cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Sains Materi Indonesia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Sains Materi Indonesia (Indonesian Journal of Materials Science), diterbitkan oleh Pusat Teknologi Bahan Industri Nuklir - BATAN. Terbit pertama kali: Oktober 1999, frekuensi terbit: empat bulanan.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 15, No 2: JANUARI 2014" : 10 Documents clear
TEKSTUR DEFORMASI DAN REKRISTALISASI BAJA LEMBARAN CANAI DINGIN BEBAS INTERSTISI Akhmad A. Korda; Iskandar Muda; Syoni Soepriyanto
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 15, No 2: JANUARI 2014
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1652.296 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2014.15.2.4357

Abstract

TEKSTUR DEFORMASI DAN REKRISTALISASI BAJA LEMBARAN CANAI DINGIN BEBAS INTERSTISI. Perkembangan tekstur kristalografi dipelajari pada baja lembaran bebas interstisi canai dingin. Tekstur yang diamati adalah tekstur deformasi setelah pencanaian dingin dan tekstur rekristalisasi atau tekstur annealing setelah proses annealing. Tekstur deformasi baja lembaran bebas interstisi dipelajarimelalui variasi persen reduksi ketebalan dengan selang reduksi antara 50,5% hingga 90 %. Sementara tekstur rekristalisasi dipelajari melalui variasi laju pemanasan annealing antara 32 oC/jam hingga 128 oC/jam, variasi waktu penahanan annealing antara 5 jam hingga 20 jam dan variasi suhu annealing dari 700 oC hingga 900 oC. Perkembangan tekstur deformasi dan rekristalisasi dipelajari melalui pengujian difraksi sinar-X. Tekstur kristalografi diukur untuk tekstur yang mempengaruhi sifat mampu bentuk, yaitu tekstur [111] dan tekstur [100]. Pengujian tarik terhadap spesimen pada orientasi yang berbeda terhadap arah pencanaian kemudian dilakukan untuk memperoleh nilai r yang merupakan parameter sifat mampu bentuk baja lembaran.
PREPARASI DAN KARAKTERISASI POLIMORFISME OBAT ANTI MALARIA ARTESUNATE Timbul Partogi H.; Sundani N. Soewandhi; Jessie S. Pamudji; Wikarsa Saleh
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 15, No 2: JANUARI 2014
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.177 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2014.15.2.4362

Abstract

PREPARASI DAN KARAKTERISASI POLIMORFISME OBAT ANTI MALARIA ARTESUNATE. Artesunate (AS) adalah derivat semisintetis dari Artemisinin, suatu obat anti malaria dari tumbuhan Artemisia annua yang terdiri atas struktur seskuiterpen endoperoksida. AS merupakan derivat artemisinin yang paling banyak digunakan sebagai obat antimalaria untuk menggantikan banyak obat malaria lain yang telah resisten terhadap malaria falsiparum. Khusus untuk AS, belum banyak studi yang dilakukan maupun literatur yang tersedia untuk mempelajari keadaan padatan (solid state) dan khususnya keberadaan polimorfisme dari AS. Polimorfisme dari suatu padatan memiliki fasa kristalin yang berbeda dalam susunan kisi kristal internalnya. Perbedaan kisi kristal (polimorfisme maupun pseudopolimorfisme) ini dalam bidang farmasi akan memberikan pengaruh terhadap ketersediaan hayati obat dan khasiat penggunaan obat secara klinis. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh dan mengamati perbedaan polimorfisme AS serta mengkarakterisasinya dengan analisis PXRD, IR dan DTA. Untuk lebih memperkuat hasil analisis, dilakukan juga cara mikroskopik baik dengan Hot Stage Microscopy (HSM) maupun dengan Scanning Electron Microscope (SEM). Hasil penelitian menunjukkan keberadaan dua bentuk polimorf yang berbeda dari obat antimalaria AS. Bentuk I merupakan bentuk komersial dari AS yang biasa digunakan sebagai bahan baku obat dan bentuk II diperoleh dari perlakuan bentuk I yang mengalami proses freeze drying.
X-RAYS DIFFRACTION STUDY ON THE IRON NANO PARTICLES PREPARED BY TWO STEPS MILLING METHOD Engkir Sukirman; Yosef Sarwanto
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 15, No 2: JANUARI 2014
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.998 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2014.15.2.4358

