cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Sains Materi Indonesia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Sains Materi Indonesia (Indonesian Journal of Materials Science), diterbitkan oleh Pusat Teknologi Bahan Industri Nuklir - BATAN. Terbit pertama kali: Oktober 1999, frekuensi terbit: empat bulanan.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 19, No 1: OKTOBER 2017" : 7 Documents clear
PENGUJIAN KANDUNGAN LOGAM RENIK DAN KUALITAS GARAM ANEKA PANGAN HASIL PROSES KRISTALISASI LARUTAN BRINE Eriawan Rismana; Zainuddin Zainuddin
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 19, No 1: OKTOBER 2017
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jsmi.2017.19.1.4150

Abstract

Garam aneka pangan merupakan salah satu jenis garam yang masih diimpor. Untuk substitusi impor maka diperlukan pengembangan teknologi proses produksi garam tersebut di dalam negeri. Dalam penelitian ini telah dilakukan kajian produksi garam aneka pangan menggunakan proses kristalisasi dengan bahan baku larutan brine sisa produksi garam farmasi. Hasil uji garam aneka pangan secara uji kualitatif meliputi reaksi nyala, uji kation natrium dan anion klorida, uji kelarutan, pengamatan bentuk kristal secara mikroskopi dan pola difraktogram XRD menunjukkan hasil yang sama dengan data MSDS NaCl. Sedangkan pengujian kandungan logam renik dan kualitas pada garam tersebut menunjukkan bahwa produk telah memenuhi pesyaratan kualitas antara lain kandungan NaCl, magnesium, kalsium, sulfat, air, dan logam berat sesuai Peraturan Menteri Perindustrian No. 88/M-IND/PER/10/2014.
STRUKTURMIKRO DAN SIFAT MAGNET PASIR BESI PASCA ULTRASONIFIKASI Setyo Purwanto; M Dani
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 19, No 1: OKTOBER 2017
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jsmi.2017.19.1.4129

Abstract

Struktur nano dan komposisinya yang berkaitan dengan sifat magnetik telah dipelajari dengan High Resolution Transmission Electron Microscope (HRTEM), Scanning Electron Microscopy Energy Dispersive Spectroscopy (SEM-EDS) dan Vibrating Sample Magnetometer (VSM) pada serbuk pasir besi sebelum dan sesudah ultrasonifikasi. Telah diketahui adanya dua fasa utama Fe3O4 dan FeTiO3 dengan fasa minor Al2O3, MgO dan SiO2 pada sampel tanpa perlakuan berdasarkan pengamatan dengan SEM-EDS. Sedangkan hasil pengamatan dengan HRTEM dapat dikonfirmasi adanya nanograin Fe3O4 dan FeTiO3 dengan diameter sekitar 10 nm pada serbuk pra-ultrasonik. Peningkatan nilai saturasi magnetik Ms = 32,3 emu /gram, 34,5 emu/gram dan 46,4 emu/gr masing-masing untuk cuplikan pra-ultrasonik dan ulrasonifikasi selama 10 menit dan 30 menit, sedangkan medan koersif magnet (Hc) dari 100,5 Oe menjadi 112,5 Oe.
SINTESIS DAN KAJIAN PERILAKU KONDUKTIVITAS KOMPOSISI BARU ELEKTROLIT PADAT (Li2O)x(P2O5)y Heri Jodi; Anne Zulfia; Agus Sudjatno; Wahyudianingsih Wahyudianingsih; Evvy Kartini
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 19, No 1: OKTOBER 2017
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.68 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2017.19.1.4127

