erizal; Zainal Abidin; Deswita Deswita; Sudirman Sudirman
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 12, No 3: JUNI 2011
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (924.795 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2011.12.3.4621

Abstract

SUPERBASORBEN POLI(AKRILAMIDA-KO-ASAMAKRILAT)-KITOSAN HASILIRADIASI GAMMA UNTUK ADSORPSI ION LOGAM Cu2+ DAN Fe3+. Superabsorben hidrogel poli(akrilamida-koasam akrilat) (poli(AAm-ko-AA)) yang mengandung kitosan telah dibuat mengunakan radiasi gamma. Pemakaian kitosan dimaksudkan untuk menaikkan kemampuan hidrogel untuk mengadsorpsi ion logam. Campuran akrilamida-asam akrilat dengan beragam konsentrasi kitosan (0,05% hingga 0,2%) dipapari radiasi gamma pada dosis 20 kGy. Fraksi gel, rasio swelling, Equilibrium Degree of Swelling (EDS), dan kemampuan adsorpsi hidrogel dalam kondisi swelling maksimum pada rentang berat 0 g hingga 150 g terhadap ion Cu2+ dan Fe3+ dengan konsentrasi sebesar 20.000 ppm telah dipelajari. Diperoleh hasil yaitu fraksi gel menurun 93 % hingga 90 % dengan meningkatnya konsentrasi kitosan 0,05 % hingga 0,20 %. Rasio swelling hidrogel meningkat 30 g/g hingga 100 g/g pada interval 20 menit hingga 210 menit dengan meningkatnya konsentrasi kitosan, dan EDS meningkat 300 g/g hingga 600 g/g pada interval 24 jam hingga 72 jam. Hidrogel pada konsentrasi kitosan maksimum (0,20%) dengan meningkatnya berat hidrogel hingga 150 g dapat mengadsorpsi ion Cu2+ dan ion Fe3+ hingga 90 % (~18.000 ppm) dalam waktu 10 menit setiap pengujian pengaruh berat terhadap kapasitas adsorpsi hidrogel. Adsorpsi hidrogel pada rentang berat 10 g hingga 50 g adalah linier dan laju adsorpsi pada ion Cu2+ relatif lebih rendah dibandingkan adsorpsi terhadap ion Fe3+. Struktur hidrogel berubah dari bentuk swelling menjadi mengecil pada adsorpsi ion logam. Hidrogel poli(AAm-ko-AA)-kitosan yang berkapasitas mengadsorpsi ion-ion logam pada keadaan swelling berpontensi sebagai kandidat absorben pencemaran ion logam berat dalam jumlah yang relatif besar.
SINTESIS DAN KARAKTERISASI STRUKTUR KRISTALCAIR FEROELEKTRIKTIPE ESTER BENZOAT TURUNAN DARIASAM (S)-(+)-2-METILBUTANOAT Asep Riswoko; Afrizal Afrizal; Wahyu Setioko
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 12, No 3: JUNI 2011
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1055.548 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2011.12.3.4611

Abstract

SINTESIS DAN KARAKTERISASI STRUKTUR KRISTALCAIR FEROELEKTRIKTIPE ESTER BENZOAT TURUNAN DARIASAM (S)-(+)-2-METILBUTANOAT. Metode sintesis kristal cair feroelektrik tipe ester benzoat turunan dari asam (S)-(+)-2-metil butanoat telah berhasil dikembangkan melalui metode esterifikasi (S)-(+)-p-hidroksifenil-2-metilbutanoat ((S)-(+)-2-HFM) dengan akriloksi butiloksi benzoat (ABB). Senyawa kiral alkohol (S)-(+)-2-HFM diperoleh dengan esterifikasi Steglich menggunakan hidrokuinon dengan katalis disikloheksil karbodiimida (DCC) dan dimetil amino piridin (DMAP). Sedangkan akrilat ABB diperoleh dari hasil sintesis senyawa induk asam 4-klorobutil asetat melalui pembentukan eter Williamson yang diikuti hidrolisis basa dan dilanjutkan dengan akrilasi. Karakterisasi struktur kristal cair feroelektrik yang berasal dari kedua prekursor ini dengan Fourier Transform - Infra Red (FT-IR) menunjukkan ester dengan gugus karbonil dan fenil tanpa gugus hidroksi. Puncak serapan spektrum FT-IR produk ester (cm-1): 3323,53; 2851,03; 2666,01; 1729,09; 1622,86; 1536,74; 1510,75; 1244,16; dan 1170,16.
ANALISIS STRUKTUR KRISTAL SrO.6Fe2O3 MENGGUNAKAN PROGRAM GENERAL STRUCTURE ANALYSIS SYSTEM DAN PENGUJIAN SIFAT MAGNETNYA Perdamean Sebayang; Muljadi Muljadi; Wisnu Ari Adi
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 12, No 3: JUNI 2011
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.509 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2011.12.3.4617