Abstract

X-RAYS DIFFRACTION STUDY ON THE IRON NANO PARTICLES PREPARED BY TWO STEPS MILLING METHOD. X-rays diffraction study on the iron nanoparticles prepared by two-step milling method has been carried out. First, the raw material of micro-sized Fe was crushed by High Energy Milling (HEM) in the presence of isopropyl alcohol, here in after referred to as FI precursor. FI precursor then was crushed again with planetary balls mill in Cetyl-Trimethyl- Ammonium Bromide (CTAB)media, here in after referred to as FC sample. The phases analysis in the two samples were carried out by X-rays diffraction technique using the Rietveld method. Crystallites size were calculated with the Debye-Scherrer formula and the size of particles were measured by means of Particles Size Analyzer (PSA). The magnetic properties of the two samples were characterized with Vibration Sample Magnetometer (VSM). The analysis result showed that each of FI and FC samples consist of Fe, γ-Fe2O3 and Fe3O4 phases in the formof the nano-sized powder ranging fromaround 7 to 10 nm. PSA data indicate that the particle size of FI and FC are the same, i.e., 7.5 nm with narrow size distribution. The VSM data revealed that both FI and FC samples display super paramagnetic behavior at room temperature. The magnetization value in FC sample has been reduced due to more of the mass fraction of Fe transforms into iron oxide phases. The particle size is generally not the same as the size of the crystallites and in particular for the nano-sized particles, the size of crystallites could be equal to or greater than the particle size due to the presence of polycrystalline aggregates.
KELARUTAN DAN STABILITAS KIMIA KOMPLEKS DIDANOSIN DENGAN NIKOTINAMID ATAU L-ARGININ Fikri Alatas; Sundani N. Soewandhi; Lucy Sasongko; Ismunandar Ismunandar
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 15, No 2: JANUARI 2014
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.493 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2014.15.2.4363

Abstract

KELARUTAN DAN STABILITAS KIMIA KOMPLEKS DIDANOSIN DENGAN NIKOTINAMID ATAU L-ARGININ. Didanosin (DDI) adalah obat anti HIV yang bekerja dengan menghambat enzim reverse transkriptase yang bertanggung jawab dalam replikasi virus HIV. Ketersediaan hayati DDI pada pemberian secara oral sangat buruk akibat terhidrolisis dalam suasana asam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembentukan kompleks antara DDI dengan NKT atau ARG terhadap kelarutan dan stabilitas kimia DDI. Kompleks DDI-NKT dibuat dengan metode slurry menggunakan pelarut campuran etanol:air (7:3), sedangkan kompleks DDI-ARG dibuat dengan metode penguapan pelarut menggunakan pelarut yang sama. Karakterisasi kompleks DDI-NKT dan DDI-ARG meliputi, analisis dengan mikroskop polarisasi, difraksi sinar-X serbuk, uji kelarutan, dan stabilitas kimia pada larutan dapar pH 1,2; 4,5 dan 6,8 di suhu 37 °C. Karakterisasi dengan mikroskop polarisasi dan difraksi sinar-X serbuk menunjukkan terbentuknya kompleks DDI-NKT dan DDI-ARG. Kelarutan kompleks DDI-ARG dan DDI-NKT dalam air berturut-turut 1,86 dan 4,54 kali lipat dari kelarutan DDI murni. Hasil uji stabilitas kimia menunjukkan larutan kompleks DDI-NKT dan DDI-ARG mengalami degradasi lebih lambat daripada DDI murni pada pH 1,2; 4,5; dan 6,8 di suhu 37°C. Hubungan linier antara pH terhadap logaritma tetapan laju degradasi (log kobs) menunjukkan, bahwa degradasi kompleks DDI-NKT, DDI-ARG, dan DDI pada pH 1,2 hingga 6,8 dikatalisis oleh asam spesifik. Hasil penelitian dapat disimpulkan, bahwa pembentukan kompleks DDI-NKT dan DDI-ARG dapat meningkatkan kelarutan dan stabilitas kimia DDI.
PENGARUH BEBERAPA JENIS DYE ORGANIK TERHADAP EFISIENSI SEL SURYA DYE SENSITIZED SOLAR CELL Dahyunir Dahlan; Helga Dwi Fahyuan
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 15, No 2: JANUARI 2014
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.857 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2014.15.2.4359