Abstract

Bahan elektrolit padat (Li2O)x(P2O5)y dengan komposisi konten Li2O sebesar x = 24 %berat dan 28 %berat telah dipreparasi menggunakan teknik reaksi padat pada suhu di bawah suhu lelehnya.  Paduan yang telah dipreparasi kemudian dikarakterisasi menggunakan Scanning Electron Microscopy (SEM) dan Electrochemical Impedance Spectroscopy (EIS) untuk diperiksa morfologi, sifat elektrokimia dan konduktivitasnya. Karakterisasi elektrokimia menunjukkan bahwa nilai konduktivitas kedua paduan berada pada orde 10-6S/cm, setara dengan nilai konduktivitas paduan Li4P2O7 yang dipreparasi pada suhu lebih tinggi dengan kandungan Li2O lebih banyak, dan lebih tinggi dari konduktivitas senyawa Li3PO4. Taksiran nilai eksponen frekuensi dari formula konduktivitas AC, memperlihatkan bahwa kemungkinan sumber konduksi ion dalam bahan yang diamati salah satunya adalah aliran ion jarak jauh. Kurva rugi dielektrik menunjukkan bahwa konduksi dalam bahan elektrolit ini didominasi oleh konduksi DC.
SINTESIS BAHAN ABSORBER GELOMBANG MIKRO Ni(1,5-x)LaxFe1,5O4 DENGAN METODE SOL-GEL Yunasfi Yunasfi; Mashadi Mashadi; Ade Mulyawan
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 19, No 1: OKTOBER 2017
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jsmi.2017.19.1.4131

Abstract

Telah dilakukan sintesis bahan absorber gelombang mikro Ni(1,5-x)LaxFe1,5O4 dengan (x = 0,0; 0,5 dan 1,0) menggunakan metode sol-gel. Bahan Ni(1,5-x)LaxFe1,5O4 disintesis dari campuran serbuk Ni(NO3)2, Fe(NO3)3 dan La(NO3)3 dalam perbandingan mol masing-masing serbuk dengan menggunakan metode sol-gel dan kemudian disinter pada suhu 1200 C selama 3 jam. Identifikasi fasa dengan X-Ray Diffractometer (XRD) menunjukkan bahwa dengan penambahan kandungan ion La3+ terbentuk Ni(1,5-x)LaxFe1,5O4 dengan 2 fasa yaitu NiFe2O4 dan LaFeO3. Pengamatan morfologi dengan Scanning Electron Microscope (SEM)menunjukkan terbentuknya partikel yang tidak homogen yang artinya bahwa reaksi pembentukan Ni(1,5-x)LaxFe1,5O4 belum sempurna. Sifat magnet sampel yang dianalisis dengan Vibrating Sample Magnetometer (VSM) menunjukkan bahwa sampel berperilaku feromagnetik, dimana nilai Ms semakin rendah (pada rentang 32,76 emu/g hingga 9,40 emu/g) dan nilai Hc semakin besar (pada rentang 200-247 Oe) seiring dengan penambahan kandungan La. Sedangkan kemampuan penyerapan gelombang mikro yang diukur dengan Vector Network Analyzer (VNA) menunjukkan nilai Reflection Loss (RL) maksimum diperoleh pada komposisi sampel x = 0,5 sebesar -27,5 dB pada frekuensi 10,60 GHz. Berarti bahwa NiLa0,5Fe1,5O4 mampu menyerap gelombang mikro sebesar ~96 % pada frekuensi 10,60 GHz.
SINTESIS DAN KARAKTERISASI BIODEGRADABLE HIDROGEL SUPERABSORBEN POLI(KALIUM AKRILAT)-G-GLUKOMANAN DENGAN TEKNIK IRADIASI GAMMA Erizal Erizal; Sulistioso G S; Z Juniarti; Hariyanti Hariyanti
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 19, No 1: OKTOBER 2017
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (642.203 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2017.19.1.4110