Abstract

ANALISIS STRUKTUR KRISTAL SrO.6Fe2O3 MENGGUNAKAN PROGRAM GENERAL STRUCTURE ANALYSIS SYSTEM DAN PENGUJIAN SIFAT MAGNETNYA. Telah dilakukan analisis bahan magnet single phase SrO.6Fe2O3 dengan menggunakan General Structure Analysis System (GSAS) dan pengukuran sifat magnetnya dengan menggunakan Vibrating Sample Magnetometer (VSM). Bahan magnet SrO.6Fe2O3 dibuat dengan metode reaksi padatan menggunakan proses mechanical alloying dan disintering pada suhu 1200 oC selama 10 jam. Hasil refinement dari pola difraksi sinar-X menunjukkan bahwa telah terbentuk single phase bahan magnet sistem SrFe12O19 dengan struktur kristal heksagonal (grup ruang P 63/mmc), parameter kisi a = b = 5,9033(5) Å dan c = 23,239(2) Å, α = β = 90o dan γ = 120o, volume unit sel sebesar V = 701.3(1) Å3 dan kerapatan atomik sebesar ρ = 5,72 g.cm-3. Struktur heksagonal ini dibangun menjadi 4 blok sub unit yang disebut dengan 2 blok sub unit S (Fe6 3+O82-)2+ dan 2 blok sub unit R (Sr2+Fe63+O112-)2-. Hasil pengukuran sifat magnetik menunjukkan bahwa bahan SrFe12O19 memiliki medan koersivitas, magnetisasi saturasi, dan magnetisasi remanen berturut-turut adalah 1650 Oe, 63,21 emu/g dan 48,01 emu/g.

Page 2 of 2 | Total Record : 14


Filter by Year

2011 2011


Filter By Issues
All Issue Vol 24, No 1: OCTOBER 2022 Vol 23, No 2: APRIL 2022 Vol 23, No 1: OCTOBER 2021 Vol 22, No 2: APRIL 2021 Vol 22, No 1: OCTOBER 2020 Vol 21, No 4: JULY 2020 Vol 21, No 3: APRIL 2020 Vol 21, No 2: JANUARY 2020 Vol 21, No 1: OCTOBER 2019 Vol 20, No 4: JULY 2019 Vol 20, No 3: APRIL 2019 Vol 20, No 2: JANUARY 2019 Vol 20, No 1: OCTOBER 2018 Vol 19, No 4: JULI 2018 Vol 19, No 3: APRIL 2018 Vol 19, No 2: JANUARI 2018 Vol 19, No 1: OKTOBER 2017 Vol 18, No 4: JULI 2017 Vol 18, No 3: APRIL 2017 Vol 18, No 2: JANUARI 2017 Vol 18, No 1: OKTOBER 2016 Vol 17, No 4: JULI 2016 Vol 17, No 3: APRIL 2016 Vol 17, No 2: JANUARI 2016 Vol 17, No 1: OKTOBER 2015 Vol 16, No 4: JULI 2015 Vol 16, No 3: APRIL 2015 Vol 16, No 2: JANUARI 2015 Vol 16, No 1: OKTOBER 2014 Vol 15, No 4: JULI 2014 Vol 15, No 3: APRIL 2014 Vol 15, No 2: JANUARI 2014 Vol 15, No 1: OKTOBER 2013 Vol 14, No 4: JULI 2013 Vol 14, No 3: APRIL 2013 Vol 14, No 2: JANUARI 2013 Vol 14, No 1: OKTOBER 2012 Vol 13, No 3: JUNI 2012 Vol 13, No 2: FEBRUARI 2012 VOL 13, NO 1: OKTOBER 2011 Vol 12, No 3: JUNI 2011 Vol 12, No 2: FEBRUARI 2011 Vol 12, No 1: OKTOBER 2010 Vol 11, No 2: FEBRUARI 2010 Vol 11, No 1: OKTOBER 2009 Vol 10, No 1: OKTOBER 2008 Vol 9, No 3: JUNI 2008 Vol 9, No 2: FEBRUARI 2008 Vol 9, No 1: OKTOBER 2007 Vol 8, No 3: JUNI 2007 Vol 8, No 2: FEBRUARI 2007 EDISI KHUSUS: OKTOBER 2007 Vol 8, No 1: OKTOBER 2006 Vol 7, No 3: JUNI 2006 Vol 7, No 2: FEBRUARI 2006 EDISI KHUSUS: OKTOBER 2006 Vol 7, No 1: OKTOBER 2005 Vol 6, No 3: JUNI 2005 Vol 6, No 2: FEBRUARI 2005 Vol 6, No 1: OKTOBER 2004 Vol 5, No 3: JUNI 2004 Vol 5, No 2: FEBRUARI 2004 Vol 5, No 1: OKTOBER 2003 Vol 4, No 3: JUNI 2003 Vol 4, No 2: FEBRUARI 2003 Vol 4, No 1: OKTOBER 2002 Vol 3, No 3: JUNI 2002 Vol 3, No 2: FEBRUARI 2002 Vol 3, No 1: OKTOBER 2001 Vol 2, No 3: JUNI 2001 Vol 2, No 2: FEBRUARI 2001 Vol 2, No 1: OKTOBER 2000 Vol 1, No 3: JUNI 2000 Vol 1, No 2: FEBRUARI 2000 Vol 13, No 4: Edisi Khusus Material untuk Kesehatan More Issue