Abstract

PENGARUH BEBERAPA JENIS DYE ORGANIK TERHADAP EFISIENSI SEL SURYA DYE SENSITIZED SOLAR CELL. Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh beberapa jenis dye organik, yaitu; dye dari kelopak bunga rosella, kulit buah manggis dan daging buah terung belanda terhadap efisiensi sel surya Dye Sensitized Solar Cell (DSC). DSC dibuat dengan menggunakan lapisan tipis TiO2  yang di sintesis dari prekursor TiCl4 dan methanol dengan penambahan CTAB. Lapisan TiO2 dianalisis menggunakan X-Ray Diffractometer (XRD) dan Scanning Electron Microscope (SEM), dimana diperoleh fase dominan adalah anatase dengan ukuran kristal rata-rata 29,15 nm. Karakteristik I-V menunjukkan bahwa efisiensi pada penggunaan cahaya 300 lux terhadap dye dari kelopak bunga rosella, kulit buah manggis dan daging buah terung belanda berturut-turut adalah 1,67; 2,65; dan 1,12.
PEMBENTUKAN KOKRISTALANTARAKALSIUM ATORVASTATIN DENGAN ISONIKOTINAMID DAN KARAKTERISASINYA Dolih Gozali; Husein H. Bahti; Sundani N. Soewandhi; Marline Abdassah
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 15, No 2: JANUARI 2014
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1325.77 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2014.15.2.4364

Abstract

PEMBENTUKAN KOKRISTALANTARAKALSIUM ATORVASTATIN DENGAN ISONIKOTINAMID DAN KARAKTERISASINYA. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kelarutan dan laju pelarutan atorvastatin dengan menggunakan metode kokristalisasi. Proses kokristalisasi dilakukan dengan metode solvent evaporation, solvent-drop grinding pada atorvastatin dan koformer (isonikotinamid) masing-masing dengan perbandingan 1:1 (satu mol atorvastatin dengan satu mol isonikotinamid digerus selama 15 menit sambil ditambahkan beberapa tetes metanol. Penambahan methanol berfungsi untuk mempercepat pembentukan kokristal. Kokristal dikarakterisasi menggunakan difraktometer sinar-x,mikroskop polarisasi, Scanning Electron Microscope (SEM), spektrometer infra merah dan Differential Scanning Calorimeter (DSC). Difraktogram dari kokristal menunjukkan intensitas puncak yang lebih rendah dibandingkan atorvastatin standar yang menunjukan telah terbentuk habit kristal baru. Hasil spektrometer infra merah, menunjukkan tidak adanya interaksi kimiawi dan perubahan struktur saat dimodifikasi menjadi kokristal. Thermogram DSC menunjukkan adanya perubahan titik leleh berbeda yang menandai adanya bentuk kristalin baru. Demikian juga pengamatan di bawah mikroskop polarisasi dan SEM menunjukkan bentuk kristal yang relatif baru dibandingkan dengan atorvastatin murninya. Hasil uji kelarutan dan laju pelarutan kokristal atorvastatin-isonikotinamida menunjukkan peningkatan dibandingkan dengan kelarutan dan laju pelarutan atorvastatin sendiri.
PENGARUH LAJU ALIRAN GAS N2 TERHADAP KARAKTERISTIK KRISTAL FILM TIPIS GaN YANG DITUMBUHKAN DENGAN METODE SOL-GEL MENGGUNAKAN TEKNIK SPIN COATING Dadi Rusdiana; Yuyu R. Tayubi
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 15, No 2: JANUARI 2014
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.157 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2014.15.2.4360

Abstract

PENGARUH LAJU ALIRAN GAS N2 TERHADAP KARAKTERISTIK KRISTAL FILM TIPIS GaN YANG DITUMBUHKAN DENGAN METODE SOL-GEL MENGGUNAKAN TEKNIK SPIN COATING. Telah ditumbuhkan film tipis GaN di atas substrat silikon (111) dengan metode sol-gel menggunakan teknik spin-coating. Proses penumbuhan film tipis GaN dilakukan pada laju putaran spinner 1000 rpm, suhu penguapan pelarut 100 °C, suhu dekomposisi 400 °C, suhu deposisi 850 °C. Dua buah sampel film tipis GaN telah ditumbuhkan pada laju aliran gas nitrogen sebesar 16 sccm dan 40 sccm dengan molaritas Ga2O3 1,33 M. Film tipis GaN dikarakterisasi struktur kristalnya dengan menggunakan X-Ray Diffractometer (XRD). Hasil karakterisasi film tipis GaN dengan XRD menunjukkan kondisi optimal pada film tipis GaN yang ditumbuhkan dengan molaritas Ga2O3 1,33 M dan laju aliran gas nitrogen 40 sccm. Film tipis GaN mempunyai struktur heksagonal dengan parameter kisi a = (3,116 ± 0,035)Å dan c = (5,170 ± 0,053)Å.
PENGARUH POROGEN TERHADAP STRUKTUR DAN KONDUKTIVITAS HIDROKSIAPATIT. Yustinus Purwamargapratala; Sudaryanto Sudaryanto
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 15, No 2: JANUARI 2014
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.363 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2014.15.2.4365