Abstract

Telah dilakukan sintesis satu seri hidrogel superabsorben dari campuran asam akrilat yang dinetralkan sebagian (Dn = 0,5) dengan KOH pada beragam konsentrasi glukomanan (0,25 % hingga 1 %) selanjutnya diiradiasi pada dosis 10 kGy (laju dosis 2,5 kGy/jam) pada suhu kamar. Pengaruh konsentrasi glukomanan terhadap kemampuan menyerap air dan fraksi gel hidrogel dipelajari. Perubahan struktur kimia hidrogel diukur menggunakan Fourier Transform Infra Red (FT-IR) dan morfologi permukaan hidrogel diinvestigasi menggunakan Scanning Electron Microscope (SEM). Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pada kondisi optimum (0,5 % glukomanan), rasio swelling hidrogel mencapai nilai 800 g/g dan fraksi gel 94,45 %. Hasil analisis FT-IR mengkonfirmasi terjadinya pergeseran gugus fungsi rangkap dari C=C asam akrilat, pengujian SEM menunjukkan permukaaan hidrogel berpori pori besar yang tidak teratur.
THE 3 HOURS-HYDROTHERMAL SYNTHESIS OF HIGH SURFACE AREA SUPERPARAMAGNETIC Fe3O4 CORE-SHELL NANOPARTICLES Esty Octiana Sari; Ahmad Fadli; Amun Amri
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 19, No 1: OKTOBER 2017
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jsmi.2017.19.1.4111

Abstract

The monodisperse core-shell Fe3O4 nanoparticles have been successfully synthesized by short times (3 hours) hydrothermal method at 220oC from FeCl3, citrate, urea and PEG. The as-synthesized samples have been characterized using X-ray diffraction (XRD), Transmission Electron Mycroscopy (TEM), Bruneur-Emmet-Teller (BET) surface area analyzer, and Vibrating Sample Magnetometer (VSM). The XRD result showed the as-shinthesized products were pure Fe3O4.  The TEM image showed the magnetite nanoparticles have monodisperse core-shell shape. The BET result showed the magnetite nanoparticles have 650.757 m2/g surface area. The hysteresis curve showed the magnetite nanoparticles exhibit superparamagnetic properties. This simple method obtained 60 nm core-shell Fe3O4 particles with superparamagnetic, high surface area as well as hydrophylic properties. Those properties are promising for various biomedical application. The advantages of simple and short times methods with high quality of product make this method very promising to be applied.
PENENTUAN KANDUNGAN ASBES PADA MATERIAL GASKET MENGGUNAKAN TEKNIK PETROGRAFI SAYATAN TIPIS DAN DIFRAKSI SINAR-X Firmansyah Sasmita; Aditianto Ramelan; Nurcahyo Indro Basuki
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 19, No 1: OKTOBER 2017
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jsmi.2017.19.1.4126

Abstract

Gasket digunakan sebagai penyumbat statis antara dua komponen stasioner, dalam hal ini flens, dari asembli mekanik yang di dalamnya berisi fluida tertentu. Sebelum regulasi tentang pemakaian asbes diperketat, material gasket umumnya mengandung asbes karena keunikan sifatnya, yaitu tahan panas atau api, insulasi listrik, dan relatif terjangkau biayanya. Regulasi dari Occupational Safety and Health Administration (OSHA) 29 CFR 1910.1001 menjelaskan bahwa Asbestos Containing Material (ACM) ialah material apapun yang mengandung asbes lebih dari satu persen. Penentuan kandungan asbes pada material penyusun gasket perlu dilakukan mengingat produk-produk tersebut diperiode lampau diduga mengandung asbes lebih dari ambang batas yang dipersyaratkan. Teknik karakterisasi untuk mendeteksi keberadaan asbes tidak banyak dan relatif rumit begitu juga dengan aspek praktisnya. Teknik Petrografi Sayatan Tipis (PST) dan Difraksi Sinar-X (XRD) dipilih karena relatif mudah dan praktis meskipun masih terdapat kekurangan di dalamnya. Sebanyak tiga sampel gasket dan satu sampel sebagai pembanding telah dianalisis dengan menggunakan teknik karakterisasi PST dan XRD. Hasil analisis menunjukkan bahwa satu dari tiga sampel positif mengandung asbes lebih dari 1% berat bertipe mineral serpentin, yaitu ortokrisotil, berdasarkan karakteristik morfologi hasil pengamatan PST dan pola puncak XRD. Hasil karakteristik dari analisis tersebut mirip dengan sampel pembanding yang mengandung asbes dengan tipe mineral serpentin, yaitu klinokrisotil.