Abstract

PENGARUH POROGEN TERHADAP STRUKTUR DAN KONDUKTIVITAS HIDROKSIAPATIT. Penelitian pengaruh porogen terhadap struktur dan konduktivitas hidroksiapatit telah dilakukan. Hidroksiapatit digunakan sebagai bahan pengganti tulang atau gigi. Transportasi ion dalam hidroksiapatit tersebut dipengaruhi oleh nilai konduktivitas. Hidroksiapatit berpori dapat dibentuk dengan cara penambahan porogen berupa polivinil alkohol (PVA), hidrogen peroksida (H2O2), etilen glikol (EG), dan polietilen glikol (PEG). Hidroksiapatit disintesis dari kalsium hidroksida dan asam fosfat dengan atau tanpa penambahan porogen melalui tahapan kalsinasi 900 oC selama 4 jam. Hasil pengukuran difraksi sinar-X (XRD) yang dibandingkan dengan JCPDS No.011008 menunjukkan bahwa pola difraksi sinar-X hidroksiapatit hasil sintesis sama dengan bahan standar produk Aldrich yang menunjukkan penambahan porogen tidak mengubah strukturmikro hidroksiapatit. Ukuran partikel dan regangan hidroksiapatit semakin membesar dengan adanya penambahan konsentrasi porogen hidrogen peroksida, etilen glikol, polivinil alkohol, atau polietilen glikol sampai konsentrasi 2,5 %. Ukuran partikel dan regangan terbesar didapat pada penambahan porogen polietilen glikol 2,5 % yaitu sebesar 6,31 nm dan regangan 6,17. Penambahan porogen mengakibatkan kristalinitas hidroksiapatit akan semakin mengecil, kritalinitas terkecil terjadi pada penambahan polietilin glikol 2,5% yaitu sebesar 73%. Hasil analisis konduktivitas menggunakan Impedance Conductance Resistance (LCR) meter menunjukkan bahwa penambahan porogen dapat menurunkan konduktivitas hidroksiapatit. Konduktivitas terendah diperoleh pada penambahan porogen PEG 2,5 % yaitu 10-9,1099 S.cm-1 dan konduktivitas tertinggi pada penggunaan polivinil alkohol 2,5 % yaitu 10-7,7383 S.cm-1
CHARACTERISTIC OF (AgI)0.44 (LiI)0.22 (AgPO3)0.34 IONIC CONDUCTOR PREPARED BY MELT QUENCHING METHOD Makhsun Makhsun; T. Sakuma; E. Kartini
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 15, No 2: JANUARI 2014
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.211 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2014.15.2.4361

Abstract

CHARACTERISTIC OF (AgI)0.44 (LiI)0.22 (AgPO3)0.34 IONIC CONDUCTOR PREPARED BY MELT QUENCHING METHOD. Characterization of (AgI)0.44 (LiI)0.22 (AgPO3)0.34 ionic conductor prepared by melt quenching method have been carried out by using X-RayDiffractometer (XRD), Differential Scanning Calorimeter (DSC) and Inductance (L) Capacitance (C) Resistance (R) meter. X-ray diffraction pattern shows that the compound has a mixture of amorphous and small amount of crystalline formwith several Bragg peaks correspond toAgI. The DSC thermograph shows that an endothermic peak at temperature ~420 K matches with the phase transition ofAgI which reinforces that a number ofAgI are not dissolved in the material of (AgI)0.44 (LiI)0.22 (AgPO3)0.34 . The obtained dc ionic conductivity is around ~10-2 S/cmat ambient temperature. The activation energy has two values, 0.20 eV below ~380 K and 0.15 eV above ~380 K.
KARAKTERISASI PENGARUH DOPAN Mn PADA BAHAN KERAMIK PIEZOELEKTRIK LEAD ZIRCONIUM TITANATE (Pb[ZrxTi1-x]O3) Mardiyanto Mardiyanto; Syahfandi Ahda
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 15, No 2: JANUARI 2014
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.104 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2014.15.2.4366