Page 1 of 1 | Total Record : 7


Filter by Year

2017 2017


Filter By Issues
All Issue Vol 24, No 1: OCTOBER 2022 Vol 23, No 2: APRIL 2022 Vol 23, No 1: OCTOBER 2021 Vol 22, No 2: APRIL 2021 Vol 22, No 1: OCTOBER 2020 Vol 21, No 4: JULY 2020 Vol 21, No 3: APRIL 2020 Vol 21, No 2: JANUARY 2020 Vol 21, No 1: OCTOBER 2019 Vol 20, No 4: JULY 2019 Vol 20, No 3: APRIL 2019 Vol 20, No 2: JANUARY 2019 Vol 20, No 1: OCTOBER 2018 Vol 19, No 4: JULI 2018 Vol 19, No 3: APRIL 2018 Vol 19, No 2: JANUARI 2018 Vol 19, No 1: OKTOBER 2017 Vol 18, No 4: JULI 2017 Vol 18, No 3: APRIL 2017 Vol 18, No 2: JANUARI 2017 Vol 18, No 1: OKTOBER 2016 Vol 17, No 4: JULI 2016 Vol 17, No 3: APRIL 2016 Vol 17, No 2: JANUARI 2016 Vol 17, No 1: OKTOBER 2015 Vol 16, No 4: JULI 2015 Vol 16, No 3: APRIL 2015 Vol 16, No 2: JANUARI 2015 Vol 16, No 1: OKTOBER 2014 Vol 15, No 4: JULI 2014 Vol 15, No 3: APRIL 2014 Vol 15, No 2: JANUARI 2014 Vol 15, No 1: OKTOBER 2013 Vol 14, No 4: JULI 2013 Vol 14, No 3: APRIL 2013 Vol 14, No 2: JANUARI 2013 Vol 14, No 1: OKTOBER 2012 Vol 13, No 3: JUNI 2012 Vol 13, No 2: FEBRUARI 2012 VOL 13, NO 1: OKTOBER 2011 Vol 12, No 3: JUNI 2011 Vol 12, No 2: FEBRUARI 2011 Vol 12, No 1: OKTOBER 2010 Vol 11, No 2: FEBRUARI 2010 Vol 11, No 1: OKTOBER 2009 Vol 10, No 1: OKTOBER 2008 Vol 9, No 3: JUNI 2008 Vol 9, No 2: FEBRUARI 2008 Vol 9, No 1: OKTOBER 2007 Vol 8, No 3: JUNI 2007 Vol 8, No 2: FEBRUARI 2007 EDISI KHUSUS: OKTOBER 2007 Vol 8, No 1: OKTOBER 2006 Vol 7, No 3: JUNI 2006 Vol 7, No 2: FEBRUARI 2006 EDISI KHUSUS: OKTOBER 2006 Vol 7, No 1: OKTOBER 2005 Vol 6, No 3: JUNI 2005 Vol 6, No 2: FEBRUARI 2005 Vol 6, No 1: OKTOBER 2004 Vol 5, No 3: JUNI 2004 Vol 5, No 2: FEBRUARI 2004 Vol 5, No 1: OKTOBER 2003 Vol 4, No 3: JUNI 2003 Vol 4, No 2: FEBRUARI 2003 Vol 4, No 1: OKTOBER 2002 Vol 3, No 3: JUNI 2002 Vol 3, No 2: FEBRUARI 2002 Vol 3, No 1: OKTOBER 2001 Vol 2, No 3: JUNI 2001 Vol 2, No 2: FEBRUARI 2001 Vol 2, No 1: OKTOBER 2000 Vol 1, No 3: JUNI 2000 Vol 1, No 2: FEBRUARI 2000 Vol 13, No 4: Edisi Khusus Material untuk Kesehatan More Issue