Abstract

KARAKTERISASI PENGARUH DOPAN Mn PADA BAHAN KERAMIK PIEZOELEKTRIK LEAD ZIRCONIUM TITANATE (Pb[ZrxTi1-x]O3). Telah dilakukan penelitian pembuatan bahan piezoelctrik Lead Zirconium Titanate (PZT) yang diberi bahan dopan Mn. Penambahan bahan dopan ini bertujuan untuk menaikkan sifat pizoelektrisitas dari PZT. Senyawa yang dianalisa pada penelitian ini adalah Pb[Zr0,5Ti0,5-xMnx]O3, dengan harga x (nominal) bernilai 0,05; 0,125; 0,25; 0,35. Hasil analisis menunjukkan bahan dengan dopan Mn ini diperoleh peningkatan suhu curie berkisar antara 15 sampai 35 oC. Namun konstanta dielektrikum menjadi turun dibandingkan dengan PZT murni.

Page 1 of 1 | Total Record : 10


Filter by Year

2014 2014


Filter By Issues
All Issue Vol 24, No 1: OCTOBER 2022 Vol 23, No 2: APRIL 2022 Vol 23, No 1: OCTOBER 2021 Vol 22, No 2: APRIL 2021 Vol 22, No 1: OCTOBER 2020 Vol 21, No 4: JULY 2020 Vol 21, No 3: APRIL 2020 Vol 21, No 2: JANUARY 2020 Vol 21, No 1: OCTOBER 2019 Vol 20, No 4: JULY 2019 Vol 20, No 3: APRIL 2019 Vol 20, No 2: JANUARY 2019 Vol 20, No 1: OCTOBER 2018 Vol 19, No 4: JULI 2018 Vol 19, No 3: APRIL 2018 Vol 19, No 2: JANUARI 2018 Vol 19, No 1: OKTOBER 2017 Vol 18, No 4: JULI 2017 Vol 18, No 3: APRIL 2017 Vol 18, No 2: JANUARI 2017 Vol 18, No 1: OKTOBER 2016 Vol 17, No 4: JULI 2016 Vol 17, No 3: APRIL 2016 Vol 17, No 2: JANUARI 2016 Vol 17, No 1: OKTOBER 2015 Vol 16, No 4: JULI 2015 Vol 16, No 3: APRIL 2015 Vol 16, No 2: JANUARI 2015 Vol 16, No 1: OKTOBER 2014 Vol 15, No 4: JULI 2014 Vol 15, No 3: APRIL 2014 Vol 15, No 2: JANUARI 2014 Vol 15, No 1: OKTOBER 2013 Vol 14, No 4: JULI 2013 Vol 14, No 3: APRIL 2013 Vol 14, No 2: JANUARI 2013 Vol 14, No 1: OKTOBER 2012 Vol 13, No 3: JUNI 2012 Vol 13, No 2: FEBRUARI 2012 VOL 13, NO 1: OKTOBER 2011 Vol 12, No 3: JUNI 2011 Vol 12, No 2: FEBRUARI 2011 Vol 12, No 1: OKTOBER 2010 Vol 11, No 2: FEBRUARI 2010 Vol 11, No 1: OKTOBER 2009 Vol 10, No 1: OKTOBER 2008 Vol 9, No 3: JUNI 2008 Vol 9, No 2: FEBRUARI 2008 Vol 9, No 1: OKTOBER 2007 Vol 8, No 3: JUNI 2007 Vol 8, No 2: FEBRUARI 2007 EDISI KHUSUS: OKTOBER 2007 Vol 8, No 1: OKTOBER 2006 Vol 7, No 3: JUNI 2006 Vol 7, No 2: FEBRUARI 2006 EDISI KHUSUS: OKTOBER 2006 Vol 7, No 1: OKTOBER 2005 Vol 6, No 3: JUNI 2005 Vol 6, No 2: FEBRUARI 2005 Vol 6, No 1: OKTOBER 2004 Vol 5, No 3: JUNI 2004 Vol 5, No 2: FEBRUARI 2004 Vol 5, No 1: OKTOBER 2003 Vol 4, No 3: JUNI 2003 Vol 4, No 2: FEBRUARI 2003 Vol 4, No 1: OKTOBER 2002 Vol 3, No 3: JUNI 2002 Vol 3, No 2: FEBRUARI 2002 Vol 3, No 1: OKTOBER 2001 Vol 2, No 3: JUNI 2001 Vol 2, No 2: FEBRUARI 2001 Vol 2, No 1: OKTOBER 2000 Vol 1, No 3: JUNI 2000 Vol 1, No 2: FEBRUARI 2000 Vol 13, No 4: Edisi Khusus Material untuk Kesehatan More Issue